Farmasi fisika merupakan mata kuliah penting dalam pendidikan farmasi karena mengajarkan prinsip-prinsip fisika yang diaplikasikan pada obat dan sediaan farmasi. Materi ini mencakup larutan, termodinamika, kinetika reaksi, viskositas, difusi, tegangan permukaan, reologi, dan adsorpsi. Pemahaman yang baik terhadap materi ini sangat penting bagi mahasiswa agar dapat sukses dalam Ujian Tengah Semester (UTS), Ujian Akhir Semester (UAS), dan ujian kompetensi laboratorium farmasi.
Latihan soal adalah cara terbaik untuk menguasai materi farmasi fisika. Dalam artikel ini, kami menyajikan contoh soal farmasi fisika terbaru beserta pembahasan lengkap, agar mahasiswa dapat memahami konsep, rumus, dan aplikasi praktis dalam formulasi obat.
Baca juga:Contoh Soal Persamaan Eksponen dan Logaritma Lengkap dengan Pembahasan Mudah
1. Soal Farmasi Fisika: Termodinamika
Termodinamika mempelajari energi dan perpindahannya. Dalam farmasi, prinsip ini penting untuk memahami kelarutan, stabilitas, dan pembentukan larutan.
Soal 1: Sebuah obat memiliki entalpi pembentukan ΔH = +50 kJ/mol dan perubahan entropi ΔS = 0,12 kJ/mol·K. Hitung energi bebas Gibbs (ΔG) pada suhu 310 K dan tentukan apakah larutan terjadi secara spontan.
Pembahasan:
ΔG = ΔH – TΔS
ΔG = 50 – (310 × 0,12)
ΔG = 50 – 37,2 = 12,8 kJ/mol
Karena ΔG > 0, larutan tidak spontan. Mahasiswa harus memahami bahwa ΔG positif menunjukkan proses memerlukan energi eksternal untuk berlangsung.
Soal 2: Jika ΔH = –20 kJ/mol dan ΔS = 0,05 kJ/mol·K, apakah proses larutan spontan pada suhu 298 K?
Pembahasan:
ΔG = ΔH – TΔS = –20 – (298 × 0,05) = –20 – 14,9 = –34,9 kJ/mol
ΔG < 0, sehingga larutan spontan pada suhu 298 K. Proses eksotermik dan spontan ini sering muncul dalam formulasi sediaan farmasi.
2. Soal Larutan dan Konsentrasi
Konsentrasi larutan menentukan dosis obat dan stabilitas sediaan. Mahasiswa harus bisa menghitung molaritas, molalitas, dan persen berat.
Soal 3: Hitung molaritas larutan NaOH jika 8 gram dilarutkan dalam 200 mL air. Massa molar NaOH = 40 g/mol.
Pembahasan:
Mol NaOH = 8 / 40 = 0,2 mol
Volume larutan = 200 mL = 0,2 L
Molaritas = 0,2 / 0,2 = 1 M
Soal 4: Jika 10 gram zat aktif dilarutkan dalam 250 g pelarut, hitung persen berat larutan.
Pembahasan:
% berat = (massa zat / total massa larutan) × 100
Total massa = 10 + 250 = 260 g
% berat = (10 / 260) × 100 ≈ 3,85%
3. Soal Viskositas
Viskositas memengaruhi aliran obat cair dan sirup. Prinsip ini penting untuk memastikan kemudahan penggunaan dan stabilitas sediaan.
Soal 5: Sirup obat memiliki viskositas 1,2 Pa·s pada 25°C. Saat suhu naik menjadi 35°C, viskositas turun menjadi 0,9 Pa·s. Jelaskan hubungan suhu dan viskositas.
Pembahasan:
Viskositas berbanding terbalik dengan suhu. Semakin tinggi suhu, partikel bergerak lebih cepat, sehingga aliran lebih lancar. Dalam farmasi, viskositas diatur agar obat mudah diminum tanpa kehilangan stabilitas.
Soal 6: Menurut Hukum Poiseuille, laju aliran cairan berbanding terbalik dengan viskositas. Jika viskositas menurun, laju aliran obat meningkat, mempermudah pemberian dosis tepat.
4. Soal Difusi
Difusi berkaitan dengan pergerakan molekul zat aktif dalam pelarut, memengaruhi pelepasan obat.
Soal 7: Zat aktif memiliki koefisien difusi 1 × 10⁻⁹ m²/s. Jika jarak difusi 1 cm, berapa waktu untuk mencapai setengah konsentrasi di permukaan?
Pembahasan:
t ≈ x² / (2D) = (0,01)² / (2 × 1 × 10⁻⁹) = 5 × 10⁴ s ≈ 13,9 jam
Difusi lambat menunjukkan bahwa molekul besar memerlukan waktu lebih lama untuk mencapai konsentrasi target, relevan untuk formulasi pelepasan obat bertahap.
Soal 8: Bagaimana suhu memengaruhi koefisien difusi zat aktif?
Jawaban: Koefisien difusi meningkat dengan suhu karena molekul bergerak lebih cepat, sehingga difusi lebih cepat.
5. Soal Tegangan Permukaan dan Kapilaritas
Tegangan permukaan berperan penting dalam emulsi dan suspensi obat.
Soal 9: Hitung tinggi kolom air dalam kapiler diameter 0,4 mm. Tegangan permukaan γ = 0,072 N/m, ρ = 1000 kg/m³, g = 9,8 m/s².
Pembahasan:
r = 0,2 mm = 0,0002 m
h = 2γ / (ρ g r) = 0,144 / 1,96 ≈ 0,0735 m ≈ 7,35 cm
Tegangan permukaan menentukan naiknya cairan dalam kapiler, relevan untuk sediaan farmasi cair.
Soal 10: Jelaskan peran tegangan permukaan dalam emulsi obat.
Jawaban: Tegangan permukaan menentukan kestabilan tetesan. Surfaktan menurunkan tegangan sehingga mencegah tetesan bergabung, menjaga homogenitas dan stabilitas emulsi.
6. Soal Kinetika Reaksi
Kinetika penting untuk mengetahui laju degradasi atau sintesis obat.
Soal 11: Obat terdegradasi mengikuti reaksi orde pertama dengan k = 0,05 hari⁻¹. Hitung waktu paruh.
Pembahasan:
t½ = 0,693 / k = 0,693 / 0,05 ≈ 13,86 hari
Soal 12: Konsentrasi awal 0,2 M, berapa konsentrasi setelah 10 hari?
C = C₀ e⁻ᵏᵗ = 0,2 × e⁻(0,05 × 10) = 0,2 × e⁻0,5 ≈ 0,2 × 0,6065 ≈ 0,1213 M
7. Soal Adsorpsi
Adsorpsi memengaruhi formulasi tablet dan kapsul.
Soal 13: Bahan pengikat memiliki kapasitas adsorpsi 0,5 mol/g. Hitung jumlah zat yang dapat diadsorpsi oleh 4 g bahan.
Jawaban: 0,5 × 4 = 2 mol
Faktor yang memengaruhi: luas permukaan, porositas, pH, dan suhu.
8. Soal Reologi
Reologi membahas aliran dan deformasi sediaan farmasi.
Soal 14: Gel obat pseudoplastik menunjukkan viskositas menurun saat gaya geser meningkat. Jelaskan relevansi untuk krim dan gel topikal.
Jawaban: Mempermudah pengolesan, tetap stabil saat diam, nyaman digunakan pasien.
Soal 15: Cairan Newtonian memiliki viskositas tetap, sedangkan non-Newtonian berubah dengan gaya geser. Memahami sifat ini penting untuk formulasi sediaan cair.
9. Soal Gabungan Materi
Soal 16: Obat dengan D = 1 × 10⁻⁹ m²/s ditempatkan dalam larutan viskositas 1 Pa·s. Saat suhu meningkat, viskositas turun menjadi 0,8 Pa·s. Bagaimana pengaruhnya terhadap waktu difusi?
Jawaban: Menurunnya viskositas meningkatkan laju difusi, obat lebih cepat mencapai target.
Soal 17: Hitung molaritas larutan obat jika 15 gram zat dengan massa molar 150 g/mol dilarutkan dalam 300 mL air.
Mol = 15 / 150 = 0,1 mol, M = 0,1 / 0,3 = 0,333 M
Soal 18: Jika ΔH = –30 kJ/mol, ΔS = 0,08 kJ/mol·K, apakah larutan spontan pada 298 K?
ΔG = ΔH – TΔS = –30 – (298 × 0,08) = –30 – 23,84 = –53,84 kJ/mol → spontan
Soal 19: Larutan NaCl 0,5 M. Hitung persen berat jika massa pelarut 200 g.
Mol NaCl = 0,5 × 0,2 L = 0,1 mol → 0,1 × 58,44 ≈ 5,844 g
% berat = 5,844 / (200 + 5,844) × 100 ≈ 2,85%
Soal 20: Jika sirup obat pseudoplastik dengan η = 1,5 Pa·s diaduk hingga viskositas turun menjadi 1 Pa·s, bagaimana pengaruhnya pada laju aliran?
Jawaban: Laju aliran meningkat, mempermudah penyaluran obat.
Kesimpulan
Latihan contoh soal farmasi fisika untuk persiapan UTS dan UAS sangat penting untuk memahami teori dan aplikasinya. Soal-soal di atas mencakup termodinamika, larutan, viskositas, difusi, tegangan permukaan, kinetika, adsorpsi, dan reologi. Setiap soal dilengkapi rumus dan pembahasan agar mahasiswa dapat belajar efektif dan siap menghadapi ujian.
Dengan latihan rutin, mahasiswa akan mampu menghitung konsentrasi larutan, menganalisis viskositas, memprediksi difusi obat, memahami kinetika reaksi, dan merancang sediaan farmasi yang stabil dan nyaman digunakan. Materi ini menjadi fondasi penting dalam penguasaan farmasi fisika dan karier di dunia farmasi.
Penulis:kiara salsabilla


Post Comment