Kumpulan Contoh Soal Produk Bersama yang Sering Keluar di Ujian

Produk bersama atau joint product adalah konsep penting dalam ekonomi mikro dan akuntansi biaya. Materi ini sering muncul dalam soal ujian karena melibatkan pemahaman tentang proses produksi, alokasi biaya bersama, serta keputusan memproses lebih lanjut atau menjual langsung. Produk bersama terjadi ketika dalam satu proses produksi dihasilkan lebih dari satu barang yang tidak dapat dipisahkan pada awal produksi. Setelah mencapai split-off point, produk dapat dipisahkan dan diproses lebih lanjut jika diperlukan. Pemahaman produk bersama sangat penting untuk menentukan harga pokok, margin keuntungan, dan strategi produksi perusahaan.

Baca juga:Strategi Cepat Menyelesaikan Contoh Soal Kilometer dengan

Dalam ujian, soal produk bersama biasanya menguji kemampuan mahasiswa dalam menghitung alokasi biaya bersama, menentukan harga pokok, dan mengambil keputusan memproses lebih lanjut. Untuk membantu Anda mempersiapkan ujian, artikel ini menyajikan kumpulan contoh soal produk bersama yang sering keluar di ujian lengkap dengan pembahasan. Soal disusun dari level dasar hingga menengah agar sesuai untuk mahasiswa ekonomi, akuntansi, dan manajemen.

Pengertian Produk Bersama (Joint Product)

Produk bersama adalah dua atau lebih produk yang dihasilkan dari satu proses produksi yang sama dan tidak dapat dipisahkan pada tahap awal. Produk bersama memiliki nilai ekonomi dan biasanya memiliki harga jual di pasar. Contoh produk bersama meliputi minyak kelapa sawit dan kernel (inti sawit), daging sapi dan kulit, serta produk petrokimia seperti etilen dan propilen. Pada titik split-off point, biaya yang sudah dikeluarkan disebut biaya bersama (joint cost). Setelah titik split-off, biaya tambahan untuk memproses masing-masing produk disebut biaya pemisahan atau separable cost.

🔖 Baca juga:
Mengenal Jurusan SMK Konstruksi Bangunan: Mata Pelajaran dan Keterampilan yang Didapat

Ciri-Ciri Produk Bersama

Produk bersama memiliki beberapa ciri khas yang perlu dipahami. Pertama, produk tidak dapat dipisahkan pada tahap awal produksi. Kedua, biaya yang terjadi sebelum split-off point merupakan biaya bersama yang harus dialokasikan. Ketiga, setiap produk memiliki nilai jual yang dapat berubah sesuai pasar. Keempat, keputusan untuk memproses lebih lanjut produk bersama dipengaruhi oleh biaya tambahan dan potensi peningkatan harga jual. Kelima, dalam perhitungan, rasio alokasi biaya dapat menggunakan metode nilai pasar relatif, NRV, atau physical measure.

Metode Alokasi Biaya Bersama

Dalam produk bersama, perusahaan perlu mengalokasikan biaya bersama ke masing-masing produk. Beberapa metode yang sering digunakan adalah:

Metode nilai pasar relatif
Metode ini membagi biaya bersama berdasarkan proporsi nilai pasar masing-masing produk pada split-off point.

Metode nilai pasar neto (NRV)
Metode ini mempertimbangkan nilai pasar setelah dikurangi biaya pemisahan. NRV cocok digunakan ketika produk memerlukan proses lebih lanjut setelah split-off point.

Metode physical measure
Metode ini membagi biaya berdasarkan ukuran fisik seperti berat, volume, atau jumlah unit.

Kumpulan Contoh Soal Produk Bersama yang Sering Keluar di Ujian

Berikut kumpulan contoh soal produk bersama yang sering muncul dalam ujian ekonomi mikro dan akuntansi biaya. Setiap soal dilengkapi dengan pembahasan agar Anda lebih mudah memahami konsepnya.

Soal 1: Alokasi Biaya dengan Metode Nilai Pasar Relatif
Perusahaan X menghasilkan dua produk bersama, A dan B. Produksi A 2.000 unit dengan harga jual Rp 40.000 per unit. Produksi B 1.000 unit dengan harga jual Rp 60.000 per unit. Biaya bersama sebesar Rp 90.000.000. Hitung alokasi biaya bersama untuk masing-masing produk.

Pembahasan
Nilai pasar A = 2.000 × 40.000 = Rp 80.000.000
Nilai pasar B = 1.000 × 60.000 = Rp 60.000.000
Total nilai pasar = 140.000.000

Proporsi A = 80/140 = 0,5714
Proporsi B = 60/140 = 0,4286

Biaya bersama A = 0,5714 × 90.000.000 = Rp 51.428.571
Biaya bersama B = 0,4286 × 90.000.000 = Rp 38.571.429

Soal 2: Alokasi Biaya dengan Metode Physical Measure
Perusahaan Y memproduksi produk bersama C dan D. Produksi C 4.000 kg dan D 6.000 kg. Biaya bersama Rp 100.000.000. Hitung alokasi biaya bersama berdasarkan physical measure.

Pembahasan
Total produksi fisik = 4.000 + 6.000 = 10.000 kg
Proporsi C = 4.000/10.000 = 0,4
Proporsi D = 6.000/10.000 = 0,6

Biaya bersama C = 0,4 × 100.000.000 = Rp 40.000.000
Biaya bersama D = 0,6 × 100.000.000 = Rp 60.000.000

Soal 3: Alokasi Biaya dengan Metode NRV
Perusahaan Z menghasilkan produk bersama E dan F. Data: produksi E 1.500 unit, harga jual setelah proses lanjut Rp 50.000/unit, biaya pemisahan Rp 6.000.000. Produksi F 2.000 unit, harga jual setelah proses lanjut Rp 40.000/unit, biaya pemisahan Rp 5.000.000. Biaya bersama Rp 80.000.000. Hitung alokasi biaya bersama menggunakan NRV.

Pembahasan
NRV E = (1.500 × 50.000) − 6.000.000 = 75.000.000 − 6.000.000 = 69.000.000
NRV F = (2.000 × 40.000) − 5.000.000 = 80.000.000 − 5.000.000 = 75.000.000
Total NRV = 144.000.000

Proporsi E = 69/144 = 0,4792
Proporsi F = 75/144 = 0,5208

Biaya bersama E = 0,4792 × 80.000.000 = Rp 38.333.333
Biaya bersama F = 0,5208 × 80.000.000 = Rp 41.666.667

Soal 4: Keputusan Memproses Lebih Lanjut
Perusahaan M menghasilkan produk bersama G. Jika dijual pada split-off point, harga jual Rp 90.000/unit. Jika diproses lebih lanjut, biaya tambahan Rp 15.000/unit dan harga jual menjadi Rp 110.000/unit. Apakah perusahaan harus memproses lebih lanjut?

Pembahasan
Keuntungan jika dijual langsung = 90.000
Keuntungan jika diproses lanjut = 110.000 − 15.000 = 95.000
Karena keuntungan meningkat, perusahaan sebaiknya memproses lebih lanjut.

Soal 5: Menghitung Harga Pokok Per Unit
Perusahaan N menghasilkan produk bersama H dan I. Data: produksi H 3.000 unit, harga jual Rp 25.000/unit; produksi I 2.000 unit, harga jual Rp 45.000/unit; biaya bersama Rp 70.000.000. Hitung harga pokok per unit menggunakan metode nilai pasar relatif.

Pembahasan
Nilai pasar H = 3.000 × 25.000 = 75.000.000
Nilai pasar I = 2.000 × 45.000 = 90.000.000
Total = 165.000.000

Proporsi H = 75/165 = 0,4545
Proporsi I = 90/165 = 0,5455

Biaya bersama H = 0,4545 × 70.000.000 = Rp 31.818.182
Biaya bersama I = 0,5455 × 70.000.000 = Rp 38.181.818

Harga pokok per unit H = 31.818.182 / 3.000 = Rp 10.606
Harga pokok per unit I = 38.181.818 / 2.000 = Rp 19.091

Soal 6: Laba Produk Bersama
Perusahaan O menghasilkan produk bersama J dan K. Data: produksi J 2.500 unit, harga jual 35.000/unit, biaya pemisahan 4.000.000; produksi K 1.500 unit, harga jual 55.000/unit, biaya pemisahan 3.000.000; biaya bersama 60.000.000. Hitung laba masing-masing produk menggunakan metode NRV.

Pembahasan
NRV J = (2.500 × 35.000) − 4.000.000 = 87.500.000 − 4.000.000 = 83.500.000
NRV K = (1.500 × 55.000) − 3.000.000 = 82.500.000 − 3.000.000 = 79.500.000
Total NRV = 163.000.000

Proporsi J = 83.5/163 = 0,5129
Proporsi K = 79.5/163 = 0,4871

Biaya bersama J = 0,5129 × 60.000.000 = 30.774.000
Biaya bersama K = 29.226.000

Total biaya J = 30.774.000 + 4.000.000 = 34.774.000
Total biaya K = 29.226.000 + 3.000.000 = 32.226.000

Pendapatan J = 87.500.000
Pendapatan K = 82.500.000

Laba J = 52.726.000
Laba K = 50.274.000

Soal 7: Analisis Keputusan Penjualan
Perusahaan P menghasilkan produk bersama L. Jika dijual pada split-off point, harga jual Rp 75.000/unit. Jika diproses lebih lanjut, biaya tambahan Rp 10.000/unit dan harga jual menjadi Rp 82.000/unit. Apakah perusahaan harus memproses lebih lanjut?

Pembahasan
Keuntungan tambahan = 82.000 − 10.000 − 75.000 = −3.000
Karena keuntungan berkurang, perusahaan sebaiknya tidak memproses lebih lanjut.

Soal 8: Menghitung Alokasi Biaya Bersama dengan NRV
Perusahaan Q menghasilkan produk bersama M dan N. Data: produksi M 2.000 unit, harga jual setelah proses Rp 30.000/unit, biaya pemisahan 5.000.000; produksi N 3.000 unit, harga jual setelah proses Rp 20.000/unit, biaya pemisahan 4.000.000; biaya bersama 50.000.000. Hitung alokasi biaya bersama menggunakan NRV.

Pembahasan
NRV M = (2.000 × 30.000) − 5.000.000 = 60.000.000 − 5.000.000 = 55.000.000
NRV N = (3.000 × 20.000) − 4.000.000 = 60.000.000 − 4.000.000 = 56.000.000
Total NRV = 111.000.000

Proporsi M = 55/111 = 0,4955
Proporsi N = 56/111 = 0,5045

Biaya bersama M = 0,4955 × 50.000.000 = 24.772.973
Biaya bersama N = 25.227.027

Soal 9: Harga Pokok dan Laba Produk Bersama
Perusahaan R menghasilkan produk bersama O dan P. Data: produksi O 4.000 unit, harga jual 22.000/unit, biaya pemisahan 3.000.000; produksi P 2.000 unit, harga jual 48.000/unit, biaya pemisahan 2.000.000; biaya bersama 70.000.000. Hitung harga pokok per unit dan laba masing-masing produk menggunakan metode nilai pasar relatif.

Pembahasan
Nilai pasar O = 4.000 × 22.000 = 88.000.000
Nilai pasar P = 2.000 × 48.000 = 96.000.000
Total = 184.000.000

Proporsi O = 88/184 = 0,4783
Proporsi P = 96/184 = 0,5217

Biaya bersama O = 0,4783 × 70.000.000 = 33.478.261
Biaya bersama P = 36.521.739

Total biaya O = 33.478.261 + 3.000.000 = 36.478.261
Total biaya P = 36.521.739 + 2.000.000 = 38.521.739

Harga pokok per unit O = 36.478.261 / 4.000 = 9.119
Harga pokok per unit P = 38.521.739 / 2.000 = 19.261

Pendapatan O = 88.000.000
Pendapatan P = 96.000.000

Laba O = 51.521.739
Laba P = 57.478.261

Soal 10: Studi Kasus Produk Bersama
Perusahaan S memproduksi dua produk bersama, X dan Y. Data: produksi X 5.000 unit, harga jual 18.000/unit, biaya pemisahan 4.000.000; produksi Y 3.000 unit, harga jual 30.000/unit, biaya pemisahan 3.000.000; biaya bersama 90.000.000. Hitung alokasi biaya bersama menggunakan NRV dan tentukan laba total.

Pembahasan
NRV X = (5.000 × 18.000) − 4.000.000 = 90.000.000 − 4.000.000 = 86.000.000
NRV Y = (3.000 × 30.000) − 3.000.000 = 90.000.000 − 3.000.000 = 87.000.000
Total NRV = 173.000.000

Proporsi X = 86/173 = 0,4971
Proporsi Y = 87/173 = 0,5029

Biaya bersama X = 0,4971 × 90.000.000 = 44.739.883
Biaya bersama Y = 45.260.117

Total biaya X = 44.739.883 + 4.000.000 = 48.739.883
Total biaya Y = 45.260.117 + 3.000.000 = 48.260.117

Pendapatan X = 90.000.000
Pendapatan Y = 90.000.000

Laba X = 41.260.117
Laba Y = 41.739.883
Laba total = 83.000.000

Baca juga:Universitas Teknokrat Indonesia, Kampus Terbaik di Lampung Raih Peringkat Terbaik PTN/PTS di Indonesia versi Webometrics

Kesimpulan

Materi produk bersama adalah topik yang sering keluar di ujian ekonomi mikro dan akuntansi biaya. Untuk menguasai materi ini, penting memahami konsep split-off point, biaya bersama, dan metode alokasi biaya seperti nilai pasar relatif, NRV, serta physical measure. Selain itu, siswa juga harus mampu mengambil keputusan apakah produk sebaiknya diproses lebih lanjut atau dijual langsung. Artikel ini telah menyajikan kumpulan contoh soal produk bersama yang sering muncul di ujian lengkap dengan pembahasan. Dengan latihan rutin, Anda akan lebih percaya diri menghadapi soal ujian dan dapat menghitung alokasi biaya serta laba produk bersama dengan cepat dan tepat.


Penulis:Loveytha

Post Comment