×

Kumpulan Contoh Soal Jangka Sorong dan Cara Membacanya

Views: 0

Jangka sorong adalah salah satu alat ukur presisi yang paling penting digunakan di laboratorium, sekolah, maupun industri teknik. Alat ini mampu mengukur panjang, diameter, dan kedalaman suatu benda dengan ketelitian tinggi, umumnya hingga 0,1 mm atau 0,02 mm. Menguasai cara membaca jangka sorong sangat penting bagi siswa, mahasiswa, maupun pekerja teknik karena kesalahan dalam membaca alat ini dapat berakibat pada ketidakakuratan hasil pengukuran. Artikel ini membahas kumpulan contoh soal jangka sorong lengkap dengan cara membacanya, serta tips agar pembaca bisa memahami prinsip kerja jangka sorong dengan tepat.

Pengertian jangka sorong

Jangka sorong adalah alat ukur yang terdiri dari rahang tetap, rahang geser, skala utama, skala nonius, dan kadang dilengkapi pengukur kedalaman. Alat ini dapat mengukur dimensi eksternal, internal, dan kedalaman suatu benda. Skala utama menunjukkan satuan milimeter atau inci, sedangkan skala nonius digunakan untuk membaca pecahan milimeter agar hasil pengukuran lebih akurat. Pemahaman komponen jangka sorong sangat penting sebelum belajar membaca skala dan menjawab soal.

Jenis jangka sorong

Secara umum, jangka sorong terbagi menjadi tiga jenis:

  1. Jangka sorong manual atau vernier: Skala nonius dibaca secara manual. Cocok untuk latihan siswa dan praktikum laboratorium.
  2. Jangka sorong digital: Hasil pengukuran ditampilkan secara langsung pada layar digital, memudahkan pembacaan.
  3. Jangka sorong dial: Menggunakan jarum pada dial untuk menunjukkan pecahan milimeter. Biasanya digunakan di bengkel atau industri.

Ketelitian jangka sorong tergantung jenisnya. Manual biasanya 0,1 mm atau 0,02 mm, digital dapat membaca hingga 0,01 mm, sedangkan dial biasanya 0,02 mm.

baca juga : Panduan Lengkap dan Contoh Soal Distribution Requirement Planning DRP untuk Optimasi Rantai Pasok

Cara membaca jangka sorong

Membaca jangka sorong memerlukan kombinasi skala utama dan skala nonius. Berikut langkah-langkahnya:

  1. Baca skala utama: Lihat angka pada skala utama yang berada tepat sebelum angka nol pada skala nonius. Angka ini menunjukkan panjang dalam milimeter penuh.
  2. Baca skala nonius: Temukan garis pada skala nonius yang tepat sejajar dengan salah satu garis pada skala utama. Garis ini menunjukkan pecahan milimeter yang harus ditambahkan ke skala utama.
  3. Hitung panjang total: Panjang total = Skala utama + Skala nonius.

Rumus sederhananya:
Panjang benda = Skala utama + (Garis nonius × Ketelitian jangka sorong)

Contoh soal jangka sorong

Berikut kumpulan contoh soal jangka sorong lengkap dengan cara membacanya, mulai dari soal dasar hingga menengah:

Soal 1
Skala utama menunjukkan 12 mm, dan garis nonius ke-6 sejajar dengan skala utama. Ketelitian jangka sorong 0,1 mm. Tentukan panjang benda.
Pembahasan: Nilai nonius = 6 × 0,1 mm = 0,6 mm. Panjang total = 12 + 0,6 = 12,6 mm.

Soal 2
Skala utama menunjukkan 23 mm, garis nonius ke-3 sejajar. Ketelitian jangka sorong 0,02 mm. Tentukan panjang benda.
Pembahasan: Nilai nonius = 3 × 0,02 = 0,06 mm. Panjang total = 23 + 0,06 = 23,06 mm.

Soal 3
Sebuah baut diukur dengan skala utama 8 mm dan garis nonius ke-9 sejajar. Ketelitian 0,02 mm. Tentukan panjang baut.
Pembahasan: Nilai nonius = 9 × 0,02 = 0,18 mm. Panjang total = 8 + 0,18 = 8,18 mm.

Soal 4
Benda panjang diukur, skala utama menunjukkan 35 mm dan garis nonius ke-5 sejajar. Ketelitian jangka sorong 0,1 mm. Tentukan panjang benda.
Pembahasan: Nilai nonius = 5 × 0,1 = 0,5 mm. Panjang total = 35 + 0,5 = 35,5 mm.

Soal 5
Diameter dalam tabung diukur, skala utama menunjukkan 10 mm, garis nonius ke-3 sejajar. Ketelitian 0,02 mm. Tentukan diameter tabung.
Pembahasan: Nilai nonius = 3 × 0,02 = 0,06 mm. Panjang total = 10 + 0,06 = 10,06 mm.

Soal 6
Skala utama menunjukkan 50 mm dan garis nonius ke-2 sejajar. Ketelitian jangka sorong 0,05 mm. Hitung panjang benda.
Pembahasan: Nilai nonius = 2 × 0,05 = 0,1 mm. Panjang total = 50 + 0,1 = 50,1 mm.

Soal 7
Sebuah pipa diukur, skala utama menunjukkan 75 mm dan garis nonius ke-8 sejajar. Ketelitian 0,05 mm. Tentukan panjang pipa.
Pembahasan: Nilai nonius = 8 × 0,05 = 0,4 mm. Panjang total = 75 + 0,4 = 75,4 mm.

Soal 8
Skala utama menunjukkan 18 mm, garis nonius ke-4 sejajar. Ketelitian 0,02 mm. Hitung panjang benda.
Pembahasan: Nilai nonius = 4 × 0,02 = 0,08 mm. Panjang total = 18 + 0,08 = 18,08 mm.

Soal 9
Benda bulat diukur, skala utama menunjukkan 60 mm, garis nonius ke-6 sejajar. Ketelitian 0,02 mm. Tentukan panjang benda.
Pembahasan: Nilai nonius = 6 × 0,02 = 0,12 mm. Panjang total = 60 + 0,12 = 60,12 mm.

Soal 10
Sebuah baut panjang diukur, skala utama menunjukkan 45 mm, garis nonius ke-7 sejajar. Ketelitian jangka sorong 0,1 mm. Hitung panjang baut.
Pembahasan: Nilai nonius = 7 × 0,1 = 0,7 mm. Panjang total = 45 + 0,7 = 45,7 mm.

Tips membaca jangka sorong dengan tepat

baca juga : Universitas Teknokrat Indonesia Masuk 10 Besar Kampus Swasta Terbaik Nasional Versi AppliedHE ASEAN 2026

Agar pembaca dapat membaca jangka sorong dengan akurat, beberapa tips penting antara lain:

  1. Pastikan jangka sorong dalam keadaan bersih, bebas debu atau oli, agar hasil pengukuran akurat.
  2. Letakkan benda dengan tepat di antara rahang tetap dan rahang geser tanpa menekan terlalu keras.
  3. Pastikan garis nol pada skala nonius sejajar dengan skala utama sebelum membaca hasil.
  4. Latihan rutin akan membantu mempercepat pembacaan dan mengurangi kesalahan.
  5. Perhatikan ketelitian alat, karena setiap jangka sorong memiliki akurasi berbeda, misalnya 0,1 mm, 0,02 mm, atau 0,01 mm.

Manfaat menguasai jangka sorong

Penguasaan penggunaan jangka sorong sangat bermanfaat dalam pendidikan, laboratorium, dan bidang teknik. Beberapa manfaat utamanya adalah:

  1. Mengukur panjang, diameter, dan kedalaman benda dengan akurat.
  2. Meningkatkan keterampilan praktikum bagi siswa dan mahasiswa.
  3. Menjadi dasar pengukuran presisi di bidang mekanik, teknik mesin, dan industri manufaktur.
  4. Membantu memahami konsep ketelitian, kesalahan pengukuran, dan toleransi.
  5. Melatih ketelitian, konsentrasi, dan kepekaan terhadap detail dalam pengukuran benda presisi.

Kesimpulan

Menguasai jangka sorong adalah keterampilan penting dalam praktikum fisika, kimia, dan bidang teknik. Dengan memahami komponen jangka sorong, cara membaca skala utama dan skala nonius, serta berlatih menggunakan kumpulan contoh soal jangka sorong dan cara membacanya, pembaca akan terbiasa membaca alat ini dengan akurat. Latihan rutin dengan berbagai contoh soal meningkatkan kecepatan dan ketelitian, sehingga kesalahan pengukuran dapat diminimalkan. Menguasai jangka sorong tidak hanya penting untuk ujian dan praktikum, tetapi juga sebagai keterampilan dasar yang sangat berguna di dunia kerja teknik dan industri. Dengan pemahaman dan latihan yang tepat, pembaca akan mampu mengukur benda presisi secara tepat dan profesional.

Penulis : Reyfen

Views: 0

Post Comment