Pendahuluan
Jangka sorong adalah salah satu alat ukur yang sering digunakan dalam pelajaran fisika dan praktik laboratorium. Alat ini memungkinkan kita mengukur panjang, diameter, ketebalan, dan kedalaman benda dengan presisi tinggi. Materi tentang jangka sorong sering muncul dalam ujian di tingkat SMP, SMA, maupun SMK. Oleh karena itu, memahami cara membaca skala jangka sorong serta mengerjakan soal-soalnya sangat penting.
Artikel ini menyajikan kumpulan 10 contoh soal jangka sorong beserta jawaban dan pembahasan yang mudah dipahami. Setiap soal dilengkapi langkah-langkah perhitungan agar kamu dapat belajar secara efektif dan siap menghadapi ujian.
Jangka sorong terdiri dari beberapa bagian utama, yaitu rahang luar, rahang dalam, batang pengukur kedalaman, skala utama, dan skala nonius. Rahang luar digunakan untuk mengukur diameter luar atau ketebalan benda, rahang dalam untuk diameter dalam, dan batang pengukur kedalaman untuk kedalaman lubang atau tabung. Skala utama menunjukkan satuan sentimeter, sedangkan skala nonius memungkinkan pembacaan pecahan dari skala utama dengan ketelitian biasanya 0,01 cm.
Cara Membaca Jangka Sorong
Sebelum masuk ke soal, penting mengetahui langkah-langkah membaca jangka sorong:
- Amati skala utama tepat sebelum nol pada skala nonius.
- Cari garis skala nonius yang berimpit dengan garis skala utama.
- Kalikan nomor garis nonius yang berimpit dengan ketelitian alat.
- Tambahkan hasil skala nonius ke nilai skala utama untuk mendapatkan panjang benda.
Misalnya, jika skala utama 3,2 cm dan skala nonius ke-7 berimpit, dengan ketelitian 0,01 cm, maka panjang benda = 3,2 + (7 ร 0,01) = 3,27 cm.
Contoh Soal 1
Sebuah batang diukur menggunakan jangka sorong. Skala utama menunjukkan 4,5 cm dan skala nonius ke-6 berimpit. Ketelitian jangka sorong 0,01 cm. Tentukan panjang batang tersebut.
Baca Juga : Contoh Soal UN IPA SD Lengkap dengan Pembahasan
Pembahasan:
Skala utama = 4,5 cm
Skala nonius = 6 ร 0,01 = 0,06 cm
Panjang batang = 4,5 + 0,06 = 4,56 cm
Jawaban: 4,56 cm
Contoh Soal 2
Ketebalan sebuah koin diukur menggunakan jangka sorong. Skala utama menunjukkan 0,4 cm dan skala nonius ke-5 berimpit. Tentukan ketebalan koin tersebut.
Pembahasan:
Skala utama = 0,4 cm
Skala nonius = 5 ร 0,01 = 0,05 cm
Ketebalan koin = 0,4 + 0,05 = 0,45 cm
Jawaban: 0,45 cm
Contoh Soal 3
Diameter luar sebuah pipa diukur jangka sorong. Skala utama menunjukkan 3,1 cm dan skala nonius ke-8 berimpit.
Pembahasan:
Skala utama = 3,1 cm
Skala nonius = 8 ร 0,01 = 0,08 cm
Diameter luar pipa = 3,1 + 0,08 = 3,18 cm
Jawaban: 3,18 cm
Contoh Soal 4
Diameter dalam sebuah cincin diukur jangka sorong. Skala utama 1,6 cm dan skala nonius ke-7 berimpit.
Pembahasan:
Skala utama = 1,6 cm
Skala nonius = 7 ร 0,01 = 0,07 cm
Diameter dalam cincin = 1,6 + 0,07 = 1,67 cm
Jawaban: 1,67 cm
Contoh Soal 5
Sebuah lubang diukur kedalamannya menggunakan jangka sorong. Skala utama menunjukkan 4,2 cm dan skala nonius ke-3 berimpit.
Pembahasan:
Skala utama = 4,2 cm
Skala nonius = 3 ร 0,01 = 0,03 cm
Kedalaman lubang = 4,2 + 0,03 = 4,23 cm
Jawaban: 4,23 cm
Baca Juga : Mahasiswa FEB Universitas Teknokrat Indonesia Raih Juara III Lomba Business Plan Festival Earth Dream 2025
Contoh Soal 6
Panjang silinder diukur jangka sorong. Skala utama 6,3 cm dan skala nonius ke-9 berimpit.
Pembahasan:
Skala utama = 6,3 cm
Skala nonius = 9 ร 0,01 = 0,09 cm
Panjang silinder = 6,3 + 0,09 = 6,39 cm
Jawaban: 6,39 cm
Contoh Soal 7
Diameter kelereng diukur. Skala utama menunjukkan 2,0 cm dan skala nonius ke-6 berimpit.
Pembahasan:
Skala utama = 2,0 cm
Skala nonius = 6 ร 0,01 = 0,06 cm
Diameter kelereng = 2,0 + 0,06 = 2,06 cm
Jawaban: 2,06 cm
Contoh Soal 8
Sebuah benda panjang diukur jangka sorong. Skala utama menunjukkan 7,4 cm dan skala nonius ke-2 berimpit.
Pembahasan:
Skala utama = 7,4 cm
Skala nonius = 2 ร 0,01 = 0,02 cm
Panjang benda = 7,4 + 0,02 = 7,42 cm
Jawaban: 7,42 cm
Contoh Soal 9
Diameter tabung diukur menggunakan jangka sorong. Skala utama 9,6 cm dan skala nonius ke-5 berimpit.
Pembahasan:
Skala utama = 9,6 cm
Skala nonius = 5 ร 0,01 = 0,05 cm
Diameter tabung = 9,6 + 0,05 = 9,65 cm
Jawaban: 9,65 cm
Contoh Soal 10
Ketebalan plat besi diukur jangka sorong. Skala utama menunjukkan 0,8 cm dan skala nonius ke-9 berimpit.
Pembahasan:
Skala utama = 0,8 cm
Skala nonius = 9 ร 0,01 = 0,09 cm
Ketebalan plat = 0,8 + 0,09 = 0,89 cm
Jawaban: 0,89 cm
Tips Menguasai Soal Jangka Sorong
- Pahami ketelitian alat: Biasanya jangka sorong memiliki ketelitian 0,01 cm.
- Latih membaca skala utama dan nonius: Jangan terburu-buru, pastikan garis nonius berimpit dengan skala utama.
- Kenali jenis pengukuran: Apakah untuk panjang, ketebalan, diameter luar, diameter dalam, atau kedalaman.
- Latihan soal rutin: Semakin sering berlatih, semakin cepat membaca dan menghitung hasil pengukuran.
- Perhatikan detail angka: Kesalahan kecil pada skala nonius bisa mempengaruhi hasil pengukuran.
Kesimpulan
Menguasai jangka sorong merupakan kemampuan dasar yang penting bagi siswa SMP dan SMA. Dengan latihan rutin dan memahami cara membaca skala utama serta nonius, semua jenis pengukuran menjadi lebih mudah dan akurat.
Kumpulan 10 contoh soal jangka sorong beserta jawaban dan pembahasan di atas memberikan panduan lengkap bagi siswa untuk belajar dan mempersiapkan diri menghadapi ujian. Kunci sukses mengerjakan soal jangka sorong adalah ketelitian, latihan rutin, dan pemahaman konsep pengukuran.
Penulis : Reyfen


Post Comment