Menjalankan ibadah puasa di Pulau Dewata memberikan pengalaman yang unik dan penuh makna. Sebagai wilayah dengan mayoritas penduduk beragama Hindu, toleransi beragama di Bali, khususnya di ibukota Denpasar, sangatlah kental. Bagi umat Muslim yang sedang menunaikan ibadah puasa Ramadan 1447 Hijriah, mengetahui waktu presisi untuk berbuka adalah prioritas utama.
Artikel ini akan mengupas tuntas jadwal Maghrib hari ini, Rabu, 25 Februari 2026, untuk wilayah Denpasar dan sekitarnya, lengkap dengan jadwal sholat lainnya, tips menjaga kebugaran, serta rekomendasi tempat berbuka puasa yang ikonik di Denpasar.
Jadwal Sholat dan Buka Puasa Denpasar 25 Februari 2026
Berdasarkan perhitungan hisab yang lazim digunakan di Indonesia, waktu sholat untuk wilayah Kota Denpasar pada tanggal 25 Februari 2026 adalah sebagai berikut. Perlu diingat bahwa waktu ini menggunakan Waktu Indonesia Tengah (WITA).
Tabel Jadwal Sholat Denpasar Hari Ini
| Ibadah | Waktu (WITA) |
| Imsak | 04:58 |
| Subuh | 05:08 |
| Terbit | 06:24 |
| Duha | 06:52 |
| Dzuhur | 12:34 |
| Ashar | 15:42 |
| Maghrib (Buka Puasa) | 18:46 |
| Isya | 19:56 |
Waktu Maghrib untuk Kota Denpasar hari ini jatuh pada pukul 18:46 WITA. Waktu ini menjadi momen yang paling dinantikan setelah seharian penuh menahan lapar, dahaga, dan hawa nafsu. Mengingat posisi geografis Bali yang berada di bagian selatan garis khatulistiwa, durasi puasa di sini relatif stabil, namun tetap memerlukan disiplin waktu agar ibadah tetap optimal.
Baca juga:Menkeu Purbaya Ungkap Anggaran THR 2026: Rp55 Triliun untuk ASN, TNI-Polri, dan Pensiunan
Mengapa Mengetahui Jadwal Maghrib Secara Akurat Itu Penting?
Bagi seorang Muslim, menyegerakan berbuka puasa adalah salah satu sunnah yang sangat dianjurkan. Rasulullah SAW bersabda bahwa umatnya akan senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.
Di Denpasar, suara adzan Maghrib mungkin tidak terdengar sekeras di kota-kota di Pulau Jawa karena penempatan pengeras suara yang diatur sedemikian rupa untuk menghormati kearifan lokal. Oleh karena itu, memiliki panduan digital atau jadwal tertulis seperti ini menjadi sangat krusial agar Anda tidak melewatkan waktu berbuka meski hanya beberapa menit.
Dinamika Ramadan 2026 di Denpasar, Bali
Tahun 2026 membawa suasana Ramadan yang spesial. Pada akhir Februari, Bali biasanya memasuki transisi dari musim hujan ke musim kemarau. Udara mungkin terasa sedikit lembap dengan suhu rata-rata berkisar antara 26°C hingga 31°C. Kelembapan yang cukup tinggi di Denpasar menuntut tubuh untuk tetap terhidrasi dengan baik saat malam hari.
Toleransi di Jantung Kota Denpasar
Denpasar dikenal dengan titik-titik pemukiman Muslim yang bersejarah, seperti di area Jalan Sulawesi, Kampung Jawa (Dusun Maruti), dan serangan. Di tempat-tempat ini, tradisi Ramadan terasa sangat hidup. Anda akan menemui pasar takjil dadakan yang menyajikan kudapan khas Bali dan nusantara. Hal ini membuktikan bahwa meskipun berada di lingkungan minoritas, semangat Ramadan tetap membara dan dihormati oleh warga lokal lainnya.
Rekomendasi Menu Takjil Khas Denpasar untuk Berbuka
Saat waktu Maghrib tiba pukul 18:46 WITA nanti, pastikan Anda memulai dengan sesuatu yang manis dan ringan sesuai anjuran kesehatan. Di Denpasar, ada beberapa takjil favorit yang wajib Anda coba:
- Es Daluman: Ini adalah cincau hijau khas Bali yang disiram santan dan gula merah. Sangat efektif untuk mendinginkan suhu tubuh setelah seharian berpuasa di bawah terik matahari Bali.
- Jaje Bali: Berbagai macam kue tradisional seperti laklak (serupa serabi kecil) atau pisang rai yang ditaburi kelapa parut.
- Kurma Ajwa: Meski bukan asli Bali, kurma tetap menjadi primadona di setiap masjid di Denpasar, seperti Masjid Raya Baiturrahmah.
Tips Tetap Bugar Selama Puasa di Wilayah Tropis Bali
Berpuasa di Denpasar dengan aktivitas yang padat tentu membutuhkan strategi fisik yang mumpuni. Berikut adalah beberapa tips yang bisa Anda terapkan:
1. Pola Hidrasi 2-4-2
Karena suhu Denpasar yang cukup hangat, risiko dehidrasi selalu ada. Gunakan rumus 2 gelas saat berbuka, 4 gelas sepanjang malam (hingga menjelang tidur), dan 2 gelas saat sahur. Ini akan memastikan sel-sel tubuh tetap terhidrasi meski cuaca sedang terik.
2. Pilihlah Karbohidrat Kompleks saat Sahur
Pukul 04:58 WITA adalah batas waktu Imsak di Denpasar. Pastikan sahur Anda mengandung serat tinggi seperti nasi merah, gandum, atau sayuran hijau. Ini akan membantu pelepasan energi secara perlahan (slow release) sehingga Anda tidak cepat lemas di siang hari.
3. Olahraga Ringan di Lapangan Puputan atau Renon
Menjelang Maghrib atau sering disebut “ngabuburit”, Anda bisa berjalan santai di Lapangan Puputan Badung atau area Niti Mandala Renon. Suasana hijau di tengah kota Denpasar ini sangat membantu menenangkan pikiran sambil menunggu waktu berbuka.
Destinasi Ngabuburit dan Buka Puasa Populer di Denpasar
Jika Anda mencari tempat untuk berkumpul bersama keluarga atau teman saat Maghrib tiba, Denpasar memiliki beragam pilihan:
Kawasan Kuliner Jalan Teuku Umar
Ini adalah pusat kuliner paling ramai di Denpasar. Dari restoran cepat saji hingga warung lokal legendaris tersedia di sini. Sangat cocok bagi Anda yang ingin berbuka dengan menu yang variatif.
Masjid Raya Baiturrahmah (Kampung Jawa)
Bagi yang ingin merasakan atmosfer spiritual yang kental, datanglah ke Masjid Raya Baiturrahmah di Dusun Maruti. Biasanya, pihak masjid menyediakan takjil gratis bagi para musafir dan warga. Setelah berbuka, Anda bisa langsung melaksanakan sholat Maghrib berjamaah.
Area Serangan
Ingin berbuka dengan suasana laut? Anda bisa melipir ke area Serangan. Di sana terdapat banyak warung ikan bakar yang cocok untuk menu buka puasa berat. Menikmati semilir angin laut saat adzan Maghrib berkumandang memberikan sensasi ketenangan tersendiri.
Esensi Puasa di Tengah Keberagaman Bali
Mengetahui jam Maghrib hari ini di Denpasar bukan sekadar soal waktu makan, tapi soal menghargai waktu ibadah di tengah keberagaman. Bali mengajarkan kita tentang konsep Vasudhaiva Kutumbakam yang berarti “kita semua adalah bersaudara”.
Ketika umat Muslim di Denpasar bersiap untuk berbuka pada pukul 18:46 WITA, di saat yang sama saudara-saudara kita yang beragama Hindu mungkin sedang melaksanakan persembahyangan senja atau Sandhyakala. Harmoni suara adzan dan gemerincing genta menciptakan simfoni toleransi yang indah di langit Bali.
Kesimpulan
Jadwal Maghrib untuk wilayah Denpasar, Bali, pada hari Rabu, 25 Februari 2026 adalah pukul 18:46 WITA. Pastikan Anda mempersiapkan diri dengan baik, menjaga kesehatan, dan tetap menghargai lingkungan sekitar selama menjalankan ibadah puasa.
penulis:Septa
![Dalam materi statistika, simpangan baku dan varian data tunggal menjadi salah satu topik penting yang perlu dipahami. Keduanya digunakan untuk mengetahui seberapa besar penyebaran data terhadap nilai rata-ratanya. Jika data memiliki penyebaran yang kecil, nilai simpangan baku dan variannya juga cenderung kecil. Sebaliknya, semakin jauh data tersebar dari rata-rata, semakin besar pula nilai simpangan baku dan varian. Materi ini sering muncul dalam pembelajaran matematika, terutama ketika membahas statistika dasar. Untuk menguasainya, tidak cukup hanya menghafalkan rumus. Kita juga perlu memahami langkah-langkah menghitung mean, selisih setiap data dengan rata-rata, kuadrat selisih, varian, hingga simpangan baku. Artikel ini akan membahas pengertian, rumus, perbedaan, serta beberapa contoh soal simpangan baku dan varian data tunggal lengkap dengan cara mengerjakannya secara bertahap. Apa Itu Varian? Varian adalah ukuran statistik yang digunakan untuk mengetahui tingkat penyebaran data terhadap nilai rata-ratanya. Varian dihitung dengan mencari rata-rata dari kuadrat selisih setiap data terhadap mean. Dalam data tunggal, terdapat dua jenis rumus varian yang umum digunakan, yaitu varian populasi dan varian sampel. Untuk populasi, rumusnya adalah: σ² = Σ(xᵢ − μ)² / N Keterangan: σ² = varian populasi xᵢ = nilai setiap data μ = rata-rata populasi N = banyak data Σ = jumlah keseluruhan Sementara itu, untuk sampel, rumus varian adalah: s² = Σ(xᵢ − x̄)² / (n − 1) Keterangan: s² = varian sampel xᵢ = nilai setiap data x̄ = rata-rata sampel n = banyak data Dalam soal matematika sekolah, apabila soal menyebutkan sekumpulan data sebagai keseluruhan data yang sedang dianalisis, biasanya digunakan rumus varian populasi. Apa Itu Simpangan Baku? Simpangan baku atau standard deviation adalah akar kuadrat dari varian. Simpangan baku digunakan untuk mengetahui seberapa jauh penyebaran data dari nilai rata-ratanya. Rumus simpangan baku populasi adalah: σ = √[Σ(xᵢ − μ)² / N] Sedangkan untuk sampel: s = √[Σ(xᵢ − x̄)² / (n − 1)] Karena simpangan baku merupakan akar dari varian, keduanya memiliki hubungan yang sangat erat. Jika diketahui: Varian = 16 maka: Simpangan baku = √16 = 4 Jadi, semakin besar nilai varian, biasanya semakin besar pula simpangan bakunya. Perbedaan Varian dan Simpangan Baku Meskipun saling berkaitan, varian dan simpangan baku bukanlah hal yang sama. Varian merupakan rata-rata kuadrat penyimpangan data dari mean. Sementara itu, simpangan baku merupakan akar kuadrat dari varian. Contohnya, jika suatu kumpulan data memiliki varian sebesar 25, maka simpangan bakunya adalah: √25 = 5 Perbedaan lainnya terletak pada satuan. Varian menggunakan satuan yang dikuadratkan, sedangkan simpangan baku memiliki satuan yang sama dengan data aslinya. Karena alasan tersebut, simpangan baku sering kali lebih mudah digunakan untuk menginterpretasikan penyebaran data. Langkah-Langkah Menghitung Varian dan Simpangan Baku Data Tunggal Untuk menyelesaikan soal, terdapat beberapa langkah yang dapat dilakukan. 1. Hitung nilai rata-rata Jumlahkan seluruh data, kemudian bagi dengan banyaknya data. Mean = jumlah seluruh data / banyak data 2. Hitung selisih setiap data dengan mean Setiap nilai data dikurangi dengan rata-rata. xᵢ − x̄ 3. Kuadratkan setiap selisih Hasil pengurangan tadi kemudian dikuadratkan. (xᵢ − x̄)² 4. Jumlahkan seluruh kuadrat selisih Setelah semua data dihitung, jumlahkan hasil kuadrat tersebut. Σ(xᵢ − x̄)² 5. Hitung varian Untuk populasi, jumlah kuadrat selisih dibagi dengan banyak data. 6. Hitung simpangan baku Simpangan baku diperoleh dengan mencari akar kuadrat dari varian. Contoh Soal 1: Menghitung Varian Data Tunggal Soal: Diketahui data nilai ulangan matematika lima siswa sebagai berikut: 6, 7, 8, 9, 10 Tentukan nilai varian dari data tersebut! Pembahasan Langkah pertama adalah menghitung rata-rata. Jumlah data: 6 + 7 + 8 + 9 + 10 = 40 Banyak data: n = 5 Maka: Mean = 40 / 5 = 8 Selanjutnya, hitung selisih setiap data dengan rata-rata. Data (x) x − mean (x − mean)² 6 -2 4 7 -1 1 8 0 0 9 1 1 10 2 4 Jumlah 0 10 Jumlah kuadrat selisih adalah: Σ(x − x̄)² = 10 Karena data tersebut dianggap sebagai populasi, maka: Varian = 10 / 5 Varian = 2 Jadi, varian data tersebut adalah 2. Contoh Soal 2: Menghitung Simpangan Baku Data Tunggal Soal: Tentukan simpangan baku dari data berikut: 5, 6, 7, 8, 9 Pembahasan Pertama, tentukan rata-rata. Jumlah data: 5 + 6 + 7 + 8 + 9 = 35 Banyak data: 5 Maka: Mean = 35 / 5 = 7 Selanjutnya, buat tabel perhitungan. Data x − mean (x − mean)² 5 -2 4 6 -1 1 7 0 0 8 1 1 9 2 4 Jumlah 0 10 Varian: σ² = 10 / 5 = 2 Simpangan baku: σ = √2 Jadi, simpangan bakunya adalah: √2 ≈ 1,41 Dengan demikian, simpangan baku data tersebut sekitar 1,41. Contoh Soal 3: Varian dan Simpangan Baku Sekaligus Soal: Diketahui data tinggi tanaman dalam satu kelompok adalah: 10, 12, 14, 16, 18 Tentukan: Mean Varian Simpangan baku Pembahasan Langkah 1: Menghitung Mean Jumlah seluruh data: 10 + 12 + 14 + 16 + 18 = 70 Banyak data: 5 Maka: Mean = 70 / 5 = 14 Langkah 2: Menghitung Kuadrat Selisih Data x − 14 (x − 14)² 10 -4 16 12 -2 4 14 0 0 16 2 4 18 4 16 Jumlah 0 40 Langkah 3: Menghitung Varian Karena terdapat lima data: σ² = 40 / 5 σ² = 8 Jadi, variannya adalah 8. Langkah 4: Menghitung Simpangan Baku Simpangan baku merupakan akar dari varian. σ = √8 Karena: √8 = √(4 × 2) maka: σ = 2√2 Jika dibulatkan: σ ≈ 2,83 Jadi, hasil akhirnya adalah: Mean = 14 Varian = 8 Simpangan baku ≈ 2,83 Contoh Soal 4: Data dengan Nilai yang Lebih Bervariasi Soal: Perhatikan data berikut: 4, 6, 8, 10, 12, 14 Hitunglah varian dan simpangan bakunya! Pembahasan Jumlah data: 4 + 6 + 8 + 10 + 12 + 14 = 54 Banyak data: 6 Mean: 54 / 6 = 9 Selanjutnya: Data x − 9 (x − 9)² 4 -5 25 6 -3 9 8 -1 1 10 1 1 12 3 9 14 5 25 Jumlah 0 70 Maka varian: σ² = 70 / 6 σ² = 11,67 Kemudian simpangan baku: σ = √11,67 σ ≈ 3,42 Jadi, varian data adalah sekitar 11,67, sedangkan simpangan bakunya sekitar 3,42. Contoh Soal 5: Menghitung Simpangan Baku dari Data Nilai Siswa Soal: Nilai lima siswa dalam sebuah tes adalah: 70, 75, 80, 85, 90 Tentukan varian dan simpangan bakunya! Pembahasan Pertama, hitung rata-rata: Mean = (70 + 75 + 80 + 85 + 90) / 5 Mean = 400 / 5 Mean = 80 Kemudian hitung kuadrat selisih setiap data. Nilai Selisih dari Mean Kuadrat Selisih 70 -10 100 75 -5 25 80 0 0 85 5 25 90 10 100 Jumlah 0 250 Varian: σ² = 250 / 5 σ² = 50 Simpangan baku: σ = √50 σ = 5√2 σ ≈ 7,07 Jadi, varian data adalah 50 dan simpangan bakunya sekitar 7,07. Contoh Soal 6: Menentukan Varian Jika Simpangan Baku Diketahui Soal: Sebuah kumpulan data memiliki simpangan baku sebesar 6. Tentukan nilai variannya! Pembahasan Hubungan antara varian dan simpangan baku adalah: Simpangan baku = √Varian Karena simpangan baku diketahui sebesar 6, maka: Varian = 6² Varian = 36 Jadi, nilai variannya adalah 36. Soal seperti ini relatif lebih mudah karena tidak perlu menghitung mean dan penyimpangan masing-masing data. Contoh Soal 7: Membandingkan Penyebaran Dua Data Soal: Diketahui dua kelompok data berikut. Kelompok A: 7, 8, 9, 10, 11 Kelompok B: 3, 6, 9, 12, 15 Kelompok manakah yang memiliki penyebaran data lebih besar berdasarkan simpangan baku? Pembahasan Kedua kelompok memiliki mean yang sama. Kelompok A: Mean = 9 Kuadrat selisih: 4 + 1 + 0 + 1 + 4 = 10 Varian: 10 / 5 = 2 Simpangan baku: √2 ≈ 1,41 Untuk Kelompok B: Mean = 9 Kuadrat selisih: 36 + 9 + 0 + 9 + 36 = 90 Varian: 90 / 5 = 18 Simpangan baku: √18 ≈ 4,24 Dari hasil tersebut, terlihat bahwa kedua kelompok memiliki rata-rata yang sama, tetapi penyebarannya berbeda. Kelompok A memiliki simpangan baku sekitar 1,41, sedangkan Kelompok B sekitar 4,24. Artinya, nilai-nilai pada Kelompok B tersebar lebih jauh dari rata-ratanya dibandingkan Kelompok A. Tips Cepat Mengerjakan Soal Simpangan Baku dan Varian Agar tidak mudah salah ketika mengerjakan soal, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. 1. Jangan langsung menggunakan rumus simpangan baku Pastikan nilai rata-rata sudah benar terlebih dahulu. Kesalahan pada mean akan memengaruhi seluruh perhitungan berikutnya. 2. Perhatikan tanda negatif Ketika menghitung selisih data dengan mean, hasilnya bisa negatif. Namun, setelah dikuadratkan, hasilnya selalu positif. Misalnya: (6 − 8)² = (-2)² = 4 Bukan -4. 3. Bedakan varian dengan simpangan baku Varian dan simpangan baku memiliki hubungan, tetapi nilainya berbeda. Jika varian = 9, maka: Simpangan baku = √9 = 3 4. Perhatikan apakah data merupakan populasi atau sampel Jika soal meminta varian atau simpangan baku populasi, pembaginya adalah N. Jika soal meminta ukuran sampel dengan rumus sampel, pembaginya adalah n − 1. 5. Gunakan tabel untuk mengurangi kesalahan Untuk data yang cukup banyak, tabel dengan kolom data, selisih dari mean, dan kuadrat selisih akan membuat proses perhitungan lebih teratur. Kesalahan yang Sering Terjadi Ada beberapa kesalahan yang sering dilakukan saat mengerjakan soal simpangan baku dan varian. Pertama, salah menghitung mean. Karena mean menjadi dasar untuk mencari penyimpangan, kesalahan kecil pada tahap ini dapat membuat hasil akhir salah. Kedua, lupa mengkuadratkan selisih. Varian menggunakan kuadrat dari selisih data dengan rata-rata, bukan selisih biasa. Ketiga, salah menentukan pembagi. Untuk populasi digunakan N, sedangkan pada rumus sampel digunakan n − 1. Keempat, menganggap varian sama dengan simpangan baku. Padahal, simpangan baku adalah akar kuadrat dari varian. Kelima, terburu-buru melakukan pembulatan. Sebaiknya gunakan nilai yang lebih presisi selama proses perhitungan dan lakukan pembulatan pada hasil akhir. Kesimpulan Simpangan baku dan varian data tunggal merupakan ukuran yang digunakan untuk mengetahui tingkat penyebaran suatu kumpulan data terhadap nilai rata-ratanya. Varian diperoleh dengan menghitung rata-rata kuadrat selisih setiap data terhadap mean, sedangkan simpangan baku diperoleh dengan mengambil akar kuadrat dari varian. Untuk mengerjakan soal, langkah yang paling aman adalah menghitung mean terlebih dahulu, kemudian mencari selisih setiap data dengan mean, mengkuadratkan selisih tersebut, menjumlahkannya, dan membaginya sesuai jenis data yang digunakan. Setelah mendapatkan varian, simpangan baku dapat diperoleh dengan cara mengambil akar kuadratnya. Dengan memahami alur tersebut, berbagai contoh soal simpangan baku dan varian data tunggal dapat dikerjakan secara lebih mudah dan sistematis. Kunci utamanya bukan hanya menghafal rumus, tetapi memahami hubungan antara rata-rata, penyebaran data, varian, dan simpangan baku.](https://daftarsekolah.spmb.teknokrat.ac.id/wp-content/uploads/2026/09/Gemini_Generated_Image_stezgqstezgqstez.jpeg)


Post Comment