Dominansi tak sempurna adalah salah satu konsep penting dalam genetika yang sering muncul dalam materi biologi SMA dan ujian nasional. Pada dominansi tak sempurna, alel dominan tidak sepenuhnya menutupi alel resesif, sehingga keturunan heterozigot menunjukkan fenotipe campuran atau intermediate. Konsep ini berbeda dengan dominansi sempurna, di mana alel dominan selalu menutupi alel resesif. Dominansi tak sempurna sering terlihat pada sifat warna, tinggi badan, atau pigmen pada tumbuhan dan hewan. Contoh klasiknya adalah bunga Mirabilis jalapa yang menghasilkan warna merah, putih, dan merah muda. Artikel ini akan membahas dominansi tak sempurna lengkap dengan contoh soal dan cara menyelesaikannya, sehingga memudahkan siswa memahami konsep dan siap menghadapi ujian.
Baca juga:Strategi Cepat Menyelesaikan Contoh Soal Kilometer dengan
Pengertian Dominansi Tak Sempurna
Dominansi tak sempurna adalah pola pewarisan sifat di mana alel dominan tidak sepenuhnya mendominasi alel resesif. Akibatnya, fenotipe heterozigot merupakan perpaduan atau perantara antara kedua fenotipe induk. Pada dominansi tak sempurna, genotipe heterozigot (Aa) menghasilkan fenotipe yang berbeda dari AA maupun aa. Dengan kata lain, setiap genotipe memiliki fenotipe yang berbeda, sehingga kita dapat langsung menebak genotipe dari fenotipe.
Ciri-Ciri Dominansi Tak Sempurna
Beberapa ciri dominansi tak sempurna adalah sebagai berikut. Pertama, keturunan heterozigot memiliki fenotipe yang berada di antara kedua induk. Kedua, rasio fenotipe pada persilangan Aa x Aa adalah 1:2:1. Ketiga, setiap genotipe memiliki fenotipe yang berbeda. Keempat, dominansi tak sempurna sering terjadi pada sifat warna atau pigmentasi. Kelima, pola pewarisan ini dapat dijelaskan dengan simbol huruf besar dan kecil seperti pada dominansi sempurna.
Rumus Dasar Dominansi Tak Sempurna
Untuk menyelesaikan soal dominansi tak sempurna, ada rumus dasar yang perlu diingat. Pertama, gunakan simbol alel: A untuk alel dominan, a untuk alel resesif. Kedua, persilangan antara dua heterozigot (Aa x Aa) menghasilkan rasio genotipe 1 AA : 2 Aa : 1 aa. Ketiga, rasio fenotipe sama dengan rasio genotipe, yaitu 1:2:1. Keempat, persilangan antara AA x aa menghasilkan semua keturunan Aa (fenotipe perantara). Kelima, persilangan Aa x aa menghasilkan rasio 1 Aa : 1 aa. Dengan menguasai rumus dasar ini, soal dominansi tak sempurna akan lebih mudah diselesaikan.
Contoh Soal Dominansi Tak Sempurna dan Cara Menyelesaikannya
Berikut beberapa contoh soal dominansi tak sempurna lengkap dengan cara penyelesaiannya. Soal disusun dari tingkat dasar hingga menengah agar cocok untuk siswa SMA.
Soal 1: Persilangan Bunga Merah dan Putih
Pada bunga Mirabilis jalapa, warna merah (RR) disilangkan dengan warna putih (rr). Hasil F1 berwarna merah muda. Jika dua tanaman merah muda disilangkan, berapa rasio fenotipe yang dihasilkan?
Cara menyelesaikan
F1 = Rr (merah muda)
Persilangan: Rr x Rr
Rasio genotipe: 1 RR : 2 Rr : 1 rr
Fenotipe: 1 merah : 2 merah muda : 1 putih
Jadi rasio fenotipe yang dihasilkan adalah 1 merah : 2 merah muda : 1 putih.
Soal 2: Persilangan Bunga Merah Muda dengan Putih
Jika bunga merah muda (Rr) disilangkan dengan bunga putih (rr), berapa kemungkinan keturunan berwarna merah muda?
Cara menyelesaikan
Persilangan: Rr x rr
Genotipe: 1 Rr : 1 rr
Fenotipe: 1 merah muda : 1 putih
Peluang merah muda = 50%.
Soal 3: Persilangan Bulu Kelinci
Seekor kelinci berbulu hitam (BB) disilangkan dengan kelinci berbulu putih (bb). Hasil F1 berwarna abu-abu. Jika F1 disilangkan dengan F1, berapa rasio fenotipe yang dihasilkan?
Cara menyelesaikan
F1 = Bb (abu-abu)
Persilangan: Bb x Bb
Rasio fenotipe: 1 hitam : 2 abu-abu : 1 putih
Soal 4: Persilangan Tanaman Tinggi dan Pendek
Pada tanaman jagung, alel T menghasilkan tinggi, alel t menghasilkan pendek. Dominansi tak sempurna menghasilkan tanaman sedang pada heterozigot. Jika tanaman tinggi (TT) disilangkan dengan tanaman pendek (tt), dan F1 disilangkan dengan tanaman tinggi (TT), berapa rasio fenotipe yang dihasilkan?
Cara menyelesaikan
F1 = Tt (sedang)
Persilangan: Tt x TT
Genotipe: 1 TT : 1 Tt
Fenotipe: 1 tinggi : 1 sedang
Soal 5: Persilangan Warna Kulit
Pada manusia, alel A menghasilkan kulit gelap, alel a menghasilkan kulit terang. Jika dua orang berkulit sedang (Aa) menikah, berapa peluang anak mereka berkulit terang?
Cara menyelesaikan
Persilangan: Aa x Aa
Rasio genotipe: 1 AA : 2 Aa : 1 aa
Peluang kulit terang (aa) = 1/4 atau 25%.
Soal 6: Persilangan Bunga Biru dan Putih
Pada bunga, alel B menghasilkan bunga biru, alel b menghasilkan bunga putih. Dominansi tak sempurna menghasilkan bunga ungu pada heterozigot. Jika bunga ungu disilangkan dengan bunga putih, berapa peluang keturunan berwarna ungu?
Cara menyelesaikan
Persilangan: Bb x bb
Genotipe: 1 Bb : 1 bb
Fenotipe: 1 ungu : 1 putih
Peluang ungu = 50%.
Soal 7: Persilangan Daun Hijau Tua dan Hijau Muda
Pada tanaman, alel C menghasilkan daun hijau tua, alel c menghasilkan daun hijau muda. Dominansi tak sempurna menghasilkan daun hijau sedang pada heterozigot. Jika tanaman hijau sedang disilangkan dengan tanaman hijau muda, berapa rasio keturunan hijau muda?
Cara menyelesaikan
Persilangan: Cc x cc
Genotipe: 1 Cc : 1 cc
Fenotipe: 1 hijau sedang : 1 hijau muda
Rasio hijau muda = 50%.
Soal 8: Persilangan Suara Keras dan Lemah
Pada hewan, alel S menghasilkan suara keras, alel s menghasilkan suara lemah. Dominansi tak sempurna menghasilkan suara sedang pada heterozigot. Jika hewan suara sedang (Ss) disilangkan dengan hewan suara keras (SS), berapa persentase keturunan ber-suara sedang?
Cara menyelesaikan
Persilangan: Ss x SS
Genotipe: 1 SS : 1 Ss
Fenotipe: 50% keras : 50% sedang
Persentase suara sedang = 50%.
Soal 9: Persilangan Bunga Merah dengan Merah Muda
Pada bunga snapdragon, warna merah (RR) dan putih (rr) menunjukkan dominansi tak sempurna. Jika bunga merah disilangkan dengan bunga merah muda (Rr), berapa peluang keturunan berwarna putih?
Cara menyelesaikan
Persilangan: RR x Rr
Genotipe: 1 RR : 1 Rr
Peluang putih (rr) = 0%.
Soal 10: Persilangan Buah Besar dan Kecil
Pada tanaman, alel P menghasilkan buah besar, alel p menghasilkan buah kecil. Dominansi tak sempurna menghasilkan buah sedang pada heterozigot. Jika dua tanaman buah sedang disilangkan, berapa rasio fenotipe yang dihasilkan?
Cara menyelesaikan
Persilangan: Pp x Pp
Rasio fenotipe: 1 besar : 2 sedang : 1 kecil
Peluang buah besar = 25%.
Tips Cepat Menyelesaikan Soal Dominansi Tak Sempurna
Agar bisa menyelesaikan soal dominansi tak sempurna dengan cepat, ada beberapa strategi yang bisa diterapkan. Pertama, identifikasi genotipe induk dari informasi yang diberikan. Kedua, gunakan tabel Punnett untuk memetakan kemungkinan genotipe keturunan. Ketiga, ubah genotipe menjadi fenotipe sesuai aturan dominansi tak sempurna. Keempat, hitung rasio atau persentase yang diminta. Kelima, ingat bahwa persilangan Aa x Aa menghasilkan rasio fenotipe 1:2:1. Dengan latihan rutin, siswa akan lebih cepat mengerjakan soal dominansi tak sempurna.
Kesimpulan
Dominansi tak sempurna adalah konsep penting dalam genetika yang sering diuji dalam biologi SMA. Pada dominansi tak sempurna, alel dominan tidak sepenuhnya menutupi alel resesif sehingga heterozigot menunjukkan fenotipe perantara. Artikel ini telah membahas dominansi tak sempurna lengkap dengan contoh soal dan cara menyelesaikannya. Dengan memahami konsep dasar dan sering berlatih, siswa akan lebih siap menghadapi ujian.
Penulis:Loveytha


Post Comment