Daftar Isi
- Pendahuluan
- Pengertian Sambungan Pasak
- Jenis-Jenis Pasak
- Rumus Dasar Perhitungan Sambungan Pasak
- 1. Rumus Torsi
- 2. Gaya Tangensial
- 3. Tegangan Geser pada Pasak
- 4. Tegangan Tekan pada Pasak
- Contoh Soal Sambungan Pasak dan Pembahasan
- Soal 1
- Soal 2
- Soal 3
- Soal 4
- Soal 5
- Langkah Sistematis Menyelesaikan Soal Sambungan Pasak
- Faktor Keamanan dalam Perhitungan Pasak
- Kesalahan Umum dalam Perhitungan
- Aplikasi Sambungan Pasak dalam Industri
- Kesimpulan
Pendahuluan
Dalam dunia teknik mesin dan perancangan elemen mesin, sambungan pasak merupakan komponen penting yang digunakan untuk menghubungkan poros dengan elemen mesin seperti roda gigi, pulley, sprocket, atau kopling. Sambungan ini berfungsi untuk meneruskan momen puntir (torsi) dari poros ke elemen yang dipasang tanpa terjadi slip.
Bagi mahasiswa teknik mesin maupun siswa SMK jurusan teknik, materi sambungan pasak sering muncul dalam soal ujian, tugas, maupun praktikum. Oleh karena itu, pemahaman tentang jenis pasak, rumus perhitungan, serta contoh soal sambungan pasak sangat penting untuk dikuasai.
Artikel ini membahas contoh soal sambungan pasak lengkap dengan pembahasan dan rumus perhitungan, disusun secara sistematis dan mudah dipahami. Artikel ini juga dioptimalkan dengan kata kunci seperti contoh soal sambungan pasak, rumus pasak, perhitungan sambungan pasak, elemen mesin, dan pembahasan soal teknik mesin.
baca juga:Makalah Rekonsiliasi Bank Terbaru 2026: Contoh Soal, Jurnal Penyesuaian, dan Pembahasan Detail
Baca juga:Contoh Soal Ujian PPAT 2025 Lengkap dengan Pembahasan dan Tips Lulus
Pengertian Sambungan Pasak
Sambungan pasak adalah sistem pengikat antara poros dan hub (misalnya roda gigi atau pulley) menggunakan batang kecil berbentuk persegi atau persegi panjang yang disebut pasak. Pasak dimasukkan ke dalam alur pada poros dan hub sehingga keduanya dapat berputar bersama.
Fungsi utama sambungan pasak adalah:
- Meneruskan torsi dari poros ke elemen mesin.
- Mencegah terjadinya slip antara poros dan hub.
- Memastikan posisi elemen tetap stabil selama beroperasi.
Dalam analisis teknik, sambungan pasak harus mampu menahan gaya geser dan tegangan tekan akibat beban torsi.
Jenis-Jenis Pasak
Beberapa jenis pasak yang umum digunakan dalam elemen mesin antara lain:
- Pasak Persegi
Digunakan untuk beban sedang hingga berat. Bentuknya sederhana dan mudah dibuat. - Pasak Persegi Panjang
Cocok untuk poros dengan diameter besar dan beban tinggi. - Pasak Tirus
Memiliki kemiringan tertentu untuk mengunci elemen lebih kuat. - Pasak Woodruff
Berbentuk setengah lingkaran dan sering digunakan pada poros kecil. - Pasak Geser
Digunakan pada sistem yang memungkinkan pergeseran aksial.
Pemilihan jenis pasak tergantung pada besar torsi, diameter poros, serta kebutuhan sistem transmisi daya.
Rumus Dasar Perhitungan Sambungan Pasak
Dalam perhitungan sambungan pasak, ada beberapa parameter penting yang harus diketahui:
- T = Torsi (Nm)
- d = Diameter poros (m atau mm)
- b = Lebar pasak (mm)
- h = Tinggi pasak (mm)
- l = Panjang pasak (mm)
- Ï„ = Tegangan geser (MPa)
- σ = Tegangan tekan (MPa)
1. Rumus Torsi
T=2πnP×60​
Keterangan:
P = Daya (W)
n = Putaran per menit (rpm)
2. Gaya Tangensial
F=d2T​
3. Tegangan Geser pada Pasak
τ=b×lF​
4. Tegangan Tekan pada Pasak
σ=h×lF​
Pasak aman jika tegangan kerja lebih kecil dari tegangan izin material.
Contoh Soal Sambungan Pasak dan Pembahasan
Soal 1
Sebuah poros berdiameter 40 mm mentransmisikan torsi 500 Nm. Lebar pasak 10 mm dan panjang pasak 50 mm. Hitung tegangan geser pada pasak.
Langkah 1: Hitung gaya tangensial
d = 40 mm = 0,04 mF=d2T​=0,042×500​=25000N
Langkah 2: Hitung tegangan geserτ=b×lF​
b = 10 mm
l = 50 mmτ=10×5025000​τ=50025000​=50MPa
Tegangan geser pasak = 50 MPa.
Soal 2
Sebuah motor 5 kW berputar pada 600 rpm. Diameter poros 50 mm. Hitung torsi yang ditransmisikan.
Langkah 1: Gunakan rumus torsiT=2πnP×60​T=2π×6005000×60​T≈79,6Nm
Torsi yang ditransmisikan sebesar 79,6 Nm.
Soal 3
Jika gaya tangensial 20000 N bekerja pada pasak dengan tinggi 8 mm dan panjang 40 mm, hitung tegangan tekan.σ=h×lF​σ=8×4020000​σ=32020000​=62,5MPa
Tegangan tekan = 62,5 MPa.
Soal 4
Poros diameter 60 mm mentransmisikan daya 10 kW pada 300 rpm. Hitung gaya tangensial.
Hitung torsi terlebih dahulu:T=2π×30010000×60​T≈318,3Nm
Hitung gaya tangensial:
d = 0,06 mF=d2T​F=0,062×318,3​F≈10610N
Soal 5
Pasak memiliki lebar 12 mm, panjang 70 mm, dan menerima gaya 30000 N. Hitung tegangan geser.τ=12×7030000​τ=84030000​τ≈35,7MPa
Langkah Sistematis Menyelesaikan Soal Sambungan Pasak
- Tentukan data yang diketahui: daya, rpm, diameter poros, ukuran pasak.
- Hitung torsi jika daya dan rpm diketahui.
- Hitung gaya tangensial.
- Hitung tegangan geser dan tegangan tekan.
- Bandingkan dengan tegangan izin material.
Langkah ini sering digunakan dalam soal-soal teknik mesin di SMK maupun perguruan tinggi.
Faktor Keamanan dalam Perhitungan Pasak
Dalam praktik perancangan, digunakan faktor keamanan (safety factor) untuk memastikan pasak tidak gagal saat beroperasi. Biasanya:SF=Tegangan KerjaTegangan Izin​
Jika SF > 1, maka desain dianggap aman.
Kesalahan Umum dalam Perhitungan
- Tidak mengubah diameter ke meter saat menghitung gaya.
- Salah memasukkan satuan daya (kW ke W).
- Lupa menghitung torsi sebelum gaya tangensial.
- Mengabaikan tegangan tekan selain tegangan geser.
Kesalahan ini sering terjadi dalam latihan soal sambungan pasak.
Aplikasi Sambungan Pasak dalam Industri
Sambungan pasak banyak digunakan pada:
- Sistem transmisi daya mesin industri
- Mesin kendaraan
- Gearbox
- Pompa dan kompresor
- Mesin produksi
Perhitungan yang tepat memastikan sistem bekerja aman dan tahan lama.
baca juga:Dosen Universitas Teknokrat Indonesia Raih Hibah Pengembangan Modul Digital dari Kemendiktisaintek
Kesimpulan
Sambungan pasak merupakan elemen mesin penting yang berfungsi meneruskan torsi dari poros ke elemen mesin lainnya. Dalam perhitungannya, diperlukan analisis torsi, gaya tangensial, tegangan geser, dan tegangan tekan.
Rumus utama yang digunakan meliputi:T=2πnP×60​F=d2T​τ=b×lF​σ=h×lF​
Dengan memahami contoh soal sambungan pasak lengkap dengan pembahasan dan rumus perhitungan ini, siswa dan mahasiswa dapat menguasai materi elemen mesin secara lebih mendalam. Artikel ini dapat dijadikan referensi belajar, bahan tugas, maupun persiapan ujian teknik mesin agar hasil perhitungan lebih akurat dan sistem transmisi daya lebih aman.
penulis:ilham



Post Comment