Contoh soal perhitungan kapasitas normal perusahaan dan penyelesaiannya sangat berguna bagi mahasiswa akuntansi, manajemen, maupun siswa SMK jurusan akuntansi biaya. Materi ini berfokus pada cara menghitung tarif overhead, pembebanan biaya, dan selisih kapasitas agar harga pokok produksi dapat dihitung secara realistis.
baca juga:Belajar USM UPH Lewat Contoh Soal: Panduan Lengkap Agar Lulus
Kapasitas normal adalah rata-rata tingkat produksi yang dapat dicapai perusahaan dalam kondisi normal selama beberapa periode, dengan mempertimbangkan gangguan wajar seperti perawatan mesin dan hari libur. Konsep ini berbeda dengan kapasitas teoritis, praktis, dan kapasitas aktual.
Rumus Dasar Kapasitas Normal
Tarif Overhead = Total Biaya Overhead Tetap ÷ Kapasitas Normal
Overhead Dibebankan = Tarif Overhead × Produksi Aktual
Selisih Kapasitas = Overhead Sesungguhnya − Overhead Dibebankan
Contoh Soal 1: Menghitung Tarif Overhead
PT Sukses Makmur memiliki overhead tetap Rp300.000.000 per tahun. Kapasitas normal perusahaan adalah 75.000 unit.
Penyelesaian:
Tarif Overhead = 300.000.000 ÷ 75.000 = Rp4.000 per unit
Setiap unit produk akan dibebani overhead tetap sebesar Rp4.000.
Contoh Soal 2: Menghitung Overhead Dibebankan
PT Sejahtera memiliki kapasitas normal 50.000 unit dengan overhead tetap Rp200.000.000. Produksi aktual tahun ini 45.000 unit.
Penyelesaian:
Tarif overhead = 200.000.000 ÷ 50.000 = Rp4.000 per unit
Overhead dibebankan = 45.000 × 4.000 = Rp180.000.000
Selisih kapasitas = 200.000.000 − 180.000.000 = Rp20.000.000 (under applied overhead)
Contoh Soal 3: Produksi Melebihi Kapasitas Normal
PT Prima memiliki overhead tetap Rp160.000.000 dengan kapasitas normal 40.000 unit. Produksi aktual 45.000 unit.
Penyelesaian:
Tarif overhead = 160.000.000 ÷ 40.000 = Rp4.000
Overhead dibebankan = 45.000 × 4.000 = Rp180.000.000
Selisih kapasitas = 180.000.000 − 160.000.000 = Rp20.000.000 (over applied overhead)
Contoh Soal 4: Menghitung Harga Pokok Produksi
PT Makmur memproduksi barang dengan biaya sebagai berikut: bahan baku langsung Rp50.000 per unit, tenaga kerja langsung Rp30.000 per unit, overhead tetap Rp150.000.000, kapasitas normal 30.000 unit, produksi aktual 30.000 unit.
Penyelesaian:
Tarif overhead = 150.000.000 ÷ 30.000 = Rp5.000
Total biaya per unit = 50.000 + 30.000 + 5.000 = Rp85.000
Harga pokok produksi per unit = Rp85.000
Contoh Soal 5: Menghitung Kapasitas Normal dari Data Historis
Produksi lima tahun terakhir: 48.000 unit, 52.000 unit, 50.000 unit, 49.000 unit, 51.000 unit.
Penyelesaian:
Kapasitas normal = (48.000 + 52.000 + 50.000 + 49.000 + 51.000) ÷ 5 = 50.000 unit
Contoh Soal 6: Efisiensi Jam Mesin
Overhead tetap Rp600.000.000, kapasitas normal 120.000 jam mesin, penggunaan aktual 100.000 jam mesin.
Penyelesaian:
Tarif overhead = 600.000.000 ÷ 120.000 = Rp5.000 per jam
Overhead dibebankan = 100.000 × 5.000 = Rp500.000.000
Selisih kapasitas = 600.000.000 − 500.000.000 = Rp100.000.000 (under applied overhead)
Tips Menghitung Kapasitas Normal Perusahaan
Tentukan total biaya overhead tetap.
Hitung kapasitas normal dari rata-rata produksi jangka panjang.
Hitung tarif overhead dengan membagi overhead tetap dengan kapasitas normal.
Kalikan tarif overhead dengan produksi aktual untuk mengetahui pembebanan.
Bandingkan dengan overhead sesungguhnya untuk mengetahui selisih kapasitas.
Kesalahan yang Sering Terjadi
Menggunakan kapasitas aktual sebagai dasar tarif
Salah membedakan kapasitas normal dan kapasitas praktis
Tidak menghitung rata-rata produksi jangka panjang
Salah menghitung selisih kapasitas
baca juga:Dosen Universitas Teknokrat Indonesia Raih Hibah Pengembangan Modul Digital dari Kemendiktisaintek
Kesimpulan
Contoh soal perhitungan kapasitas normal perusahaan dan penyelesaiannya ini membantu memahami bagaimana menghitung tarif overhead tetap, membebankan biaya ke produksi, dan menganalisis selisih kapasitas. Dengan latihan rutin dan pemahaman langkah-langkah penyelesaian, mahasiswa dan praktisi dapat menghitung kapasitas normal secara akurat dan siap menghadapi ujian maupun praktik kerja.
Penulis:Dheana
Post Comment