Cara Cepat Menghitung Subnetting Class B dengan Contoh Soal Praktis

Subnetting Class B adalah materi penting yang sering muncul dalam ujian jaringan, tugas kuliah, dan praktik administrasi jaringan. Materi ini kerap dianggap sulit karena melibatkan perhitungan bit, subnet mask, serta pembagian jaringan menjadi beberapa subnet. Namun sebenarnya, subnetting Class B bisa dihitung dengan cepat jika Anda memahami konsep dasar dan pola perhitungannya. Artikel ini akan membahas cara cepat menghitung subnetting Class B beserta contoh soal praktis yang sering keluar dalam ujian. Dengan membaca artikel ini, Anda akan lebih percaya diri dan mampu menyelesaikan soal subnetting dengan lebih cepat.

Baca juga:Strategi Cepat Menyelesaikan Contoh Soal Kilometer dengan

Apa itu Subnetting Class B

Subnetting adalah teknik membagi jaringan besar menjadi beberapa jaringan kecil yang disebut subnet. Tujuan subnetting adalah untuk mengoptimalkan penggunaan IP address, memperkecil broadcast domain, dan memudahkan manajemen jaringan. Class B adalah salah satu kelas IP address yang rentangnya dari 128.0.0.0 hingga 191.255.255.255. Subnet mask default Class B adalah 255.255.0.0 atau /16. Ini berarti 16 bit pertama adalah network ID dan 16 bit terakhir adalah host ID. Dalam subnetting Class B, Anda akan meminjam beberapa bit dari host ID untuk dijadikan subnet ID. Semakin banyak bit yang dipinjam, semakin banyak subnet yang terbentuk, tetapi jumlah host per subnet akan berkurang.

Mengapa Harus Menguasai Subnetting Class B

🔖 Baca juga:
Contoh Petunjuk Soal Ujian Lengkap untuk Siswa dan Guru

Subnetting Class B sering digunakan di jaringan skala menengah hingga besar, seperti kampus, perusahaan, atau instansi pemerintahan. Menguasai subnetting Class B penting karena membantu Anda dalam desain jaringan, pengaturan IP, dan troubleshooting jaringan. Selain itu, dalam ujian jaringan, soal subnetting Class B biasanya muncul dalam bentuk perhitungan jumlah subnet, host per subnet, subnet mask, atau range IP. Dengan memahami cara cepat menghitung subnetting Class B, Anda akan mampu menyelesaikan soal ujian dengan lebih cepat dan tepat.

Dasar Perhitungan Subnetting Class B

Untuk menghitung subnetting Class B dengan cepat, ada beberapa konsep dasar yang harus dipahami. Pertama, jumlah subnet dapat dihitung dengan rumus 2^n, di mana n adalah jumlah bit yang dipinjam dari host. Kedua, jumlah host per subnet dihitung dengan rumus 2^h − 2, di mana h adalah jumlah bit host yang tersisa setelah peminjaman. Dikurangi 2 karena satu alamat digunakan untuk network ID dan satu alamat digunakan untuk broadcast. Ketiga, subnet mask baru dapat ditentukan dengan menambahkan jumlah bit yang dipinjam ke prefix default /16. Misalnya, jika meminjam 3 bit, maka subnet mask baru menjadi /19. Keempat, increment atau nilai loncatan digunakan untuk menentukan network ID pada setiap subnet. Increment dihitung berdasarkan nilai subnet mask pada oktet yang dipinjam. Contoh, subnet mask /18 memiliki nilai oktet ketiga 192 sehingga increment adalah 64.

Tabel Ringkas Subnetting Class B

Untuk mempercepat perhitungan, berikut tabel ringkas subnetting Class B yang sering digunakan dalam ujian:

Subnet mask /17 (255.255.128.0) → jumlah subnet 2 → host per subnet 32766 → increment 128
Subnet mask /18 (255.255.192.0) → jumlah subnet 4 → host per subnet 16382 → increment 64
Subnet mask /19 (255.255.224.0) → jumlah subnet 8 → host per subnet 8190 → increment 32
Subnet mask /20 (255.255.240.0) → jumlah subnet 16 → host per subnet 4094 → increment 16
Subnet mask /21 (255.255.248.0) → jumlah subnet 32 → host per subnet 2046 → increment 8
Subnet mask /22 (255.255.252.0) → jumlah subnet 64 → host per subnet 1022 → increment 4
Subnet mask /23 (255.255.254.0) → jumlah subnet 128 → host per subnet 510 → increment 2
Subnet mask /24 (255.255.255.0) → jumlah subnet 256 → host per subnet 254 → increment 1

Tabel ini merupakan alat yang sangat efektif untuk menghitung subnetting Class B dengan cepat. Jika Anda hafal tabel ini, Anda bisa menyelesaikan soal dengan cepat tanpa harus menghitung bit satu per satu.

Cara Cepat Menghitung Subnetting Class B

Untuk menghitung subnetting Class B dengan cepat, Anda dapat mengikuti langkah berikut:

Langkah 1: Tentukan jumlah subnet atau kebutuhan host
Langkah 2: Cari subnet mask yang sesuai dari tabel subnetting
Langkah 3: Tentukan increment berdasarkan subnet mask
Langkah 4: Tentukan network ID, range IP, dan broadcast untuk setiap subnet
Langkah 5: Pastikan jumlah host per subnet sesuai kebutuhan

Cara ini sangat cepat karena Anda tidak perlu menghitung bit dari awal, cukup mengacu pada tabel subnetting dan menentukan increment.

Contoh Soal Praktis Subnetting Class B

Berikut beberapa contoh soal praktis yang sering muncul di ujian jaringan.

Soal 1: Membuat 4 Subnet dari Class B
Diberikan IP address 172.16.0.0/16. Buat 4 subnet dan tentukan range IP untuk setiap subnet.
Pembahasan: 4 subnet berarti meminjam 2 bit sehingga subnet mask baru adalah /18 atau 255.255.192.0. Increment = 64.
Subnet 1: 172.16.0.0/18 range 172.16.0.1 – 172.16.63.254 broadcast 172.16.63.255
Subnet 2: 172.16.64.0/18 range 172.16.64.1 – 172.16.127.254 broadcast 172.16.127.255
Subnet 3: 172.16.128.0/18 range 172.16.128.1 – 172.16.191.254 broadcast 172.16.191.255
Subnet 4: 172.16.192.0/18 range 172.16.192.1 – 172.16.255.254 broadcast 172.16.255.255

Soal 2: Menghitung Host Per Subnet
IP 172.20.0.0/16 disubnet menjadi 8 subnet. Berapa jumlah host per subnet?
Pembahasan: 8 subnet berarti meminjam 3 bit sehingga subnet mask /19 atau 255.255.224.0. Host bit tersisa = 13. Host per subnet = 2^13 − 2 = 8190.

Soal 3: Menentukan Subnet Mask dari Jumlah Subnet
Diberikan IP 172.30.0.0/16. Jika ingin dibuat 16 subnet, tentukan subnet mask yang digunakan.
Pembahasan: 16 subnet berarti meminjam 4 bit. Subnet mask baru = /20 atau 255.255.240.0.

Soal 4: Menentukan Range Subnet Berdasarkan Nomor Subnet
IP 172.18.0.0/16 disubnet menjadi /21. Tentukan range subnet ke-3.
Pembahasan: /21 berarti increment 8. Subnet ke-3 (mulai dari 0) memiliki network ID 172.18.24.0. Range IP = 172.18.24.1 – 172.18.31.254, broadcast 172.18.31.255.

Soal 5: Subnetting Berdasarkan Kebutuhan Host
Sebuah jaringan membutuhkan minimal 2000 host per subnet. IP yang digunakan adalah 172.16.0.0/16. Berapa subnet mask yang tepat?
Pembahasan: Minimal 2000 host berarti host bit minimal 11 karena 2^11 − 2 = 2046. Bit yang dipinjam = 16 − 11 = 5. Subnet mask = /21 atau 255.255.248.0.

Soal 6: Subnet Mask Diberikan, Hitung Subnet dan Host
IP 172.25.0.0/16 disubnet menjadi 255.255.252.0. Berapa jumlah subnet dan host per subnet?
Pembahasan: 255.255.252.0 = /22. Bit dipinjam = 6. Jumlah subnet = 2^6 = 64. Host bit tersisa = 10. Host per subnet = 2^10 − 2 = 1022.

Soal 7: Menentukan Range Subnet dengan Subnet Mask /23
Diberikan IP 172.19.0.0/16. Jika subnet mask /23, tentukan range subnet ke-10.
Pembahasan: /23 berarti increment 2. Subnet ke-10 (mulai dari 0) memiliki network ID 172.19.20.0. Range IP = 172.19.20.1 – 172.19.21.254, broadcast 172.19.21.255.

Soal 8: Subnetting dengan Kebutuhan Subnet dan Host
Sebuah kantor membutuhkan 30 subnet dengan masing-masing minimal 500 host. IP yang digunakan 172.16.0.0/16. Tentukan subnet mask yang sesuai.
Pembahasan: Kebutuhan 30 subnet berarti minimal 32 subnet (2^5). Kebutuhan host 500 berarti minimal 512 host (2^9). Host bit = 9, bit dipinjam = 16 − 9 = 7. Subnet mask = /23 atau 255.255.254.0. Jumlah subnet = 128 dan host per subnet = 510.

Soal 9: Menentukan Kelas IP
IP 172.10.5.6 termasuk kelas apa dan subnet mask defaultnya?
Pembahasan: IP 172 termasuk Class B karena berada di rentang 128.0.0.0 – 191.255.255.255. Subnet mask default Class B adalah 255.255.0.0 atau /16.

Soal 10: Subnet Mask Non-Standar
Diberikan IP 172.21.0.0 dengan subnet mask 255.255.248.0. Tentukan jumlah subnet dan host per subnet.
Pembahasan: 255.255.248.0 = /21. Bit dipinjam = 5. Jumlah subnet = 32. Host per subnet = 2^11 − 2 = 2046.

Tips Cepat Menguasai Subnetting Class B

Untuk mempercepat perhitungan subnetting Class B, ada beberapa tips yang bisa Anda terapkan. Pertama, hafalkan tabel subnetting Class B. Dengan hafal tabel, Anda tidak perlu menghitung bit satu per satu. Kedua, pahami konsep increment. Increment adalah kunci untuk menentukan network ID pada setiap subnet. Ketiga, biasakan membaca soal dengan teliti, karena sering kali soal menanyakan range subnet tertentu atau jumlah host yang dibutuhkan. Keempat, latih soal secara rutin, mulai dari soal dasar hingga soal desain jaringan. Kelima, gunakan metode cepat dengan mengacu pada tabel, sehingga waktu pengerjaan lebih efisien.

Baca juga:Universitas Teknokrat Indonesia, Kampus Terbaik di Lampung Raih Peringkat Terbaik PTN/PTS di Indonesia versi Webometrics

Kesimpulan

Subnetting Class B merupakan keterampilan penting dalam dunia jaringan. Dengan memahami cara cepat menghitung subnetting Class B, Anda akan lebih mudah mengerjakan soal ujian dan merancang jaringan dengan tepat. Artikel ini telah membahas konsep dasar, tabel subnetting, cara cepat menghitung, serta contoh soal praktis yang sering keluar di ujian. Jika Anda ingin latihan lebih banyak atau versi soal yang lebih kompleks, seperti VLSM atau subnetting Class A dan C, saya siap membantu membuat paket latihan tambahan sesuai kebutuhan.

Penulis:Loveytha

Post Comment