Prancis sering kali identik dengan kemegahan Paris atau keindahan pantai di Nice. Namun, jauh di bagian utara negara ini, terdapat sebuah permata tersembunyi yang menyimpan sejarah ribuan tahun dan keindahan kanal yang memukau. Kota tersebut adalah Amiens. Sebagai ibu kota bersejarah dari wilayah Picardy, Amiens menawarkan perpaduan sempurna antara warisan dunia UNESCO, ketenangan alam, dan jejak literasi dari penulis legendaris dunia.
Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi setiap sudut kota Amiens, mulai dari katedralnya yang menjulang tinggi hingga kawasan kanal kuno yang membuat kota ini dijuluki sebagai “Venesia dari Utara”.
Baca Juga : Panduan Lengkap Teknologi TV Masa Depan Mengenal Jenis Fitur dan Cara Memilih Perangkat Hiburan Terbaik
Sejarah Singkat Amiens: Dari Zaman Romawi hingga Perang Dunia
Kota Amiens memiliki akar sejarah yang sangat kuat. Pada zaman Romawi, kota ini dikenal dengan nama Samarobriva yang berarti jembatan di atas Sungai Somme. Lokasinya yang strategis menjadikan kota ini pusat perdagangan dan militer yang penting di Eropa Utara.
Sepanjang sejarahnya, Amiens telah melewati berbagai periode sulit, termasuk menjadi garis depan pertempuran pada Perang Dunia I dan Perang Dunia II. Meskipun sempat mengalami kerusakan parah akibat pemboman, masyarakat Amiens berhasil membangun kembali kota mereka tanpa menghilangkan identitas klasiknya. Inilah yang membuat Amiens menjadi simbol ketangguhan bangsa Prancis.
Katedral Amiens: Mahakarya Gotik Terbesar di Prancis
Salah satu alasan utama wisatawan datang ke Amiens adalah untuk menyaksikan kemegahan Cathรฉdrale Notre Dame dโAmiens. Katedral ini bukan sekadar bangunan keagamaan, melainkan sebuah pencapaian arsitektur yang luar biasa.
Ukuran yang Mengagumkan
Katedral Amiens memegang predikat sebagai katedral gotik terbesar di Prancis dalam hal volume interior. Ruang di dalamnya begitu luas sehingga dikatakan mampu menampung dua kali lipat volume Katedral Notre Dame di Paris. Karena nilai sejarah dan keindahannya, UNESCO menetapkan katedral ini sebagai Warisan Dunia pada tahun 1981.
Pertunjukan Cahaya Chroma
Jika Anda berkunjung pada musim panas atau saat perayaan Natal, Anda dapat menyaksikan pertunjukan cahaya bertajuk “Chroma”. Pertunjukan ini memproyeksikan warna-warna asli pada patung-patung di fasad katedral, memberikan gambaran bagaimana rupa bangunan ini pada abad pertengahan yang penuh warna.
Saint Leu: Kawasan Kanal yang Menawan
Jika Paris memiliki kawasan Marais, maka Amiens memiliki Saint Leu. Ini adalah kawasan tertua di kota ini yang dibangun di atas jaringan kanal Sungai Somme. Dahulu, Saint Leu merupakan pusat bagi para pengrajin tekstil, penyamak kulit, dan penggiling gandum yang memanfaatkan tenaga air.
Sekarang, Saint Leu bertransformasi menjadi pusat kehidupan malam dan kuliner di Amiens. Rumah-rumah kayu berwarna-warni yang berjejer di tepi air kini diisi oleh kafe, restoran, dan galeri seni. Berjalan kaki di kawasan ini pada sore hari akan memberikan suasana romantis yang tenang, jauh dari hiruk pikuk kota besar.
Les Hortillonnages: Kebun Terapung yang Unik
Daya tarik paling unik dari Amiens adalah Les Hortillonnages. Ini adalah kompleks kebun rawa seluas 300 hektar yang dipisahkan oleh kanal-kanal kecil sepanjang puluhan kilometer. Kebun ini telah diusahakan sejak zaman Romawi untuk bercocok tanam sayuran dan bunga.
Wisatawan dapat menyewa perahu tradisional yang disebut barque ร cornet untuk menyusuri kanal-kanal ini. Pengalaman ini menawarkan ketenangan luar biasa, di mana Anda hanya akan mendengar suara kicauan burung dan gemericik air di tengah kota yang modern. Setiap Sabtu pagi, para petani masih mengadakan pasar terapung di kawasan Saint Leu, sebuah tradisi kuno yang tetap lestari hingga kini.
Jejak Jules Verne di Kota Amiens
Bagi pecinta sastra, Amiens adalah tempat ziarah yang wajib dikunjungi. Penulis fiksi ilmiah legendaris, Jules Verne, yang menulis “Around the World in Eighty Days” dan “Twenty Thousand Leagues Under the Sea”, menetap di Amiens selama lebih dari 30 tahun.
Maison de Jules Verne
Rumah kediaman Jules Verne kini telah diubah menjadi museum. Di dalam gedung berarsitektur abad ke-19 ini, pengunjung dapat melihat ruang kerja asli, peta-peta tua, dan model mesin imajiner yang menginspirasi karya-karyanya. Keberadaan Jules Verne memberikan sentuhan imajinatif dan intelektual pada atmosfer kota Amiens.
Kuliner Khas Amiens yang Wajib Dicoba
Perjalanan ke Amiens tidak lengkap tanpa mencicipi kelezatan kuliner lokalnya. Wilayah ini terkenal dengan bahan-bahan segar dan tradisi pembuatan kue yang autentik.
| Nama Makanan | Deskripsi |
| Macaron d’Amiens | Berbeda dengan macaron Paris yang berwarna-warni, macaron ini berbahan dasar almond, madu, dan telur dengan tekstur kenyal dan padat. |
| Ficelle Picarde | Crepe gurih yang diisi dengan ham, jamur, dan krim, lalu dipanggang dengan keju di atasnya. |
| Gรขteau Battu | Kue tradisional berbentuk topi tinggi yang kaya akan mentega dan kuning telur. |
Tips Wisata ke Amiens
- Waktu Terbaik Berkunjung: Bulan Mei hingga September adalah waktu ideal untuk menikmati kebun terapung dan cuaca yang sejuk.
- Cara Menuju ke Sana: Amiens hanya berjarak sekitar 1 jam perjalanan kereta api dari stasiun Paris Gare du Nord, menjadikannya destinasi yang cocok untuk perjalanan sehari (day trip).
- Transportasi Lokal: Kota ini sangat ramah pejalan kaki. Namun, tersedia juga sistem penyewaan sepeda umum untuk menjelajahi tepian Sungai Somme.
Kesimpulan
Amiens adalah kota yang mampu menyeimbangkan kemegahan masa lalu dengan kenyamanan masa kini. Dari menara katedralnya yang menyentuh langit hingga kanal-kanal tenang di Saint Leu, kota ini menawarkan kedalaman budaya yang jarang ditemukan di tempat lain. Baik Anda seorang pecinta sejarah, penggemar sastra, atau sekadar pencari ketenangan, Amiens akan menyambut Anda dengan tangan terbuka dan pesona yang tak terlupakan.
Penulis : Nabila


Post Comment