Daftar Isi
Latihan Contoh Soal PPPK Ners 2025 untuk Persiapan Ujian Berbasis CAT
Menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) adalah impian bagi banyak tenaga kesehatan di Indonesia, khususnya bagi para pemegang gelar profesi Ners. Seleksi PPPK Ners 2025 diprediksi akan menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT) yang menuntut ketepatan, kecepatan, dan penguasaan materi klinis yang mendalam. Berbeda dengan ujian teori biasa, ujian berbasis CAT memiliki durasi waktu yang sangat ketat, di mana satu soal rata-rata harus diselesaikan dalam waktu kurang dari satu menit.
baca juga:Soal PPJ Paling Sering Keluar di Ujian + Tips Lulus
Bagi Anda yang sedang bersiap, kunci utama kelulusan bukan hanya menghafal teori, tetapi sering berlatih dengan soal-soal berbasis kasus yang mensimulasikan kondisi di lapangan. Artikel ini menyajikan latihan contoh soal PPPK Ners 2025 yang disusun berdasarkan kisi-kisi terbaru dari Kementerian PAN-RB dan BKN, lengkap dengan pembahasan strategisnya.
Mengenal Struktur Ujian CAT PPPK Ners 2025
Sebelum masuk ke latihan soal, Anda perlu memahami bahwa ujian CAT PPPK Ners terdiri dari beberapa sub-tes:
- Kompetensi Teknis:Â Berisi soal-soal sesuai profesi Ners (asuhan keperawatan).
- Kompetensi Manajerial:Â Menguji integritas, kerjasama, komunikasi, dan pelayanan publik.
- Kompetensi Sosio-Kultural:Â Menguji kepekaan terhadap perbedaan budaya dan kemampuan bekerja dalam masyarakat majemuk.
- Wawancara Berbasis Komputer:Â Menilai integritas dan moralitas dalam bekerja sebagai ASN.
Latihan Soal Kompetensi Teknis Ners (Keperawatan Medikal Bedah)
Soal 1: Seorang laki-laki berusia 60 tahun dirawat di ruang ICU dengan diagnosis Gagal Jantung Kongestif. Hasil pengkajian: pasien mengeluh sesak napas saat beraktivitas ringan, terdapat edema pada tungkai, dan tekanan darah 150/90 mmHg. Saat dilakukan auskultasi, terdengar suara napas ronkhi di kedua basal paru. Perawat menegakkan diagnosis keperawatan “Hipervolemia”. Apakah kriteria hasil utama yang diharapkan pada kasus di atas? A. Toleransi aktivitas meningkat. B. Perasaan sesak napas berkurang. C. Berat badan stabil atau menurun. D. Suara napas ronkhi menghilang. E. Tekanan darah kembali normal.
Pembahasan: Berdasarkan Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI), kriteria hasil utama untuk diagnosis Hipervolemia adalah keseimbangan cairan yang ditandai dengan berkurangnya edema dan suara napas ronkhi (akibat edema paru). Namun, dalam indikator evaluasi yang paling objektif dan langsung menunjukkan keberhasilan pengeluaran cairan adalah hilangnya suara napas ronkhi atau menurunnya edema. Pilihan D adalah indikator klinis paling tepat untuk menunjukkan berkurangnya penumpukan cairan di area vital. Jawaban: D
Latihan Soal Keperawatan Gawat Darurat
Soal 2: Seorang perempuan berusia 35 tahun dibawa ke IGD karena luka bakar akibat ledakan tabung gas. Hasil pengkajian: luka bakar terdapat pada seluruh area lengan kanan, seluruh area dada, dan area perut. Pasien mengeluh sangat nyeri dan haus. Berapakah persentase luas luka bakar pada pasien tersebut menurut rumus Rule of Nines? A. 18% B. 27% C. 36% D. 45% E. 54%
Pembahasan: Menurut rumus Rule of Nines:
- Seluruh lengan kanan: 9%
- Dada: 9%
- Perut: 9% Jadi, 9% (lengan) + 9% (dada) + 9% (perut) = 27%. Catatan: Jika soal menyebutkan “seluruh bagian depan tubuh/torso”, maka dada dan perut dihitung 18%. Jawaban: B
Latihan Soal Keperawatan Anak dan MTBS
Soal 3: Seorang bayi berusia 8 bulan dibawa ke Puskesmas dengan keluhan batuk. Hasil pengkajian MTBS: pernapasan 52x/menit, terdapat tarikan dinding dada ke dalam (chest indrawing), dan bayi tidak mengalami letargis. Tidak ditemukan stridor saat bayi tenang. Apakah klasifikasi pneumonia yang tepat untuk bayi tersebut? A. Batuk bukan pneumonia. B. Pneumonia ringan. C. Pneumonia. D. Pneumonia berat atau penyakit sangat berat. E. Bronkiolitis.
Pembahasan: Berdasarkan bagan MTBS terbaru, jika ditemukan tarikan dinding dada ke dalam, maka klasifikasinya adalah Pneumonia Berat atau Penyakit Sangat Berat. Jika hanya ditemukan napas cepat (untuk usia 2-12 bulan: ≥ 50x/menit) tanpa tarikan dinding dada, klasifikasinya adalah Pneumonia. Jawaban: D
Latihan Soal Kompetensi Manajerial
Soal 4: Anda sedang menangani pasien gawat darurat yang membutuhkan penanganan cepat. Tiba-tiba, rekan kerja Anda yang senior meminta bantuan Anda untuk mengerjakan laporan administrasi yang sudah menumpuk di meja perawat. Bagaimana sikap Anda? A. Langsung meninggalkan pasien untuk membantu rekan senior karena menghormati senioritas. B. Menolak dengan tegas dan meminta rekan senior tersebut mengerjakan laporannya sendiri. C. Menjelaskan dengan sopan bahwa Anda sedang menangani pasien gawat dan akan membantu jika tindakan medis sudah selesai. D. Meminta perawat lain yang sedang tidak bertugas untuk membantu rekan senior tersebut. E. Berhenti sebentar menangani pasien, mengerjakan sedikit laporan, lalu kembali ke pasien.
Pembahasan: Kompetensi manajerial menguji kemampuan pengambilan keputusan dan orientasi pada pelayanan. Prioritas utama seorang Ners adalah keselamatan pasien (patient safety), terutama dalam kondisi gawat darurat. Namun, komunikasi dengan rekan kerja harus tetap profesional. Pilihan C menunjukkan integritas terhadap profesi sekaligus etika berkomunikasi yang baik. Jawaban: C
Strategi Menghadapi Ujian CAT PPPK Ners 2025
Latihan soal saja tidak cukup jika Anda tidak memiliki strategi dalam mengerjakan CAT. Berikut tips agar Anda bisa lolos nilai ambang batas (passing grade):
- Pahami Standar 3S (SDKI, SLKI, SIKI):Â Sebagian besar soal kompetensi teknis saat ini menggunakan terminologi resmi dari PPNI. Pastikan Anda tidak hanya tahu diagnosisnya, tapi juga intervensi utama dan penunjangnya.
- Hafalkan Nilai Normal AGD dan GCS:Â Soal Analisa Gas Darah (AGD) dan Glasgow Coma Scale (GCS) hampir pasti keluar setiap tahun. Anda harus bisa menentukan apakah pasien mengalami Asidosis/Alkalosis respiratorik atau metabolik dalam hitungan detik.
- Manajemen Waktu:Â Jangan terjebak pada satu soal yang sulit. Jika ragu, berikan jawaban sementara dan beri tanda “ragu-ragu” agar bisa ditinjau kembali di akhir ujian.
- Fokus pada Integritas di Soal Wawancara:Â Di bagian wawancara berbasis komputer, jangan memberikan jawaban yang terlalu muluk-muluk atau “terlalu sempurna”. Berikan jawaban yang realistis namun tetap menunjukkan kejujuran dan disiplin tinggi.
Kesimpulan
Persiapan menghadapi PPPK Ners 2025 memerlukan kedisiplinan tinggi dalam berlatih soal berbasis kasus. Sistem CAT dirancang untuk menyaring perawat yang tidak hanya cerdas secara teori, tetapi juga tangkas dalam mengambil keputusan klinis yang tepat. Dengan sering berlatih menggunakan contoh soal di atas, Anda akan terbiasa dengan pola soal menjebak dan mampu mengelola waktu dengan lebih baik.
Penulis: marfel


Post Comment