Contoh Soal PPPK Ners 2025 Lengkap dengan Pembahasan Sesuai Kisi-Kisi Terbaru

Seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) untuk formasi Tenaga Kesehatan, khususnya Ners, menjadi salah satu agenda yang paling dinantikan di tahun 2025. Persaingan yang ketat menuntut setiap calon peserta untuk mempersiapkan diri secara matang. Berbeda dengan ujian CPNS yang berfokus pada intelegensia umum, seleksi PPPK lebih menitikberatkan pada kompetensi teknis yang sesuai dengan bidang keahlian atau jabatan yang dilamar.

Baca juga:Soal PPJ Paling Sering Keluar di Ujian + Tips Lulus

Bagi Anda yang berencana mengikuti seleksi PPPK Ners 2025, memahami kisi-kisi terbaru dan berlatih mengerjakan contoh soal adalah kunci utama kesuksesan. Artikel ini akan menyajikan kumpulan contoh soal kompetensi teknis Ners beserta pembahasan mendalam yang disesuaikan dengan standar uji kompetensi perawat terbaru.

Mengenal Kisi-Kisi Seleksi PPPK Ners 2025

Berdasarkan regulasi terbaru, seleksi PPPK Ners mencakup empat pilar utama penilaian:

Baca juga:
Menguasai Simulasi Arena: Contoh Soal dan Strategi Praktis untuk Pemula
  1. Kompetensi Teknis: Mengukur pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang berkaitan dengan bidang keperawatan.
  2. Kompetensi Manajerial: Mengukur kemampuan dalam memimpin, mengelola tim, dan bekerja sama.
  3. Kompetensi Sosio-Kultural: Mengukur pemahaman tentang etika, keberagaman, dan pengabdian masyarakat.
  4. Wawancara (Berbasis Komputer): Mengukur integritas dan moralitas.

Fokus utama dari persiapan ini adalah pada Kompetensi Teknis, yang biasanya meliputi materi Keperawatan Medikal Bedah (KMB), Keperawatan Anak, Maternitas, Jiwa, Komunitas, Keluarga, Gerontik, hingga Manajemen Keperawatan.

Contoh Soal Kompetensi Teknis PPPK Ners 2025

Berikut adalah simulasi soal yang sering muncul berdasarkan pengalaman ujian tahun-tahun sebelumnya dan prediksi kisi-kisi tahun 2025.

1. Keperawatan Medikal Bedah (KMB)

Soal: Seorang laki-laki berusia 55 tahun dirawat di bangsal bedah pasca operasi TURP (Transurethral Resection of the Prostate). Pasien terpasang kateter tri-way untuk irigasi kandung kemih. Saat dilakukan observasi, perawat mencatat urin yang keluar di bag kateter berwarna merah pekat dan aliran irigasi tidak lancar. Pasien mengeluh nyeri pada area suprapubik. Apakah tindakan keperawatan mandiri pertama yang harus dilakukan? A. Meningkatkan kecepatan tetesan irigasi. B. Melakukan aspirasi atau spooling kateter dengan spuit. C. Menganjurkan pasien untuk napas dalam. D. Kolaborasi pemberian obat analgetik. E. Mengobservasi tanda-tanda vital.

Pembahasan: Urin berwarna merah pekat pasca TURP menunjukkan adanya perdarahan aktif atau pembekuan darah (clot) yang menyumbat saluran kateter. Keluhan nyeri suprapubik menunjukkan distensi kandung kemih akibat sumbatan tersebut. Tindakan utama adalah memastikan kepatenan aliran kateter dengan melakukan aspirasi (spooling) secara hati-hati sesuai prosedur untuk mengeluarkan bekuan darah. Jawaban: B

2. Keperawatan Anak

Soal: Seorang anak perempuan berusia 3 tahun dibawa ke IGD dengan keluhan diare lebih dari 10 kali dalam sehari. Hasil pengkajian: mata cowong, turgor kulit sangat lambat kembali (> 2 detik), anak tampak sangat lemas dan tidak mau minum. Berdasarkan klasifikasi MTBS (Manajemen Terpadu Balita Sakit), manakah derajat dehidrasi yang dialami anak tersebut? A. Tanpa dehidrasi. B. Dehidrasi ringan. C. Dehidrasi sedang. D. Dehidrasi berat. E. Syok hipovolemik.

Pembahasan: Berdasarkan kriteria MTBS, jika terdapat dua atau lebih tanda seperti: letargis/tidak sadar, mata cekung, tidak bisa minum atau malas minum, dan cubitan kulit perut kembali sangat lambat (> 2 detik), maka anak diklasifikasikan mengalami dehidrasi berat. Jawaban: D

Baca juga:
Cara Cek BLT 2026: Panduan Lengkap untuk Penerima Bantuan

3. Keperawatan Maternitas

Soal: Seorang perempuan berusia 28 tahun, G1P0A0 hamil 36 minggu, datang ke poli kebidanan untuk kontrol rutin. Hasil pemeriksaan fisik: TD 150/90 mmHg, terdapat edema pada ekstremitas bawah. Hasil laboratorium menunjukkan protein urin (+2). Pasien mengeluh sering pusing. Apakah diagnosis keperawatan prioritas pada kasus tersebut? A. Nyeri akut. B. Kelebihan volume cairan. C. Risiko cedera pada janin. D. Gangguan perfusi jaringan perifer. E. Risiko tinggi kejang (eklampsia).

Pembahasan: Kombinasi tekanan darah tinggi (>140/90 mmHg), edema, dan proteinuria positif pada usia kehamilan di atas 20 minggu adalah tanda khas Preeklampsia. Pusing merupakan tanda subjektif adanya vasospasme serebral yang meningkatkan risiko terjadinya kejang (eklampsia). Maka, pencegahan komplikasi yang membahayakan ibu dan janin (risiko cedera) menjadi prioritas. Jawaban: E

4. Manajemen Keperawatan

Soal: Seorang kepala ruang di bangsal penyakit dalam sedang melakukan evaluasi terhadap kinerja stafnya. Ia menemukan bahwa dokumentasi asuhan keperawatan seringkali terlambat dikerjakan karena perawat merasa beban kerja terlalu tinggi. Kepala ruang kemudian berdiskusi dengan tim untuk membagi tugas secara adil dan memberikan apresiasi bagi yang bekerja tepat waktu. Gaya kepemimpinan apakah yang diterapkan oleh kepala ruang tersebut? A. Otokratis. B. Demokratis. C. Laissez-faire. D. Karismatik. E. Transaksional.

Pembahasan: Gaya kepemimpinan demokratis melibatkan staf dalam pengambilan keputusan melalui diskusi dan musyawarah. Kepala ruang tidak langsung menyalahkan, melainkan mengajak tim berdiskusi untuk mencari solusi bersama (pembagian tugas) dan memberikan penguatan positif. Jawaban: B

Tips Strategi Lulus PPPK Ners 2025

Menghadapi ujian PPPK bukan hanya soal pintar materi, tapi juga cerdik dalam strategi. Berikut adalah tips yang bisa Anda terapkan:

  1. Kuasai Konsep Asuhan Keperawatan: Soal teknis Ners didominasi oleh kasus. Anda harus paham urutan prioritas: mulai dari Pengkajian, Diagnosis, Intervensi, Implementasi, hingga Evaluasi. Ingat selalu hukum ABC (Airway, Breathing, Circulation).
  2. Pelajari Nilai Normal Laboratorium: Banyak soal kasus yang menyertakan data lab (seperti AGD, elektrolit, Hb). Tanpa menghafal nilai normal, Anda akan sulit menentukan diagnosis keperawatan.
  3. Latihan Soal Berbasis Waktu: Ujian CAT (Computer Assisted Test) memiliki durasi waktu yang terbatas. Berlatihlah mengerjakan satu soal kurang dari 50 detik.
  4. Pahami Etika Perawat: Soal kompetensi teknis seringkali menjebak dengan pilihan jawaban yang semuanya benar secara medis, namun ada satu yang paling etis dan profesional secara keperawatan.
  5. Jaga Kesehatan Mental dan Fisik: Persiapan berbulan-bulan akan sia-sia jika kondisi fisik menurun saat hari H. Pastikan istirahat cukup dan nutrisi terpenuhi.

Baca juga:Universitas Teknokrat Indonesia, Kampus Terbaik di Lampung Raih Peringkat Terbaik PTN/PTS di Indonesia versi Webometrics

Baca juga:
Tips Menghadapi Pertanyaan “Kapan Nikah?” Saat Kumpul Keluarga Lebaran

Kesimpulan

Lulus seleksi PPPK Ners 2025 adalah impian bagi banyak tenaga honorer maupun lulusan baru. Dengan mempelajari contoh soal dan pembahasan di atas, Anda diharapkan memiliki gambaran mengenai pola soal yang akan dihadapi. Fokuslah pada materi-materi dasar keperawatan yang sering muncul dan teruslah mengasah kemampuan analisis kasus.

Penulis: marfel

Post Comment