Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) merupakan aspek vital dalam operasional setiap industri. Salah satu tantangan terbesar bagi praktisi K3 adalah mengidentifikasi dan mencegah Penyakit Akibat Kerja (PAK). Berbeda dengan kecelakaan kerja yang terjadi secara instan, PAK sering kali bersifat kronis dan berkembang dalam jangka waktu lama akibat paparan faktor risiko di lingkungan kerja.
Baca juga:Mengapa Persiapan TPU Bank Sumut Sangat Penting
toto911
Memahami PAK sangat penting bagi mahasiswa kesehatan masyarakat, praktisi HSE (Health, Safety, and Environment), paramedis perusahaan, hingga pekerja itu sendiri. Untuk membantu pendalaman materi, berikut kami susun 50 contoh soal pilihan ganda mengenai Penyakit Akibat Kerja yang mencakup aspek medis, hukum, dan pencegahan, lengkap dengan kunci jawabannya.
Definisi dan Dasar Hukum Penyakit Akibat Kerja
Sebelum masuk ke latihan soal, penting untuk diingat bahwa di Indonesia, regulasi mengenai PAK diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2019 tentang Penyakit Akibat Kerja. PAK didefinisikan sebagai penyakit yang disebabkan oleh pekerjaan dan/atau lingkungan kerja. Pengenalan dini terhadap gejala dan faktor risiko di tempat kerja dapat menyelamatkan nyawa serta produktivitas perusahaan. situs togel terbesar
Kumpulan Soal Penyakit Akibat Kerja (PAK)
Soal 1: Dasar Teori Penyakit yang disebabkan oleh pekerjaan dan/atau lingkungan kerja disebut… A. Penyakit Umum B. Penyakit Akibat Kerja (PAK) C. Penyakit Menular D. Penyakit Keturunan Kunci Jawaban: B
Soal 2: Faktor Fisika Gangguan pendengaran akibat kebisingan yang terus-menerus di tempat kerja disebut dengan istilah… A. Tinnitus B. Presbikusis C. Noise Induced Hearing Loss (NIHL) D. Otitis Media Kunci Jawaban: C
Soal 3: Faktor Kimia Penyakit paru-paru yang disebabkan oleh paparan debu silika di area pertambangan atau pabrik semen disebut… A. Asbestosis B. Silikosis C. Antrakosis D. Bisinosis Kunci Jawaban: B
Soal 4: Faktor Biologi Pekerja laboratorium yang terinfeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis saat meneliti sampel dahak pasien termasuk dalam kategori PAK faktor… A. Kimia B. Fisika C. Biologi D. Ergonomi Kunci Jawaban: C
Soal 5: Faktor Ergonomi Gangguan pada pergelangan tangan akibat gerakan berulang dan posisi janggal yang sering dialami pekerja kantoran (admin) disebut… A. Low Back Pain B. Carpal Tunnel Syndrome (CTS) C. Skoliosis D. Hernia Nucleus Pulposus Kunci Jawaban: B
Soal 6: Faktor Psikososial Tekanan kerja yang berlebihan, kurangnya dukungan sosial, dan ketidakjelasan peran dapat menyebabkan PAK kategori psikososial, yaitu… A. Insomnia B. Dermatitis C. Stres Kerja / Burnout D. Hipertensi Kunci Jawaban: C
Soal 7: Diagnosa PAK Langkah pertama dalam mendiagnosa penyakit akibat kerja menurut WHO/ILO adalah… A. Menentukan hubungan sebab-akibat B. Menentukan diagnosa klinis C. Menentukan besarnya paparan D. Menentukan faktor individu Kunci Jawaban: B
Soal 8: Pencegahan Primer Pemberian Alat Pelindung Diri (APD) kepada pekerja merupakan bentuk pencegahan… A. Primer B. Sekunder C. Tersier D. Rehabilitatif Kunci Jawaban: A
Soal 9: Penyakit Kulit Peradangan kulit yang disebabkan oleh kontak dengan bahan kimia iritan di tempat kerja disebut… A. Melanoma B. Dermatitis Kontak Akibat Kerja C. Scabies D. Kusta Kunci Jawaban: B
Soal 10: Faktor Kimia (Logam Berat) Paparan uap timbal (Pb) secara kronis pada pekerja peleburan logam dapat menyebabkan… A. Anemia dan gangguan fungsi ginjal B. Buta warna C. Patah tulang D. Tuli permanen Kunci Jawaban: A
Soal 11: Debu Kapas Penyakit saluran pernapasan “Bisinosis” biasanya dialami oleh pekerja di industri… A. Batu bara B. Tekstil/Kapas C. Kayu D. Minyak dan gas Kunci Jawaban: B
Soal 12: Radiasi Katarak dapat menjadi salah satu bentuk PAK jika pekerja terpapar secara terus-menerus oleh… A. Radiasi Infra Merah atau Ultra Violet B. Kebisingan C. Getaran D. Debu organik Kunci Jawaban: A
Soal 13: Getaran Penyakit “White Finger Syndrome” disebabkan oleh paparan faktor fisik berupa… A. Panas ekstrim B. Getaran pada lengan dan tangan (Hand Arm Vibration) C. Kebisingan frekuensi tinggi D. Radiasi pengion Kunci Jawaban: B
Soal 14: Keganasan (Kanker) Kanker mesotelioma merupakan penyakit ganas yang sangat spesifik disebabkan oleh paparan… A. Silika B. Asbes (Asbestos) C. Merkuri D. Karbon Monoksida Kunci Jawaban: B
Soal 15: Pemeriksaan Kesehatan Pemeriksaan kesehatan yang dilakukan sebelum pekerja diterima untuk bekerja disebut… A. Pemeriksaan Berkala B. Pemeriksaan Khusus C. Pemeriksaan Purna Bakti D. Pemeriksaan Pra-Kerja (Pre-employment) Kunci Jawaban: D
Soal 16: Tujuan Pemeriksaan Berkala Tujuan utama dilakukannya pemeriksaan kesehatan berkala minimal setahun sekali adalah… A. Menghitung pesangon B. Identifikasi dini adanya gangguan kesehatan akibat kerja C. Mencari kesalahan pekerja D. Memenuhi syarat administrasi saja Kunci Jawaban: B
Soal 17: Ergonomi Perkantoran Nyeri pada punggung bagian bawah akibat posisi duduk yang salah dalam waktu lama disebut… A. Cervical Syndrome B. Low Back Pain (LBP) C. Frozen Shoulder D. Tennis Elbow Kunci Jawaban: B
Soal 18: Ventilasi Untuk mencegah penumpukan gas beracun atau debu di ruang kerja, sistem pengontrolan yang paling tepat adalah… A. Mengganti lampu B. Memperbaiki sistem ventilasi (Local Exhaust Ventilation) C. Memperpendek jam kerja D. Memberikan susu setiap pagi Kunci Jawaban: B
Soal 19: Zat Pelarut Pekerja pengecatan (sprayer) berisiko terpapar zat benzena yang dapat merusak sistem… A. Pencernaan B. Hematopoietik (pembentukan darah) C. Otot rangka D. Integumen Kunci Jawaban: B
Soal 20: Pencahayaan Kelelahan mata (astenopia) akibat pencahayaan yang buruk di tempat kerja termasuk dalam faktor risiko… A. Kimia B. Fisika C. Psikologi D. Biologi Kunci Jawaban: B
Soal 21: Higiene Perusahaan Nilai batas konsentrasi faktor bahaya di tempat kerja yang tidak boleh dilampaui agar pekerja tetap sehat disebut… A. Nilai Ambang Batas (NAB) B. Standar Internasional C. Batas Maksimal Produksi D. Tingkat Bahaya Relatif Kunci Jawaban: A
Soal 22: APD Pernapasan Masker yang digunakan khusus untuk menyaring uap kimia organik disebut… A. Masker bedah B. Respirator dengan kanister/katrid karbon aktif C. Masker kain D. Dust masker Kunci Jawaban: B
Soal 23: Penyakit Zoonosis Penyakit antraks yang menular dari hewan ke pekerja pemotong hewan termasuk dalam PAK faktor… A. Fisika B. Kimia C. Biologi D. Ergonomi Kunci Jawaban: C
Soal 24: Diagnosa 7 Langkah Langkah ke-4 dalam diagnosa okupasi menurut Peraturan Menteri Kesehatan adalah menentukan… A. Apakah ada faktor individu B. Besarnya paparan/pajanan C. Hubungan waktu antara pajanan dan penyakit D. Diagnosa klinis Kunci Jawaban: B
Soal 25: Shift Kerja Gangguan ritme sirkadian (pola tidur) sering dialami oleh pekerja yang melakukan… A. Kerja lembur satu hari B. Kerja sistem shift (terutama shift malam) C. Kerja paruh waktu D. Kerja borongan Kunci Jawaban: B
Soal 26: Gas Karbon Monoksida Gas tidak berwarna dan tidak berbau yang dapat menyebabkan asfiksia (kekurangan oksigen) karena mengikat hemoglobin lebih kuat dari oksigen adalah… A. Nitrogen B. Karbon Monoksida (CO) C. Karbon Dioksida (CO2) D. Amonia Kunci Jawaban: B
Soal 27: Penyakit Menyelam Penyakit dekompresi (Caisson Disease) dialami oleh pekerja yang bekerja pada lingkungan… A. Tekanan udara tinggi (penyelam/pekerja caisson) B. Suhu dingin C. Ketinggian ekstrim D. Kelembaban tinggi Kunci Jawaban: A
Soal 28: Pestisida Pekerja penyemprot hama di perkebunan berisiko mengalami keracunan kronis yang mengganggu enzim kolinesterase akibat terpapar… A. Debu tanah B. Pestisida golongan organofosfat C. Pupuk kandang D. Air irigasi Kunci Jawaban: B
Soal 29: Kompensasi Siapakah yang berkewajiban membayar kompensasi/jaminan jika pekerja terbukti mengalami PAK? A. Pekerja sendiri B. Perusahaan melalui BPJS Ketenagakerjaan C. Rumah sakit D. Serikat pekerja Kunci Jawaban: B
Soal 30: Penyakit Paru Tambang Penyakit “Pneumokoniosis Pekerja Batubara” (Black Lung Disease) disebabkan oleh debu… A. Kapas B. Batubara C. Kayu D. Padi Kunci Jawaban: B
Soal 31: Dermatitis Kontak Alergi Pekerja konstruksi yang alergi terhadap semen (kandungan kromium) mengalami dermatitis kategori… A. Iritan B. Alergi C. Infeksi D. Parasit Kunci Jawaban: B
Soal 32: Heat Strain Kelelahan akibat suhu panas yang berlebihan di tempat kerja (misal di dekat tungku pembakaran) disebut… A. Heat Stroke B. Hypothermia C. Dehidrasi D. Anemia Kunci Jawaban: A
Soal 33: Merkuri Penyakit Minamata adalah contoh keracunan logam berat akibat… A. Timbal B. Merkuri (Raksa) C. Kadmium D. Arsenik Kunci Jawaban: B
Soal 34: Alat Ukur Kebisingan Alat yang digunakan untuk mengukur intensitas kebisingan di lingkungan kerja adalah… A. Anemometer B. Sound Level Meter C. Lux Meter D. Vibration Meter Kunci Jawaban: B
Soal 35: Alat Ukur Pencahayaan Alat yang digunakan untuk mengukur tingkat pencahayaan (Lux) adalah… A. Thermometer B. Lux Meter C. Hygrometer D. Audiometer Kunci Jawaban: B
Soal 36: Audiometri Tes yang dilakukan untuk mengetahui ambang pendengar pekerja disebut tes… A. Spirometri B. Audiometri C. Rontgen D. EKG Kunci Jawaban: B
Soal 37: Spirometri Tes fungsi paru untuk mendeteksi gangguan pernapasan akibat kerja disebut… A. Spirometri B. Audiometri C. Treadmill D. Tes urin Kunci Jawaban: A
Soal 38: Hierarki Pengendalian Metode pengendalian risiko PAK dengan mengganti bahan berbahaya menjadi bahan yang lebih aman disebut… A. Eliminasi B. Substitusi C. Engineering Control D. APD Kunci Jawaban: B
Soal 39: Faktor Psikososial (Pelecehan) Tindakan intimidasi atau pelecehan di tempat kerja yang menyebabkan gangguan mental disebut… A. Coaching B. Workplace Bullying / Mobbing C. Training D. Networking Kunci Jawaban: B
Soal 40: Hepatitis B Tenaga kesehatan di rumah sakit berisiko tertular Hepatitis B melalui… A. Udara B. Kontak darah/jarum suntik bekas C. Makanan kantin D. Air minum Kunci Jawaban: B
Soal 41: Arsenik Paparan arsenik di industri pengolahan kayu atau pestisida dapat menyebabkan kanker… A. Hati B. Kulit dan Paru C. Tulang D. Mata Kunci Jawaban: B
Soal 42: Debu Kayu Paparan debu kayu keras (hardwood) secara kronis dikaitkan dengan risiko kanker… A. Kanker paru B. Kanker sinonasal (hidung) C. Kanker lambung D. Kanker usus Kunci Jawaban: B
Soal 43: Hand Arm Vibration Pekerja yang menggunakan mesin pemadat aspal atau jackhammer berisiko terkena… A. Gangguan pendengaran B. Kerusakan saraf dan pembuluh darah tangan (Vibration White Finger) C. Rabun jauh D. Ambeien Kunci Jawaban: B
Soal 44: Pencegahan Tersier Upaya rehabilitasi bagi pekerja yang sudah cacat akibat PAK agar dapat bekerja kembali sesuai kemampuannya disebut pencegahan… A. Primer B. Sekunder C. Tersier D. Awal Kunci Jawaban: C
Soal 45: Peran Dokter Perusahaan Dokter yang memiliki kewenangan mendiagnosa PAK harus memiliki kompetensi di bidang… A. Bedah B. Kedokteran Okupasi C. Anak D. Kandungan Kunci Jawaban: B
Soal 46: Karbon Tetraklorida Zat kimia pembersih (solvent) yang bersifat hepatotoksik (meracuni hati) adalah… A. Air suling B. Karbon Tetraklorida C. Oksigen D. Alkohol 70% Kunci Jawaban: B
Soal 47: Kelelahan Kerja Salah satu tanda klinis kelelahan kerja (fatigue) yang dapat memicu kecelakaan adalah… A. Meningkatnya konsentrasi B. Menurunnya waktu reaksi (lambat merespon) C. Semangat bekerja meningkat D. Tidur lebih nyenyak di kantor Kunci Jawaban: B
Soal 48: Faktor Radiasi Non-Pengion Pekerja las (welder) tanpa pelindung mata dapat mengalami “Arc Eye” atau “Welder’s Flash” akibat paparan… A. Radiasi Sinar X B. Sinar Ultra Violet (UV) C. Sinar Gamma D. Suhu dingin Kunci Jawaban: B
Soal 49: Kedokteran Pencegahan Pemberian vaksin influenza atau hepatitis pada pekerja termasuk kategori… A. Pengobatan B. Pencegahan spesifik (Specific Protection) C. Rehabilitasi D. Diagnosa dini Kunci Jawaban: B
Soal 50: Pelaporan PAK Setiap kasus PAK yang ditemukan di perusahaan wajib dilaporkan kepada instansi ketenagakerjaan paling lambat… A. 2 x 24 jam setelah diagnosa ditegakkan B. 1 bulan kemudian C. 1 tahun kemudian D. Tidak perlu dilaporkan Kunci Jawaban: A
Pentingnya Edukasi Penyakit Akibat Kerja
Penyakit Akibat Kerja sering kali tidak terdeteksi karena gejalanya yang mirip dengan penyakit umum. Sebagai contoh, sesak napas akibat silikosis sering disalahartikan sebagai asma biasa atau TBC. Oleh karena itu, edukasi melalui soal-soal latihan seperti di atas sangat membantu para calon profesional K3 untuk lebih peka terhadap hubungan antara keluhan kesehatan pekerja dengan lingkungan kerjanya.
Penulis: marfel



Post Comment