Seleksi Tes STIS atau Sekolah Tinggi Ilmu Statistik merupakan salah satu jalur masuk perguruan tinggi yang memerlukan persiapan matang. Tes ini biasanya meliputi berbagai materi seperti matematika dasar, logika, bahasa Inggris, pengetahuan umum, dan statistik dasar. Agar sukses dalam tes STIS, penting bagi calon mahasiswa untuk berlatih soal secara rutin dan memahami pembahasan setiap soal.
Dalam artikel ini, kami menyajikan 30 contoh soal tes STIS terbaru, lengkap dengan jawaban dan pembahasan, agar Anda dapat mempersiapkan diri dengan lebih optimal. Artikel ini juga cocok digunakan sebagai referensi belajar bagi siswa yang ingin masuk STIS dan menghadapi soal-soal seleksi dengan percaya diri.
Tes STIS umumnya memiliki beberapa kategori soal. Pertama, matematika dasar yang meliputi aljabar, aritmetika, dan geometri. Kedua, logika dan kemampuan analisis, seperti pola bilangan, soal penalaran, dan diagram logika. Ketiga, bahasa Inggris yang menguji kemampuan memahami bacaan dan kosakata. Keempat, pengetahuan umum dan statistika dasar, yang meliputi probabilitas, peluang, dan interpretasi data. Dengan memahami kategori soal ini, siswa dapat membuat strategi belajar yang efektif.
Berikut beberapa contoh soal matematika dasar dalam tes STIS.
Soal 1: Hitung hasil dari 12 × 15 – 50 ÷ 2.
Jawaban: 12 × 15 = 180, 50 ÷ 2 = 25, sehingga 180 – 25 = 155.
Soal 2: Jika x + 7 = 15, maka nilai x adalah?
Jawaban: x = 15 – 7 = 8.
Soal 3: Suatu segitiga memiliki sisi 5 cm, 12 cm, dan 13 cm. Tentukan apakah segitiga tersebut siku-siku.
Jawaban: Periksa dengan Teorema Pythagoras, 5² + 12² = 25 + 144 = 169, dan 13² = 169, jadi segitiga tersebut siku-siku.
Selanjutnya, contoh soal logika dan kemampuan analisis yang sering muncul pada tes STIS.
Soal 4: Lanjutkan pola bilangan berikut: 2, 4, 8, 16, …
Jawaban: Polanya adalah perkalian 2, sehingga angka berikutnya adalah 16 × 2 = 32.
Soal 5: Jika semua A adalah B dan semua B adalah C, maka kesimpulan yang benar adalah?
Jawaban: Semua A adalah C. Ini merupakan penerapan silogisme logika.
Soal 6: Pilih angka ganjil dari urutan berikut: 14, 21, 28, 35, 42
Jawaban: 21 dan 35. Angka ganjil adalah angka yang tidak habis dibagi 2.
Selain itu, kemampuan membaca data dan statistika dasar sangat penting. Berikut contoh soal statistika dasar.
baca juga : Tips dan Trik Mengerjakan Soal KSM MTs IPS agar Nilai Maksimal
Soal 7: Rata-rata dari bilangan 10, 20, 30, 40, dan 50 adalah?
Jawaban: (10 + 20 + 30 + 40 + 50) ÷ 5 = 150 ÷ 5 = 30.
Soal 8: Median dari 5, 7, 12, 15, 20 adalah?
Jawaban: Urutkan data (sudah urut), jumlah data ganjil = 5, median adalah data tengah = 12.
Soal 9: Jika peluang hujan besok adalah 0,2, berapa peluang tidak hujan?
Jawaban: Peluang tidak hujan = 1 – 0,2 = 0,8 atau 80%.
Berikut contoh soal bahasa Inggris yang kerap muncul dalam tes STIS.
Soal 10: Choose the correct word: She ___ to school every day. a) go b) goes c) going d) gone
Jawaban: b) goes. Subjek she membutuhkan kata kerja bentuk tunggal.
Soal 11: Synonym of “happy” is? a) sad b) joyful c) angry d) tired
Jawaban: b) joyful.
Soal 12: Fill in the blank: I have never ___ to Japan. a) gone b) been c) saw d) going
Jawaban: b) been.
Berikut contoh soal pengetahuan umum yang juga bisa muncul di tes STIS.
Soal 13: Ibukota Indonesia adalah?
Jawaban: Jakarta.
Soal 14: Pulau terbesar di Indonesia adalah?
Jawaban: Kalimantan.
Soal 15: Hukum Newton yang menyatakan “Setiap aksi selalu ada reaksi yang sama besar dan berlawanan arah” adalah hukum Newton ke-?
Jawaban: Hukum Newton ke-3.
Selanjutnya, kami akan memberikan contoh soal campuran yang menguji kombinasi kemampuan matematika, logika, dan statistika.
Soal 16: Jika sebuah dadu dilempar sekali, berapa peluang muncul angka genap?
Jawaban: Angka genap = 2, 4, 6, jumlah 3 angka dari 6 kemungkinan, peluang = 3/6 = 1/2.
Soal 17: Dalam sebuah kelas terdapat 10 siswa, rata-rata tinggi siswa adalah 160 cm. Jika satu siswa keluar dari kelas dengan tinggi 170 cm, rata-rata baru menjadi 159,5 cm. Hitung total tinggi siswa yang tersisa.
Jawaban: Total awal = 10 × 160 = 1600, total tinggi siswa tersisa = 1600 – 170 = 1430, jumlah siswa tersisa = 9, rata-rata = 1430 ÷ 9 ≈ 159,5 cm.
Soal 18: Selesaikan persamaan: 2x + 5 = 15
Jawaban: 2x = 15 – 5 = 10, x = 10 ÷ 2 = 5.
Soal 19: Jika pola bilangan adalah 3, 6, 12, 24, tentukan angka ke-6 dalam pola tersebut.
Jawaban: Polanya dikalikan 2, angka ke-5 = 48, angka ke-6 = 48 × 2 = 96.
Soal 20: Dari 5 bola merah dan 7 bola biru, jika satu bola diambil acak, peluang terambil bola merah adalah?
Jawaban: Total bola = 5 + 7 = 12, peluang = 5/12.
Contoh soal berikutnya lebih menekankan pada soal logika verbal dan analisis cepat.
Soal 21: Semua burung bisa terbang. Elang adalah burung. Maka…?
Jawaban: Elang bisa terbang.
Soal 22: Pilih kata yang berbeda kategori: apel, pisang, wortel, mangga
Jawaban: Wortel, karena semua lainnya buah, wortel sayuran.
Soal 23: Lanjutkan pola: A, C, E, G, …
Jawaban: I. Pola huruf maju 2 huruf tiap langkah.
Soal 24: Dalam sebuah penelitian, 60% responden menyukai kopi, 40% tidak. Jika ada 50 responden, berapa jumlah yang menyukai kopi?
Jawaban: 60% × 50 = 30 orang.
Baca Juga : Universitas Teknokrat Indonesia Masuk 10 Besar Kampus Swasta Terbaik Nasional Versi AppliedHE ASEAN 2026
Soal 25: Jika 2x – 3 = 7, maka x = ?
Jawaban: 2x = 7 + 3 = 10, x = 5.
Contoh soal berikut menekankan pola bilangan dan aritmetika cepat.
Soal 26: Hitung hasil 15 × 8 – 45 ÷ 5
Jawaban: 15 × 8 = 120, 45 ÷ 5 = 9, 120 – 9 = 111.
Soal 27: Sebuah mobil bergerak 60 km/jam. Berapa jarak yang ditempuh dalam 2,5 jam?
Jawaban: Jarak = 60 × 2,5 = 150 km.
Soal 28: Pola bilangan: 5, 10, 20, 40, …
Jawaban: Polanya dikalikan 2, angka berikutnya = 40 × 2 = 80.
Soal 29: Jika rata-rata 5 angka adalah 12, maka jumlah kelima angka tersebut adalah?
Jawaban: Jumlah = rata-rata × banyak angka = 12 × 5 = 60.
Soal 30: Dalam satu kotak ada 3 bola merah, 2 bola biru, dan 5 bola hijau. Jika satu bola diambil acak, peluang terambil bola hijau adalah?
Jawaban: Total bola = 3 + 2 + 5 = 10, peluang bola hijau = 5/10 = 1/2.
Tips untuk menghadapi tes STIS: pertama, latih kemampuan berhitung cepat agar bisa menyelesaikan soal matematika dalam waktu terbatas. Kedua, pahami pola soal logika karena tes STIS sering menguji kemampuan analisis dan penalaran. Ketiga, pelajari statistika dasar dan probabilitas karena sering muncul soal peluang dan rata-rata. Keempat, jangan lupa latihan bahasa Inggris minimal memahami bacaan dan kosakata umum.
Kesimpulannya, persiapan matang melalui latihan soal sangat penting untuk sukses dalam tes STIS. Dengan memahami contoh soal tes STIS terbaru, latihan secara rutin, dan mempelajari jawaban serta pembahasan, calon mahasiswa dapat menghadapi ujian dengan percaya diri. Latihan 30 soal ini mencakup berbagai jenis soal mulai dari matematika, logika, statistika, bahasa Inggris, hingga pengetahuan umum sehingga dapat dijadikan referensi belajar yang lengkap.
penulis : Reyfen
![Dalam materi statistika, simpangan baku dan varian data tunggal menjadi salah satu topik penting yang perlu dipahami. Keduanya digunakan untuk mengetahui seberapa besar penyebaran data terhadap nilai rata-ratanya. Jika data memiliki penyebaran yang kecil, nilai simpangan baku dan variannya juga cenderung kecil. Sebaliknya, semakin jauh data tersebar dari rata-rata, semakin besar pula nilai simpangan baku dan varian. Materi ini sering muncul dalam pembelajaran matematika, terutama ketika membahas statistika dasar. Untuk menguasainya, tidak cukup hanya menghafalkan rumus. Kita juga perlu memahami langkah-langkah menghitung mean, selisih setiap data dengan rata-rata, kuadrat selisih, varian, hingga simpangan baku. Artikel ini akan membahas pengertian, rumus, perbedaan, serta beberapa contoh soal simpangan baku dan varian data tunggal lengkap dengan cara mengerjakannya secara bertahap. Apa Itu Varian? Varian adalah ukuran statistik yang digunakan untuk mengetahui tingkat penyebaran data terhadap nilai rata-ratanya. Varian dihitung dengan mencari rata-rata dari kuadrat selisih setiap data terhadap mean. Dalam data tunggal, terdapat dua jenis rumus varian yang umum digunakan, yaitu varian populasi dan varian sampel. Untuk populasi, rumusnya adalah: σ² = Σ(xᵢ − μ)² / N Keterangan: σ² = varian populasi xᵢ = nilai setiap data μ = rata-rata populasi N = banyak data Σ = jumlah keseluruhan Sementara itu, untuk sampel, rumus varian adalah: s² = Σ(xᵢ − x̄)² / (n − 1) Keterangan: s² = varian sampel xᵢ = nilai setiap data x̄ = rata-rata sampel n = banyak data Dalam soal matematika sekolah, apabila soal menyebutkan sekumpulan data sebagai keseluruhan data yang sedang dianalisis, biasanya digunakan rumus varian populasi. Apa Itu Simpangan Baku? Simpangan baku atau standard deviation adalah akar kuadrat dari varian. Simpangan baku digunakan untuk mengetahui seberapa jauh penyebaran data dari nilai rata-ratanya. Rumus simpangan baku populasi adalah: σ = √[Σ(xᵢ − μ)² / N] Sedangkan untuk sampel: s = √[Σ(xᵢ − x̄)² / (n − 1)] Karena simpangan baku merupakan akar dari varian, keduanya memiliki hubungan yang sangat erat. Jika diketahui: Varian = 16 maka: Simpangan baku = √16 = 4 Jadi, semakin besar nilai varian, biasanya semakin besar pula simpangan bakunya. Perbedaan Varian dan Simpangan Baku Meskipun saling berkaitan, varian dan simpangan baku bukanlah hal yang sama. Varian merupakan rata-rata kuadrat penyimpangan data dari mean. Sementara itu, simpangan baku merupakan akar kuadrat dari varian. Contohnya, jika suatu kumpulan data memiliki varian sebesar 25, maka simpangan bakunya adalah: √25 = 5 Perbedaan lainnya terletak pada satuan. Varian menggunakan satuan yang dikuadratkan, sedangkan simpangan baku memiliki satuan yang sama dengan data aslinya. Karena alasan tersebut, simpangan baku sering kali lebih mudah digunakan untuk menginterpretasikan penyebaran data. Langkah-Langkah Menghitung Varian dan Simpangan Baku Data Tunggal Untuk menyelesaikan soal, terdapat beberapa langkah yang dapat dilakukan. 1. Hitung nilai rata-rata Jumlahkan seluruh data, kemudian bagi dengan banyaknya data. Mean = jumlah seluruh data / banyak data 2. Hitung selisih setiap data dengan mean Setiap nilai data dikurangi dengan rata-rata. xᵢ − x̄ 3. Kuadratkan setiap selisih Hasil pengurangan tadi kemudian dikuadratkan. (xᵢ − x̄)² 4. Jumlahkan seluruh kuadrat selisih Setelah semua data dihitung, jumlahkan hasil kuadrat tersebut. Σ(xᵢ − x̄)² 5. Hitung varian Untuk populasi, jumlah kuadrat selisih dibagi dengan banyak data. 6. Hitung simpangan baku Simpangan baku diperoleh dengan mencari akar kuadrat dari varian. Contoh Soal 1: Menghitung Varian Data Tunggal Soal: Diketahui data nilai ulangan matematika lima siswa sebagai berikut: 6, 7, 8, 9, 10 Tentukan nilai varian dari data tersebut! Pembahasan Langkah pertama adalah menghitung rata-rata. Jumlah data: 6 + 7 + 8 + 9 + 10 = 40 Banyak data: n = 5 Maka: Mean = 40 / 5 = 8 Selanjutnya, hitung selisih setiap data dengan rata-rata. Data (x) x − mean (x − mean)² 6 -2 4 7 -1 1 8 0 0 9 1 1 10 2 4 Jumlah 0 10 Jumlah kuadrat selisih adalah: Σ(x − x̄)² = 10 Karena data tersebut dianggap sebagai populasi, maka: Varian = 10 / 5 Varian = 2 Jadi, varian data tersebut adalah 2. Contoh Soal 2: Menghitung Simpangan Baku Data Tunggal Soal: Tentukan simpangan baku dari data berikut: 5, 6, 7, 8, 9 Pembahasan Pertama, tentukan rata-rata. Jumlah data: 5 + 6 + 7 + 8 + 9 = 35 Banyak data: 5 Maka: Mean = 35 / 5 = 7 Selanjutnya, buat tabel perhitungan. Data x − mean (x − mean)² 5 -2 4 6 -1 1 7 0 0 8 1 1 9 2 4 Jumlah 0 10 Varian: σ² = 10 / 5 = 2 Simpangan baku: σ = √2 Jadi, simpangan bakunya adalah: √2 ≈ 1,41 Dengan demikian, simpangan baku data tersebut sekitar 1,41. Contoh Soal 3: Varian dan Simpangan Baku Sekaligus Soal: Diketahui data tinggi tanaman dalam satu kelompok adalah: 10, 12, 14, 16, 18 Tentukan: Mean Varian Simpangan baku Pembahasan Langkah 1: Menghitung Mean Jumlah seluruh data: 10 + 12 + 14 + 16 + 18 = 70 Banyak data: 5 Maka: Mean = 70 / 5 = 14 Langkah 2: Menghitung Kuadrat Selisih Data x − 14 (x − 14)² 10 -4 16 12 -2 4 14 0 0 16 2 4 18 4 16 Jumlah 0 40 Langkah 3: Menghitung Varian Karena terdapat lima data: σ² = 40 / 5 σ² = 8 Jadi, variannya adalah 8. Langkah 4: Menghitung Simpangan Baku Simpangan baku merupakan akar dari varian. σ = √8 Karena: √8 = √(4 × 2) maka: σ = 2√2 Jika dibulatkan: σ ≈ 2,83 Jadi, hasil akhirnya adalah: Mean = 14 Varian = 8 Simpangan baku ≈ 2,83 Contoh Soal 4: Data dengan Nilai yang Lebih Bervariasi Soal: Perhatikan data berikut: 4, 6, 8, 10, 12, 14 Hitunglah varian dan simpangan bakunya! Pembahasan Jumlah data: 4 + 6 + 8 + 10 + 12 + 14 = 54 Banyak data: 6 Mean: 54 / 6 = 9 Selanjutnya: Data x − 9 (x − 9)² 4 -5 25 6 -3 9 8 -1 1 10 1 1 12 3 9 14 5 25 Jumlah 0 70 Maka varian: σ² = 70 / 6 σ² = 11,67 Kemudian simpangan baku: σ = √11,67 σ ≈ 3,42 Jadi, varian data adalah sekitar 11,67, sedangkan simpangan bakunya sekitar 3,42. Contoh Soal 5: Menghitung Simpangan Baku dari Data Nilai Siswa Soal: Nilai lima siswa dalam sebuah tes adalah: 70, 75, 80, 85, 90 Tentukan varian dan simpangan bakunya! Pembahasan Pertama, hitung rata-rata: Mean = (70 + 75 + 80 + 85 + 90) / 5 Mean = 400 / 5 Mean = 80 Kemudian hitung kuadrat selisih setiap data. Nilai Selisih dari Mean Kuadrat Selisih 70 -10 100 75 -5 25 80 0 0 85 5 25 90 10 100 Jumlah 0 250 Varian: σ² = 250 / 5 σ² = 50 Simpangan baku: σ = √50 σ = 5√2 σ ≈ 7,07 Jadi, varian data adalah 50 dan simpangan bakunya sekitar 7,07. Contoh Soal 6: Menentukan Varian Jika Simpangan Baku Diketahui Soal: Sebuah kumpulan data memiliki simpangan baku sebesar 6. Tentukan nilai variannya! Pembahasan Hubungan antara varian dan simpangan baku adalah: Simpangan baku = √Varian Karena simpangan baku diketahui sebesar 6, maka: Varian = 6² Varian = 36 Jadi, nilai variannya adalah 36. Soal seperti ini relatif lebih mudah karena tidak perlu menghitung mean dan penyimpangan masing-masing data. Contoh Soal 7: Membandingkan Penyebaran Dua Data Soal: Diketahui dua kelompok data berikut. Kelompok A: 7, 8, 9, 10, 11 Kelompok B: 3, 6, 9, 12, 15 Kelompok manakah yang memiliki penyebaran data lebih besar berdasarkan simpangan baku? Pembahasan Kedua kelompok memiliki mean yang sama. Kelompok A: Mean = 9 Kuadrat selisih: 4 + 1 + 0 + 1 + 4 = 10 Varian: 10 / 5 = 2 Simpangan baku: √2 ≈ 1,41 Untuk Kelompok B: Mean = 9 Kuadrat selisih: 36 + 9 + 0 + 9 + 36 = 90 Varian: 90 / 5 = 18 Simpangan baku: √18 ≈ 4,24 Dari hasil tersebut, terlihat bahwa kedua kelompok memiliki rata-rata yang sama, tetapi penyebarannya berbeda. Kelompok A memiliki simpangan baku sekitar 1,41, sedangkan Kelompok B sekitar 4,24. Artinya, nilai-nilai pada Kelompok B tersebar lebih jauh dari rata-ratanya dibandingkan Kelompok A. Tips Cepat Mengerjakan Soal Simpangan Baku dan Varian Agar tidak mudah salah ketika mengerjakan soal, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. 1. Jangan langsung menggunakan rumus simpangan baku Pastikan nilai rata-rata sudah benar terlebih dahulu. Kesalahan pada mean akan memengaruhi seluruh perhitungan berikutnya. 2. Perhatikan tanda negatif Ketika menghitung selisih data dengan mean, hasilnya bisa negatif. Namun, setelah dikuadratkan, hasilnya selalu positif. Misalnya: (6 − 8)² = (-2)² = 4 Bukan -4. 3. Bedakan varian dengan simpangan baku Varian dan simpangan baku memiliki hubungan, tetapi nilainya berbeda. Jika varian = 9, maka: Simpangan baku = √9 = 3 4. Perhatikan apakah data merupakan populasi atau sampel Jika soal meminta varian atau simpangan baku populasi, pembaginya adalah N. Jika soal meminta ukuran sampel dengan rumus sampel, pembaginya adalah n − 1. 5. Gunakan tabel untuk mengurangi kesalahan Untuk data yang cukup banyak, tabel dengan kolom data, selisih dari mean, dan kuadrat selisih akan membuat proses perhitungan lebih teratur. Kesalahan yang Sering Terjadi Ada beberapa kesalahan yang sering dilakukan saat mengerjakan soal simpangan baku dan varian. Pertama, salah menghitung mean. Karena mean menjadi dasar untuk mencari penyimpangan, kesalahan kecil pada tahap ini dapat membuat hasil akhir salah. Kedua, lupa mengkuadratkan selisih. Varian menggunakan kuadrat dari selisih data dengan rata-rata, bukan selisih biasa. Ketiga, salah menentukan pembagi. Untuk populasi digunakan N, sedangkan pada rumus sampel digunakan n − 1. Keempat, menganggap varian sama dengan simpangan baku. Padahal, simpangan baku adalah akar kuadrat dari varian. Kelima, terburu-buru melakukan pembulatan. Sebaiknya gunakan nilai yang lebih presisi selama proses perhitungan dan lakukan pembulatan pada hasil akhir. Kesimpulan Simpangan baku dan varian data tunggal merupakan ukuran yang digunakan untuk mengetahui tingkat penyebaran suatu kumpulan data terhadap nilai rata-ratanya. Varian diperoleh dengan menghitung rata-rata kuadrat selisih setiap data terhadap mean, sedangkan simpangan baku diperoleh dengan mengambil akar kuadrat dari varian. Untuk mengerjakan soal, langkah yang paling aman adalah menghitung mean terlebih dahulu, kemudian mencari selisih setiap data dengan mean, mengkuadratkan selisih tersebut, menjumlahkannya, dan membaginya sesuai jenis data yang digunakan. Setelah mendapatkan varian, simpangan baku dapat diperoleh dengan cara mengambil akar kuadratnya. Dengan memahami alur tersebut, berbagai contoh soal simpangan baku dan varian data tunggal dapat dikerjakan secara lebih mudah dan sistematis. Kunci utamanya bukan hanya menghafal rumus, tetapi memahami hubungan antara rata-rata, penyebaran data, varian, dan simpangan baku.](https://daftarsekolah.spmb.teknokrat.ac.id/wp-content/uploads/2026/09/Gemini_Generated_Image_stezgqstezgqstez.jpeg)


Post Comment