10 Contoh Soal Elastisitas Demand Beserta Pembahasan Lengkap

Elastisitas demand adalah konsep penting dalam ekonomi yang menunjukkan seberapa sensitif jumlah barang yang diminta terhadap perubahan harga, pendapatan, atau harga barang lain. Memahami elastisitas demand membantu pelajar, mahasiswa, dan praktisi bisnis dalam membuat keputusan terkait harga, produksi, dan strategi pemasaran. Dalam artikel ini, kita akan membahas pengertian elastisitas demand, jenis-jenisnya, cara menghitung, serta menyajikan 10 contoh soal lengkap beserta pembahasannya agar mudah dipahami, terutama bagi pemula.

Pengertian Elastisitas Demand

Elastisitas demand adalah ukuran respons jumlah permintaan terhadap perubahan harga atau faktor lain yang mempengaruhinya. Dalam istilah sederhana, elastisitas demand menjawab pertanyaan: “Jika harga suatu barang naik atau turun, seberapa besar jumlah barang yang diminta akan berubah?”

Secara matematis, elastisitas demand dihitung dengan rumus:

E_d = (% perubahan jumlah barang yang diminta) ÷ (% perubahan harga)

Interpretasi nilai elastisitas demand:

🔖 Baca juga:
Kumpulan Contoh Soal Primordialisme Dan Jawabannya Untuk SMA

Baca juga:Contoh Soal dan Jawaban Metodologi Penelitian Kesehatan: Desain, Sampel, dan Analisis Data

  • E_d > 1 → Permintaan elastis: permintaan sangat sensitif terhadap perubahan harga
  • E_d < 1 → Permintaan inelastis: permintaan kurang sensitif terhadap perubahan harga
  • E_d = 1 → Permintaan unitary elastis: perubahan harga sebanding dengan perubahan permintaan

Jenis-Jenis Elastisitas Demand

1. Elastisitas Harga (Price Elasticity of Demand)

Mengukur seberapa responsif jumlah barang yang diminta terhadap perubahan harga barang itu sendiri.

Rumus: E_p = (% ΔQ) ÷ (% ΔP)

Jika nilai lebih dari 1, permintaan bersifat elastis, jika kurang dari 1 bersifat inelastis, dan jika sama dengan 1 bersifat unitary elastis.

2. Elastisitas Pendapatan (Income Elasticity of Demand)

Mengukur respons permintaan terhadap perubahan pendapatan konsumen.

Rumus: E_i = (% ΔQ) ÷ (% ΔI)

Jika E_i > 1 → Barang mewah, E_i positif → Barang normal, E_i negatif → Barang inferior.

3. Elastisitas Silang (Cross Elasticity of Demand)

Mengukur perubahan permintaan suatu barang akibat perubahan harga barang lain.

Rumus: E_c = (% ΔQ_x) ÷ (% ΔP_y)

Nilai positif → Barang substitusi, nilai negatif → Barang komplementer.

Cara Menghitung Elastisitas Demand

  1. Tentukan jenis elastisitas yang ingin dihitung.
  2. Hitung perubahan jumlah barang yang diminta: ΔQ = Q2 – Q1
  3. Hitung perubahan harga atau faktor lain: ΔP = P2 – P1 atau ΔI = I2 – I1
  4. Hitung persentase perubahan: % ΔQ = (ΔQ / Q1) × 100% dan % ΔP = (ΔP / P1) × 100%
  5. Masukkan ke rumus elastisitas
  6. Interpretasikan hasil: elastis, inelastis, atau unitary elastis

10 Contoh Soal Elastisitas Demand Beserta Pembahasan Lengkap

Contoh Soal 1: Elastisitas Harga Dasar

Harga tiket bioskop naik dari Rp50.000 menjadi Rp60.000, jumlah pengunjung turun dari 1.000 menjadi 800 orang. Hitung elastisitas harga permintaan.

Pembahasan:
ΔQ = 800 – 1000 = -200 → % ΔQ = (-200 / 1000) × 100% = -20%
ΔP = 60.000 – 50.000 = 10.000 → % ΔP = (10.000 / 50.000) × 100% = 20%
E_p = |-20% / 20%| = 1

Interpretasi: Permintaan unitary elastis.

Contoh Soal 2: Permintaan Elastis

Harga pizza naik dari Rp40.000 menjadi Rp50.000, jumlah pizza terjual turun dari 200 menjadi 120.

Pembahasan:
% ΔQ = (120 – 200) / 200 × 100% = -40%
% ΔP = (50.000 – 40.000) / 40.000 × 100% = 25%
E_p = |-40% / 25%| = 1,6

Interpretasi: Permintaan pizza elastis.

Contoh Soal 3: Permintaan Inelastis

Harga garam naik dari Rp10.000 menjadi Rp15.000, permintaan turun dari 100 kg menjadi 95 kg.

Pembahasan:
% ΔQ = (95 – 100) / 100 × 100% = -5%
% ΔP = (15.000 – 10.000) / 10.000 × 100% = 50%
E_p = |-5% / 50%| = 0,1

Interpretasi: Permintaan garam inelastis.

Contoh Soal 4: Elastisitas Pendapatan Barang Normal

Pendapatan konsumen naik dari Rp4.000.000 menjadi Rp5.000.000, permintaan smartphone naik dari 50 unit menjadi 65 unit.

Pembahasan:
% ΔQ = (65 – 50) / 50 × 100% = 30%
% ΔI = (5.000.000 – 4.000.000) / 4.000.000 × 100% = 25%
E_i = 30% / 25% = 1,2

Interpretasi: Smartphone termasuk barang mewah.

Contoh Soal 5: Barang Inferior

Pendapatan konsumen turun dari Rp6.000.000 menjadi Rp5.000.000, permintaan mie instan naik dari 80 menjadi 100 bungkus.

Pembahasan:
% ΔQ = (100 – 80) / 80 × 100% = 25%
% ΔI = (5.000.000 – 6.000.000) / 6.000.000 × 100% = -16,67%
E_i = 25% / -16,67% = -1,5

Interpretasi: Mie instan termasuk barang inferior.

Contoh Soal 6: Barang Substitusi

Harga margarin naik dari Rp20.000 menjadi Rp24.000, permintaan mentega naik dari 50 kg menjadi 70 kg.

Pembahasan:
% ΔQ = (70 – 50) / 50 × 100% = 40%
% ΔP = (24.000 – 20.000) / 20.000 × 100% = 20%
E_c = 40% / 20% = 2

Interpretasi: Margarin dan mentega adalah barang substitusi.

Contoh Soal 7: Barang Komplementer

Harga printer naik dari Rp1.000.000 menjadi Rp1.200.000, permintaan tinta turun dari 500 menjadi 400 cartridge.

Pembahasan:
% ΔQ = (400 – 500) / 500 × 100% = -20%
% ΔP = (1.200.000 – 1.000.000) / 1.000.000 × 100% = 20%
E_c = -20% / 20% = -1

Interpretasi: Printer dan tinta printer komplementer.

Contoh Soal 8: Prediksi Perubahan Permintaan

Elastisitas harga baju lengan panjang diketahui 1,5. Jika harga naik 10%, prediksi penurunan permintaan.

Pembahasan:
% ΔQ = E_p × % ΔP = 1,5 × 10% = 15%

Interpretasi: Penurunan permintaan sekitar 15%.

Contoh Soal 9: Barang Normal Mewah

Pendapatan konsumen naik 20%, permintaan tas kulit meningkat dari 100 menjadi 130 unit.

Pembahasan:
% ΔQ = (130 – 100) / 100 × 100% = 30%
% ΔI = 20%
E_i = 30% / 20% = 1,5

Interpretasi: Barang normal mewah.

Contoh Soal 10: Permintaan Unitery Elastis

Harga kue muffin naik dari Rp15.000 menjadi Rp20.000, permintaan turun dari 400 menjadi 300.

Pembahasan:
% ΔQ = (300 – 400) / 400 × 100% = -25%
% ΔP = (20.000 – 15.000) / 15.000 × 100% = 33,33%
E_p = |-25% / 33,33%| = 0,75

Interpretasi: Permintaan cenderung inelastis.

Tips Menguasai Soal Elastisitas Demand

  1. Kuasai rumus dasar elastisitas harga, pendapatan, dan silang
  2. Selalu hitung persentase perubahan secara tepat
  3. Latihan soal rutin agar terbiasa
  4. Gunakan contoh nyata agar lebih mudah dipahami
  5. Interpretasikan hasil agar memahami sifat barang dan strategi harga

Baca juga:Mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia Juara Nasional Lomba Karya Ilmiah RnDC 2025

Kesimpulan

Elastisitas demand adalah alat analisis penting dalam ekonomi yang membantu memahami hubungan antara harga, pendapatan, dan jumlah barang yang diminta. Dengan menguasai perhitungan dan memahami berbagai contoh soal, pembaca dapat dengan mudah memahami konsep elastisitas demand, baik untuk kepentingan akademik maupun praktis. Dari 10 contoh soal di atas, mulai dari elastisitas harga, elastisitas pendapatan, hingga elastisitas silang, memberikan gambaran nyata tentang bagaimana perubahan harga atau faktor lain memengaruhi permintaan barang. Latihan dan pemahaman yang baik akan menjadikan elastisitas demand alat yang sangat berguna dalam pengambilan keputusan ekonomi dan bisnis.

penulis:bagas

Post Comment