Mempelajari sejarah Kerajaan Majapahit bukan sekadar menghafal tahun dan nama raja, melainkan memahami bagaimana sebuah entitas politik di masa lampau mampu menyatukan nusantara di bawah satu panji. Bagi siswa-siswi tingkat SMP maupun SMA, materi Majapahit hampir selalu muncul dalam ujian tengah semester (UTS) maupun ujian akhir semester (UAS).
Artikel ini disusun untuk membantu Anda mendalami materi melalui latihan soal essay yang komprehensif. Setiap soal dilengkapi dengan pembahasan mendalam agar Anda tidak hanya tahu jawabannya, tetapi juga memahami latar belakang historisnya.
Memahami Signifikansi Kerajaan Majapahit
Sebelum masuk ke latihan soal, penting untuk mengingat bahwa Majapahit adalah kerajaan Hindu-Buddha terbesar di Indonesia yang berpusat di Jawa Timur. Didirikan pada tahun 1293 oleh Raden Wijaya, kerajaan ini mencapai puncak kejayaannya di bawah pimpinan Raja Hayam Wuruk dengan dukungan penuh dari Mahapatih Gajah Mada.
Strategi politik, kekuatan militer, dan diplomasi perdagangan internasional menjadikan Majapahit sebagai subjek yang sangat kaya untuk diujikan dalam bentuk soal essay. Soal-soal di bawah ini dirancang untuk melatih kemampuan analisis kronologis, kausalitas, dan evaluatif Anda.
Kumpulan Soal Essay Kerajaan Majapahit dan Pembahasannya
Berikut adalah daftar soal pilihan yang sering muncul dalam ujian sejarah beserta pembahasan lengkapnya.
1. Jelaskan latar belakang berdirinya Kerajaan Majapahit dan peran Raden Wijaya di dalamnya!
Pembahasan: Berdirinya Majapahit sangat erat kaitannya dengan keruntuhan Kerajaan Singasari akibat pemberontakan Jayakatwang dari Kediri. Raden Wijaya, menantu dari Kertanegara (Raja Singasari), berhasil melarikan diri ke Madura untuk meminta bantuan kepada Wiraraja.
Atas saran Wiraraja, Raden Wijaya berpura-pura menyerah kepada Jayakatwang dan meminta izin untuk membuka lahan di hutan Tarik. Di sana, ia menemukan buah “Maja” yang rasanya pahit, yang kemudian menjadi asal-usul nama “Majapahit”.
Momentum emas muncul ketika pasukan Mongol (Dinasti Yuan) datang ke Jawa untuk menghukum Kertanegara. Raden Wijaya memanfaatkan pasukan Mongol untuk menghancurkan Jayakatwang. Setelah Jayakatwang kalah, Raden Wijaya justru berbalik menyerang pasukan Mongol secara mendadak. Kemenangan inilah yang menjadi tonggak penobatan Raden Wijaya sebagai raja pertama Majapahit pada tahun 1293 dengan gelar Kertarajasa Jayawardhana.
2. Analisislah isi dan dampak dari Sumpah Palapa yang diucapkan oleh Gajah Mada!
Pembahasan: Sumpah Palapa diucapkan oleh Gajah Mada saat pelantikannya menjadi Mahapatih Amangkubhumi pada masa pemerintahan Tribhuwana Tunggadewi (1336). Dalam sumpah tersebut, Gajah Mada menyatakan bahwa ia tidak akan memakan buah palapa (menikmati kesenangan duniawi/istirahat) sebelum berhasil menyatukan wilayah-wilayah nusantara di bawah kekuasaan Majapahit.
Isi Inti Sumpah Palapa: “Sira Gajah Mada Patih Amangkubhumi tan ayun amuktia palapa, sira Gajah Mada: ‘Lamun huwus kalah nusantara isun amukti palapa, lamun kalah ring Gurun, ring Seran, Tanjung Pura, ring Haru, ring Pahang, Dompo, ring Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, samana isun amukti palapa’.”
Dampak: Sumpah ini memicu ekspansi besar-besaran Majapahit. Di bawah arahan Gajah Mada, Majapahit berhasil menguasai sebagian besar wilayah yang sekarang kita kenal sebagai Indonesia, Malaysia, hingga Filipina Selatan. Secara politis, ini menciptakan stabilitas kawasan dan jalur perdagangan yang aman di bawah perlindungan armada laut Majapahit.
3. Mengapa masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk disebut sebagai “Zaman Keemasan” Majapahit? Sebutkan indikatornya!
Pembahasan: Masa pemerintahan Hayam Wuruk (1350โ1389) dianggap sebagai puncak kejayaan karena stabilitas nasional yang sangat kuat. Ada beberapa indikator utama:
- Integrasi Wilayah: Hampir seluruh nusantara mengakui kedaulatan Majapahit. Hubungan diplomatik terjalin baik dengan kerajaan tetangga seperti Siam dan Champa (Mitreka Satata).
- Kesejahteraan Ekonomi: Sektor pertanian (padi) dan perdagangan maritim berkembang pesat. Pembangunan bendungan dan irigasi diperhatikan untuk menunjang agraris.
- Karya Sastra dan Budaya: Munculnya kitab-kitab monumental seperti Negarakertagama karya Prapanca dan Sutasoma karya Mpu Tantular.
- Harmoni Beragama: Terciptanya toleransi yang luar biasa antara penganut Hindu (Siwa) dan Buddha, yang tercermin dalam semboyan “Bhinneka Tunggal Ika”.
4. Jelaskan struktur birokrasi dan pembagian wilayah di Kerajaan Majapahit!
Pembahasan: Majapahit memiliki struktur pemerintahan yang sangat rapi dan sistematis. Di tingkat pusat, Raja dibantu oleh badan penasihat yang disebut Bhatara Saptaprabhu (anggota keluarga kerajaan). Di bawahnya terdapat Rakryan Mahamantri Katrini dan Panca ring Wilwatikta (pejabat eksekutif termasuk Mahapatih).
Untuk pembagian wilayah, Majapahit menerapkan sistem hierarki:
- Bhumi: Pusat kerajaan.
- Nagara: Setingkat provinsi, dipimpin oleh seorang Rajakumara (keluarga raja) yang bergelar Bhre.
- Watek: Setingkat kabupaten.
- Kuwu: Setingkat kecamatan.
- Wanua: Setingkat desa.
- Kabuyutan: Dusun atau tempat suci.
Sistem ini memastikan bahwa perintah dari pusat dapat tersampaikan hingga ke tingkat desa, sekaligus mempermudah penarikan pajak dan pengerahan tenaga militer.
5. Sebutkan faktor-faktor yang menyebabkan runtuhnya Kerajaan Majapahit!
Pembahasan: Runtuhnya Majapahit tidak disebabkan oleh satu faktor tunggal, melainkan akumulasi dari masalah internal dan eksternal:
- Faktor Internal:
- Perang Paregreg (1404โ1406): Perang saudara antara Wikramawardhana dan Bhre Wirabhumi yang melemahkan kekuatan militer dan ekonomi.
- Ketiadaan Pemimpin Kuat: Setelah wafatnya Gajah Mada (1364) dan Hayam Wuruk (1389), tidak ada lagi tokoh yang mampu mempersatukan wilayah-wilayah yang luas.
- Faktor Eksternal:
- Masuknya Islam: Berkembangnya pengaruh Islam di pesisir utara Jawa memunculkan pusat-pusat kekuatan baru seperti Kesultanan Demak.
- Lepasnya Wilayah Jajahan: Banyak wilayah di luar Jawa yang memisahkan diri karena pusat tidak lagi mampu memberikan perlindungan.
- Serangan Demak: Puncak keruntuhan terjadi saat pasukan Raden Patah dari Demak menyerang pusat Majapahit pada awal abad ke-16.
6. Bagaimana hubungan antara Majapahit dengan Kerajaan Sunda dan jelaskan mengenai Tragedi Bubat!
Pembahasan: Hubungan antara Majapahit dan Sunda awalnya dipandang sebagai hubungan persahabatan antar kerabat (Sunda tidak pernah ditaklukkan secara militer oleh Majapahit). Namun, hubungan ini hancur akibat Tragedi Bubat (1357).
Tragedi ini bermula dari rencana pernikahan Hayam Wuruk dengan putri Dyah Pitaloka Citraresmi dari Sunda. Gajah Mada menganggap kedatangan rombongan Sunda ke lapangan Bubat sebagai tanda penyerahan diri atau pengakuan kedaulatan Sunda di bawah Majapahit, bukan pernikahan antar sederajat.
Pihak Sunda menolak tuntutan tersebut hingga terjadilah pertempuran yang tidak seimbang. Seluruh rombongan Sunda gugur, termasuk Raja Sunda, dan Dyah Pitaloka melakukan bela (bunuh diri demi kehormatan). Peristiwa ini merusak hubungan diplomatik kedua kerajaan dan membuat Gajah Mada dinonaktifkan sementara dari jabatannya.
7. Jelaskan peninggalan kebudayaan Majapahit dalam bidang arsitektur dan sastra!
Pembahasan: Majapahit meninggalkan warisan budaya yang sangat kaya:
- Arsitektur: Ciri khas bangunan Majapahit adalah penggunaan bata merah yang disusun rapi tanpa semen (menggunakan teknik gosok). Contohnya adalah Candi Tikus (tempat pemandian), Candi Bajang Ratu (gapura), dan Candi Penataran di Blitar.
- Sastra: Dua kitab paling terkenal adalah:
- Kitab Negarakertagama (Mpu Prapanca): Berisi tentang sejarah Majapahit, silsilah raja, dan keadaan kota pusat kerajaan.
- Kitab Sutasoma (Mpu Tantular): Di sinilah asal mula kalimat “Bhinneka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Mangrwa”, yang menekankan persatuan di tengah perbedaan agama.
Strategi Menjawab Soal Essay Sejarah
Untuk mendapatkan nilai maksimal dalam UTS atau UAS, perhatikan tips berikut saat menjawab soal essay mengenai Majapahit:
- Gunakan Kata Kunci (Keywords): Selalu masukkan nama tokoh (Gajah Mada, Hayam Wuruk), nama kitab (Sutasoma), atau istilah teknis (Bhatara Saptaprabhu) dalam jawaban Anda.
- Berikan Konteks Waktu: Walaupun tidak hafal tanggal pastinya, sebutkan abadnya (misal: Abad ke-14).
- Gunakan Hubungan Sebab-Akibat: Jangan hanya menyebutkan peristiwa, jelaskan mengapa itu terjadi dan apa dampaknya.
- Struktur Jawaban yang Rapi: Gunakan poin-poin jika soal meminta penyebutan beberapa faktor atau indikator.
Kesimpulan
Kerajaan Majapahit adalah puncak dari peradaban Hindu-Buddha di Nusantara. Memahami sejarahnya membantu kita menghargai konsep persatuan bangsa yang sudah dicanangkan sejak ratusan tahun lalu. Dengan mempelajari soal-soal essay di atas, diharapkan Anda memiliki kesiapan mental dan penguasaan materi yang matang untuk menghadapi ujian sekolah.
baca juga: Universitas Teknokrat Indonesia Masuk 8 Besar Kampus Swasta Terbaik ASEAN Versi AppliedHE 2026
penulis: Ridho


Post Comment