Dalam interaksi sosial, cara kita menyampaikan pesan sering kali lebih penting daripada pesan itu sendiri. Dalam bahasa Inggris, konsep ini dikenal sebagai Expressing Politeness. Kesantunan bukan sekadar menggunakan kata “please” atau “thank you”, melainkan sebuah strategi linguistik untuk menunjukkan rasa hormat, menjaga perasaan lawan bicara, dan membangun hubungan yang harmonis.
Memahami expressing politeness sangat krusial, terutama bagi pelajar atau profesional yang ingin berkomunikasi secara efektif di lingkungan global. Artikel ini akan membedah berbagai cara mengungkapkan kesantunan dan memberikan latihan soal untuk menguji pemahaman Anda.
Baca Juga : Strategi Finansial Hulu Migas: Mengupas Tuntas Mekanisme dan Contoh Soal Cost Recovery dalam Industri Energi
Mengapa Kesantunan Sangat Penting dalam Bahasa Inggris
Bahasa Inggris sangat bergantung pada tingkat formalitas. Berbeda dengan beberapa bahasa yang memiliki tingkatan kata khusus (seperti ngoko dan krama dalam bahasa Jawa), bahasa Inggris menggunakan Modal Verbs (kata kerja bantu) dan struktur kalimat tertentu untuk menunjukkan kesantunan.
Penggunaan bahasa yang terlalu langsung (direct) sering kali dianggap kasar atau menuntut. Misalnya, mengatakan “Open the window!” bisa terdengar seperti perintah militer. Namun, dengan mengubahnya menjadi “Could you please open the window?”, pesan tersebut berubah menjadi permohonan yang sopan.
Strategi Utama dalam Expressing Politeness
Ada beberapa cara umum yang digunakan oleh penutur asli bahasa Inggris untuk menunjukkan kesantunan:
1. Penggunaan Modal Verbs
Kata-kata seperti could, would, may, dan might adalah kunci utama. Secara umum, bentuk lampau dari modal (seperti could daripada can) dianggap lebih sopan karena menciptakan “jarak” psikologis yang menunjukkan kerendahhatian.
2. Menggunakan Indirect Questions (Pertanyaan Tidak Langsung)
Alih-alih bertanya “Where is the station?”, menggunakan pembuka seperti “Do you know where the station is?” atau “Could you tell me where the station is?” akan terdengar jauh lebih elegan.
3. Penambahan Softeners (Penghalus)
Kata-kata seperti possibly, a bit, perhaps, atau Iโm afraid berfungsi untuk memperhalus pernyataan, terutama saat menyampaikan berita buruk atau penolakan.
Contoh Situasi dan Ungkapan Kesantunan
Berikut adalah tabel perbandingan antara ungkapan yang kurang sopan (terlalu langsung) dengan ungkapan yang sopan:
| Situasi | Kurang Sopan (Direct) | Sopan (Polite) |
| Meminta bantuan | Help me with this bag. | Would you mind helping me with this bag? |
| Meminta izin | I want to sit here. | May I take a seat here, please? |
| Menolak tawaran | I don’t want it. | Thatโs very kind of you, but Iโm full. |
| Meminta orang mengulangi | What? | Iโm sorry, could you repeat that? |
Kumpulan Contoh Soal Expressing Politeness
Untuk memperdalam pemahaman, berikut adalah latihan soal yang dirancang untuk menguji kemampuan Anda dalam memilih ungkapan yang tepat sesuai konteks.
Bagian 1: Pilihan Ganda
1. Stranger: “Excuse me, … tell me the way to the nearest bank?”
A. Can you
B. Could you please
C. Give me
D. I want you to
2. Teacher: “It’s very hot in here.”
Student: “… I open the window, Sir?”
A. Will
B. Do
C. May
D. Must
3. You are in a meeting and you didn’t hear what your colleague just said. What is the most polite way to ask them to repeat?
A. Say it again.
B. What did you say?
C. I beg your pardon, could you say that again?
D. I donโt understand you.
4. Someone offers you a cup of coffee, but you have already had three cups today. How do you decline politely?
A. No, I don’t want coffee.
B. I’m busy, no thanks.
C. That’s very kind of you, but I’ve had enough coffee for today.
D. Stop giving me coffee.
5. Which of the following is the MOST polite way to ask for a salt at a dinner table?
A. Pass me the salt.
B. Give the salt to me.
C. Would you mind passing me the salt, please?
D. Can I have the salt now?
Bagian 2: Melengkapi Dialog
6. Manager: “We need to finish this report by 5 PM.”
Staff: “…” (Menyatakan kesanggupan dengan sopan)
A. Okay, I will do it.
B. Certainly, I’ll make sure it’s done by then.
C. I try my best.
D. Yes, why not.
7. Guest: “Is it okay if I smoke here?”
Host: “…” (Menolak dengan sopan karena ruangan ber-AC)
A. No, don’t smoke.
B. I’m afraid smoking is not allowed in this room.
C. Go outside if you want to smoke.
D. I don’t like cigarettes.
Bagian 3: Mengubah Kalimat (Sentence Transformation)
Ubahlah kalimat langsung di bawah ini menjadi ungkapan yang lebih sopan:
- “Move your car!”(Jawaban yang diharapkan: Would you mind moving your car, please?)
- “I want to borrow your pen.”(Jawaban yang diharapkan: Could I possibly borrow your pen?)
- “Tell me your name.”(Jawaban yang diharapkan: May I know your name, please?)
Kunci Jawaban dan Pembahasan
Pembahasan Pilihan Ganda
- Jawaban: B. Could you please adalah standar kesantunan saat berbicara dengan orang asing (stranger).
- Jawaban: C. May I digunakan untuk meminta izin secara formal kepada atasan atau guru.
- Jawaban: C. I beg your pardon adalah frasa klasik untuk meminta pengulangan tanpa menyinggung pembicara.
- Jawaban: C. Memberikan alasan singkat setelah kata “but” membuat penolakan terdengar lebih tulus.
- Jawaban: C. Penggunaan struktur “Would you mind + V-ing” dianggap sebagai salah satu cara paling sopan dalam bahasa Inggris.
Pembahasan Dialog dan Transformasi
- Jawaban: B. Kata Certainly menunjukkan profesionalisme dan rasa hormat dalam lingkungan kerja.
- Jawaban: B. Frasa I’m afraid digunakan untuk mengawali pernyataan yang mungkin tidak menyenangkan bagi lawan bicara.8โ10. Kunci dari transformasi ini adalah mengubah kalimat perintah (imperative) menjadi kalimat tanya (interrogative) menggunakan modal verbs.
Kesimpulan: Tips Menjadi Lebih Sopan dalam Bahasa Inggris
Menjadi sopan tidak hanya tentang tata bahasa, tetapi juga tentang empati. Berikut adalah ringkasan singkat untuk diingat:
- Gunakan “Would” dan “Could”: Hindari “Will” dan “Can” untuk permintaan formal.
- Gunakan “Please” di tempat yang tepat: Jangan hanya di awal, meletakkannya di akhir kalimat juga sangat umum.
- Gunakan “I’m sorry” atau “I’m afraid”: Gunakan ini bahkan jika Anda tidak melakukan kesalahan, tetapi hanya untuk memperhalus situasi yang canggung.
- Perhatikan Intonasi: Kata-kata yang paling sopan sekalipun bisa terdengar kasar jika diucapkan dengan nada tinggi atau ketus.
Dengan melatih contoh-contoh soal di atas dan menerapkannya dalam percakapan sehari-hari, Anda akan merasa lebih percaya diri saat berinteraksi dalam berbagai situasi sosial maupun profesional.
Penulis : Nabila


Post Comment