Panduan Memahami Skedul Penagihan Piutang melalui Contoh Soal dan Jawaban

Panduan Memahami Skedul Penagihan Piutang melalui Contoh Soal dan Jawaban

Skedul penagihan piutang merupakan salah satu materi penting dalam akuntansi keuangan yang sering muncul dalam ujian sekolah, perguruan tinggi, maupun sertifikasi akuntansi. Banyak peserta didik merasa kesulitan bukan karena perhitungannya rumit, melainkan karena kurang memahami konsep dasar dan tujuan penyusunan skedul penagihan piutang. Oleh karena itu, panduan memahami skedul penagihan piutang melalui contoh soal dan jawaban sangat diperlukan agar materi ini dapat dikuasai secara menyeluruh.

Artikel ini membahas konsep inti, fungsi skedul penagihan piutang, langkah-langkah penyusunan, serta contoh soal lengkap dengan jawaban yang mudah dipahami.

Baca juga:Contoh Soal Cekung Bawah Lengkap dengan Pembahasan Mudah Dipahami

Pengertian Skedul Penagihan Piutang

Skedul penagihan piutang adalah daftar yang menyajikan piutang usaha berdasarkan umur piutang sejak tanggal jatuh tempo. Umur piutang menunjukkan berapa lama piutang belum tertagih dan menjadi indikator kualitas piutang perusahaan.

Semakin lama umur piutang, semakin besar risiko piutang tersebut tidak tertagih. Oleh karena itu, skedul penagihan piutang sangat penting dalam pengelolaan keuangan perusahaan.

🔖 Baca juga:
Panduan Lengkap dan Contoh Soal Inquiry Learning: Mengasah Kemampuan Berpikir Kritis Siswa

Fungsi Skedul Penagihan Piutang

Fungsi utama skedul penagihan piutang antara lain
mengontrol dan memantau piutang usaha
menjadi dasar penentuan cadangan kerugian piutang
menilai efektivitas kebijakan kredit perusahaan
membantu manajemen mengambil keputusan penagihan

Konsep Umur Piutang yang Harus Dipahami

Dalam praktik akuntansi, umur piutang biasanya dikelompokkan ke dalam beberapa kategori berikut
belum jatuh tempo
1 sampai 30 hari
31 sampai 60 hari
61 sampai 90 hari
lebih dari 90 hari

Pengelompokan ini bersifat fleksibel dan dapat disesuaikan dengan kebijakan perusahaan atau kebutuhan soal ujian.

Langkah Sistematis Menyusun Skedul Penagihan Piutang

Agar mudah dipahami, berikut langkah-langkah penyusunan skedul penagihan piutang.

Langkah pertama adalah mengumpulkan data piutang usaha dari buku besar atau daftar pelanggan.

Langkah kedua menentukan tanggal jatuh tempo masing-masing piutang.

Langkah ketiga menghitung umur piutang berdasarkan selisih antara tanggal laporan dan tanggal jatuh tempo.

Langkah keempat mengelompokkan piutang sesuai umur.

Langkah kelima menjumlahkan piutang pada setiap kelompok umur dan menghitung total piutang.

Baca juga:Dosen Universitas Teknokrat Indonesia Raih Hibah Pengembangan Modul Digital dari Kemendiktisaintek

Contoh Soal dan Jawaban Skedul Penagihan Piutang

Contoh Soal 1 Pemahaman Dasar

Perusahaan memiliki piutang usaha per 31 Desember sebagai berikut
Rp60.000.000 belum jatuh tempo
Rp30.000.000 terlambat 1–30 hari
Rp10.000.000 terlambat 31–60 hari

Susunlah skedul penagihan piutang.

Jawaban
Belum jatuh tempo Rp60.000.000
1–30 hari Rp30.000.000
31–60 hari Rp10.000.000

Total piutang Rp100.000.000

Contoh Soal 2 Analisis Umur Piutang

Data piutang pelanggan PT Makmur Sentosa adalah
Pelanggan A Rp20.000.000 terlambat 15 hari
Pelanggan B Rp15.000.000 terlambat 45 hari
Pelanggan C Rp25.000.000 belum jatuh tempo

Susunlah skedul penagihan piutang.

Jawaban
Belum jatuh tempo
Pelanggan C Rp25.000.000

1–30 hari
Pelanggan A Rp20.000.000

31–60 hari
Pelanggan B Rp15.000.000

Total piutang Rp60.000.000

Contoh Soal 3 Menentukan Cadangan Kerugian Piutang

PT Sejahtera memiliki piutang usaha Rp120.000.000 dengan rincian
Belum jatuh tempo Rp70.000.000
1–30 hari Rp30.000.000
31–60 hari Rp20.000.000

Jika estimasi piutang tak tertagih ditentukan
1–30 hari sebesar 5 persen
31–60 hari sebesar 10 persen

Hitung cadangan kerugian piutang.

Jawaban
Cadangan 1–30 hari
5 persen × Rp30.000.000 = Rp1.500.000

Cadangan 31–60 hari
10 persen × Rp20.000.000 = Rp2.000.000

Total cadangan kerugian piutang
Rp3.500.000

Contoh Soal 4 Studi Kasus Singkat

Perusahaan memiliki piutang usaha Rp90.000.000. Sebanyak Rp40.000.000 belum jatuh tempo dan sisanya telah melewati jatuh tempo. Jika cadangan piutang tak tertagih ditetapkan sebesar 6 persen untuk piutang terlambat, hitung cadangan piutang.

Jawaban
Piutang terlambat
Rp90.000.000 – Rp40.000.000 = Rp50.000.000

Cadangan piutang
6 persen × Rp50.000.000 = Rp3.000.000

Cara Menganalisis Skedul Penagihan Piutang

Analisis skedul penagihan piutang dilakukan dengan memperhatikan proporsi piutang yang telah melewati jatuh tempo. Jika sebagian besar piutang berada pada kelompok umur panjang, maka risiko piutang tak tertagih semakin besar.

Dalam soal ujian, analisis ini biasanya digunakan untuk menentukan besarnya cadangan piutang atau mengevaluasi kebijakan kredit.

Kesalahan yang Harus Dihindari

Kesalahan yang sering terjadi dalam memahami skedul penagihan piutang antara lain
salah menentukan umur piutang
tidak konsisten dalam pengelompokan
keliru menghitung persentase cadangan
tidak memeriksa kembali total perhitungan

Kesimpulan

Panduan memahami skedul penagihan piutang melalui contoh soal dan jawaban membantu peserta didik memahami konsep dasar hingga penerapannya dalam perhitungan. Dengan memahami langkah-langkah penyusunan dan sering berlatih mengerjakan soal, skedul penagihan piutang tidak lagi menjadi materi yang sulit, baik untuk ujian maupun praktik akuntansi.

Penulis:kiara salsabilla

Post Comment