Dalam dunia ekonomi industri, istilah kartel sering kali muncul sebagai bentuk kolaborasi antarperusahaan yang sebenarnya bersaing. Secara formal, kartel adalah sekelompok produsen yang membuat kesepakatan eksplisit untuk menentukan harga dan output guna memaksimalkan keuntungan gabungan.
baca juga: Latihan Soal Interval Konfidensi 95 Persen untuk Proporsi
Memahami model kartel bukan hanya soal teori monopoli, melainkan tentang bagaimana beberapa entitas bertindak sebagai satu kesatuan tunggal. Artikel ini akan membedah secara sistematis langkah-langkah menghitung keuntungan kartel disertai contoh soal yang relevan untuk memperdalam pemahaman Anda.
Apa Itu Model Kartel?
Model kartel merupakan salah satu bentuk dari pasar Oligopoli. Dalam skenario ini, perusahaan-perusahaan yang ada di pasar menyadari bahwa persaingan harga hanya akan menurunkan profitabilitas semua pihak. Oleh karena itu, mereka melakukan kolusi.
Tujuan utama kartel adalah menyamakan posisi pasar mereka dengan Monopoli. Dengan membatasi jumlah produksi (output), kartel dapat menaikkan harga pasar di atas tingkat persaingan sempurna, sehingga menciptakan surplus produsen yang lebih besar.
Karakteristik Utama Kartel
- Kolusi Eksplisit: Adanya perjanjian formal mengenai harga dan kuota produksi.
- Maksimisasi Keuntungan Bersama: Fokus utamanya bukan keuntungan individu per perusahaan, melainkan total profit grup.
- Pembagian Kuota: Setelah total output optimal ditentukan, setiap anggota diberi jatah produksi.
Cara Menghitung Keuntungan Kartel Secara Sistematis
Untuk menghitung keuntungan kartel, kita menggunakan pendekatan yang mirip dengan penentuan laba maksimum pada monopoli, namun dengan modifikasi pada sisi biaya produksi karena melibatkan lebih dari satu pabrik atau perusahaan.
Berikut adalah langkah-langkah sistematisnya:
1. Menentukan Fungsi Permintaan Pasar dan Pendapatan Marginal (MR)
Langkah pertama adalah mengidentifikasi fungsi permintaan pasar ($P = a – bQ$). Dari fungsi ini, kita menurunkan fungsi Marginal Revenue (MR). Secara matematis, jika fungsi permintaan linier, maka MR memiliki intersep yang sama namun dengan kemiringan dua kali lipat lebih curam.
$$MR = \frac{d(TR)}{dQ}$$
2. Menghitung Marginal Cost (MC) Gabungan
Karena kartel terdiri dari beberapa perusahaan (misalnya Perusahaan A dan Perusahaan B), masing-masing memiliki fungsi biaya sendiri ($MC_1$ dan $MC_2$). Kartel akan mengalokasikan produksi sedemikian rupa sehingga biaya marginal di setiap perusahaan adalah sama.
$$MC_{total} = MC_1 = MC_2$$
Secara teknis, kita harus menjumlahkan fungsi $MC$ secara horizontal (menjumlahkan $Q$ pada tingkat $MC$ yang sama).
3. Menetapkan Kondisi Keseimbangan ($MR = MC_{total}$)
Keuntungan maksimal kartel tercapai pada titik di mana pendapatan tambahan dari unit terakhir yang dijual sama dengan biaya tambahan untuk memproduksinya.
$$MR = MC_{total}$$
Dari persamaan ini, kita akan mendapatkan nilai $Q$ total (jumlah produksi seluruh anggota kartel).
4. Menentukan Harga Pasar ($P$)
Setelah $Q$ total ditemukan, masukkan nilai tersebut ke dalam fungsi permintaan pasar untuk mendapatkan harga jual yang akan ditetapkan oleh kartel.
5. Alokasi Produksi ke Tiap Anggota
Setelah mengetahui total produksi, kartel harus membagi tugas produksi kepada anggota. Aturannya: setiap perusahaan harus beroperasi pada tingkat di mana $MC$ individu mereka sama dengan $MR$ gabungan.
6. Menghitung Total Keuntungan (Profit)
Keuntungan dihitung dengan rumus standar:
$$\pi = (P \times Q) – Total Cost$$
Contoh Soal Model Kartel
Mari kita terapkan langkah-langkah di atas ke dalam sebuah kasus konkret.
Skenario Kasus
Misalkan dalam sebuah pasar hanya terdapat dua perusahaan besar (Duopoli) yang sepakat membentuk kartel.
- Fungsi permintaan pasar: $P = 100 – 0.5Q$
- Fungsi biaya Perusahaan 1: $C_1 = 5Q_1$
- Fungsi biaya Perusahaan 2: $C_2 = 0.5Q_2^2$
Pertanyaan:
- Hitunglah total output yang diproduksi kartel.
- Berapakah harga yang ditetapkan oleh kartel?
- Bagaimana pembagian produksi antara Perusahaan 1 dan Perusahaan 2?
- Hitunglah total keuntungan yang diperoleh kartel.
Jawaban dan Penyelesaian Sistematis
Langkah 1: Mencari Marginal Revenue (MR)
Total Revenue ($TR$) adalah $P \times Q$.
$$TR = (100 – 0.5Q) \times Q = 100Q – 0.5Q^2$$
Maka, $MR$ adalah turunan dari $TR$:
$$MR = 100 – Q$$
Langkah 2: Mencari Marginal Cost (MC) Tiap Perusahaan
- $MC_1 = \frac{dC_1}{dQ_1} = 5$
- $MC_2 = \frac{dC_2}{dQ_2} = Q_2$
Langkah 3: Menentukan Keseimbangan ($MR = MC$)
Dalam kartel yang efisien, produksi dialokasikan sedemikian rupa sehingga $MC_1 = MC_2 = MR$.
Namun, perhatikan bahwa $MC_1$ adalah konstan di angka 5. Ini berarti kartel tidak akan memproduksi di Perusahaan 2 jika $MC_2$ lebih besar dari 5, karena lebih murah memproduksi di Perusahaan 1.
Tetapi untuk latihan ini, mari kita asumsikan mereka menggunakan kedua sumber daya hingga $MC$ keduanya setara.
$MC_{gabungan}$ ditentukan dari $MC_1 = 5$ dan $MC_2 = Q_2$.
Agar keuntungan maksimal, kartel menetapkan:
$$MR = MC_1 \Rightarrow 100 – Q = 5$$
$$Q = 95$$
Langkah 4: Menentukan Harga
Masukkan $Q = 95$ ke fungsi permintaan:
$$P = 100 – 0.5(95)$$
$$P = 100 – 47.5$$
$$P = 52.5$$
Langkah 5: Pembagian Produksi
Karena $MC_1 = 5$ (konstan), perusahaan 2 hanya akan diminta memproduksi hingga $MC_2$ mencapai 5.
$$Q_2 = 5$$
Sisa produksi diambil oleh Perusahaan 1:
$$Q_1 = Q_{total} – Q_2 = 95 – 5 = 90$$
Langkah 6: Menghitung Keuntungan
Biaya Total ($TC$):
- $TC_1 = 5(90) = 450$
- $TC_2 = 0.5(5^2) = 12.5$
- $TC_{total} = 462.5$
Total Pendapatan ($TR$):
- $TR = P \times Q = 52.5 \times 95 = 4,987.5$
Keuntungan ($\pi$):
$$\pi = 4,987.5 – 462.5 = 4,525$$
Analisis Mengapa Kartel Sering Mengalami Kegagalan
Meskipun secara hitungan matematis kartel sangat menguntungkan, dalam praktiknya mereka sulit dipertahankan. Berikut beberapa alasannya:
1. Insentif untuk Curang (Cheating)
Setiap anggota memiliki godaan untuk memproduksi sedikit lebih banyak dari kuota yang disepakati. Jika harga pasar tinggi ($P > MC$), menambah produksi akan meningkatkan laba individu secara drastis selama anggota lain tetap patuh pada kuota.
2. Masalah Hukum
Di banyak negara, termasuk Indonesia (melalui KPPU), kartel adalah ilegal karena merugikan konsumen dengan harga tinggi dan pilihan yang terbatas.
3. Hambatan Masuk
Jika kartel sukses menaikkan harga, perusahaan baru akan tertarik masuk ke pasar. Jika kartel tidak bisa menghalangi pemain baru, kekuatan pasar mereka akan tergerus.
Kesimpulan
Model kartel menunjukkan bagaimana kolaborasi antarperusahaan dapat menciptakan kekuatan monopoli yang memaksimalkan profit melalui kontrol output dan harga. Perhitungan secara sistematis memerlukan pemahaman mendalam tentang penggabungan biaya marginal dan analisis pendapatan marginal pasar.
penulis: ridho


Post Comment