Latihan Soal UKOM Nifas dan Menyusui untuk Persiapan Uji Kompetensi Bidan

Latihan Soal UKOM Nifas dan Menyusui untuk Persiapan Uji Kompetensi Bidan

Persiapan menghadapi Uji Kompetensi (UKOM) merupakan fase krusial bagi setiap mahasiswa kebidanan maupun bidan yang ingin mendapatkan Surat Tanda Registrasi (STR). Salah satu departemen yang memiliki bobot soal cukup besar adalah Asuhan Kebidanan pada Masa Nifas dan Menyusui. Materi ini tidak hanya menguji hafalan teori, tetapi juga ketajaman analisis klinis bidan dalam menangani komplikasi pascapersalinan.

baca juga : Latihan Soal Try Out UKOM Kebidanan 2026: Fokus Materi Kehamilan, Persalinan, dan Nifas

Artikel ini disusun sebagai simulasi latihan soal UKOM yang komprehensif, mencakup manajemen laktasi, deteksi dini kegawatdaruratan nifas, hingga asuhan psikososial. Dengan memahami pola soal Vignette (kasus), Anda akan lebih siap menghadapi ujian yang sesungguhnya.

Strategi Menjawab Soal UKOM Kebidanan

Sebelum masuk ke latihan soal, penting untuk memahami strategi “S-P-I-E” dalam menjawab soal kasus:

  1. S (Subjektif): Perhatikan keluhan utama pasien (misal: pusing, payudara bengkak, atau perdarahan).
  2. P (Pemeriksaan): Fokus pada data objektif seperti tekanan darah, kontraksi uterus, dan suhu tubuh.
  3. I (Interpretasi): Tentukan diagnosa atau masalah yang sedang terjadi.
  4. E (Eksekusi): Pilih tindakan segera atau rencana asuhan yang paling tepat sesuai kewenangan bidan.

Kumpulan Soal UKOM Nifas dan Menyusui

Soal 1: Deteksi Dini Hemorrhage Postpartum (HPP) Sekunder

Seorang perempuan, umur 25 tahun, P2A0, nifas 10 hari, datang ke BPM dengan keluhan keluar darah segar dari kemaluannya sejak 2 jam yang lalu. Hasil pemeriksaan: TD 100/70 mmHg, N 88x/menit, S 37ยฐC, TFU teraba pertengahan pusat-simfisis, kontraksi uterus lembek, tampak pengeluaran darah merah segar (lochia rubra).

🔖 Baca juga:
Panduan Lengkap dan Contoh Soal Mandiri UNRAM 2025 Seleksi Jalur Prestasi & Ujian Tulis

Apakah diagnosa yang paling tepat pada kasus tersebut? A. Subinvolusi Uteri B. Involusi Uteri Normal C. Atonia Uteri D. Retensio Plasenta E. Laserasi Jalan Lahir

Kunci Jawaban: A. Subinvolusi Uteri Pembahasan: Pada hari ke-10, seharusnya TFU sudah tidak teraba di atas simfisis dan lochia yang keluar seharusnya adalah lochia serosa (kekuningan). Jika TFU masih tinggi dan darah masih merah segar (rubra), maka terjadi kegagalan uterus untuk mengecil kembali ke bentuk semula yang disebut subinvolusi.


Soal 2: Manajemen Laktasi (Bendungan Payudara)

Seorang perempuan, umur 23 tahun, P1A0, nifas 4 hari, datang ke klinik dengan keluhan payudara terasa bengkak, nyeri, dan tegang. Hasil pemeriksaan: S 37,5ยฐC, payudara tampak mengkilap, merah, dan saat dipalpasi terasa keras serta nyeri tekan. Bayi sulit menyusu karena puting terasa sangat kencang.

Apakah asuhan segera yang paling tepat pada kasus tersebut? A. Memberikan antibiotik dosis tinggi B. Memberikan kompres dingin dan menganjurkan tetap menyusui C. Menganjurkan ibu untuk berhenti menyusui sementara D. Melakukan insisi pada payudara E. Memberikan kompres hangat, masase payudara, dan menyusui sesering mungkin

Kunci Jawaban: E. Memberikan kompres hangat, masase payudara, dan menyusui sesering mungkin Pembahasan: Keluhan tersebut merujuk pada Bendungan Payudara (Breast Engorgement). Penanganan utamanya adalah mengosongkan payudara. Kompres hangat membantu melancarkan aliran ASI, sedangkan masase membantu merangsang refleks oksitosin.


Soal 3: Infeksi Masa Nifas

Seorang perempuan, umur 28 tahun, P3A0, nifas 6 hari, mengeluh badannya panas dingin dan perut bagian bawah terasa nyeri. Hasil pemeriksaan: TD 110/70 mmHg, S 39ยฐC, N 92x/menit, TFU setinggi pusat, kontraksi lembek, lochia berbau busuk (foul-smelling).

Apakah diagnosa yang paling mungkin untuk kasus di atas? A. Mastitis B. Metritis (Endometritis) C. Peritonitis D. Sistitis E. Abses Pelvis

Kunci Jawaban: B. Metritis (Endometritis) Pembahasan: Gejala trias (demam tinggi, nyeri perut bawah, dan lochia berbau) setelah persalinan adalah tanda khas infeksi pada dinding rahim atau endometritis/metritis. TFU yang masih tinggi (setinggi pusat) menunjukkan involusi terganggu akibat infeksi.


Soal 4: Adaptasi Psikososial Masa Nifas

Seorang perempuan, umur 20 tahun, P1A0, nifas 3 hari di RS. Ibu tampak sering menangis, merasa tidak mampu merawat bayinya, dan merasa sedih tanpa alasan yang jelas. Ibu mengatakan merasa lelah namun sulit tidur. Hasil pemeriksaan fisik dalam batas normal.

Apakah fase adaptasi psikologis yang sedang dialami ibu tersebut? A. Letting Go B. Taking Hold C. Postpartum Blues D. Depresi Postpartum E. Psikosis Postpartum

Kunci Jawaban: C. Postpartum Blues Pembahasan: Gejala menangis dan sedih tanpa sebab yang terjadi pada hari-hari awal (puncaknya hari ke-3 sampai ke-5) disebut Postpartum Blues. Ini adalah fase transisi emosional yang umum. Jika menetap lebih dari 2 minggu, baru dikategorikan sebagai Depresi Postpartum.


Soal 5: Komunikasi Interpersonal dalam Menyusui

Seorang perempuan, umur 30 tahun, P2A0, nifas 14 hari, mengeluh ASI-nya sedikit dan bayinya selalu rewel. Ibu merasa tidak percaya diri bisa memberikan ASI eksklusif karena merasa payudaranya kecil.

Manakah respon empati bidan yang paling tepat untuk memotivasi ibu? A. “Ibu jangan khawatir, besar kecil payudara tidak mempengaruhi produksi ASI.” B. “Susu formula sekarang sudah bagus, bu, kalau memang ASI-nya sedikit.” C. “Ibu harus makan banyak sayur supaya ASI-nya lancar.” D. “Saya mengerti kekhawatiran ibu, mari kita periksa posisi menyusui agar bayi mendapatkan cukup ASI.” E. “Coba ibu minum jamu pelancar ASI saja.”

Kunci Jawaban: D. “Saya mengerti kekhawatiran ibu, mari kita periksa posisi menyusui agar bayi mendapatkan cukup ASI.” Pembahasan: Dalam UKOM, komunikasi yang dipilih harus mengandung unsur validasi perasaan pasien (empati) dan menawarkan solusi klinis yang edukatif (cek posisi menyusui).

baca juga : Mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia, Kampus Favorit di Lampung, Luncurkan C-MOTTO, Aplikasi Jasa Mekanik Online di Academic Expo 2026


Kesimpulan dan Tips Sukses UKOM

Menguasai asuhan nifas dan menyusui memerlukan pemahaman tentang perubahan fisiologis yang normal vs patologis. Ingatlah tabel waktu involusi uteri, jenis-jenis lochia, serta tanda-tanda bahaya nifas. Latihan soal secara rutin akan mempertajam kemampuan analisis Anda terhadap “kata kunci” dalam setiap soal kasus.

penulis :dinda

Post Comment