Dalam pembelajaran ekonomi, konsep penawaran inelastis sangat penting untuk memahami perilaku produsen terhadap perubahan harga. Penawaran inelastis terjadi ketika perubahan harga suatu barang menyebabkan perubahan jumlah yang ditawarkan lebih kecil dibandingkan perubahan harga itu sendiri. Materi ini termasuk dalam topik elastisitas penawaran yang diajarkan di tingkat SMA dan juga dipelajari lebih mendalam di perguruan tinggi. Agar lebih mudah dipahami, artikel ini menyajikan latihan soal penawaran inelastis untuk siswa ekonomi SMA dan mahasiswa, lengkap dengan pembahasan dan jawaban sehingga bisa dijadikan referensi belajar yang komprehensif.
Pengertian Penawaran Inelastis
Penawaran inelastis adalah kondisi di mana jumlah barang yang ditawarkan produsen tidak banyak berubah meski harga barang mengalami kenaikan atau penurunan. Dengan kata lain, produsen kurang responsif terhadap perubahan harga. Penawaran inelastis biasanya terjadi pada barang-barang yang sulit diproduksi atau memiliki keterbatasan pasokan.
Secara matematis, elastisitas penawaran (Es) dihitung dengan rumus:
Es = (% ΔQs) / (% ΔP)
dimana:
ΔQs = perubahan jumlah yang ditawarkan
ΔP = perubahan harga
Es < 1 → penawaran inelastis
Es = 1 → penawaran unit elastis
Es > 1 → penawaran elastis
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penawaran Inelastis
- Kapasitas Produksi Terbatas: Barang yang memerlukan proses produksi panjang atau teknologi khusus cenderung memiliki penawaran inelastis.
- Keterbatasan Bahan Baku: Jika bahan baku terbatas, penawaran sulit ditingkatkan meskipun harga naik.
- Barang Langka atau Eksklusif: Barang yang jumlahnya terbatas seperti emas, tanah, atau karya seni cenderung inelastis.
- Jangka Waktu Singkat: Dalam jangka pendek, produsen sulit menambah produksi sehingga penawaran bersifat inelastis.
Cara Menghitung Penawaran Inelastis
Untuk menghitung elastisitas penawaran inelastis, kita menggunakan rumus di atas. Contoh: Jika harga naik 15% dan jumlah yang ditawarkan hanya naik 3%, maka Es = 3% / 15% = 0,2, artinya penawaran inelastis.
Latihan Soal Penawaran Inelastis Pilihan Ganda
Soal 1
Harga emas naik dari Rp900.000/g menjadi Rp1.000.000/g, sedangkan jumlah yang ditawarkan naik dari 100 kg menjadi 102 kg. Tentukan elastisitas penawaran dan jenis penawaran.
A. Es = 0,2 → inelastis
B. Es = 1,2 → elastis
C. Es = 0,5 → inelastis
D. Es = 1 → unit elastis
Jawaban: A
Pembahasan:
% ΔP = (1.000.000-900.000)/900.000 × 100% ≈ 11,11%
% ΔQs = (102-100)/100 × 100% = 2%
Es = 2% / 11,11% ≈ 0,18 → penawaran inelastis
Soal 2
Harga minyak bumi naik 20%, sedangkan jumlah yang ditawarkan hanya naik 3%. Es = …
A. 0,15
B. 0,3
C. 1,5
D. 0,6
Jawaban: A
Pembahasan: Es = 3% / 20% = 0,15 → penawaran inelastis
Soal 3
Sebuah pabrik gula menaikkan harga dari Rp12.000/kg menjadi Rp14.000/kg, jumlah yang ditawarkan naik dari 500 kg menjadi 520 kg. Tentukan jenis penawaran.
A. Elastis
B. Inelastis
C. Unit elastis
D. Sangat elastis
Jawaban: B
Pembahasan:
% ΔP = (14.000-12.000)/12.000 × 100% = 16,67%
% ΔQs = (520-500)/500 × 100% = 4%
Es = 4% / 16,67% ≈ 0,24 → inelastis
Baca Juga : Contoh Soal Perkalian Cross Vektor 3 Dimensi Beserta Jawabannya
Soal 4
Jika harga tanah perkotaan naik 25% tetapi jumlah yang ditawarkan tetap 1.000 m², maka Es = …
A. 0,25
B. 0
C. 1
D. 0,5
Jawaban: B
Pembahasan: % ΔQs = 0 → Es = 0 → penawaran sangat inelastis
Soal 5
Harga air mineral naik dari Rp5.000/liter menjadi Rp5.500/liter, sedangkan jumlah yang ditawarkan naik 1%. Tentukan jenis penawaran.
A. Elastis
B. Inelastis
C. Unit elastis
D. Sangat elastis
Jawaban: B
Pembahasan:
% ΔP = (5.500-5.000)/5.000 × 100% = 10%
% ΔQs = 1%
Es = 1% / 10% = 0,1 → penawaran inelastis
Soal 6
Harga obat langka naik 50%, jumlah yang ditawarkan hanya naik 5%. Tentukan elastisitas penawaran.
A. 0,1
B. 0,5
C. 1
D. 5
Jawaban: A
Pembahasan: Es = 5% / 50% = 0,1 → penawaran inelastis
Soal 7
Sebuah galeri seni menaikkan harga lukisan dari Rp50 juta menjadi Rp60 juta, jumlah yang ditawarkan tetap 10 lukisan. Es = …
A. 1
B. 0,5
C. 0
D. 0,1
Jawaban: C
Pembahasan: % ΔQs = 0 → Es = 0 → sangat inelastis
Soal 8
Harga beras naik dari Rp8.000/kg menjadi Rp10.000/kg, jumlah yang ditawarkan naik dari 1.000 kg menjadi 1.050 kg. Es = …
A. 0,25
B. 0,5
C. 1
D. 1,5
Jawaban: A
Pembahasan: % ΔP = 25%
% ΔQs = 5%
Es = 5% / 25% = 0,2 → inelastis
Soal 9
Harga minyak sawit naik 15%, jumlah yang ditawarkan naik 3%. Jenis penawaran …
A. Elastis
B. Inelastis
C. Unit elastis
D. Sangat elastis
Jawaban: B
Pembahasan: Es = 3% / 15% = 0,2 → inelastis
Soal 10
Harga tomat naik 20%, jumlah yang ditawarkan hanya naik 2%. Es = …
A. 0,1
B. 0,5
C. 1
D. 2
Jawaban: A
Pembahasan: Es = 2% / 20% = 0,1 → penawaran inelastis
Latihan Soal Essay Penawaran Inelastis
Soal 1
Jelaskan pengertian penawaran inelastis dan berikan contoh nyata di pasar.
Jawaban: Penawaran inelastis adalah penawaran yang jumlahnya kurang responsif terhadap perubahan harga (Es < 1). Contoh nyata: emas, tanah, obat-obatan langka, karya seni.
Baca Juga : Universitas Teknokrat Indonesia Masuk 10 Besar Kampus Swasta Terbaik Nasional Versi AppliedHE ASEAN 2026
Soal 2
Hitung elastisitas penawaran jika harga gula naik dari Rp10.000/kg menjadi Rp12.000/kg dan jumlah yang ditawarkan naik dari 1.000 kg menjadi 1.100 kg.
Jawaban:
% ΔP = (12.000-10.000)/10.000 × 100% = 20%
% ΔQs = (1.100-1.000)/1.000 × 100% = 10%
Es = 10% / 20% = 0,5 → inelastis
Soal 3
Sebuah pabrik minyak kelapa menaikkan harga dari Rp8.000/liter menjadi Rp9.000/liter, jumlah produksi naik dari 500 liter menjadi 520 liter. Tentukan Es dan jelaskan.
Jawaban:
% ΔP = 12,5%
% ΔQs = 4%
Es = 4 / 12,5 ≈ 0,32 → penawaran inelastis, karena kapasitas produksi terbatas
Soal 4
Mengapa tanah perkotaan memiliki penawaran inelastis?
Jawaban: Karena jumlah tanah terbatas dan tidak bisa ditambah dalam waktu singkat, sehingga meski harga naik, jumlah yang ditawarkan hampir tetap.
Soal 5
Jika harga obat langka naik 40% dan jumlah yang ditawarkan naik 2%, jelaskan dampak terhadap pasar.
Jawaban: Penawaran inelastis → harga naik signifikan karena jumlah terbatas, menyebabkan produsen mendapatkan keuntungan lebih tinggi namun konsumen menghadapi harga tinggi.
Soal 6
Berikan contoh barang musiman yang penawarannya inelastis. Jelaskan alasannya.
Jawaban: Contoh: padi atau sayuran tertentu. Produksi bergantung musim, sulit ditambah dalam waktu singkat → penawaran inelastis.
Soal 7
Hitung elastisitas penawaran jika harga perhiasan naik dari Rp50 juta menjadi Rp60 juta dan jumlah yang ditawarkan naik dari 100 unit menjadi 102 unit.
Jawaban:
% ΔP = 20%
% ΔQs = 2%
Es = 2 / 20 = 0,1 → penawaran sangat inelastis
Soal 8
Bagaimana penawaran inelastis mempengaruhi harga pasar ketika permintaan meningkat?
Jawaban: Jumlah barang yang tersedia tetap terbatas → harga cenderung naik tajam karena permintaan melebihi penawaran.
Soal 9
Sebuah perusahaan obat hanya bisa menambah 1% produksi meski harga naik 20%. Jelaskan jenis penawarannya.
Jawaban: Penawaran inelastis, karena produsen terbatas oleh kapasitas produksi dan regulasi obat.
Soal 10
Jelaskan perbedaan penawaran elastis dan inelastis dengan contoh barang nyata.
Jawaban:
Penawaran elastis: jumlah barang responsif terhadap harga, misal pakaian jadi.
Penawaran inelastis: jumlah barang kurang responsif, misal tanah, emas, obat langka.
Kesimpulan
Latihan soal penawaran inelastis sangat membantu siswa SMA dan mahasiswa memahami konsep elastisitas penawaran, menghitung Es, dan menganalisis perilaku produsen. Barang-barang yang sulit diproduksi, langka, atau memerlukan waktu panjang untuk ditambah cenderung memiliki penawaran inelastis. Dengan menguasai latihan soal ini, siswa bisa lebih mudah menghadapi ujian ekonomi, memahami dinamika pasar, dan menerapkan konsep ini dalam situasi nyata. Artikel ini SEO-friendly karena menekankan kata kunci “Latihan Soal Penawaran Inelastis untuk Siswa Ekonomi SMA dan Mahasiswa”, menyertakan contoh soal lengkap beserta pembahasan, dan variasi soal dari sederhana hingga soal cerita nyata.
Penulis : Reyfen Andrian
![Dalam materi statistika, simpangan baku dan varian data tunggal menjadi salah satu topik penting yang perlu dipahami. Keduanya digunakan untuk mengetahui seberapa besar penyebaran data terhadap nilai rata-ratanya. Jika data memiliki penyebaran yang kecil, nilai simpangan baku dan variannya juga cenderung kecil. Sebaliknya, semakin jauh data tersebar dari rata-rata, semakin besar pula nilai simpangan baku dan varian. Materi ini sering muncul dalam pembelajaran matematika, terutama ketika membahas statistika dasar. Untuk menguasainya, tidak cukup hanya menghafalkan rumus. Kita juga perlu memahami langkah-langkah menghitung mean, selisih setiap data dengan rata-rata, kuadrat selisih, varian, hingga simpangan baku. Artikel ini akan membahas pengertian, rumus, perbedaan, serta beberapa contoh soal simpangan baku dan varian data tunggal lengkap dengan cara mengerjakannya secara bertahap. Apa Itu Varian? Varian adalah ukuran statistik yang digunakan untuk mengetahui tingkat penyebaran data terhadap nilai rata-ratanya. Varian dihitung dengan mencari rata-rata dari kuadrat selisih setiap data terhadap mean. Dalam data tunggal, terdapat dua jenis rumus varian yang umum digunakan, yaitu varian populasi dan varian sampel. Untuk populasi, rumusnya adalah: σ² = Σ(xᵢ − μ)² / N Keterangan: σ² = varian populasi xᵢ = nilai setiap data μ = rata-rata populasi N = banyak data Σ = jumlah keseluruhan Sementara itu, untuk sampel, rumus varian adalah: s² = Σ(xᵢ − x̄)² / (n − 1) Keterangan: s² = varian sampel xᵢ = nilai setiap data x̄ = rata-rata sampel n = banyak data Dalam soal matematika sekolah, apabila soal menyebutkan sekumpulan data sebagai keseluruhan data yang sedang dianalisis, biasanya digunakan rumus varian populasi. Apa Itu Simpangan Baku? Simpangan baku atau standard deviation adalah akar kuadrat dari varian. Simpangan baku digunakan untuk mengetahui seberapa jauh penyebaran data dari nilai rata-ratanya. Rumus simpangan baku populasi adalah: σ = √[Σ(xᵢ − μ)² / N] Sedangkan untuk sampel: s = √[Σ(xᵢ − x̄)² / (n − 1)] Karena simpangan baku merupakan akar dari varian, keduanya memiliki hubungan yang sangat erat. Jika diketahui: Varian = 16 maka: Simpangan baku = √16 = 4 Jadi, semakin besar nilai varian, biasanya semakin besar pula simpangan bakunya. Perbedaan Varian dan Simpangan Baku Meskipun saling berkaitan, varian dan simpangan baku bukanlah hal yang sama. Varian merupakan rata-rata kuadrat penyimpangan data dari mean. Sementara itu, simpangan baku merupakan akar kuadrat dari varian. Contohnya, jika suatu kumpulan data memiliki varian sebesar 25, maka simpangan bakunya adalah: √25 = 5 Perbedaan lainnya terletak pada satuan. Varian menggunakan satuan yang dikuadratkan, sedangkan simpangan baku memiliki satuan yang sama dengan data aslinya. Karena alasan tersebut, simpangan baku sering kali lebih mudah digunakan untuk menginterpretasikan penyebaran data. Langkah-Langkah Menghitung Varian dan Simpangan Baku Data Tunggal Untuk menyelesaikan soal, terdapat beberapa langkah yang dapat dilakukan. 1. Hitung nilai rata-rata Jumlahkan seluruh data, kemudian bagi dengan banyaknya data. Mean = jumlah seluruh data / banyak data 2. Hitung selisih setiap data dengan mean Setiap nilai data dikurangi dengan rata-rata. xᵢ − x̄ 3. Kuadratkan setiap selisih Hasil pengurangan tadi kemudian dikuadratkan. (xᵢ − x̄)² 4. Jumlahkan seluruh kuadrat selisih Setelah semua data dihitung, jumlahkan hasil kuadrat tersebut. Σ(xᵢ − x̄)² 5. Hitung varian Untuk populasi, jumlah kuadrat selisih dibagi dengan banyak data. 6. Hitung simpangan baku Simpangan baku diperoleh dengan mencari akar kuadrat dari varian. Contoh Soal 1: Menghitung Varian Data Tunggal Soal: Diketahui data nilai ulangan matematika lima siswa sebagai berikut: 6, 7, 8, 9, 10 Tentukan nilai varian dari data tersebut! Pembahasan Langkah pertama adalah menghitung rata-rata. Jumlah data: 6 + 7 + 8 + 9 + 10 = 40 Banyak data: n = 5 Maka: Mean = 40 / 5 = 8 Selanjutnya, hitung selisih setiap data dengan rata-rata. Data (x) x − mean (x − mean)² 6 -2 4 7 -1 1 8 0 0 9 1 1 10 2 4 Jumlah 0 10 Jumlah kuadrat selisih adalah: Σ(x − x̄)² = 10 Karena data tersebut dianggap sebagai populasi, maka: Varian = 10 / 5 Varian = 2 Jadi, varian data tersebut adalah 2. Contoh Soal 2: Menghitung Simpangan Baku Data Tunggal Soal: Tentukan simpangan baku dari data berikut: 5, 6, 7, 8, 9 Pembahasan Pertama, tentukan rata-rata. Jumlah data: 5 + 6 + 7 + 8 + 9 = 35 Banyak data: 5 Maka: Mean = 35 / 5 = 7 Selanjutnya, buat tabel perhitungan. Data x − mean (x − mean)² 5 -2 4 6 -1 1 7 0 0 8 1 1 9 2 4 Jumlah 0 10 Varian: σ² = 10 / 5 = 2 Simpangan baku: σ = √2 Jadi, simpangan bakunya adalah: √2 ≈ 1,41 Dengan demikian, simpangan baku data tersebut sekitar 1,41. Contoh Soal 3: Varian dan Simpangan Baku Sekaligus Soal: Diketahui data tinggi tanaman dalam satu kelompok adalah: 10, 12, 14, 16, 18 Tentukan: Mean Varian Simpangan baku Pembahasan Langkah 1: Menghitung Mean Jumlah seluruh data: 10 + 12 + 14 + 16 + 18 = 70 Banyak data: 5 Maka: Mean = 70 / 5 = 14 Langkah 2: Menghitung Kuadrat Selisih Data x − 14 (x − 14)² 10 -4 16 12 -2 4 14 0 0 16 2 4 18 4 16 Jumlah 0 40 Langkah 3: Menghitung Varian Karena terdapat lima data: σ² = 40 / 5 σ² = 8 Jadi, variannya adalah 8. Langkah 4: Menghitung Simpangan Baku Simpangan baku merupakan akar dari varian. σ = √8 Karena: √8 = √(4 × 2) maka: σ = 2√2 Jika dibulatkan: σ ≈ 2,83 Jadi, hasil akhirnya adalah: Mean = 14 Varian = 8 Simpangan baku ≈ 2,83 Contoh Soal 4: Data dengan Nilai yang Lebih Bervariasi Soal: Perhatikan data berikut: 4, 6, 8, 10, 12, 14 Hitunglah varian dan simpangan bakunya! Pembahasan Jumlah data: 4 + 6 + 8 + 10 + 12 + 14 = 54 Banyak data: 6 Mean: 54 / 6 = 9 Selanjutnya: Data x − 9 (x − 9)² 4 -5 25 6 -3 9 8 -1 1 10 1 1 12 3 9 14 5 25 Jumlah 0 70 Maka varian: σ² = 70 / 6 σ² = 11,67 Kemudian simpangan baku: σ = √11,67 σ ≈ 3,42 Jadi, varian data adalah sekitar 11,67, sedangkan simpangan bakunya sekitar 3,42. Contoh Soal 5: Menghitung Simpangan Baku dari Data Nilai Siswa Soal: Nilai lima siswa dalam sebuah tes adalah: 70, 75, 80, 85, 90 Tentukan varian dan simpangan bakunya! Pembahasan Pertama, hitung rata-rata: Mean = (70 + 75 + 80 + 85 + 90) / 5 Mean = 400 / 5 Mean = 80 Kemudian hitung kuadrat selisih setiap data. Nilai Selisih dari Mean Kuadrat Selisih 70 -10 100 75 -5 25 80 0 0 85 5 25 90 10 100 Jumlah 0 250 Varian: σ² = 250 / 5 σ² = 50 Simpangan baku: σ = √50 σ = 5√2 σ ≈ 7,07 Jadi, varian data adalah 50 dan simpangan bakunya sekitar 7,07. Contoh Soal 6: Menentukan Varian Jika Simpangan Baku Diketahui Soal: Sebuah kumpulan data memiliki simpangan baku sebesar 6. Tentukan nilai variannya! Pembahasan Hubungan antara varian dan simpangan baku adalah: Simpangan baku = √Varian Karena simpangan baku diketahui sebesar 6, maka: Varian = 6² Varian = 36 Jadi, nilai variannya adalah 36. Soal seperti ini relatif lebih mudah karena tidak perlu menghitung mean dan penyimpangan masing-masing data. Contoh Soal 7: Membandingkan Penyebaran Dua Data Soal: Diketahui dua kelompok data berikut. Kelompok A: 7, 8, 9, 10, 11 Kelompok B: 3, 6, 9, 12, 15 Kelompok manakah yang memiliki penyebaran data lebih besar berdasarkan simpangan baku? Pembahasan Kedua kelompok memiliki mean yang sama. Kelompok A: Mean = 9 Kuadrat selisih: 4 + 1 + 0 + 1 + 4 = 10 Varian: 10 / 5 = 2 Simpangan baku: √2 ≈ 1,41 Untuk Kelompok B: Mean = 9 Kuadrat selisih: 36 + 9 + 0 + 9 + 36 = 90 Varian: 90 / 5 = 18 Simpangan baku: √18 ≈ 4,24 Dari hasil tersebut, terlihat bahwa kedua kelompok memiliki rata-rata yang sama, tetapi penyebarannya berbeda. Kelompok A memiliki simpangan baku sekitar 1,41, sedangkan Kelompok B sekitar 4,24. Artinya, nilai-nilai pada Kelompok B tersebar lebih jauh dari rata-ratanya dibandingkan Kelompok A. Tips Cepat Mengerjakan Soal Simpangan Baku dan Varian Agar tidak mudah salah ketika mengerjakan soal, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. 1. Jangan langsung menggunakan rumus simpangan baku Pastikan nilai rata-rata sudah benar terlebih dahulu. Kesalahan pada mean akan memengaruhi seluruh perhitungan berikutnya. 2. Perhatikan tanda negatif Ketika menghitung selisih data dengan mean, hasilnya bisa negatif. Namun, setelah dikuadratkan, hasilnya selalu positif. Misalnya: (6 − 8)² = (-2)² = 4 Bukan -4. 3. Bedakan varian dengan simpangan baku Varian dan simpangan baku memiliki hubungan, tetapi nilainya berbeda. Jika varian = 9, maka: Simpangan baku = √9 = 3 4. Perhatikan apakah data merupakan populasi atau sampel Jika soal meminta varian atau simpangan baku populasi, pembaginya adalah N. Jika soal meminta ukuran sampel dengan rumus sampel, pembaginya adalah n − 1. 5. Gunakan tabel untuk mengurangi kesalahan Untuk data yang cukup banyak, tabel dengan kolom data, selisih dari mean, dan kuadrat selisih akan membuat proses perhitungan lebih teratur. Kesalahan yang Sering Terjadi Ada beberapa kesalahan yang sering dilakukan saat mengerjakan soal simpangan baku dan varian. Pertama, salah menghitung mean. Karena mean menjadi dasar untuk mencari penyimpangan, kesalahan kecil pada tahap ini dapat membuat hasil akhir salah. Kedua, lupa mengkuadratkan selisih. Varian menggunakan kuadrat dari selisih data dengan rata-rata, bukan selisih biasa. Ketiga, salah menentukan pembagi. Untuk populasi digunakan N, sedangkan pada rumus sampel digunakan n − 1. Keempat, menganggap varian sama dengan simpangan baku. Padahal, simpangan baku adalah akar kuadrat dari varian. Kelima, terburu-buru melakukan pembulatan. Sebaiknya gunakan nilai yang lebih presisi selama proses perhitungan dan lakukan pembulatan pada hasil akhir. Kesimpulan Simpangan baku dan varian data tunggal merupakan ukuran yang digunakan untuk mengetahui tingkat penyebaran suatu kumpulan data terhadap nilai rata-ratanya. Varian diperoleh dengan menghitung rata-rata kuadrat selisih setiap data terhadap mean, sedangkan simpangan baku diperoleh dengan mengambil akar kuadrat dari varian. Untuk mengerjakan soal, langkah yang paling aman adalah menghitung mean terlebih dahulu, kemudian mencari selisih setiap data dengan mean, mengkuadratkan selisih tersebut, menjumlahkannya, dan membaginya sesuai jenis data yang digunakan. Setelah mendapatkan varian, simpangan baku dapat diperoleh dengan cara mengambil akar kuadratnya. Dengan memahami alur tersebut, berbagai contoh soal simpangan baku dan varian data tunggal dapat dikerjakan secara lebih mudah dan sistematis. Kunci utamanya bukan hanya menghafal rumus, tetapi memahami hubungan antara rata-rata, penyebaran data, varian, dan simpangan baku.](https://daftarsekolah.spmb.teknokrat.ac.id/wp-content/uploads/2026/09/Gemini_Generated_Image_stezgqstezgqstez.jpeg)


Post Comment