Latihan Soal OSCE Farmasi D3 Teknik Compounding dan Dispensing di Apotek

Latihan Soal OSCE Farmasi D3 Teknik Compounding dan Dispensing di Apotek

Ujian OSCE (Objective Structured Clinical Examination) merupakan momen krusial bagi mahasiswa D3 Farmasi untuk membuktikan kompetensi praktis mereka. Berbeda dengan ujian tulis, OSCE menuntut ketangkasan tangan, ketelitian perhitungan, dan kemampuan komunikasi dalam waktu yang sangat terbatas. Fokus utama bagi jenjang D3 adalah pada teknik Compounding (peracikan) dan Dispensing (penyerahan obat).

baca lagi : Contoh Soal Kombinasi Pilihan Ganda dan Isian Lengkap

Artikel ini akan mengupas simulasi latihan soal OSCE yang mencakup tahapan dari skrining resep, peracikan, hingga pemberian informasi obat (PIO), lengkap dengan poin-poin penilaian penting untuk memastikan Anda lulus dengan nilai sempurna.

Struktur Penilaian OSCE Farmasi

Dalam setiap station OSCE, penguji biasanya menggunakan rubrik penilaian yang mencakup:

  1. Skrining Administrasi dan Farmasetik: Kemampuan membaca dan memvalidasi resep.
  2. Perhitungan Dosis dan Penimbangan: Akurasi dalam menentukan jumlah bahan.
  3. Teknik Peracikan (Compounding): Kebersihan, metode pencampuran, dan homogenitas hasil.
  4. Etiket dan Pengemasan: Ketepatan informasi pada label obat.
  5. Dispensing dan PIO: Kemampuan menjelaskan cara pakai obat kepada pasien.

Station 1: Peracikan Sediaan Pulveres (Puyer)

Skenario:

🔖 Baca juga:
Bocoran Skill Sakti Biar Cepat Dilirik Jadi Sr Backend Engineer

Seorang ibu datang membawa resep untuk anaknya (7 tahun, BB 20 kg).

  • R/ Paracetamol 250 mg
  • CTM 2 mg
  • m.f. pulv. dtd no. X
  • S. 3 dd pulv I prn panas.

Instruksi Kerja:

  1. Lakukan perhitungan bahan.
  2. Raciklah sediaan tersebut dengan teknik yang benar.
  3. Buatlah etiket yang sesuai.

Langkah-langkah dan Pembahasan:

  • Perhitungan Bahan:
    • Paracetamol: $250 \text{ mg} \times 10 = 2.500 \text{ mg}$ (Jika tersedia tablet 500 mg, maka ambil 5 tablet).
    • CTM: $2 \text{ mg} \times 10 = 20 \text{ mg}$ (Jika tersedia tablet 4 mg, maka ambil 5 tablet).
  • Teknik Compounding:
    1. Bersihkan mortir dan stamper dengan alkohol 70%.
    2. Masukkan CTM terlebih dahulu (jumlah lebih sedikit), gerus halus.
    3. Masukkan Paracetamol sedikit demi sedikit, gerus hingga homogen (Lakukan teknik geometric dilution).
    4. Bagi serbuk menjadi 10 bagian sama rata secara visual di atas kertas perkamen.
    5. Lipat perkamen dengan rapi dan masukkan ke dalam klip plastik.
  • Etiket: Berwarna putih (obat dalam), tuliskan nama pasien, aturan pakai “3 kali sehari 1 bungkus jika demam”, dan paraf petugas.

Station 2: Peracikan Sediaan Semi Solid (Salep/Krim)

Skenario:

Pasien mengalami gatal-gatal dan membawa resep berikut:

  • R/ Salicyl Acid 2%
  • Sulfur Praecipitatum 4%
  • Vaselin Album ad 20 g
  • S.u.e (Siang dan Malam)

Langkah Kerja:

  1. Tentukan berat masing-masing bahan.
  2. Lakukan pencampuran bahan di atas mortir atau ointment slab.

Pembahasan Detil:

  • Perhitungan:
    • Asam Salisilat: $2\% \times 20 \text{ g} = 0,4 \text{ g}$ (atau 400 mg).
    • Sulfur: $4\% \times 20 \text{ g} = 0,8 \text{ g}$ (atau 800 mg).
    • Vaselin Album: $20 – (0,4 + 0,8) = 18,8 \text{ g}$.
  • Teknik Compounding:
    1. Teteskan sedikit alkohol pada Asam Salisilat untuk melarutkan kristalnya (karena sulit halus jika langsung digerus).
    2. Tambahkan sebagian Vaselin, gerus hingga homogen.
    3. Masukkan Sulfur, gerus hingga warna kuning merata.
    4. Tambahkan sisa Vaselin ad homogen.
    5. Masukkan ke dalam pot salep, bersihkan pinggiran pot, beri etiket biru (obat luar).

Station 3: Dispensing dan Pemberian Informasi Obat (PIO)

Skenario:

Pasien mendapatkan sediaan antibiotik sirup kering (Amoxicillin Forte) untuk pertama kalinya. Anda bertugas menyerahkan obat tersebut.

Instruksi Kerja:

Lakukan komunikasi penyerahan obat yang mencakup cara rekonstitusi dan kepatuhan minum obat.

Pembahasan PIO:

  1. Salam dan Konfirmasi: Sapa pasien, konfirmasi nama dan alamat.
  2. Rekonstitusi: Jelaskan cara melarutkan sirup kering. “Bapak/Ibu, tambahkan air minum sampai tanda batas di botol, kocok hingga larut sempurna.”
  3. Dosis: Jelaskan takaran (misal: 1 sendok takar 5 ml) dan frekuensi.
  4. Kepatuhan: Tekankan bahwa antibiotik harus dihabiskan meskipun gejala sudah hilang untuk mencegah resistensi.
  5. Penyimpanan: “Setelah dilarutkan, simpan di suhu sejuk dan hanya boleh digunakan maksimal selama 7 hari.”

Tips Sukses Lolos OSCE Farmasi D3

  1. Manajemen Waktu: Biasanya satu station berdurasi 7-10 menit. Jangan terlalu lama di skrining administratif; sisakan waktu lebih banyak untuk peracikan.
  2. Kebersihan adalah Kunci: Selalu mulai dengan mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer dan membersihkan alat peracikan. Penguji sangat memperhatikan aspek sterilitas/kebersihan.
  3. Lisan dan Tulisan: Sambil meracik, Anda bisa menjelaskan apa yang sedang Anda lakukan (komunikasi verbal) jika penguji meminta.
  4. Double Check: Pastikan jumlah tablet yang diambil sesuai dengan hitungan sebelum dihancurkan. Kesalahan jumlah tablet di awal adalah kesalahan fatal.

baca lagi : Mahasiswa Manajemen Pemasaran UTI Pamerkan Produk Totebag Painting di Teknokrat Academic Expo

Kesimpulan

Latihan soal OSCE Teknik Compounding dan Dispensing memerlukan ketajaman logika perhitungan dan keterampilan motorik yang terlatih. Dengan membiasakan diri melakukan simulasi peracikan puyer, salep, hingga teknik PIO, Anda akan membangun muscle memory yang baik. Ingatlah bahwa tujuan akhir dari ujian ini adalah memastikan Anda mampu memberikan sediaan obat yang aman, bermutu, dan berkhasiat bagi masyarakat.

penulis : dinda

Post Comment