Latihan Soal Akuntansi Wesel Tagih dan Cara Penyelesaiannya Step by Step

Dalam dunia akuntansi keuangan, piutang tidak hanya berbentuk piutang usaha (accounts receivable) biasa. Perusahaan sering kali menggunakan instrumen formal yang lebih mengikat secara hukum, yaitu Wesel Tagih atau Notes Receivable. Memahami cara mencatat, menghitung bunga, hingga menyelesaikan transaksi wesel tagih sangat krusial bagi mahasiswa akuntansi maupun praktisi keuangan.

Artikel ini akan mengupas tuntas konsep wesel tagih melalui latihan soal yang disusun secara bertahap, mulai dari penerbitan hingga jatuh tempo.

Apa Itu Wesel Tagih (Notes Receivable)?

Wesel tagih adalah janji tertulis yang tidak bersyarat dari satu pihak (pembuat/maker) kepada pihak lain (penerima/payee) untuk membayar sejumlah uang tertentu pada tanggal yang telah ditentukan atau pada saat ditagih.

Baca juga:Bocoran Soal Kompetensi Manajerial P3K: Latihan Soal Kasus dan Tips Menjawab

Karakteristik Utama Wesel Tagih

  • Nilai Nominal (Face Value): Jumlah yang tertulis di atas surat wesel.
  • Tanggal Jatuh Tempo (Maturity Date): Tanggal di mana wesel harus dilunasi.
  • Tingkat Bunga (Interest Rate): Persentase biaya atas penggunaan uang (kecuali untuk wesel tanpa bunga).
  • Penerima (Payee): Pihak yang akan menerima pembayaran.
  • Pembuat (Maker): Pihak yang berjanji untuk membayar.

Rumus Dasar Perhitungan Bunga

Sebelum masuk ke latihan soal, Anda harus menguasai rumus bunga sederhana yang digunakan dalam akuntansi wesel tagih:

🔖 Baca juga:
Panduan Lengkap Contoh Soal Menghitung Pupuk untuk Petani dan Pelajar Pertanian

$$Bunga = Nilai Nominal \times Suku Bunga Tahunan \times Jangka Waktu$$

Catatan Penting:

  1. Jika jangka waktu dalam Hari, gunakan pembagi 360 atau 365 hari (tergantung kebijakan perusahaan).
  2. Jika jangka waktu dalam Bulan, gunakan pembagi 12 bulan.

Latihan Soal 1: Wesel Tagih dari Piutang Usaha

Sering kali, pelanggan yang tidak mampu membayar piutang usahanya tepat waktu akan meminta perpanjangan dengan memberikan surat wesel.

Kasus:

Pada tanggal 1 Mei 2024, PT Cahaya Abadi menerima wesel tagih 90 hari, dengan bunga 12% per tahun sebesar Rp50.000.000 dari PT Maju Jaya sebagai penyelesaian piutang usaha yang telah jatuh tempo.

Langkah 1: Mencatat Penerimaan Wesel

Saat wesel diterima, piutang usaha dihapus dan digantikan dengan akun wesel tagih.

Jurnal (1 Mei 2024):

  • (Debit) Wesel Tagih: Rp50.000.000
  • (Kredit) Piutang Usaha: Rp50.000.000

Langkah 2: Menghitung Tanggal Jatuh Tempo

Mei (31 hari – 1): 30 hari

Juni: 30 hari

Juli: 30 hari

Total: 90 hari. Maka, jatuh tempo adalah 30 Juli 2024.

Langkah 3: Menghitung Bunga saat Jatuh Tempo

$$Bunga = Rp50.000.000 \times 12\% \times \frac{90}{360} = Rp1.500.000$$

Langkah 4: Mencatat Pelunasan Wesel

Pada tanggal 30 Juli, PT Maju Jaya membayar penuh nominal beserta bunganya.

Jurnal (30 Juli 2024):

  • (Debit) Kas: Rp51.500.000
  • (Kredit) Wesel Tagih: Rp50.000.000
  • (Kredit) Pendapatan Bunga: Rp1.500.000

Latihan Soal 2: Penyesuaian Bunga Akhir Tahun

Masalah muncul jika jangka waktu wesel melewati akhir periode akuntansi (31 Desember). Kita harus menggunakan prinsip akrual.

Kasus:

Pada 1 November 2024, PT Tekno menerima wesel sebesar Rp120.000.000 dengan bunga 10% berjangka 6 bulan.

Langkah 1: Jurnal Penerimaan (1 Nov 2024)

  • (Debit) Wesel Tagih: Rp120.000.000
  • (Kredit) Kas/Piutang/Penjualan: Rp120.000.000

Langkah 2: Jurnal Penyesuaian (31 Des 2024)

Bunga yang sudah menjadi hak perusahaan adalah selama 2 bulan (November & Desember).

$$Bunga = Rp120.000.000 \times 10\% \times \frac{2}{12} = Rp2.000.000$$

Jurnal Penyesuaian:

  • (Debit) Piutang Bunga: Rp2.000.000
  • (Kredit) Pendapatan Bunga: Rp2.000.000

Langkah 3: Jurnal Saat Jatuh Tempo (1 Mei 2025)

Total bunga selama 6 bulan adalah Rp6.000.000. Namun, Rp2.000.000 sudah dicatat di tahun 2024. Maka sisanya (Rp4.000.000) dicatat sebagai pendapatan tahun 2025.

Jurnal:

  • (Debit) Kas: Rp126.000.000
  • (Kredit) Wesel Tagih: Rp120.000.000
  • (Kredit) Piutang Bunga: Rp2.000.000 (Menghapus piutang dari penyesuaian)
  • (Kredit) Pendapatan Bunga: Rp4.000.000 (Pendapatan tahun berjalan)

Latihan Soal 3: Wesel Tagih yang Gagal Bayar (Dishonored)

Bagaimana jika saat jatuh tempo, pihak pembuat wesel tidak mampu membayar?

Kasus:

Melanjutkan contoh PT Cahaya Abadi (Soal 1), asumsikan pada 30 Juli PT Maju Jaya tidak sanggup membayar.

Cara Penyelesaian:

Perusahaan harus memindahkan kembali saldo wesel ditambah bunga ke akun Piutang Usaha untuk menunjukkan bahwa tagihan tersebut kini berstatus menunggak.

Jurnal (30 Juli 2024):

  • (Debit) Piutang Usaha – PT Maju Jaya: Rp51.500.000
  • (Kredit) Wesel Tagih: Rp50.000.000
  • (Kredit) Pendapatan Bunga: Rp1.500.000

Mengapa pendapatan bunga tetap diakui? Karena secara hukum, bunga tersebut sudah menjadi hak perusahaan berdasarkan waktu yang telah berjalan.


Latihan Soal 4: Pendiskontoan Wesel Tagih

Perusahaan terkadang membutuhkan uang tunai cepat sebelum wesel jatuh tempo. Caranya adalah dengan menjual wesel tersebut ke Bank, yang disebut dengan Pendiskontoan.

Kasus:

PT Sentosa memiliki wesel senilai Rp200.000.000, bunga 12%, jangka waktu 90 hari, tertanggal 1 Juni. Pada tanggal 1 Juli, PT Sentosa mendiskontokan wesel tersebut ke Bank Mandiri dengan tingkat diskonto 15%.

Langkah 1: Hitung Nilai Jatuh Tempo (Maturity Value)

Bunga total = $Rp200.000.000 \times 12\% \times \frac{90}{360} = Rp6.000.000$

Nilai Jatuh Tempo = $Rp200.000.000 + Rp6.000.000 = Rp206.000.000$

Langkah 2: Hitung Periode Diskonto

Wesel berumur 90 hari. Sudah dipegang dari 1 Juni ke 1 Juli (30 hari).

Sisa waktu (periode diskonto) = $90 – 30 = 60$ hari.

Langkah 3: Hitung Nilai Diskonto Bank

$$Diskonto = Nilai Jatuh Tempo \times Tarif Diskonto \times Sisa Waktu$$

$$Diskonto = Rp206.000.000 \times 15\% \times \frac{60}{360} = Rp5.150.000$$

Langkah 4: Hitung Kas yang Diterima (Proceeds)

$$Kas = Nilai Jatuh Tempo – Diskonto$$

$$Kas = Rp206.000.000 – Rp5.150.000 = Rp200.850.000$$

Langkah 5: Jurnal Pendiskontoan

  • (Debit) Kas: Rp200.850.000
  • (Kredit) Wesel Tagih: Rp200.000.000
  • (Kredit) Pendapatan Bunga: Rp850.000

Tips Menghadapi Ujian Akuntansi Wesel Tagih

  1. Perhatikan Tanggal: Selalu hitung hari dengan teliti. Ingat “30 days hath September, April, June, and November”.
  2. Bedakan Suku Bunga vs Diskonto: Suku bunga dikalikan ke Nilai Nominal, sedangkan tarif diskonto dikalikan ke Nilai Jatuh Tempo.
  3. Pahami Status Penyesuaian: Jangan lupa mencatat bunga yang terutang jika melewati periode 31 Desember.

Baca juga:Perdana Isra Miโ€™raj di Masjid Al Hijrah, Hadir Dua Mantan Gubernur Lampung dan Rektor Universitas Teknokrat Indonesia

Kesimpulan

Wesel tagih adalah instrumen penting dalam manajemen piutang. Dengan memahami cara pencatatan dari penerbitan, penyesuaian bunga, pendiskontoan, hingga gagal bayar, Anda akan memiliki kontrol lebih baik atas arus kas perusahaan.

Penulis:ilham

Post Comment