Kumpulan Contoh Soal Skedul Penagihan Piutang Lengkap dengan Pembahasan

Kumpulan Contoh Soal Skedul Penagihan Piutang Lengkap dengan Pembahasan

Skedul penagihan piutang merupakan salah satu materi penting dalam akuntansi keuangan yang sering muncul dalam ujian sekolah, perguruan tinggi, maupun pelatihan akuntansi praktis. Materi ini membantu memahami bagaimana perusahaan mengelola piutang usaha berdasarkan umur piutang agar dapat menilai risiko tidak tertagih dan mengambil keputusan keuangan yang tepat. Oleh karena itu, mempelajari kumpulan contoh soal skedul penagihan piutang lengkap dengan pembahasan menjadi sangat penting bagi pelajar dan mahasiswa akuntansi.

Artikel ini membahas konsep dasar skedul penagihan piutang, langkah penyusunannya, serta berbagai contoh soal lengkap dengan pembahasan yang mudah dipahami.

Baca juga:Contoh Soal Kecepatan dan Waktu beserta Jawaban dan Cara Cepat.

Pengertian Skedul Penagihan Piutang

Skedul penagihan piutang adalah daftar yang menunjukkan pengelompokan piutang berdasarkan jangka waktu keterlambatan pembayaran. Skedul ini biasanya membagi piutang menjadi beberapa kategori umur, seperti belum jatuh tempo, lewat jatuh tempo 1–30 hari, 31–60 hari, 61–90 hari, dan lebih dari 90 hari.

Dalam praktik akuntansi, skedul penagihan piutang digunakan untuk
menilai kualitas piutang usaha
menghitung cadangan kerugian piutang
mengendalikan risiko piutang tak tertagih
membantu manajemen dalam pengambilan keputusan

🔖 Baca juga:
Lengkap dan Terbaru Contoh Soal PPS Tahun 2025 Beserta Pembahasan untuk Persiapan Seleksi

Fungsi Skedul Penagihan Piutang

Skedul penagihan piutang memiliki beberapa fungsi penting, antara lain
mengetahui umur piutang secara rinci
menentukan kebijakan penagihan yang tepat
menjadi dasar pembentukan penyisihan piutang tak tertagih
meningkatkan efektivitas pengelolaan piutang perusahaan

Langkah Menyusun Skedul Penagihan Piutang

Sebelum mengerjakan soal, penting memahami langkah penyusunan skedul penagihan piutang berikut.

Menentukan saldo piutang per pelanggan
Menentukan tanggal jatuh tempo piutang
Menghitung umur piutang berdasarkan tanggal laporan
Mengelompokkan piutang ke dalam kategori umur
Menjumlahkan piutang pada setiap kategori

Langkah ini sering dijadikan dasar dalam soal ujian akuntansi.

Contoh Soal Skedul Penagihan Piutang dan Pembahasan

Contoh Soal 1 Skedul Penagihan Piutang Sederhana

PT Maju Jaya memiliki saldo piutang usaha sebesar Rp60.000.000 dengan rincian sebagai berikut
Belum jatuh tempo Rp30.000.000
Lewat jatuh tempo 1–30 hari Rp15.000.000
Lewat jatuh tempo 31–60 hari Rp10.000.000
Lewat jatuh tempo lebih dari 60 hari Rp5.000.000

Susunlah skedul penagihan piutang PT Maju Jaya.

Pembahasan
Skedul penagihan piutang disusun dengan mengelompokkan piutang berdasarkan umur sebagai berikut.

Belum jatuh tempo Rp30.000.000
1–30 hari Rp15.000.000
31–60 hari Rp10.000.000

60 hari Rp5.000.000

Total piutang Rp60.000.000

Skedul ini menunjukkan bahwa sebagian besar piutang masih dalam kategori lancar.

Baca juga:Mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia Juara Nasional Lomba Karya Ilmiah RnDC 2025

Contoh Soal 2 Skedul Penagihan Piutang untuk Cadangan Kerugian

PT Sejahtera memiliki piutang usaha Rp100.000.000 dengan rincian
Belum jatuh tempo Rp50.000.000
1–30 hari Rp25.000.000
31–60 hari Rp15.000.000

60 hari Rp10.000.000

Estimasi piutang tak tertagih
1–30 hari 5 persen
31–60 hari 10 persen

60 hari 30 persen

Hitunglah estimasi cadangan kerugian piutang.

Pembahasan
Cadangan piutang dihitung berdasarkan kelompok umur.

1–30 hari
5 persen × Rp25.000.000 = Rp1.250.000

31–60 hari
10 persen × Rp15.000.000 = Rp1.500.000

60 hari
30 persen × Rp10.000.000 = Rp3.000.000

Total cadangan kerugian piutang
Rp1.250.000 + Rp1.500.000 + Rp3.000.000 = Rp5.750.000

Contoh Soal 3 Skedul Penagihan Piutang Bentuk Tabel

Diketahui data piutang PT Makmur per 31 Desember sebagai berikut
Pelanggan A Rp20.000.000 belum jatuh tempo
Pelanggan B Rp15.000.000 terlambat 25 hari
Pelanggan C Rp10.000.000 terlambat 45 hari
Pelanggan D Rp5.000.000 terlambat 80 hari

Susunlah skedul penagihan piutang.

Pembahasan
Pengelompokan umur piutang.

Belum jatuh tempo
Pelanggan A Rp20.000.000

1–30 hari
Pelanggan B Rp15.000.000

31–60 hari
Pelanggan C Rp10.000.000

60 hari
Pelanggan D Rp5.000.000

Total piutang Rp50.000.000

Contoh Soal 4 Skedul Penagihan Piutang Ujian Akuntansi

Saldo piutang PT Sentosa sebesar Rp80.000.000 dengan distribusi umur sebagai berikut
Belum jatuh tempo 40 persen
1–30 hari 30 persen
31–60 hari 20 persen

60 hari 10 persen

Hitung nilai piutang pada setiap kelompok umur.

Pembahasan
Belum jatuh tempo
40 persen × Rp80.000.000 = Rp32.000.000

1–30 hari
30 persen × Rp80.000.000 = Rp24.000.000

31–60 hari
20 persen × Rp80.000.000 = Rp16.000.000

60 hari
10 persen × Rp80.000.000 = Rp8.000.000

Contoh Soal 5 Skedul Penagihan Piutang Studi Kasus

Sebuah perusahaan memiliki piutang usaha sebagai berikut
Rp45.000.000 belum jatuh tempo
Rp20.000.000 lewat jatuh tempo 1–30 hari
Rp15.000.000 lewat jatuh tempo 31–90 hari

Jika perusahaan menetapkan cadangan piutang tak tertagih sebesar 8 persen untuk piutang lewat jatuh tempo, hitung total cadangan piutang.

Pembahasan
Piutang lewat jatuh tempo
Rp20.000.000 + Rp15.000.000 = Rp35.000.000

Cadangan piutang
8 persen × Rp35.000.000 = Rp2.800.000

Kesalahan Umum dalam Soal Skedul Penagihan Piutang

Beberapa kesalahan yang sering terjadi saat mengerjakan soal antara lain
salah mengelompokkan umur piutang
menghitung persentase dari total piutang bukan dari kelompok umur
tidak teliti membaca data tanggal jatuh tempo
keliru menjumlahkan total piutang

Manfaat Mempelajari Contoh Soal Skedul Penagihan Piutang

Mempelajari contoh soal membantu meningkatkan pemahaman konsep piutang, melatih ketelitian perhitungan, serta mempersiapkan diri menghadapi ujian akuntansi dan dunia kerja.

Kesimpulan

Kumpulan contoh soal skedul penagihan piutang lengkap dengan pembahasan memberikan gambaran menyeluruh mengenai cara menyusun dan menganalisis umur piutang. Dengan memahami konsep dan sering berlatih, pelajar dan mahasiswa akan lebih siap menghadapi ujian akuntansi serta memahami praktik pengelolaan piutang di perusahaan.

Penulis:kiara salsabilla

Post Comment