Penarikan sampel sistematis merupakan salah satu teknik pengambilan sampel yang sering digunakan dalam penelitian statistik, survei sosial, pendidikan, dan berbagai bidang ilmu lainnya. Teknik ini dipilih karena relatif mudah diterapkan, efisien, serta mampu menghasilkan sampel yang merata dari populasi jika dilakukan dengan benar. Oleh karena itu, kumpulan contoh soal penarikan sampel sistematis lengkap dengan pembahasan sangat penting untuk membantu mahasiswa dan pelajar memahami konsep serta cara penerapannya.
Artikel ini membahas pengertian penarikan sampel sistematis, langkah-langkah penerapannya, kelebihan dan kekurangannya, serta contoh soal lengkap dengan pembahasan yang mudah dipahami.
Baca juga:Contoh Soal CAT P3K yang Sering Muncul di Ujian: Panduan Strategis Lulus Seleksi 2026
Pengertian Penarikan Sampel Sistematis
Penarikan sampel sistematis adalah teknik pengambilan sampel dengan cara memilih anggota sampel secara teratur berdasarkan interval tertentu dari suatu populasi yang telah diurutkan. Teknik ini biasanya digunakan ketika populasi bersifat homogen dan tersusun rapi dalam daftar.
Dalam metode ini, peneliti menentukan satu titik awal secara acak, kemudian memilih anggota sampel berikutnya berdasarkan interval yang telah ditentukan.
Contoh sederhana
Jika populasi berjumlah 100 orang dan diambil sampel 10 orang, maka interval pengambilan sampel adalah setiap 10 orang.
Tujuan Penggunaan Sampel Sistematis
Penggunaan sampel sistematis memiliki beberapa tujuan utama, antara lain
mempermudah proses pengambilan sampel
menghemat waktu dan tenaga
menghasilkan sampel yang tersebar merata
mengurangi subjektivitas peneliti
Teknik ini sangat cocok digunakan dalam survei besar dengan populasi yang jelas dan terdaftar.
Langkah-Langkah Penarikan Sampel Sistematis
Untuk memahami contoh soal dengan baik, berikut langkah-langkah penarikan sampel sistematis yang harus dikuasai.
Langkah pertama adalah menentukan jumlah populasi.
Langkah kedua menentukan jumlah sampel yang diinginkan.
Langkah ketiga menghitung interval sampel menggunakan rumus N dibagi n.
Langkah keempat menentukan titik awal secara acak.
Langkah kelima memilih anggota sampel berdasarkan interval yang telah ditentukan.
Pemahaman langkah-langkah ini menjadi kunci utama dalam menjawab soal dengan benar.
Rumus Interval Sampel Sistematis
Rumus interval sampel sistematis adalah
k = N / n
Keterangan
N adalah jumlah populasi
n adalah jumlah sampel
k adalah interval pengambilan sampel
Jika hasil pembagian bukan bilangan bulat, biasanya dibulatkan ke angka terdekat.
Contoh Soal Penarikan Sampel Sistematis dan Pembahasan
Contoh Soal 1
Sebuah sekolah memiliki 240 siswa. Peneliti ingin mengambil sampel sebanyak 24 siswa dengan teknik sampel sistematis. Tentukan interval sampel dan cara pengambilan sampelnya.
Jawaban
N = 240
n = 24
k = 240 / 24 = 10
Pembahasan
Interval pengambilan sampel adalah setiap 10 siswa. Peneliti memilih satu siswa secara acak dari 1 sampai 10 sebagai titik awal, kemudian mengambil setiap siswa ke-10 berikutnya hingga diperoleh 24 siswa.
Contoh Soal 2
Jumlah karyawan di sebuah perusahaan adalah 150 orang. Akan diambil sampel sebanyak 15 orang menggunakan sampel sistematis. Tentukan interval dan jumlah sampel yang diambil.
Jawaban
k = 150 / 15 = 10
Pembahasan
Interval pengambilan sampel adalah 10. Jika titik awal adalah karyawan ke-3, maka sampel adalah karyawan ke-3, 13, 23, 33, dan seterusnya hingga berjumlah 15 orang.
Contoh Soal 3
Sebuah penelitian memiliki populasi sebanyak 360 mahasiswa. Jika jumlah sampel yang diambil adalah 40 mahasiswa, berapakah interval sampel sistematisnya.
Jawaban
k = 360 / 40 = 9
Pembahasan
Interval pengambilan sampel adalah setiap 9 mahasiswa.
Contoh Soal dengan Variasi Titik Awal
Contoh Soal 4
Diketahui populasi sebanyak 200 data. Sampel yang diambil adalah 20 data dengan teknik sistematis. Jika titik awal adalah data ke-5, sebutkan lima sampel pertama.
Jawaban
k = 200 / 20 = 10
Sampel pertama hingga kelima adalah
5, 15, 25, 35, 45
Pembahasan
Data diambil setiap selang 10 dimulai dari data ke-5.
Kesalahan Umum dalam Soal Sampel Sistematis
Beberapa kesalahan yang sering dilakukan saat mengerjakan soal penarikan sampel sistematis antara lain
salah menghitung interval
tidak menentukan titik awal secara acak
keliru membedakan jumlah populasi dan sampel
tidak memahami urutan populasi
Kesalahan ini dapat menyebabkan jawaban menjadi tidak tepat meskipun rumus sudah benar.
Baca juga:Mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia Juara Nasional Lomba Karya Ilmiah RnDC 2025
Perbedaan Sampel Sistematis dengan Sampel Acak Sederhana
Sampel sistematis berbeda dengan sampel acak sederhana. Pada sampel acak sederhana, setiap anggota populasi memiliki peluang yang sama tanpa interval tertentu. Sedangkan pada sampel sistematis, pemilihan dilakukan secara berurutan berdasarkan interval.
Keduanya memiliki kelebihan masing-masing tergantung pada kondisi populasi dan tujuan penelitian.
Kelebihan dan Kekurangan Sampel Sistematis
Kelebihan sampel sistematis antara lain
mudah diterapkan
lebih cepat dibandingkan metode acak penuh
hasil sampel lebih merata
Kekurangan sampel sistematis antara lain
kurang cocok untuk populasi yang berpola
berisiko bias jika urutan populasi tidak acak
kurang fleksibel dibandingkan metode lain
Tips Mengerjakan Soal Sampel Sistematis Saat Ujian
Agar tidak salah saat ujian, perhatikan tips berikut
tulis terlebih dahulu nilai N dan n
hitung interval dengan teliti
tentukan titik awal sesuai soal
susun urutan sampel dengan rapi
periksa kembali jumlah sampel
Tips ini sangat membantu terutama saat mengerjakan soal hitungan dengan waktu terbatas.
Manfaat Mempelajari Sampel Sistematis
Menguasai penarikan sampel sistematis memberikan banyak manfaat, di antaranya
memudahkan memahami metode penelitian
meningkatkan kemampuan analisis data
membantu pengerjaan skripsi dan tugas akhir
meningkatkan nilai ujian statistik
Kesimpulan
Kumpulan contoh soal penarikan sampel sistematis lengkap dengan pembahasan membantu mahasiswa dan pelajar memahami konsep dasar, rumus, serta langkah penerapan teknik ini. Dengan memahami cara menghitung interval, menentukan titik awal, dan menyusun sampel secara sistematis, kesalahan dalam mengerjakan soal dapat diminimalkan.
Penulis:kiara salsabilla


Post Comment