Kumpulan Contoh Soal Akuntansi Periodik untuk Siswa dan Mahasiswa

Metode pencatatan periodik (fisik) merupakan salah satu pilar dasar yang wajib dikuasai oleh setiap calon akuntan. Berbeda dengan metode perpetual yang mencatat setiap mutasi stok secara real-time, metode periodik hanya melakukan pembaharuan persediaan di akhir periode melalui perhitungan fisik (stock opname).

Artikel ini akan mengupas tuntas berbagai skenario transaksi, cara penjurnalan, hingga penghitungan Harga Pokok Penjualan (HPP) menggunakan sistem periodik.

Memahami Logika Pencatatan Periodik

Dalam sistem periodik, akun Persediaan Barang Dagang tidak didebit saat terjadi pembelian dan tidak dikredit saat terjadi penjualan. Sebagai gantinya, transaksi pembelian dicatat ke dalam akun sementara bernama “Pembelian”. Akun persediaan hanya akan disesuaikan pada akhir periode akuntansi melalui jurnal penyesuaian.

Ciri khas utama metode periodik:

  1. Tidak ada pencatatan Harga Pokok Penjualan (HPP) saat transaksi penjualan terjadi.
  2. Menggunakan akun Pembelian, Retur Pembelian, Potongan Pembelian, dan Beban Angkut Pembelian.
  3. Nilai persediaan akhir diketahui setelah melakukan perhitungan fisik di gudang.

Bagian 1: Contoh Soal Jurnal Umum (Skenario Dasar)

Berikut adalah transaksi yang terjadi pada PT Maju Jaya selama bulan Januari 2024. PT Maju Jaya menggunakan sistem pencatatan periodik.

🔖 Baca juga:
Rumus Frekuensi pada Pegas: Cara Menghitung dan Contoh Soal Simulasi

Data Transaksi:

  • 2 Januari: Membeli barang dagang dari PT Sejahtera seharga Rp10.000.000 dengan syarat 2/10, n/30.
  • 4 Januari: Membayar beban angkut pembelian sebesar Rp500.000 secara tunai.
  • 5 Januari: Mengembalikan barang dagang yang rusak kepada PT Sejahtera senilai Rp1.000.000.
  • 10 Januari: Menjual barang dagang kepada Toko Cahaya senilai Rp8.000.000 secara kredit dengan syarat 3/10, n/30.
  • 11 Januari: Membayar utang kepada PT Sejahtera atas transaksi tanggal 2 Januari (setelah dikurangi retur).
  • 15 Januari: Toko Cahaya mengembalikan barang karena tidak sesuai pesanan senilai Rp500.000.
  • 19 Januari: Menerima pelunasan piutang dari Toko Cahaya atas transaksi tanggal 10 Januari.

Analisis dan Jawaban Jurnal Umum (Periodik)

Jurnal PT Maju Jaya – Januari 2024:

  1. 2 Januari (Pembelian Kredit)(D) Pembelian: Rp10.000.000(K) Utang Dagang: Rp10.000.000
  2. 4 Januari (Beban Angkut)(D) Beban Angkut Pembelian: Rp500.000(K) Kas: Rp500.000
  3. 5 Januari (Retur Pembelian)(D) Utang Dagang: Rp1.000.000(K) Retur Pembelian & PH: Rp1.000.000
  4. 10 Januari (Penjualan Kredit)(D) Piutang Dagang: Rp8.000.000(K) Penjualan: Rp8.000.000(Catatan: Dalam metode periodik, tidak ada jurnal untuk HPP pada saat ini).
  5. 11 Januari (Pelunasan Utang dengan Diskon)Utang awal Rp10jt – Retur Rp1jt = Rp9.000.000.Potongan (2% x Rp9.000.000) = Rp180.000.(D) Utang Dagang: Rp9.000.000(K) Potongan Pembelian: Rp180.000(K) Kas: Rp8.820.000
  6. 15 Januari (Retur Penjualan)(D) Retur Penjualan & PH: Rp500.000(K) Piutang Dagang: Rp500.000
  7. 19 Januari (Penerimaan Piutang dengan Diskon)Piutang awal Rp8jt – Retur Rp500rb = Rp7.500.000.Potongan (3% x Rp7.500.000) = Rp225.000.(D) Kas: Rp7.275.000(D) Potongan Penjualan: Rp225.000(K) Piutang Dagang: Rp7.500.000

baca juga:Perdana Isra Mi’raj di Masjid Al Hijrah, Hadir Dua Mantan Gubernur Lampung dan Rektor Universitas Teknokrat Indonesia

Bagian 2: Contoh Soal Menghitung Harga Pokok Penjualan (HPP)

Dalam metode periodik, HPP dihitung secara manual di akhir periode menggunakan rumus berikut:

$$HPP = Persediaan Awal + Pembelian Bersih – Persediaan Akhir$$

Dimana Pembelian Bersih dihitung dengan:

$$Pembelian Bersih = (Pembelian + Beban Angkut) – (Retur Pembelian + Potongan Pembelian)$$

Soal Kasus:

Data keuangan UD Berkah pada akhir Desember 2024 menunjukkan:

  • Persediaan Awal (1 Jan): Rp15.000.000
  • Pembelian selama setahun: Rp85.000.000
  • Beban Angkut Pembelian: Rp2.500.000
  • Retur Pembelian: Rp3.000.000
  • Potongan Pembelian: Rp1.500.000
  • Persediaan Akhir (Hasil Stock Opname 31 Des): Rp20.000.000

Langkah Penyelesaian:

  1. Hitung Pembelian Bersih:$(Rp85.000.000 + Rp2.500.000) – (Rp3.000.000 + Rp1.500.000)$$= Rp87.500.000 – Rp4.500.000 = \textbf{Rp83.000.000}$
  2. Hitung Barang Tersedia Untuk Dijual (BTUD):$Persediaan Awal + Pembelian Bersih$$Rp15.000.000 + Rp83.000.000 = \textbf{Rp98.000.000}$
  3. Hitung HPP:$BTUD – Persediaan Akhir$$Rp98.000.000 – Rp20.000.000 = \textbf{Rp78.000.000}$

Bagian 3: Contoh Soal Jurnal Penyesuaian Persediaan

Setelah mendapatkan angka di atas, siswa sering kali bingung bagaimana memasukkannya ke dalam jurnal penyesuaian. Ada dua pendekatan yang umum digunakan:

A. Pendekatan Ikhtisar Laba/Rugi

Jurnal ini berfungsi menghapus persediaan awal dan memunculkan persediaan akhir.

  1. Menghapus Persediaan Awal:(D) Ikhtisar Laba/Rugi: Rp15.000.000(K) Persediaan Barang Dagang: Rp15.000.000
  2. Mencatat Persediaan Akhir:(D) Persediaan Barang Dagang: Rp20.000.000(K) Ikhtisar Laba/Rugi: Rp20.000.000

B. Pendekatan Harga Pokok Penjualan (HPP)

Jurnal ini menutup semua akun yang berkaitan dengan pembelian langsung ke akun HPP.

  1. Menutup Akun Debit (Persediaan Awal, Pembelian, Beban Angkut):(D) HPP: Rp102.500.000(K) Persediaan Barang Dagang (Awal): Rp15.000.000(K) Pembelian: Rp85.000.000(K) Beban Angkut Pembelian: Rp2.500.000
  2. Menutup Akun Kredit (Persediaan Akhir, Retur, Potongan):(D) Persediaan Barang Dagang (Akhir): Rp20.000.000(D) Retur Pembelian: Rp3.000.000(D) Potongan Pembelian: Rp1.500.000(K) HPP: Rp24.500.000

Bagian 4: Latihan Mandiri untuk Mahasiswa

Cobalah kerjakan soal berikut untuk menguji pemahaman Anda mengenai alur pencatatan hingga laporan laba rugi.

Soal:

Toko Buku Literasi memiliki saldo Persediaan awal sebesar Rp40.000.000. Selama periode berjalan, terjadi transaksi berikut:

  1. Pembelian tunai Rp12.000.000.
  2. Pembelian kredit Rp50.000.000 dengan syarat 2/15, n/30.
  3. Penjualan total Rp100.000.000 (60% tunai, sisanya kredit).
  4. Retur pembelian atas transaksi kredit sebesar Rp5.000.000.
  5. Pembayaran utang dalam masa diskon.
  6. Hasil stock opname menunjukkan persediaan akhir sebesar Rp35.000.000.

Tugas:

  1. Buatlah jurnal transaksi di atas menggunakan metode periodik.
  2. Hitunglah Laba Kotor Toko Buku Literasi.

Kunci Jawaban Singkat untuk Koreksi:

  • Total Pembelian Bersih: Rp55.100.000 (setelah diskon dan retur).
  • BTUD: Rp95.100.000.
  • HPP: Rp60.100.000.
  • Laba Kotor: Penjualan (Rp100jt) – HPP (Rp60,1jt) = Rp39.900.000.

baca juga:Mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia Laksanakan Kunjungan Proyek Untuk Mata Kuliah K3 di Pembangunan New WTP Krenceng Tahap 2, Cilegon

Tips Sukses Mengerjakan Soal Akuntansi Periodik

Bagi siswa dan mahasiswa, kunci utama menguasai topik ini adalah ketelitian. Berikut adalah beberapa tips tambahan:

  1. Perhatikan Syarat Pembayaran: Selalu cek apakah pembayaran dilakukan dalam masa diskon (misalnya 2/10 berarti diskon 2% jika dibayar dalam 10 hari).
  2. Jangan Campur dengan HPP: Ingat, saat menjurnal penjualan di metode periodik, jangan pernah mencari atau memasukkan angka Harga Pokok Penjualan. Itu hanya dilakukan di metode perpetual.
  3. Identifikasi Beban Angkut: Pastikan Anda membedakan Beban Angkut Pembelian (menambah harga perolehan barang) dan Beban Angkut Penjualan (beban operasional).
  4. Pahami Alur Fisik: Bayangkan gudang Anda. Barang masuk lewat pembelian, keluar lewat penjualan, dan sisanya dihitung manual di akhir bulan.

Dengan sering berlatih kumpulan contoh soal akuntansi periodik di atas, pemahaman Anda akan semakin tajam. Metode ini mungkin terlihat lebih sederhana dalam penjurnalan harian, namun membutuhkan ketelitian ekstra saat penyesuaian akhir tahun.

penulis: Rinaldy

Post Comment