Contoh Soal Weighted Product Lengkap dengan Pembahasan untuk Memahami Metode SPK

Metode Weighted Product merupakan salah satu teknik yang sering digunakan dalam Sistem Pendukung Keputusan atau SPK. Metode ini banyak diterapkan dalam berbagai bidang, seperti pemilihan karyawan terbaik, penentuan mahasiswa berprestasi, pemilihan supplier, hingga penilaian produk atau layanan. Keunggulan metode Weighted Product terletak pada kemampuannya mengolah banyak kriteria dengan bobot yang berbeda-beda secara objektif. Agar pemahaman semakin mendalam, artikel ini akan membahas konsep dasar Weighted Product, langkah perhitungannya, serta contoh soal weighted product lengkap dengan pembahasan.

Baca juga:Menguasai HPP Full Costing Melalui Contoh Soal dan Pembahasan Lengkap

Pengertian Metode Weighted Product

Weighted Product adalah metode pengambilan keputusan multikriteria yang menggunakan perkalian untuk menghubungkan nilai kriteria dan bobotnya. Setiap nilai alternatif akan dipangkatkan dengan bobot kriteria yang bersesuaian. Hasil dari perkalian tersebut kemudian digunakan untuk menentukan peringkat alternatif terbaik.

Metode ini termasuk dalam keluarga Multi Attribute Decision Making. Perbedaan Weighted Product dengan metode lain seperti Simple Additive Weighting terletak pada cara perhitungannya. Jika SAW menggunakan penjumlahan, Weighted Product menggunakan perkalian sehingga perbandingan antaralternatif menjadi lebih proporsional.

Konsep Dasar Weighted Product

Konsep utama Weighted Product adalah mengalikan setiap nilai kriteria yang telah dinormalisasi dengan bobotnya masing-masing. Bobot berperan sebagai tingkat kepentingan suatu kriteria terhadap keputusan akhir. Semakin besar bobot, semakin besar pengaruh kriteria tersebut dalam hasil akhir.

🔖 Baca juga:
Contoh Soal Adhesi dan Kohesi untuk Latihan Ulangan IPA

Dalam Weighted Product, dikenal dua jenis kriteria, yaitu kriteria benefit dan kriteria cost. Kriteria benefit adalah kriteria yang nilainya semakin besar semakin baik, sedangkan kriteria cost adalah kriteria yang nilainya semakin kecil semakin baik. Untuk kriteria cost, bobot biasanya diberi tanda negatif agar pengaruhnya berlawanan.

Langkah-Langkah Metode Weighted Product

Langkah pertama adalah menentukan alternatif yang akan dinilai. Alternatif ini bisa berupa kandidat, produk, atau pilihan lain sesuai dengan permasalahan yang dihadapi.

Langkah kedua adalah menentukan kriteria penilaian beserta bobotnya. Bobot harus dinormalisasi sehingga total bobot bernilai satu.

Langkah ketiga adalah menyusun matriks keputusan yang berisi nilai setiap alternatif terhadap masing-masing kriteria.

Langkah keempat adalah menghitung vektor S dengan cara mengalikan semua nilai kriteria yang dipangkatkan dengan bobotnya.

Langkah kelima adalah menghitung vektor V untuk mendapatkan nilai preferensi relatif yang digunakan sebagai dasar perankingan.

Rumus Metode Weighted Product

Rumus utama dalam metode Weighted Product untuk menghitung vektor S adalah sebagai berikut
Si = Π (xij ^ wj)

Keterangan
Si adalah nilai vektor S untuk alternatif ke-i
xij adalah nilai alternatif ke-i pada kriteria ke-j
wj adalah bobot kriteria ke-j

Setelah mendapatkan nilai S, langkah selanjutnya adalah menghitung nilai V dengan rumus
Vi = Si / ΣSi

Nilai V terbesar menunjukkan alternatif terbaik.

Contoh Soal Weighted Product

Sebuah perusahaan ingin memilih karyawan terbaik dari tiga kandidat, yaitu A1, A2, dan A3. Penilaian dilakukan berdasarkan tiga kriteria, yaitu kinerja, kedisiplinan, dan pengalaman kerja.

Bobot kriteria
Kinerja memiliki bobot 0,5
Kedisiplinan memiliki bobot 0,3
Pengalaman kerja memiliki bobot 0,2

Ketiga kriteria tersebut merupakan kriteria benefit.

Nilai masing-masing kandidat adalah sebagai berikut
A1 memiliki nilai kinerja 80, kedisiplinan 75, pengalaman 3
A2 memiliki nilai kinerja 85, kedisiplinan 70, pengalaman 4
A3 memiliki nilai kinerja 78, kedisiplinan 80, pengalaman 5

Penyusunan Matriks Keputusan

Matriks keputusan disusun berdasarkan data yang telah diberikan. Setiap baris menunjukkan alternatif dan setiap kolom menunjukkan kriteria. Data ini akan langsung digunakan dalam perhitungan tanpa normalisasi tambahan karena metode Weighted Product menggunakan perbandingan relatif melalui perpangkatan.

Baca juga:Universitas Teknokrat Indonesia Gelar Konferensi Internasional, Hadirkan Pembicara dari Empat Negara

Perhitungan Vektor S

Perhitungan vektor S dilakukan dengan mengalikan setiap nilai kriteria yang dipangkatkan dengan bobotnya.

S1 = (80^0,5) × (75^0,3) × (3^0,2)
S2 = (85^0,5) × (70^0,3) × (4^0,2)
S3 = (78^0,5) × (80^0,3) × (5^0,2)

Hasil perhitungan mendekati sebagai berikut
S1 ≈ 15,98
S2 ≈ 16,42
S3 ≈ 16,35

Perhitungan Vektor V

Langkah selanjutnya adalah menghitung nilai V untuk masing-masing alternatif.

Total S = S1 + S2 + S3
Total S ≈ 15,98 + 16,42 + 16,35 = 48,75

V1 = 15,98 / 48,75 ≈ 0,328
V2 = 16,42 / 48,75 ≈ 0,337
V3 = 16,35 / 48,75 ≈ 0,335

Hasil dan Perankingan

Berdasarkan nilai V, urutan alternatif dari yang terbaik adalah
Peringkat pertama adalah A2 dengan nilai V tertinggi
Peringkat kedua adalah A3
Peringkat ketiga adalah A1

Dengan demikian, karyawan A2 direkomendasikan sebagai karyawan terbaik berdasarkan metode Weighted Product.

Kelebihan Metode Weighted Product

Metode Weighted Product memiliki beberapa kelebihan. Salah satunya adalah mampu menangani perbedaan skala antar kriteria dengan baik. Selain itu, metode ini memperhatikan tingkat kepentingan setiap kriteria secara proporsional melalui bobot.

Weighted Product juga menghasilkan peringkat yang lebih sensitif terhadap perubahan nilai kriteria dibandingkan metode berbasis penjumlahan.

Kekurangan Metode Weighted Product

Meskipun memiliki banyak kelebihan, metode Weighted Product juga memiliki kelemahan. Salah satunya adalah perhitungan yang relatif lebih kompleks, terutama jika jumlah alternatif dan kriteria cukup banyak. Selain itu, metode ini sangat bergantung pada ketepatan penentuan bobot.

Kesalahan dalam pemberian bobot dapat memengaruhi hasil keputusan secara signifikan.

Kesimpulan

Contoh soal weighted product menunjukkan bahwa metode ini sangat efektif digunakan dalam pengambilan keputusan multikriteria. Dengan memahami konsep dasar, rumus, serta langkah-langkah perhitungannya, metode Weighted Product dapat diterapkan dalam berbagai kasus secara objektif dan sistematis. Latihan mengerjakan contoh soal akan membantu meningkatkan pemahaman dan kemampuan dalam menggunakan metode ini sebagai bagian dari Sistem Pendukung Keputusan.

Penulis:septa rahmadani

Post Comment