Contoh Soal Tes Kepribadian Psikotes

Contoh Soal Tes Kepribadian Psikotes

Wih, lagi dapet panggilan kerja ya? Selamat ya! Tapi biasanya habis lolos seleksi berkas, ada satu “monster” yang bikin banyak orang garuk-garuk kepala: Psikotes. Dan di dalam psikotes itu, ada bagian yang sering dianggap sepele tapi justru paling menentukan, yaitu Tes Kepribadian.

Banyak yang tanya, “Pap, emang ada ya contoh soal tes kepribadian? Kan kepribadian orang beda-beda, emang ada jawaban bener atau salah?”

Nah, di artikel santai kali ini, kita bakal kupas tuntas, bedah habis, sampai ke akar-akarnya soal tes kepribadian psikotes ini. Kita nggak cuma kasih contoh soal, tapi juga bocoran cara “mainnya” biar profil kamu kelihatan makin kece di mata HRD. Yuk, tarik napas dalam-dalam, siapin kopi, dan mari kita mulai!

Sebenernya, Tes Kepribadian Itu Apa Sih?

Sebelum masuk ke contoh soal, kamu harus paham dulu logikanya. Tes kepribadian bukan tes matematika yang jawabannya pasti $1 + 1 = 2$. Tes ini tujuannya buat memotret karakter, sikap kerja, kepemimpinan, dan kestabilan emosi kamu.

🔖 Baca juga:
Panduan Lengkap: Contoh Soal Tanda Titik dalam Kalimat Bahasa Indonesia dan Penjelasannya

Perusahaan pengen tahu: Kamu ini tipe orang yang kalau dikasih tekanan bakal meledak atau tetep tenang? Kamu lebih suka kerja sendirian di pojokan atau jadi ‘social butterfly’ yang jago koordinasi?

Jadi, kuncinya bukan “benar atau salah”, tapi “cocok atau nggak” sama posisi yang kamu lamar. Kalau kamu lamar jadi Sales tapi hasil tes kepribadianmu menunjukkan kamu orang yang super tertutup dan takut ngomong sama orang baru, ya otomatis HRD bakal mikir dua kali.

Jenis-Jenis Tes Kepribadian yang Sering Muncul

Biasanya, tes kepribadian di dunia kerja itu dibagi jadi dua kubu besar:

1. Tes Pilihan Ganda (Inventory Test)

Ini yang paling umum. Kamu bakal dikasih pernyataan, terus kamu tinggal pilih yang paling menggambarkan dirimu. Contohnya:

  • EPPS (Edwards Personal Preference Schedule)
  • PAPI Kostick (Perception and Preference Inventory)
  • MBTI (Myers-Briggs Type Indicator)
  • DISC (Dominance, Influence, Steadiness, Compliance)

2. Tes Proyektif (Gambar-menggambar)

Ini tes yang bikin pegel tangan. Kamu disuruh gambar pohon, orang, atau lanjutin coretan nggak jelas. Contohnya:

  • BAUM Test (Gambar Pohon)
  • DAP (Draw a Person – Gambar Orang)
  • Wartegg Test (Lanjutin 8 kotak gambar)

Contoh Soal Tes Kepribadian Pilihan Ganda (EPPS/PAPI Kostick)

Dalam tes ini, biasanya kamu dihadapkan pada dua pernyataan (A dan B). Kamu harus pilih satu yang PALING menggambarkan dirimu, meskipun kadang keduanya nggak ada yang cocok atau malah keduanya cocok banget.

Contoh 1:

  • A. Saya suka mengerjakan tugas sampai benar-benar selesai.
  • B. Saya suka memimpin sebuah kelompok dalam diskusi.

Analisis Pap:

Kalau kamu pilih A, kamu menonjolkan sisi Achievement (prestasi/tuntas kerja). Kalau pilih B, kamu menonjolkan sisi Leadership (kepemimpinan). Pilih yang paling relevan sama posisi kerjamu. Kalau lamar jadi Manager, B itu wajib. Kalau lamar jadi Administrasi atau Auditor, A adalah kunci.

Contoh 2:

  • A. Saya suka mencoba hal-hal baru dan tantangan yang berbeda.
  • B. Saya suka mengikuti aturan yang sudah ditetapkan oleh atasan.

Analisis Pap:

A menunjukkan kamu orang yang adaptif dan inovatif (Change). B menunjukkan kamu orang yang patuh (Order/Compliance). Perusahaan startup biasanya nyari yang pilih A, tapi instansi pemerintah atau bank biasanya lebih suka yang pilih B.

Contoh Soal Tes Gambar (DAP & BAUM)

Nah, ini yang sering bikin mitos aneh-aneh di internet. “Jangan gambar pohon beringin nanti kamu dibilang kolot,” atau “Jangan gambar orang tangan di saku nanti dibilang pengangguran.” Duh, jangan kemakan hoaks ya!

1. Tes Gambar Orang (Draw A Person)

Instruksi: “Gambarlah orang lengkap, beri keterangan jenis kelamin, usia, dan aktivitasnya.”

Tips dari Pap:

  • Proporsi itu penting: Jangan gambar orang kepalanya segede gaban tapi badannya kecil. Itu menunjukkan kamu kurang seimbang dalam berpikir dan bertindak.
  • Detail itu kunci: Gambar orang yang punya telinga (tandanya mau dengerin saran), punya tangan (siap kerja), dan punya kaki yang berpijak (mandiri).
  • Aktivitas: Gambarlah orang yang lagi kerja atau melakukan sesuatu yang produktif. Jangan gambar orang lagi tidur atau bengong, ya kali HRD mau rekrut orang yang hobi rebahan?

2. Tes Gambar Pohon (Baum Test)

Instruksi: “Gambarlah sebuah pohon berkayu (kecuali pohon kelapa, pisang, bambu, dan rumput-rumputan).”

Tips dari Pap:

  • Akar: Tunjukkan sedikit akar, tandanya kamu punya prinsip.
  • Batang: Gambar batang yang kokoh, jangan kerempeng. Batang mencerminkan kekuatan mental kamu.
  • Dahan & Daun: Pastikan pohonnya rindang. Ini menunjukkan kamu orang yang punya banyak ide dan bermanfaat buat lingkungan.
  • Jangan terlalu banyak aksesoris: Nggak usah gambar burung, ulat, atau jemuran di pohonnya. Fokus ke pohonnya aja.

Rahasia Menghadapi Wartegg Test (Tes 8 Kotak)

Ini nih tes yang legendaris. Kamu dikasih 8 kotak yang isinya coretan dikit, terus disuruh lanjutin jadi gambar.

  • Kotak 1 (Titik tengah): Ini soal diri kamu. Gambar sesuatu yang terpusat, kayak pusat bunga atau target panah. Jangan gambar yang bikin titik itu ilang.
  • Kotak 3 (Tiga garis naik): Ini soal ambisi. Gambarlah sesuatu yang naik, kayak tiang listrik, tangga, atau grafik kenaikan. Jangan digambar jadi pagar yang datar.
  • Kotak 4 (Kotak kecil hitam): Ini soal beban masalah. Jangan digambar jadi sesuatu yang makin gelap atau berat. Bisa digambar jadi bangunan atau papan catur.

Tips “Pro” Biar Lolos Tes Kepribadian

Oke, contoh udah, jenis udah. Sekarang Pap kasih tips pamungkas biar kamu nggak cuma sekadar ngerjain, tapi bener-bener “menjual” diri kamu lewat hasil tes itu.

1. Konsistensi adalah Segalanya!

Tes EPPS atau PAPI Kostick biasanya punya ratusan soal. Seringkali soal nomor 10 itu ditanyain lagi di nomor 150 dengan kalimat yang agak beda. Kalau di nomor 10 kamu bilang “Saya suka memimpin” tapi di nomor 150 kamu bilang “Saya takut mengambil keputusan”, HRD bakal tahu kamu BOHONG. Dan sekali ketahuan nggak konsisten, skor integritasmu langsung terjun bebas.

2. Jadilah Diri Sendiri (Versi Terbaik)

Jangan mencoba jadi malaikat. Kalau ada soal “Saya tidak pernah berbohong seumur hidup,” dan kamu pilih “Sangat Setuju”, HRD justru bakal curiga. Semua orang pernah salah. Pilih jawaban yang jujur tapi tetep menunjukkan keinginan untuk berkembang.

3. Pahami Posisi yang Dilamar

Ini yang Pap bilang tadi. Sebelum tes, baca lagi Job Description-nya.

  • Lamar Marketing: Tonjolkan sisi komunikatif, persuasif, dan pantang menyerah.
  • Lamar Accounting: Tonjolkan sisi ketelitian, kepatuhan pada aturan, dan keteraturan.
  • Lamar IT/Programmer: Tonjolkan sisi logika, pemecahan masalah, dan fokus tinggi.

4. Jangan Kelamaan Mikir

Tes kepribadian itu biasanya dikasih waktu yang mepet. Tujuannya supaya kamu menjawab spontan pakai alam bawah sadar kamu. Kalau kelamaan mikir, jawaban kamu jadi nggak alami karena otak depanmu sibuk “memanipulasi” biar kelihatan bagus.

5. Kondisi Fisik Harus Fit

Jangan begadang sebelum psikotes! Kalau kamu ngantuk, fokusmu ilang. Saat fokus ilang, kamu bakal asal pilih dan akhirnya nggak konsisten. Hasilnya? Profil kepribadianmu jadi berantakan kayak puzzle yang salah pasang.

Contoh Simulasi Singkat EPPS

Mari kita tes sebentar ya, coba Pap kasih 3 soal, kamu jawab dalem hati mana yang menurutmu paling menggambarkan dirimu saat ini:

  1. A. Saya suka menolong teman yang sedang kesulitan.B. Saya suka melakukan pekerjaan dengan cara saya sendiri tanpa bantuan orang lain.
  2. A. Saya ingin menjadi orang yang ahli di bidang yang saya geluti.B. Saya ingin orang lain mengakui keberhasilan saya.
  3. A. Saya mudah memaafkan kesalahan orang lain.B. Saya bersikeras agar orang lain melakukan pekerjaan sesuai standar saya.

Gimana? Bingung kan?

Nggak usah bingung! Kalau kamu pilih 1A, kamu punya empati tinggi. Kalau 1B, kamu mandiri. Kalau 2A, kamu fokus pada proses. Kalau 2B, kamu butuh pengakuan (eksternal). Kalau 3A, kamu punya interpersonal yang lembut. Kalau 3B, kamu tegas dan perfeksionis.

Sekali lagi, pilih yang paling dibutuhin sama posisi kerjamu!

Kesimpulan

Tes kepribadian psikotes itu bukan hantu yang perlu ditakutin. Anggap aja ini ajang buat kamu mengenalkan diri ke perusahaan lewat kertas. Kuncinya cuma tiga: Paham diri sendiri, Paham kebutuhan posisi, dan Konsisten.

Jangan stres duluan kalau liat soal yang aneh-aneh. Tetap tenang, bawa pensil HB (biasanya diminta HB buat tes gambar), dan jangan lupa sarapan sebelum berangkat!

Gimana, Pap? Penjelasan di atas udah cukup bikin kamu pede buat hadapi psikotes besok? Kalau masih ada yang bingung soal cara gambar pohon atau cara jawab soal PAPI Kostick yang muter-muter, tanya aja ya!

Post Comment