Operating lease merupakan salah satu topik penting dalam akuntansi modern, terutama dalam laporan keuangan perusahaan. Dengan adanya standar PSAK (Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan) dan IFRS (International Financial Reporting Standards), pencatatan sewa, termasuk operating lease, mengalami perubahan signifikan, terutama setelah penerapan PSAK 73 dan IFRS 16. Memahami operating lease sesuai standar akuntansi terbaru sangat penting bagi mahasiswa akuntansi, akuntan profesional, dan peserta ujian sertifikasi.
Baca juga:Kumpulan Contoh Soal Modulasi Gelombang untuk SMA dan
Pengertian Operating Lease Menurut PSAK dan IFRS
Menurut PSAK 73 dan IFRS 16, operating lease adalah sewa di mana penyewa (lessee) tidak mendapatkan sebagian besar risiko dan manfaat kepemilikan aset. Perubahan signifikan dari standar baru adalah:
- Pada laporan keuangan, sebagian besar sewa (termasuk operating lease) harus diakui di neraca sebagai right-of-use asset dan lease liability.
- Pembayaran sewa dicatat sebagai kombinasi beban bunga dan amortisasi aset sewa dalam laporan laba rugi.
- Tujuannya untuk meningkatkan transparansi dan konsistensi laporan keuangan.
Sebelumnya, operating lease tradisional tidak dicatat di neraca, hanya sebagai beban operasional di laporan laba rugi. Dengan standar baru, sebagian besar sewa, termasuk operating lease, kini harus diakui di neraca.
Ciri-Ciri Operating Lease Sesuai Standar
Ciri-ciri operating lease menurut PSAK dan IFRS terbaru:
- Risiko dan manfaat kepemilikan tidak sepenuhnya dialihkan ke lessee.
- Pembayaran sewa dicatat sebagai beban (kombinasi bunga dan depresiasi aset sewa).
- Aset dan kewajiban diakui di neraca (right-of-use asset dan lease liability).
- Jangka waktu sewa lebih pendek dibanding umur ekonomis aset.
- Sering digunakan untuk kendaraan, mesin, peralatan kantor, dan gedung sewaan.
Perbedaan Operating Lease Lama dan Sesuai PSAK/IFRS
| Aspek | Operating Lease Lama | Operating Lease PSAK/IFRS |
|---|---|---|
| Neraca | Tidak dicatat | Dicatat sebagai right-of-use asset dan lease liability |
| Laporan Laba Rugi | Beban sewa operasional | Beban bunga + amortisasi aset sewa |
| Risiko & Manfaat | Tetap pada lessor | Tetap pada lessor, tapi dicatat di neraca |
| Transparansi | Rendah | Tinggi |
| Contoh | Sewa kendaraan, mesin | Sewa kendaraan, gedung, peralatan kantor dengan pengakuan neraca |
Contoh Soal Pilihan Ganda Operating Lease
Soal 1
Ciri utama operating lease menurut PSAK/IFRS terbaru adalah …
A. Aset dicatat sepenuhnya sebagai milik lessee
B. Risiko dan manfaat sepenuhnya dialihkan ke lessee
C. Aset diakui sebagai right-of-use asset dan lease liability
D. Tidak ada pengaruh terhadap laporan keuangan
Jawaban: C
Pembahasan: Standar PSAK/IFRS terbaru mewajibkan pengakuan right-of-use asset dan lease liability di neraca meskipun risiko dan manfaat tetap di lessor.
Soal 2
Dalam operating lease PSAK/IFRS, pembayaran sewa dicatat di laporan laba rugi sebagai …
A. Beban operasional murni
B. Kombinasi bunga dan amortisasi aset sewa
C. Pendapatan ditunda
D. Tidak dicatat sama sekali
Jawaban: B
Pembahasan: Sesuai PSAK 73 dan IFRS 16, laporan laba rugi mencatat beban bunga atas kewajiban sewa dan depresiasi aset sewa.
Soal 3
Contoh aset yang sering disewakan melalui operating lease adalah …
A. Tanah
B. Mesin produksi
C. Kendaraan perusahaan
D. Semua jawaban benar
Jawaban: D
Pembahasan: Berbagai aset seperti kendaraan, mesin, gedung, dan peralatan kantor bisa disewakan dengan operating lease.
Soal 4
Perbedaan operating lease lama dan sesuai PSAK/IFRS adalah …
A. Lama dicatat di neraca, baru tidak
B. Lama hanya dicatat sebagai beban, baru diakui sebagai right-of-use asset dan lease liability
C. Lama mengakui bunga, baru tidak
D. Tidak ada perbedaan
Jawaban: B
Pembahasan: Perbedaan utama adalah pengakuan di neraca dan pengaruh pada laporan laba rugi.
Soal 5
Keuntungan lessee menggunakan operating lease sesuai standar baru adalah …
A. Mengurangi aset tetap di neraca
B. Transparansi laporan keuangan meningkat
C. Beban operasional dihilangkan
D. Risiko kepemilikan pindah ke lessee
Jawaban: B
Pembahasan: Dengan pengakuan right-of-use asset dan lease liability, transparansi dan konsistensi laporan keuangan meningkat.
Contoh Soal Isian Operating Lease PSAK/IFRS
Soal 1
Apa yang dimaksud dengan right-of-use asset dalam operating lease?
Jawaban: Aset hak guna pakai yang diakui di neraca sebagai representasi penggunaan aset sewaan selama masa kontrak.
Soal 2
Sebutkan dua komponen beban yang dicatat di laporan laba rugi untuk operating lease menurut PSAK/IFRS!
Jawaban: 1) Beban bunga atas lease liability 2) Amortisasi atau depresiasi right-of-use asset
Soal 3
Sebuah perusahaan menyewa gedung selama 5 tahun dengan pembayaran Rp 100.000.000 per tahun melalui operating lease. Bagaimana jurnal pengakuan awal sesuai PSAK/IFRS?
Jawaban:
- Debit Right-of-use asset Rp 500.000.000
- Kredit Lease liability Rp 500.000.000
Soal 4
Apa risiko yang tetap ditanggung lessor dalam operating lease PSAK/IFRS?
Jawaban: Risiko kerusakan aset, depresiasi nilai aset, dan biaya pemeliharaan.
Soal 5
Jika perusahaan membayar sewa Rp 10.000.000 per bulan, bagaimana beban di laporan laba rugi akan dicatat dalam satu bulan?
Jawaban: Beban bulan itu terdiri dari beban bunga atas lease liability dan depresiasi right-of-use asset sesuai metode amortisasi.
Contoh Soal Perhitungan Operating Lease
Soal 1
Perusahaan menyewa peralatan melalui operating lease selama 3 tahun dengan total pembayaran Rp 360.000.000. Hitung nilai right-of-use asset dan lease liability awal.
Jawaban: Nilai awal right-of-use asset = Rp 360.000.000, lease liability = Rp 360.000.000
Soal 2
Jika perusahaan membayar sewa Rp 5.000.000 per bulan, hitung total beban per tahun jika depresiasi aset sewa Rp 30.000.000 per tahun dan bunga lease liability Rp 20.000.000.
Jawaban: Total beban tahunan = 30.000.000 + 20.000.000 = Rp 50.000.000
Soal 3
Sebuah kendaraan disewa dengan operating lease 2 tahun. Pembayaran sewa Rp 12.000.000 per tahun. Hitung amortisasi per bulan jika metode garis lurus digunakan.
Jawaban: Total sewa = 2 × 12.000.000 = 24.000.000, amortisasi per bulan = 24.000.000 ÷ 24 bulan = Rp 1.000.000
Soal 4
Perusahaan menyewa mesin dengan operating lease. Nilai right-of-use asset Rp 100.000.000, bunga lease liability per bulan Rp 1.000.000, depresiasi aset sewa per bulan Rp 2.000.000. Hitung beban sewa bulan pertama.
Jawaban: Beban bulan pertama = 1.000.000 + 2.000.000 = Rp 3.000.000
Soal 5
Jika pembayaran sewa dilakukan setiap kuartal sebesar Rp 30.000.000, berapa total beban yang diakui dalam satu tahun jika depresiasi aset sewa Rp 60.000.000 per tahun dan bunga lease liability Rp 40.000.000 per tahun?
Jawaban: Total beban tahunan = 60.000.000 + 40.000.000 = Rp 100.000.000
Tips Belajar Operating Lease PSAK/IFRS
- Pahami perbedaan operating lease lama dan standar PSAK/IFRS terbaru.
- Fokus pada pencatatan right-of-use asset dan lease liability di neraca.
- Latihan soal rutin: pilihan ganda, isian, uraian, dan perhitungan.
- Gunakan contoh aset nyata: gedung, kendaraan, mesin, peralatan kantor.
- Pelajari jurnal akuntansi dan pengaruhnya terhadap laporan laba rugi dan neraca.
Baca juga:Mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia Borong Juara Nasional di ANFEST 2026
Kesimpulan
Operating lease menurut PSAK dan IFRS terbaru harus dicatat sebagai right-of-use asset dan lease liability, dengan pembayaran sewa dibagi menjadi beban bunga dan amortisasi aset sewa. Artikel ini menyajikan contoh soal operating lease sesuai PSAK dan IFRS terbaru beserta jawaban dan pembahasan, mulai dari soal pilihan ganda, isian, uraian, hingga perhitungan. Dengan memahami konsep, pencatatan, dan standar akuntansi terbaru, mahasiswa dan profesional akuntansi dapat menghadapi ujian, audit, dan praktik bisnis dengan lebih percaya diri.
Penulis: Maharani Noeralifa


Post Comment