Contoh Soal Op Amp Inverting Beserta Rumus dan Cara MenghitungContoh Soal Op Amp Inverting Beserta Rumus dan Cara MenghitungContoh Soal Op Amp Inverting Beserta Rumus dan Cara Menghitung

Contoh Soal Op Amp Inverting Beserta Rumus dan Cara Menghitung

Operational amplifier atau Op Amp adalah salah satu komponen penting dalam rangkaian elektronika analog. Op Amp dapat digunakan sebagai penguat tegangan, filter, integrator, diferensiator, dan masih banyak aplikasi lainnya. Salah satu konfigurasi Op Amp yang paling populer adalah Op Amp Inverting, di mana sinyal output memiliki polaritas berlawanan dengan sinyal input. Menguasai konsep Op Amp Inverting, rumus, dan cara perhitungannya sangat penting bagi mahasiswa teknik elektro, elektronika, dan fisika terapan.

Artikel ini menyajikan kumpulan contoh soal Op Amp Inverting beserta rumus dan cara menghitung sehingga mahasiswa dapat memahami konsep, latihan analisis rangkaian, serta mempersiapkan ujian dan praktikum laboratorium.

Baca juga:Apa Itu Matematika? Sebuah Petualangan Menuju Dunia Logika dan Pengetahuan

Pengertian Op Amp Inverting

Op Amp Inverting adalah konfigurasi penguat yang menghasilkan output berlawanan fase dengan input. Terminal invers (-) diberikan sinyal input melalui resistor RinR_{in}Rin​, sedangkan terminal non-invers (+) biasanya di-ground-kan. Resistor umpan balik RfR_fRf​ menghubungkan output ke terminal invers. Besarnya gain atau penguatan ditentukan oleh perbandingan RfR_fRf​ dan RinR_{in}Rin​. Rumus gain Op Amp Inverting adalah:Vout=−RfRinVinV_{out} = -\frac{R_f}{R_{in}} V_{in}Vout​=−Rin​Rf​​Vin​

Tanda negatif menunjukkan inversi fase. Gain dapat diatur sesuai kebutuhan dengan memilih nilai resistor RfR_fRf​ dan RinR_{in}Rin​ yang tepat.

🔖 Baca juga:
Latihan Contoh Soal Accurate 5 Sesuai Materi Ujian

Prinsip Kerja Op Amp Inverting

Terminal invers dianggap sebagai virtual ground, artinya tegangan di terminal invers sama dengan terminal non-invers yang di-ground-kan (0 V). Arus dari input melalui RinR_{in}Rin​ mengalir ke resistor umpan balik RfR_fRf​ menuju output. Tegangan output diperoleh dari persamaan gain inverting. Konsep virtual ground memudahkan analisis rangkaian, karena kita dapat menghitung arus dan tegangan hanya berdasarkan hukum Ohm dan aturan Kirchhoff.

Rumus Utama Op Amp Inverting

  • Tegangan output:

Vout=−RfRinVinV_{out} = -\frac{R_f}{R_{in}} V_{in}Vout​=−Rin​Rf​​Vin​

  • Gain:

Av=VoutVin=−RfRinA_v = \frac{V_{out}}{V_{in}} = -\frac{R_f}{R_{in}}Av​=Vin​Vout​​=−Rin​Rf​​

  • Rangkaian multiple input (summing amplifier):

Vout=−Rf∑i=1nViRiV_{out} = -R_f \sum_{i=1}^{n} \frac{V_i}{R_i}Vout​=−Rf​i=1∑n​Ri​Vi​​

Rumus-rumus ini menjadi dasar untuk menyelesaikan berbagai contoh soal Op Amp Inverting.

Contoh Soal 1: Tegangan Output Dasar

Sebuah Op Amp Inverting memiliki Rin=10kΩR_{in} = 10 k\OmegaRin​=10kΩ dan Rf=100kΩR_f = 100 k\OmegaRf​=100kΩ. Tegangan input Vin=2VV_{in} = 2 VVin​=2V. Hitung tegangan output VoutV_{out}Vout​.

Pembahasan:Vout=−RfRinVin=−10010⋅2=−20VV_{out} = -\frac{R_f}{R_{in}} V_{in} = -\frac{100}{10} \cdot 2 = -20 VVout​=−Rin​Rf​​Vin​=−10100​⋅2=−20V

Output sebesar −20 V menunjukkan amplifikasi 10 kali lipat dengan fase terbalik.

Contoh Soal 2: Menentukan Resistor Umpan Balik

Diketahui sebuah Op Amp Inverting harus memiliki gain −15 dan Rin=4.7kΩR_{in} = 4.7 k\OmegaRin​=4.7kΩ. Tentukan RfR_fRf​.

Pembahasan:Av=−RfRin⇒Rf=∣Av∣⋅Rin=15⋅4.7=70.5kΩA_v = -\frac{R_f}{R_{in}} \Rightarrow R_f = |A_v| \cdot R_{in} = 15 \cdot 4.7 = 70.5 k\OmegaAv​=−Rin​Rf​​⇒Rf​=∣Av​∣⋅Rin​=15⋅4.7=70.5kΩ

Resistor umpan balik yang dibutuhkan adalah 70.5 kΩ.

Contoh Soal 3: Menghitung Gain

Sebuah Op Amp Inverting menggunakan Rf=50kΩR_f = 50 k\OmegaRf​=50kΩ dan Rin=10kΩR_{in} = 10 k\OmegaRin​=10kΩ. Hitung gain rangkaian.

Pembahasan:Av=−RfRin=−5010=−5A_v = -\frac{R_f}{R_{in}} = -\frac{50}{10} = -5Av​=−Rin​Rf​​=−1050​=−5

Artinya output berlawanan fase dan diperkuat 5 kali.

Contoh Soal 4: Tegangan Input dari Output

Op Amp Inverting memiliki Rf=20kΩR_f = 20 k\OmegaRf​=20kΩ dan Rin=5kΩR_{in} = 5 k\OmegaRin​=5kΩ. Tegangan output Vout=−12VV_{out} = -12 VVout​=−12V. Tentukan tegangan input VinV_{in}Vin​.

Pembahasan:Vin=−Vout⋅RinRf=−−12⋅520=3VV_{in} = -\frac{V_{out} \cdot R_{in}}{R_f} = -\frac{-12 \cdot 5}{20} = 3 VVin​=−Rf​Vout​⋅Rin​​=−20−12⋅5​=3V

Contoh Soal 5: Rangkaian Multiple Input

Op Amp Inverting menerima V1=2VV_1 = 2 VV1​=2V melalui R1=10kΩR_1 = 10 k\OmegaR1​=10kΩ dan V2=3VV_2 = 3 VV2​=3V melalui R2=20kΩR_2 = 20 k\OmegaR2​=20kΩ dengan Rf=40kΩR_f = 40 k\OmegaRf​=40kΩ. Hitung output.

Pembahasan:Vout=−Rf(V1R1+V2R2)=−40(210+320)V_{out} = -R_f \left(\frac{V_1}{R_1} + \frac{V_2}{R_2}\right) = -40 \left(\frac{2}{10} + \frac{3}{20}\right)Vout​=−Rf​(R1​V1​​+R2​V2​​)=−40(102​+203​) Vout=−40×0.35=−14VV_{out} = -40 \times 0.35 = -14 VVout​=−40×0.35=−14V

Contoh Soal 6: Menentukan Resistor Input untuk Gain Tertentu

Jika Rf=100kΩR_f = 100 k\OmegaRf​=100kΩ dan gain yang diinginkan −25, tentukan RinR_{in}Rin​.

Pembahasan:Rin=Rf∣Av∣=10025=4kΩR_{in} = \frac{R_f}{|A_v|} = \frac{100}{25} = 4 k\OmegaRin​=∣Av​∣Rf​​=25100​=4kΩ

Contoh Soal 7: Summing Amplifier dengan Tiga Input

Op Amp Inverting menerima V1=1VV_1 = 1 VV1​=1V melalui R1=10kΩR_1 = 10 k\OmegaR1​=10kΩ, V2=2VV_2 = 2 VV2​=2V melalui R2=20kΩR_2 = 20 k\OmegaR2​=20kΩ, V3=1.5VV_3 = 1.5 VV3​=1.5V melalui R3=30kΩR_3 = 30 k\OmegaR3​=30kΩ, dengan Rf=60kΩR_f = 60 k\OmegaRf​=60kΩ. Tentukan output.

Pembahasan:Vout=−Rf(V1R1+V2R2+V3R3)=−60(0.1+0.1+0.05)V_{out} = -R_f \left(\frac{V_1}{R_1} + \frac{V_2}{R_2} + \frac{V_3}{R_3}\right) = -60 (0.1 + 0.1 + 0.05)Vout​=−Rf​(R1​V1​​+R2​V2​​+R3​V3​​)=−60(0.1+0.1+0.05) Vout=−60×0.25=−15VV_{out} = -60 \times 0.25 = -15 VVout​=−60×0.25=−15V

Contoh Soal 8: Tegangan Output AC

Input AC 5 V p-p melalui Rin=10kΩR_{in} = 10 k\OmegaRin​=10kΩ, Rf=50kΩR_f = 50 k\OmegaRf​=50kΩ. Tentukan output p-p.

Pembahasan:∣Av∣=RfRin=5|A_v| = \frac{R_f}{R_{in}} = 5∣Av​∣=Rin​Rf​​=5 Vout(p−p)=5×5=25VV_{out(p-p)} = 5 \times 5 = 25 VVout(p−p)​=5×5=25V

Output AC 25 V p-p dengan fase terbalik.

Contoh Soal 9: Gain dari Output

Jika input 1 V menghasilkan output −10 V, tentukan gain.

Pembahasan:Av=VoutVin=−10/1=−10A_v = \frac{V_{out}}{V_{in}} = -10 / 1 = -10Av​=Vin​Vout​​=−10/1=−10

Contoh Soal 10: Multiple Input dengan Resistor Berbeda

Op Amp Inverting menerima V1=1VV_1 = 1 VV1​=1V melalui R1=10kΩR_1 = 10 k\OmegaR1​=10kΩ, V2=4VV_2 = 4 VV2​=4V melalui R2=40kΩR_2 = 40 k\OmegaR2​=40kΩ, dengan Rf=20kΩR_f = 20 k\OmegaRf​=20kΩ. Hitung output.

Pembahasan:Vout=−Rf(V1R1+V2R2)=−20(0.1+0.1)=−4VV_{out} = -R_f \left(\frac{V_1}{R_1} + \frac{V_2}{R_2}\right) = -20 (0.1 + 0.1) = -4 VVout​=−Rf​(R1​V1​​+R2​V2​​)=−20(0.1+0.1)=−4V

Tips Efektif Belajar Op Amp Inverting

Pahami virtual ground, hafalkan rumus gain, latih soal dari dasar ke multiple input, gunakan simulasi seperti Multisim untuk memvisualisasikan output, dan selalu periksa satuan resistor dan tegangan. Latihan konsisten akan meningkatkan kemampuan analisis rangkaian serta ketepatan perhitungan.

Kesalahan Umum

Kesalahan biasanya terjadi pada salah tanda gain, keliru memasukkan nilai resistor, atau lupa inversi fase. Memahami konsep virtual ground dan memeriksa perhitungan membantu menghindari kesalahan ini.

Baca juga:Universitas Teknokrat Indonesia Raih Anugerah Diktisaintek 2025

Penutup

Contoh soal Op Amp Inverting beserta rumus dan cara menghitung ini membantu mahasiswa memahami konsep, menganalisis rangkaian, dan melatih perhitungan gain. Latihan konsisten mempermudah penguasaan materi dan kesiapan menghadapi ujian serta praktikum. Penguasaan Op Amp Inverting menjadi dasar penting dalam elektronika analog dan aplikasinya pada rangkaian penguat sinyal.

Penulis: okta

Post Comment