Contoh Soal Menyunting Kalimat Sesuai Ejaan Bahasa Indonesia Lengkap dengan Pembahasan

Kemampuan menyunting kalimat sesuai dengan Ejaan Bahasa Indonesia (EBI) atau yang sekarang merujuk pada Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) dan versi terbarunya, EYD Edisi V, merupakan kompetensi dasar yang sangat krusial. Baik bagi pelajar, mahasiswa, hingga praktisi profesional, kemahiran ini menentukan kualitas komunikasi tertulis.

Menyunting bukan sekadar memperbaiki salah ketik (typo), melainkan memastikan tata bahasa, tanda baca, penggunaan huruf kapital, hingga pemilihan kata (diksi) sudah tepat dan efektif. Artikel ini akan menyajikan panduan mendalam serta kumpulan contoh soal menyunting kalimat yang dirancang khusus untuk mengasah ketajaman bahasa Anda.

Baca juga: Kumpulan Contoh Soal AKM Pengganti UN Literasi dan Numerasi

Mengapa Menyunting Kalimat Itu Penting?

Sebelum masuk ke contoh soal, kita perlu memahami bahwa kalimat yang salah eja dapat menimbulkan ambiguitas atau makna ganda. Dalam konteks akademis, kesalahan ejaan bisa mengurangi kredibilitas penulis. Dalam konteks bisnis, kesalahan ini bisa dianggap sebagai bentuk ketidaktelitian profesional.

Menyunting kalimat mencakup beberapa aspek utama:

🔖 Baca juga:
Napoli Resmi Permanenkan Rasmus Hojlund dengan Dana Rp917 Miliar
  1. Pemakaian Huruf: Huruf kapital, huruf miring, dan huruf tebal.
  2. Penulisan Kata: Kata turunan, bentuk ulang, gabungan kata, serta kata depan.
  3. Pemakaian Tanda Baca: Titik, koma, titik dua, tanda petik, dan lain-lain.
  4. Keefektifan Kalimat: Menghindari pemborosan kata (pleonasme) dan memastikan kelogisan struktur (subjek dan predikat).

Panduan Singkat Aturan Ejaan Terbaru

Untuk menjawab soal-soal menyunting dengan benar, Anda harus mengingat beberapa aturan dasar berikut:

1. Penggunaan Huruf Kapital

Huruf kapital digunakan untuk awal kalimat, unsur nama orang, nama geografi (jika diikuti nama spesifik seperti Selat Sunda), nama tahun/bulan/hari, dan gelar kehormatan yang diikuti nama orang.

2. Penulisan Kata Depan ‘di’ dan ‘ke’

Kata depan ‘di’ dan ‘ke’ yang menunjukkan tempat wajib ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya (contoh: di kantor, ke sekolah). Sedangkan ‘di-‘ dan ‘ke-‘ sebagai imbuhan ditulis serangkai (contoh: dimakan, ketua).

3. Tanda Baca Koma (,)

Tanda koma digunakan di antara unsur-unsur dalam suatu pemerincian, sebelum kata penghubung pertentangan (tetapi, melainkan), dan setelah kata seru atau konjungsi antarkalimat (Oleh karena itu, Namun,).

4. Kata Baku

Pastikan menggunakan kata yang terdaftar di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Misalnya, apotek bukan apotik, analisis bukan analisa, dan jadwal bukan jadual.


Kumpulan Contoh Soal Menyunting Kalimat dan Pembahasan

Berikut adalah latihan soal yang bervariasi dari tingkat dasar hingga menengah. Cobalah untuk memperbaiki kalimat tersebut sebelum melihat pembahasannya.

Bagian 1: Penggunaan Huruf Kapital dan Nama Geografi

Soal 1

Kalimat: ibu membeli gula jawa dan pisang ambon di pasar yang terletak di sebelah selatan sungai barito.

Instruksi: Suntinglah kalimat di atas agar sesuai dengan ejaan yang benar.

Pembahasan:

  • Ibu harus kapital karena di awal kalimat.
  • gula jawa dan pisang ambon tetap kecil. Mengapa? Karena nama geografi yang digunakan sebagai nama jenis (varietas makanan) tidak diawali huruf kapital.
  • sungai Barito harus ditulis Sungai Barito (keduanya kapital) karena diikuti nama diri geografi.
  • selatan tetap kecil karena hanya menunjukkan arah, bukan wilayah administratif.

Hasil Suntingan:

Ibu membeli gula jawa dan pisang ambon di pasar yang terletak di sebelah selatan Sungai Barito.

Soal 2

Kalimat: Gubernur jawa barat sedang melakukan kunjungan kerja ke kabupaten bogor.

Instruksi: Perbaiki penulisan jabatan dan nama daerah.

Pembahasan:

  • Nama jabatan yang diikuti nama wilayah harus kapital: Gubernur Jawa Barat.
  • Nama wilayah administratif harus kapital: Kabupaten Bogor.

Hasil Suntingan:

Gubernur Jawa Barat sedang melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Bogor.


Bagian 2: Penulisan Kata Depan dan Imbuhan

Soal 3

Kalimat: Surat itu di tanda tangani oleh kepala sekolah di ruangannya setelah di baca dengan teliti.

Instruksi: Perbaiki penulisan kata berimbuhan dan kata depan.

Pembahasan:

  • di tanda tangani salah. Seharusnya ditandatangani. Gabungan kata yang mendapat awalan dan akhiran sekaligus harus ditulis serangkai.
  • di baca salah. Seharusnya dibaca (sebagai imbuhan pasif, bukan menunjukkan tempat).
  • di ruangannya sudah benar (dipisah karena menunjukkan tempat).

Hasil Suntingan:

Surat itu ditandatangani oleh kepala sekolah di ruangannya setelah dibaca dengan teliti.

Soal 4

Kalimat: Kemana pun ia pergi, ia selalu membawa buku catatan yang di simpan didalam tasnya.

Instruksi: Perbaiki penulisan “ke”, “di”, dan “pun”.

Pembahasan:

  • Kemana pun seharusnya Ke mana pun. “Ke” sebagai kata depan dipisah, dan “pun” yang berarti ‘juga’ atau ‘saja’ dipisah.
  • di simpan seharusnya disimpan (imbuhan).
  • didalam seharusnya di dalam (kata depan tempat).

Hasil Suntingan:

Ke mana pun ia pergi, ia selalu membawa buku catatan yang disimpan di dalam tasnya.


Bagian 3: Tanda Baca dan Konjungsi

Soal 5

Kalimat: Meskipun hari hujan tetapi Budi tetap berangkat sekolah karena ia ada ujian.

Instruksi: Perbaiki struktur konjungsi dan tanda baca.

Pembahasan:

  • Penggunaan konjungsi korelatif “Meskipun… tetapi…” adalah salah (mubazir/pleonasme). Pilih salah satu atau gunakan koma.
  • Jika mengawali kalimat dengan anak kalimat (Meskipun hari hujan), harus diikuti tanda koma sebelum induk kalimat.

Hasil Suntingan:

Meskipun hari hujan, Budi tetap berangkat sekolah karena ia ada ujian.

(Atau: Hari hujan, tetapi Budi tetap berangkat sekolah karena ia ada ujian.)

Soal 6

Kalimat: Ayah membeli peralatan tukang: palu, obeng, dan tang.

Instruksi: Periksa penggunaan tanda titik dua.

Pembahasan:

Kalimat ini sebenarnya sudah benar. Tanda titik dua digunakan di akhir suatu pernyataan lengkap yang diikuti pemerincian. Namun, jika pemerincian itu mengalir langsung dalam kalimat tanpa pernyataan lengkap sebelumnya, titik dua tidak diperlukan.

Hasil Suntingan:

Ayah membeli peralatan tukang: palu, obeng, dan tang. (Sudah Benar)


Bagian 4: Kata Baku dan Serapan

Soal 7

Kalimat: Tehnik analisa yang digunakan dalam riset itu sangat efektif untuk merubah prilaku masyarakat.

Instruksi: Ganti kata tidak baku menjadi kata baku.

Pembahasan:

  • Tehnik baku-nya adalah Teknik.
  • analisa baku-nya adalah analisis.
  • merubah baku-nya adalah mengubah (dari kata dasar ubah, bukan rubah).
  • prilaku baku-nya adalah perilaku.

Hasil Suntingan:

Teknik analisis yang digunakan dalam riset itu sangat efektif untuk mengubah perilaku masyarakat.

Soal 8

Kalimat: Jadual praktek dokter spesialis syaraf itu tersedia di apotik setiap hari kerja.

Instruksi: Identifikasi dan perbaiki kata serapan yang salah.

Pembahasan:

  • Jadual menjadi Jadwal.
  • praktek menjadi praktik.
  • syaraf menjadi saraf.
  • apotik menjadi apotek.

Hasil Suntingan:

Jadwal praktik dokter spesialis saraf itu tersedia di apotek setiap hari kerja.


Bagian 5: Kalimat Efektif (Menghindari Pemborosan)

Soal 9

Kalimat: Bagi semua para peserta lomba-lomba dilarang untuk tidak membawa alat tulis sendiri.

Instruksi: Sunting agar menjadi kalimat efektif dan tidak ambigu.

Pembahasan:

  • Bagi semua para adalah pemborosan. Gunakan salah satu saja (contoh: “Semua peserta”).
  • lomba-lomba cukup “lomba” jika sudah ada kata “semua”.
  • dilarang untuk tidak membawa bermakna ganda dan membingungkan (negatif ganda). Jika maksudnya harus membawa, katakan langsung.

Hasil Suntingan:

Semua peserta lomba dilarang membawa alat tulis sendiri. (Jika dilarang).

Atau: Semua peserta lomba wajib membawa alat tulis sendiri.

Soal 10

Kalimat: Ia bekerja demi untuk menghidupi keluarganya di desa.

Instruksi: Perbaiki pleonasme.

Pembahasan:

Kata demi dan untuk memiliki fungsi yang sama. Menggunakan keduanya secara bersamaan adalah pemborosan kata.

Hasil Suntingan:

Ia bekerja demi menghidupi keluarganya di desa.

(Atau: Ia bekerja untuk menghidupi keluarganya di desa.)


Tabel Ringkasan Kesalahan Umum dalam Menyunting

KategoriSalahBenar
Kata Depandirumah, kedepandi rumah, ke depan
Awalandi tulis, meng-hargaiditulis, menghargai
Kata Bakuijin, nasehat, kwitansiizin, nasihat, kuitansi
Huruf Kapitalsuku Dayak, jeruk Balisuku Dayak, jeruk bali
Tanda BacaSaya ingin makan, tapi kenyang.Saya ingin makan, tetapi kenyang.

Tips Ampuh Mahir Menyunting Kalimat

Untuk menguasai kemampuan ini secara otodidak, Anda bisa menerapkan langkah-langkah berikut dalam keseharian:

  1. Membaca Secara Lambat: Saat menyunting, baca kalimat kata demi kata. Seringkali mata kita secara otomatis memperbaiki kesalahan ejaan di otak sehingga kita melewatkan kesalahan yang ada di kertas.
  2. Gunakan Kamus (KBBI V): Selalu siapkan aplikasi KBBI di ponsel Anda. Jika ragu dengan sebuah kata, segera cek kebenarannya.
  3. Pahami Konteks Nama Geografi: Ingatlah bahwa nama geografi hanya kapital jika menunjukkan tempat spesifik. “Mandi di sungai” (kecil), tapi “Mandi di Sungai Kapuas” (kapital).
  4. Latihan Menulis Formal: Cobalah menulis opini atau artikel pendek dengan disiplin ejaan yang ketat.
  5. Perhatikan Tanda Hubung (-): Gunakan tanda hubung untuk menyambung unsur kata ulang (anak-anak) atau menyambung huruf kapital dengan imbuhan (se-Indonesia, mem-PHK).

Baca juga: Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Nasrullah Yusuf Lantik Lilik Ariyanto Ketua Program Studi Teknik Sipil

Kesimpulan

Menyunting kalimat sesuai ejaan bahasa Indonesia adalah keterampilan yang memadukan ketelitian dan pengetahuan tata bahasa. Dengan sering berlatih menggunakan contoh soal seperti di atas, Anda akan terbiasa mengenali pola-pola kesalahan yang sering muncul. Ingatlah bahwa bahasa Indonesia terus berkembang, namun fondasi ejaan yang baku tetap menjadi standar utama dalam komunikasi formal.

Kemampuan menyunting yang baik bukan hanya tentang benar atau salah secara teknis, tetapi tentang bagaimana menghargai pembaca dengan menyajikan tulisan yang bersih, jelas, dan mudah dipahami. Teruslah berlatih dan jangan ragu untuk merujuk pada pedoman resmi EYD terbaru.

Penulis: Aripin

Post Comment