Contoh Soal Kekoherensian dan Kekohesifan Lengkap dengan Pembahasan

Dalam pembelajaran bahasa Indonesia, terutama pada materi menulis dan membaca teks, istilah kekoherensian dan kekohesifan menjadi konsep penting yang wajib dikuasai. Kekoherensian (coherence) berkaitan dengan kesinambungan ide dalam teks, sedangkan kekohesifan (cohesion) berkaitan dengan keterpaduan unsur bahasa secara gramatikal dan leksikal.

Menguasai kedua konsep ini tidak hanya membantu siswa menulis teks yang baik, tetapi juga memahami teks bacaan secara kritis. Untuk itu, latihan soal dengan pembahasan sangat membantu siswa memahami penerapan konsep kekoherensian dan kekohesifan.

Artikel ini menyajikan contoh soal kekoherensian dan kekohesifan lengkap dengan pembahasan agar mudah dipelajari dan diingat.


Pengertian Kekoherensian

Kekoherensian adalah hubungan logis antar ide dalam sebuah teks sehingga pembaca mudah mengikuti alur cerita atau gagasan. Teks yang koheren memiliki ciri-ciri:

  1. Ide utama jelas
    Setiap paragraf memiliki fokus yang dapat dikenali.
  2. Hubungan antar kalimat logis
    Kalimat dalam paragraf saling mendukung ide utama.
  3. Alur teks runtut
    Urutan informasi tersusun secara sistematis dan masuk akal.

Contoh sederhana:

🔖 Baca juga:
Tata Cara Sholat Lengkap dan Benar Sesuai Sunnah, Wajib Dipahami Muslim

Kalimat 1: Saya bangun pagi dan pergi ke pasar.
Kalimat 2: Di pasar, saya membeli sayuran segar.
Kalimat 3: Saya pulang dan memasak sayur itu untuk sarapan.

Ketiga kalimat tersebut koheren karena ide dan alurnya runtut.


Pengertian Kekohesifan

Kekohesifan adalah keterpaduan unsur bahasa dalam teks melalui kata penghubung, rujukan, repetisi, sinonim, atau konjungsi sehingga teks terlihat menyatu secara gramatikal. Unsur kekohesifan antara lain:

  1. Kata penghubung (konjungsi)
    Misal: dan, tetapi, karena, sehingga, walaupun
  2. Rujukan (referensi)
    Misal: ia, mereka, ini, itu
  3. Repetisi dan sinonim
    Mengulang kata kunci atau menggunakan padanan kata untuk menjaga kesatuan makna
  4. Substitusi
    Mengganti kata agar tidak terjadi pengulangan berlebihan
  5. Elipsis
    Menghilangkan kata yang bisa dipahami dari konteks

Contoh sederhana:

Kalimat 1: Siti pergi ke toko.
Kalimat 2: Dia membeli buah dan sayur.
Kalimat 3: Setelah itu, Siti pulang.

Teks di atas kohesif karena terdapat rujukan โ€œDiaโ€ dan โ€œSitiโ€ serta kata penghubung โ€œsetelah ituโ€.


Contoh Soal Kekoherensian

Soal 1:
Perhatikan paragraf berikut:

  1. Rani pergi ke perpustakaan untuk meminjam buku.
  2. Buku yang dipinjamnya adalah novel favoritnya.
  3. Ia sangat senang karena mendapat buku yang dicari.

Apakah paragraf di atas koheren? Jelaskan alasannya.

Jawaban:
Ya, paragraf ini koheren. Kalimat-kalimatnya memiliki hubungan logis: Rani pergi ke perpustakaan (kalimat 1), meminjam buku favoritnya (kalimat 2), dan merasa senang karena mendapat buku tersebut (kalimat 3). Alur cerita runtut dan ide utama jelas.


Soal 2:
Perhatikan paragraf berikut:

  1. Budi membeli sepeda baru.
  2. Hari hujan turun deras di kota itu.
  3. Ia senang bersepeda di pagi hari.

Apakah paragraf ini koheren?

Jawaban:
Tidak koheren. Kalimat kedua mengenai hujan tidak terkait dengan kalimat pertama dan ketiga, sehingga alur cerita tidak logis. Agar koheren, kalimat kedua bisa diubah menjadi: โ€œHari berikutnya, Budi mencoba sepeda barunya di pagi hari.โ€


Soal 3:
Perhatikan paragraf berikut:

  1. Petani menanam padi di sawah.
  2. Ia merawat tanaman dengan baik.
  3. Hasil panen tahun ini meningkat drastis.
  4. Tanaman jagung juga tumbuh subur.

Apakah paragraf ini koheren?

Jawaban:
Paragraf ini sebagian koheren. Kalimat 1โ€“3 saling mendukung ide utama tentang padi. Kalimat 4 menambahkan informasi tentang jagung, sehingga sedikit mengganggu alur jika fokus paragraf seharusnya pada padi. Agar koheren, kalimat 4 bisa dihilangkan atau dipindahkan ke paragraf lain.


Contoh Soal Kekohesifan

Soal 4:
Perhatikan paragraf berikut dan tentukan unsur kekohesifan yang digunakan:

  1. Santi pergi ke pasar.
  2. Ia membeli sayur dan buah.
  3. Setelah itu, ia pulang ke rumah.

Jawaban:
Teks ini kohesif karena:

  • Rujukan: โ€œIaโ€ merujuk pada Santi.
  • Kata penghubung: โ€œsetelah ituโ€ menghubungkan kalimat ketiga dengan kalimat sebelumnya.

Baca Juga : Contoh Soal UN IPA SD Lengkap dengan Pembahasan


Soal 5:
Perhatikan paragraf berikut:

  1. Anak-anak bermain di taman.
  2. Mereka menikmati permainan bola.
  3. Beberapa anak juga bermain ayunan.

Sebutkan jenis kekohesifan yang digunakan.

Jawaban:

  • Rujukan: โ€œMerekaโ€ merujuk pada โ€œAnak-anakโ€.
  • Repetisi/penyebutan kata: โ€œanakโ€ muncul kembali untuk menjaga kesatuan makna.

Soal 6:
Perhatikan paragraf berikut:

  1. Budi membeli buku cerita.
  2. Buku tersebut sangat menarik.
  3. Ia membaca buku itu setiap malam sebelum tidur.

Tentukan unsur kohesif yang digunakan.

Jawaban:

  • Rujukan: โ€œBuku tersebutโ€ dan โ€œbuku ituโ€ merujuk pada buku yang sama.
  • Substitusi: kata โ€œbuku ituโ€ menggantikan pengulangan kata โ€œbuku ceritaโ€.

Soal Latihan Gabungan Kekoherensian dan Kekohesifan

Soal 7:
Perhatikan paragraf berikut:

  1. Tina memiliki kucing bernama Miko.
  2. Ia memberi makan Miko setiap pagi.
  3. Kucing itu sangat lucu dan suka bermain.
  4. Anak-anak tetangga datang melihat Miko bermain.

Analisis apakah paragraf ini koheren dan kohesif.

Jawaban:

  • Koheren: Paragraf memiliki alur logis dari pemilik kucing, merawat kucing, hingga kucing bermain dan menarik perhatian tetangga.
  • Kohesif:
    • Rujukan: โ€œIaโ€ dan โ€œKucing ituโ€ merujuk pada Tina dan Miko.
    • Kata penghubung implisit: urutan kalimat menunjukkan kesinambungan logis.

Soal 8:
Perhatikan paragraf berikut:

  1. Hujan deras mengguyur kota.
  2. Banyak genangan air di jalan.
  3. Beberapa orang memilih menggunakan payung.
  4. Saya menonton dari jendela rumah.

Tentukan apakah paragraf ini koheren dan kohesif.

Jawaban:

  • Koheren: Alur logis; hujan โ†’ dampak โ†’ tindakan orang โ†’ observasi.
  • Kohesif:
    • Rujukan: โ€œBeberapa orangโ€ menunjukkan subjek yang berbeda namun masih relevan dengan situasi.
    • Kata penghubung implisit: urutan kalimat menunjukkan kronologi kejadian.

Baca Juga : Universitas Teknokrat Indonesia Masuk 10 Besar Kampus Swasta Terbaik Nasional Versi AppliedHE ASEAN 2026


Soal 9:
Perhatikan paragraf berikut:

  1. Rina ingin pergi ke perpustakaan.
  2. Ia membawa tas yang berisi buku catatan.
  3. Perjalanan menuju perpustakaan cukup jauh.
  4. Matahari mulai terbenam saat ia tiba.

Analisis kekoherensian dan kekohesifan.

Jawaban:

  • Koheren: Alur cerita logis; Rina ingin pergi โ†’ persiapan โ†’ perjalanan โ†’ sampai di tujuan.
  • Kohesif:
    • Rujukan: โ€œIaโ€ merujuk pada Rina.
    • Kata penghubung implisit: urutan kejadian tersusun runtut.

Tips Menjawab Soal Kekoherensian dan Kekohesifan

  1. Cek ide utama setiap paragraf
    Pastikan setiap kalimat mendukung ide utama.
  2. Periksa alur logis
    Jika kalimat tampak acak, kemungkinan kekoherensian rendah.
  3. Identifikasi rujukan, konjungsi, dan repetisi
    Unsur ini menunjukkan kekohesifan.
  4. Perhatikan substitusi dan elipsis
    Ganti kata agar tidak terlalu berulang tetapi tetap jelas.
  5. Latih soal secara rutin
    Semakin sering latihan, kemampuan analisis teks meningkat.

Kesimpulan

Menguasai kekoherensian dan kekohesifan sangat penting bagi siswa dan mahasiswa agar dapat menulis dan membaca teks dengan baik. Artikel ini menyajikan contoh soal lengkap dengan pembahasan untuk mempermudah pemahaman:

  • Kekoherensian memastikan alur ide logis dan runtut.
  • Kekohesifan memastikan keterpaduan unsur bahasa dalam teks.
  • Latihan soal membantu menganalisis teks dan mengidentifikasi unsur koherensi dan kohesi.

Dengan latihan rutin dan memahami unsur-unsur kekoherensian dan kekohesifan, siswa akan lebih mudah menulis teks yang baik, membaca teks dengan kritis, dan menjawab soal ujian secara tepat.

Penulis : Reyfen

Post Comment