×

Contoh Soal Gerak Lurus Beraturan (GLB) untuk UN Disertai Pembahasan

Gerak Lurus Beraturan (GLB) adalah salah satu materi Fisika yang hampir selalu muncul dalam soal Ujian Nasional (UN) maupun ujian sekolah. Materi ini terlihat sederhana karena hanya membahas gerak pada lintasan lurus dengan kecepatan konstan. Namun, justru karena terlihat mudah, banyak siswa sering lengah dan akhirnya salah pada bagian-bagian yang tampak sepele, seperti konversi satuan, membaca informasi soal, hingga menentukan rumus yang tepat.

Dalam artikel ini, kamu akan menemukan kumpulan contoh soal GLB untuk UN lengkap dengan pembahasan. Soal disusun dari tingkat mudah hingga menengah, termasuk tipe yang sering muncul seperti pertemuan, menyusul, dan soal grafik. Cocok banget untuk kamu yang ingin latihan intensif agar siap menghadapi ujian.

Baca juga : Contoh Soal Segitiga Pascal dari Mudah hingga Sulit Disertai Jawaban

Pengertian Gerak Lurus Beraturan (GLB)

Gerak Lurus Beraturan adalah gerak suatu benda pada lintasan lurus dengan kecepatan tetap. Artinya, kecepatan benda tidak berubah dari awal sampai akhir, sehingga percepatannya nol. Jika sebuah mobil melaju dengan kecepatan 10 m/s selama 5 sekon, maka setiap detik mobil menempuh jarak yang sama.

🔖 Baca juga:
Panduan Lengkap Kombinasi dan Permutasi: Rumus, Penjelasan, Contoh Soal, dan Pembahasan untuk Pemula

Ciri-ciri GLB yang wajib kamu pahami:
Kecepatan konstan atau tetap
Lintasan gerak berupa garis lurus
Percepatan bernilai nol
Jarak yang ditempuh berbanding lurus dengan waktu

Rumus Dasar GLB yang Sering Dipakai di UN

Rumus GLB sebenarnya hanya tiga, tetapi sangat penting dikuasai karena hampir seluruh soal GLB dapat diselesaikan dengan rumus ini.

Kecepatan:
v = s / t

Jarak:
s = v × t

Waktu:
t = s / v

Keterangan:
v = kecepatan (m/s atau km/jam)
s = jarak (m atau km)
t = waktu (s atau jam)

Dalam soal UN, satuan sering dibuat bervariasi sehingga kamu perlu teliti saat mengubah km ke m dan jam ke sekon.

Perbedaan Jarak dan Perpindahan dalam GLB

Satu hal penting yang sering ditanyakan adalah perbedaan jarak dan perpindahan. Jarak adalah panjang lintasan yang ditempuh benda, sedangkan perpindahan adalah perubahan posisi benda dari titik awal ke titik akhir.

Pada gerak satu arah, jarak dan perpindahan bisa sama nilainya. Tetapi jika benda sempat berbalik arah, jarak dan perpindahan akan berbeda. Ini sering jadi jebakan dalam soal cerita.

Tips Cepat Mengerjakan Soal GLB Saat UN

Supaya kamu lebih cepat dan tepat saat mengerjakan soal GLB, coba terapkan tips berikut.

Pastikan satuan sudah sama sebelum mulai menghitung. Jika kecepatan km/jam maka waktunya gunakan jam, sedangkan jika kecepatan m/s maka waktunya gunakan sekon.
Tuliskan data yang diketahui dan yang ditanyakan. Ini mengurangi risiko salah rumus.
Gunakan konsep kecepatan relatif pada soal menyusul dan berpapasan.
Jika soalnya berupa grafik, ingat bahwa jarak pada grafik v-t adalah luas daerah di bawah grafik.
Selalu cek kembali hasil hitungan agar tidak keliru.

Contoh Soal GLB untuk UN Tingkat Mudah dan Pembahasan

Soal 1
Sebuah mobil bergerak dengan kecepatan 12 m/s selama 15 sekon. Berapa jarak yang ditempuh mobil?

Jawaban
s = v × t
s = 12 × 15 = 180 m

Pembahasan
Karena kecepatan tetap, gunakan rumus jarak GLB yaitu s = v t.

Soal 2
Seorang siswa berjalan sejauh 240 meter dalam waktu 60 sekon. Berapa kelajuan siswa tersebut?

Jawaban
v = s / t
v = 240 / 60 = 4 m/s

Pembahasan
Kelajuan adalah jarak dibagi waktu. Soal ini langsung memakai rumus dasar GLB.

Soal 3
Sebuah sepeda melaju dengan kecepatan 5 m/s selama 40 sekon. Hitung jaraknya.

Jawaban
s = 5 × 40 = 200 m

Pembahasan
Ini soal GLB murni tanpa konversi satuan.

Contoh Soal GLB untuk UN Tingkat Menengah dan Pembahasan

Soal 4
Sebuah bus bergerak dengan kecepatan 72 km/jam selama 30 menit. Berapa jarak yang ditempuh bus?

Jawaban
30 menit = 0,5 jam
s = v × t
s = 72 × 0,5 = 36 km

Pembahasan
Trik utama soal ini adalah mengubah menit ke jam terlebih dahulu.

Soal 5
Sebuah mobil menempuh jarak 150 km dalam waktu 2,5 jam. Tentukan kecepatan mobil tersebut.

Jawaban
v = s / t
v = 150 / 2,5 = 60 km/jam

Pembahasan
Karena satuan jarak km dan waktu jam, maka kecepatan langsung dalam km/jam.

Soal 6
Kereta api bergerak dengan kecepatan 90 km/jam. Berapa kecepatan kereta tersebut dalam m/s?

Jawaban
1 km/jam = 5/18 m/s
v = 90 × 5/18
v = 450/18
v = 25 m/s

Pembahasan
Konversi 5/18 sering dipakai dalam soal UN. Dengan mengingat nilai ini, kamu bisa mengerjakan lebih cepat.

Contoh Soal GLB Tipe Berpapasan dan Pembahasan

Soal 7
Dua mobil A dan B berada saling berhadapan dengan jarak 360 meter. Mobil A bergerak dengan kecepatan 10 m/s menuju mobil B, dan mobil B bergerak dengan kecepatan 8 m/s menuju mobil A. Berapa waktu yang diperlukan sampai mereka bertemu?

Jawaban
Jika saling mendekat maka vrel = vA + vB
vrel = 10 + 8 = 18 m/s
t = s / vrel
t = 360 / 18 = 20 s

Pembahasan
Pada soal berpapasan, kecepatan relatif adalah penjumlahan dua kecepatan karena bergerak saling mendekat.

Soal 8
Dua sepeda bergerak saling mendekat dengan kecepatan 4 m/s dan 6 m/s. Jika jarak awal 200 m, kapan keduanya bertemu?

Jawaban
vrel = 4 + 6 = 10 m/s
t = 200 / 10 = 20 s

Pembahasan
Konsepnya sama seperti soal sebelumnya, hanya angkanya yang berbeda.

Contoh Soal GLB Tipe Menyusul dan Pembahasan

Soal 9
Mobil A berada 120 meter di depan mobil B. Mobil A bergerak dengan kecepatan 15 m/s sedangkan mobil B bergerak dengan kecepatan 20 m/s. Berapa waktu yang diperlukan mobil B untuk menyusul mobil A?

Jawaban
Karena searah maka vrel = vB − vA
vrel = 20 − 15 = 5 m/s
t = s / vrel
t = 120 / 5 = 24 s

Pembahasan
Soal menyusul selalu menggunakan selisih kecepatan, bukan penjumlahan. Ini bagian yang sering menjadi jebakan.

Soal 10
Pelari A berlari dengan kecepatan 6 m/s. Pelari B berada 30 meter di belakang A dan kecepatannya 9 m/s. Berapa waktu yang diperlukan pelari B untuk menyusul A?

Jawaban
vrel = 9 − 6 = 3 m/s
t = 30 / 3 = 10 s

Pembahasan
Jarak yang harus dikejar adalah 30 meter, dan kecepatan relatifnya 3 m/s, sehingga waktu menyusul 10 sekon.

Contoh Soal GLB dengan Grafik dan Pembahasan

Soal 11
Sebuah benda bergerak dengan kecepatan tetap 8 m/s selama 12 sekon. Jika ditampilkan pada grafik v-t, berapa jarak yang ditempuh benda?

Jawaban
s = v × t
s = 8 × 12 = 96 m

Pembahasan
Pada grafik v-t, jarak adalah luas daerah di bawah grafik. Karena kecepatan konstan, grafiknya berbentuk persegi panjang, sehingga luasnya sama dengan v × t.

Soal 12
Grafik s-t menunjukkan bahwa pada t = 5 s, jarak yang ditempuh benda 25 m. Tentukan kecepatan benda.

Jawaban
v = s / t
v = 25 / 5 = 5 m/s

Pembahasan
Pada grafik s-t, kecepatan adalah kemiringan garis. Jika diketahui jarak 25 m dalam 5 s, maka v = 5 m/s.

Contoh Soal GLB Campuran Dua Tahap dan Pembahasan

Soal 13
Sebuah kendaraan bergerak dengan kecepatan 10 m/s selama 8 sekon, lalu bergerak dengan kecepatan 15 m/s selama 4 sekon. Berapa jarak total yang ditempuh kendaraan?

Jawaban
Tahap 1: s₁ = 10 × 8 = 80 m
Tahap 2: s₂ = 15 × 4 = 60 m
Total s = 80 + 60 = 140 m

Pembahasan
Karena kecepatan berubah pada tahap kedua, jarak harus dihitung per tahap lalu dijumlahkan.

Latihan Soal GLB untuk UN (Tanpa Pembahasan)

  1. Mobil melaju dengan kecepatan 20 m/s selama 18 sekon. Hitung jaraknya.
  2. Sepeda menempuh jarak 2 km dalam 5 menit. Hitung kecepatannya dalam m/s.
  3. Dua mobil saling mendekat dengan kecepatan 12 m/s dan 9 m/s. Jika jarak awal 420 m, kapan bertemu?
  4. Mobil A 100 m di depan mobil B. Kecepatan A 14 m/s, kecepatan B 18 m/s. Kapan B menyusul A?
  5. Kereta menempuh 135 km dalam 1,5 jam. Tentukan kecepatannya.
  6. Ubah 54 km/jam ke m/s.
  7. Mobil bergerak 8 m/s selama 10 s lalu 12 m/s selama 5 s. Hitung jarak total.
  8. Pelari menempuh 500 m dalam 100 s. Hitung kelajuannya.
  9. Dua sepeda bergerak searah. Sepeda A 5 m/s, sepeda B 7 m/s. Jika B berada 40 m di belakang A, kapan B menyusul?
  10. Sebuah benda bergerak 240 m dalam 30 s. Hitung kecepatannya.

Rangkuman Rumus GLB yang Wajib Dikuasai

v = s / t
s = v × t
t = s / v

Untuk soal pertemuan:
vrel = v1 + v2

Untuk soal menyusul:
vrel = vcepat − vlambat

Untuk grafik v-t:
jarak = luas di bawah grafik

Baca juga : CoE Smart Agriculture Universitas Teknokrat Indonesia Kenalkan Irigasi Tetes Berbasis IoT di SMK Gajah Mada

Kesimpulan

Gerak Lurus Beraturan (GLB) adalah materi yang sangat sering keluar dalam UN karena konsepnya menjadi dasar berbagai pembahasan gerak lainnya. Walaupun rumusnya sederhana, soal GLB tetap membutuhkan ketelitian terutama pada konversi satuan, soal cerita menyusul atau berpapasan, serta interpretasi grafik. Dengan rajin mengerjakan contoh soal GLB untuk UN disertai pembahasan seperti di artikel ini, kamu akan lebih terbiasa menghadapi variasi soal dan peluang mendapatkan nilai tinggi pun semakin besar.

Penulis : Lina wati

Post Comment