Contoh Soal ASWAJA Kelas 12 Beserta Pembahasan: Memahami Firqoh dan Aliran

Halo, Sobat Pelajar! Apa kabarnya hari ini? Memasuki kelas 12, materi Aswaja (Ahlussunnah wal Jama’ah) menjadi semakin menarik dan mendalam. Salah satu topik yang paling krusial adalah memahami tentang Firqoh atau aliran-aliran dalam Islam. Mempelajari sejarah munculnya aliran-aliran ini bukan bertujuan untuk memecah belah, melainkan agar kita memiliki wawasan sejarah yang luas, sikap tawasuth (moderat), dan mampu menjaga kerukunan di tengah perbedaan.

baca juga:10 Contoh Soal Membuat Grafik Lengkap dengan Pembahasan Mudah Dipahami

Artikel ini hadir sebagai teman belajarmu untuk mempersiapkan ujian sekolah maupun ujian madrasah. Kita akan membedah berbagai contoh soal yang mencakup sejarah munculnya firqoh seperti Khawarij, Syiah, Mu’tazilah, hingga bagaimana posisi Aswaja di antara aliran-aliran tersebut. Yuk, siapkan catatanmu dan mari kita mulai simulasi soalnya!

Mengapa Kita Harus Belajar Mengenai Firqoh?

Sebelum masuk ke latihan soal, penting untuk diingat bahwa perpecahan umat Islam secara politik dimulai sejak peristiwa Fitnatul Kubra atau setelah syahidnya Khalifah Utsman bin Affan dan perselisihan di masa Khalifah Ali bin Abi Thalib. Dari masalah politik, perbedaan ini kemudian bergeser ke masalah teologi (aqidah).

Ahlussunnah wal Jama’ah muncul sebagai jalan tengah yang berpegang teguh pada sunnah Nabi Muhammad SAW dan tradisi para sahabat. Memahami karakteristik aliran lain akan membantu kita memahami mengapa identitas Aswaja yang kita pelajari sangat menekankan pada keseimbangan antara akal (rasio) dan wahyu.

🔖 Baca juga:
Latihan Contoh Soal LGD dan Pembahasannya untuk Seleksi CPNS dan Perusahaan Swasta

Kumpulan Soal Pilihan Ganda dan Pembahasan

Berikut adalah contoh soal yang dirancang sesuai dengan kurikulum Aswaja kelas 12:

Soal 1: Perpecahan pertama dalam sejarah Islam yang awalnya dipicu oleh masalah politik dan kemudian merembet ke masalah aqidah disebut dengan… A. Amul Jama’ah B. Fitnatul Kubra C. Perang Salib D. Fathu Makkah E. Peristiwa Karbala Pembahasan: Peristiwa terbunuhnya Khalifah Utsman bin Affan yang memicu ketidakstabilan politik disebut Fitnatul Kubra. Inilah akar sejarah munculnya berbagai firqoh pertama kali. Jawaban: B

Soal 2: Kelompok yang memisahkan diri dari barisan Khalifah Ali bin Abi Thalib karena tidak setuju dengan keputusan Tahkim (arbitrase) disebut… A. Syiah B. Murji’ah C. Khawarij D. Mu’tazilah E. Jabariyah Pembahasan: Khawarij berasal dari kata khoroja yang berarti keluar. Mereka keluar dari barisan Ali bin Abi Thalib karena menolak perundingan dengan pihak Muawiyah bin Abi Sufyan. Jawaban: C

Soal 3: Aliran yang sangat mengagungkan akal manusia (rasionalisme) dan berpendapat bahwa pelaku dosa besar berada di posisi antara dua tempat (Manzilah bainal Manzilatain) adalah… A. Syiah B. Khawarij C. Maturidiyah D. Mu’tazilah E. Asy’ariyah Pembahasan: Ajaran Manzilah bainal Manzilatain merupakan salah satu dari lima dasar (Al-Ushulul Khamsah) milik Mu’tazilah. Jawaban: D

Soal 4: Tokoh utama yang merupakan pendiri madzhab aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah (Asy’ariyah) adalah… A. Wasil bin Atha’ B. Abu Hasan Al-Asy’ari C. Ja’far as-Sadiq D. Jahm bin Shafwan E. Ahmad bin Hanbal Pembahasan: Abu Hasan Al-Asy’ari adalah mantan penganut Mu’tazilah yang kemudian kembali ke manhaj salaf dan merumuskan ajaran Aswaja bersama Abu Mansur Al-Maturidi. Jawaban: B

Soal 5: Aliran yang berpandangan bahwa manusia tidak memiliki kehendak sama sekali dan semua perbuatan manusia dipaksa oleh Allah (fatalisme) disebut… A. Qodariyah B. Jabariyah C. Syiah D. Khawarij E. Murji’ah Pembahasan: Jabariyah berasal dari kata jabar yang berarti paksaan. Mereka percaya manusia hanya seperti boneka atau bulu yang terbang ditiup angin tanpa ada usaha (ikhtiyar). Jawaban: B

Soal 6: Sebaliknya, aliran yang berpendapat bahwa manusia memiliki kebebasan mutlak dalam menciptakan perbuatannya sendiri tanpa campur tangan Tuhan disebut… A. Jabariyah B. Khawarij C. Qodariyah D. Sunni E. Salafi Pembahasan: Qodariyah percaya bahwa manusia memiliki kekuatan (qudrah) penuh atas tindakannya sendiri. Ini adalah lawan dari faham Jabariyah. Jawaban: C

Soal 7: Kelompok yang berlebihan dalam mencintai Ali bin Abi Thalib dan keluarganya serta meyakini adanya konsep Imamah adalah… A. Syiah B. Khawarij C. Murji’ah D. Sunni E. Mu’tazilah Pembahasan: Syiah secara bahasa berarti pengikut atau pembela. Mereka meyakini bahwa kepemimpinan umat Islam setelah Nabi haruslah dari garis keturunan Ali bin Abi Thalib. Jawaban: A

Soal 8: Karakteristik pemikiran Aswaja dalam menyikapi perbedaan pendapat adalah “Tawasuth”. Apa yang dimaksud dengan Tawasuth? A. Bersikap keras dalam beragama B. Berpihak pada salah satu golongan secara fanatik C. Bersikap moderat atau mengambil jalan tengah D. Acuh tak acuh terhadap agama E. Menoleransi segala bentuk penyimpangan aqidah Pembahasan: Tawasuth adalah salah satu nilai dasar Aswaja (bersama Tawazun dan I’tidal) yang berarti moderat, tidak ekstrim kiri maupun ekstrim kanan. Jawaban: C

Soal 9: Munculnya faham Aswaja merupakan respon atas dua kutub ekstrim dalam sejarah teologi Islam, yaitu… A. Syiah dan Khawarij saja B. Mu’tazilah yang terlalu rasional dan tekstualis yang terlalu kaku C. Islam dan Nasrani D. Politik dan Ekonomi E. Jabariyah dan Murji’ah Pembahasan: Aswaja hadir untuk menyeimbangkan penggunaan akal (yang berlebihan di Mu’tazilah) dan penggunaan teks wahyu (yang terkadang terlalu kaku di kalangan tertentu). Jawaban: B

Soal 10: Hadits Nabi Muhammad SAW menyebutkan bahwa umat Islam akan terpecah menjadi 73 golongan, dan hanya satu yang selamat. Golongan yang selamat tersebut dinamakan… A. Al-Khawarij B. Al-Mu’tazilah C. Al-Firqotun Najiyah (Ahlussunnah wal Jama’ah) D. Al-Murji’ah E. Al-Qodariyah Pembahasan: Dalam hadits tersebut disebutkan “Ma ana ‘alaihi wa ashabi” (Mereka yang mengikuti aku dan para sahabatku), yang kemudian dikenal sebagai Aswaja. Jawaban: C


Tips Memahami Materi Firqoh untuk Ujian

Mempelajari firqoh memang membutuhkan ingatan yang kuat terhadap nama-nama tokoh dan istilah. Berikut tips agar kamu cepat paham:

  1. Gunakan Tabel Perbandingan: Buatlah tabel yang membandingkan pendapat aliran-aliran tersebut tentang masalah tertentu (misal: status pelaku dosa besar atau kehendak manusia).
  2. Pahami Akar Politiknya: Jangan hanya menghafal teorinya, pahami mengapa aliran itu muncul. Misalnya, Khawarij muncul karena masalah Tahkim, Syiah muncul karena dukungan pada Ali.
  3. Kaitkan dengan Sikap NU (Aswaja An-Nahdliyah): Ingatlah bahwa Aswaja yang kita pelajari di Indonesia (khususnya NU) mengikuti madzhab aqidah Imam Asy’ari dan Imam Maturidi.

baca juga:Universitas Teknokrat Indonesia Masuk Daftar Kampus Terbaik Nasional 2025 Versi UniRanks

Penutup: Menjadi Generasi Aswaja yang Cerdas

Sobat Pelajar, memahami sejarah firqoh bukan berarti kita diajak untuk membenci golongan lain. Justru dengan mengetahui sejarah, kita sadar bahwa perbedaan pendapat adalah bagian dari perjalanan panjang umat manusia. Generasi Aswaja kelas 12 diharapkan mampu menjadi penengah yang cerdas, tidak mudah mengkafirkan sesama Muslim (takfiri), dan selalu mengedepankan persaudaraan (ukhuwah).

penulis:septa

Post Comment