×

Contoh Soal AKM Terbaru sebagai Pengganti UN + Kisi-Kisi

Contoh Soal AKM Terbaru sebagai Pengganti UN + Kisi-Kisi

Sejak penghapusan Ujian Nasional (UN), Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) telah menjadi instrumen utama dalam menilai kompetensi dasar siswa di Indonesia. AKM dirancang untuk mengukur dua kemampuan mendasar, yaitu literasi membaca dan numerasi, yang sangat penting agar siswa mampu berpikir kritis, memecahkan masalah, dan menerapkan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari. Artikel ini membahas contoh soal AKM terbaru sebagai pengganti UN lengkap dengan kisi-kisi, sehingga siswa, guru, dan orang tua dapat memahami struktur soal, pola pikir yang dibutuhkan, dan strategi belajar yang efektif.

AKM bukan sekadar ujian hafalan. Soal-soal AKM menekankan pemahaman konteks, analisis data, interpretasi grafik, tabel, dan teks, serta kemampuan menarik kesimpulan. Kisi-kisi AKM memberikan gambaran mengenai jenis kompetensi yang diukur, bentuk soal, indikator, dan level kognitif yang diperlukan. Dengan memahami kisi-kisi, persiapan menghadapi AKM menjadi lebih terarah dan fokus.

Baca juga:Contoh Soal UKG PDF Lengkap dengan

Pengertian AKM

AKM adalah bagian dari Asesmen Nasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. AKM bertujuan untuk mengukur kompetensi mendasar peserta didik yang diperlukan untuk belajar sepanjang hayat. Literasi membaca menilai kemampuan memahami, mengevaluasi, dan menggunakan informasi dari teks, tabel, atau grafik. Numerasi menilai kemampuan menggunakan konsep matematika untuk memecahkan masalah nyata. Dengan demikian, AKM lebih relevan dengan kebutuhan dunia modern dibandingkan UN yang lebih menekankan hafalan materi kurikulum.

Selain literasi dan numerasi, Asesmen Nasional juga mencakup Survei Karakter dan Survei Lingkungan Belajar. Fokus artikel ini adalah literasi dan numerasi, karena dua kompetensi ini menjadi inti pengukuran AKM.

🔖 Baca juga:
Mengungkap Misteri Epistasis Dominan: Contoh Soal Memukau!

Perbedaan AKM dan UN

Perbedaan utama antara AKM dan UN terletak pada tujuan, format soal, dan cara penilaian. UN bertujuan mengevaluasi penguasaan kurikulum dan sering menjadi penentu kelulusan. Sementara AKM bertujuan menilai kualitas pendidikan secara nasional dan tidak menentukan kelulusan siswa. Soal UN umumnya berupa pilihan ganda atau uraian berbasis hafalan, sedangkan soal AKM memiliki variasi bentuk, termasuk pilihan ganda kompleks, isian singkat, menjodohkan, dan uraian singkat. AKM menuntut siswa untuk menganalisis informasi dari teks, grafik, tabel, atau ilustrasi, sehingga soal lebih kontekstual dan realistis.

Kisi-Kisi AKM

Kisi-kisi AKM memberikan panduan penting bagi guru dan siswa dalam persiapan menghadapi asesmen. Kisi-kisi mencakup:

1. Domain Literasi Membaca:

  • Memahami teks naratif, ekspositori, dan fungsional.
  • Mengidentifikasi informasi eksplisit dan implisit.
  • Menarik kesimpulan, menyimpulkan, dan mengevaluasi teks.
  • Level kognitif: memahami, menerapkan, menganalisis, mengevaluasi.

2. Domain Numerasi:

  • Menghitung bilangan, operasi dasar, persen, pecahan, rasio.
  • Memahami data dari tabel, grafik, atau diagram.
  • Menyelesaikan masalah kontekstual dalam kehidupan nyata.
  • Level kognitif: memahami, menerapkan, menganalisis, memecahkan masalah.

3. Tingkatan Jenjang Pendidikan:

  • SD: Soal sederhana, berbasis konteks sehari-hari, mengukur literasi dasar dan numerasi dasar.
  • SMP: Soal lebih kompleks, menuntut analisis teks dan data, serta pemecahan masalah tingkat menengah.
  • SMA: Soal bernalar tinggi, analisis data kompleks, interpretasi grafik dan tabel, serta evaluasi informasi.

Dengan memahami kisi-kisi, siswa dapat fokus berlatih soal sesuai level kompetensi yang diukur, dan guru dapat menyusun bahan ajar yang tepat.

Contoh Soal AKM Literasi Membaca

SD

  1. Bacalah teks: “Rina menanam bunga di taman. Ia menyiram bunga setiap pagi agar tumbuh subur. Taman itu menjadi indah dengan berbagai warna bunga.” Pertanyaan: Apa yang dilakukan Rina setiap pagi?
    Jawaban: Menyiram bunga
    Pembahasan: Informasi langsung terdapat dalam teks.
  2. Bacalah kalimat: “Budi suka membaca buku cerita di perpustakaan.” Pertanyaan: Tempat Budi membaca buku adalah …
    Jawaban: Perpustakaan
    Pembahasan: Jawaban jelas disebutkan dalam kalimat.

SMP

  1. Bacalah teks: “Seorang petani menanam padi di sawah. Ia menggunakan pupuk organik untuk menjaga kesuburan tanah. Hasil panennya cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarganya dan dijual di pasar.” Pertanyaan: Tujuan petani menggunakan pupuk organik adalah …
    Jawaban: Menjaga kesuburan tanah
    Pembahasan: Tujuan penggunaan pupuk organik dijelaskan dalam teks.
  2. Bacalah teks: “Polusi udara akibat kendaraan bermotor meningkat setiap tahun. Hal ini dapat menyebabkan gangguan kesehatan dan menurunkan kualitas hidup masyarakat.” Pertanyaan: Informasi utama teks adalah …
    Jawaban: Polusi udara meningkat dan berdampak buruk
    Pembahasan: Fokus teks adalah dampak polusi udara.

SMA

  1. Bacalah teks: “Perubahan iklim menyebabkan cuaca ekstrem seperti banjir dan kekeringan. Dampaknya memengaruhi produksi pangan, kesehatan masyarakat, dan ekonomi global. Solusi yang dapat dilakukan termasuk mengurangi emisi karbon dan menanam pohon.” Pertanyaan: Kesimpulan teks adalah …
    Jawaban: Perubahan iklim berdampak luas dan memerlukan tindakan
    Pembahasan: Teks menyebutkan dampak perubahan iklim dan solusi.
  2. Bacalah grafik penggunaan listrik rumah tangga dari Januari hingga Desember. Puncak tertinggi terjadi pada bulan Juli. Pertanyaan: Bulan mana penggunaan listrik tertinggi?
    Jawaban: Juli
    Pembahasan: Grafik menunjukkan bulan Juli sebagai puncak.

Contoh Soal AKM Numerasi

SD

  1. Sebuah kotak berisi 12 pensil. Jika Rani mengambil 5 pensil, berapa pensil tersisa?
    Jawaban: 7
    Pembahasan: Sisa pensil = 12 − 5 = 7.
  2. Sebuah toko menjual permen seharga Rp2.000 per biji. Jika Sari membeli 4 permen, berapa total biaya?
    Jawaban: Rp8.000
    Pembahasan: Total biaya = 4 × 2.000 = 8.000.

SMP

  1. Grafik menunjukkan jumlah penonton bioskop: Senin 120, Selasa 150, Rabu 180, Kamis 160, Jumat 200, Sabtu 250, Minggu 300. Pertanyaan: Hari apa jumlah penonton 160 orang?
    Jawaban: Kamis
    Pembahasan: Data menunjukkan Kamis = 160.
  2. Rina membeli 3 kotak susu masing-masing berisi 12 karton. Berapa total karton?
    Jawaban: 36
    Pembahasan: 3 × 12 = 36.

SMA

  1. Sebuah perusahaan memproduksi 500 unit produk setiap hari. Jika produksi meningkat 20% selama seminggu, berapa total produk?
    Jawaban: 4.200
    Pembahasan: Produksi per hari = 500 + 20% × 500 = 600; total = 600 × 7 = 4.200.
  2. Restoran menjual 3 menu: A 25%, B 40%, C 35% dari 200 pesanan. Berapa pesanan menu B?
    Jawaban: 80
    Pembahasan: Menu B = 40% × 200 = 80.
  3. Pedagang membeli 10 kg apel seharga Rp15.000/kg dan 5 kg jeruk seharga Rp12.000/kg. Total biaya?
    Jawaban: Rp210.000
    Pembahasan: Apel = 150.000, Jeruk = 60.000, Total = 210.000.
  4. Grafik pengunjung taman bermain: Senin 100, Selasa 150, Rabu 120, Kamis 180, Jumat 200. Rata-rata pengunjung?
    Jawaban: 150
    Pembahasan: Total = 750, Rata-rata = 750 ÷ 5 = 150.
  5. Seorang siswa membaca 45 halaman buku dalam 3 hari. Rata-rata halaman/hari?
    Jawaban: 15
    Pembahasan: 45 ÷ 3 = 15.

Tips Mengerjakan Soal AKM

  1. Baca stimulus dengan cermat: Pahami teks, grafik, atau tabel sebelum membaca pertanyaan.
  2. Pahami pertanyaan terlebih dahulu: Jangan langsung melihat pilihan jawaban.
  3. Gunakan logika dan analisis: Fokus pada kemampuan bernalar, bukan hafalan.
  4. Perhatikan kata kunci: Kata seperti “tertinggi”, “rata-rata”, “dampak” membantu menemukan jawaban.
  5. Berlatih dengan contoh soal: Membiasakan diri dengan format soal AKM meningkatkan kecepatan dan akurasi.
  6. Kelola waktu dengan baik: Jangan terlalu lama pada satu soal.
  7. Gunakan alat bantu jika diizinkan: Perhitungan numerasi dapat dilakukan di kertas.
  8. Diskusi dan refleksi: Belajar bersama teman atau guru memperluas pemahaman konsep.

Manfaat Mempelajari Contoh Soal AKM dan Kisi-Kisi

Berlatih soal AKM terbaru beserta kisi-kisi memberikan manfaat besar. Siswa terbiasa dengan format soal, tipe pertanyaan, dan level kesulitan yang diukur. Guru dapat menyesuaikan metode pengajaran dan evaluasi. Orang tua dapat mendampingi anak belajar secara efektif. Persiapan matang membuat siswa lebih percaya diri saat menghadapi AKM dan meningkatkan kemampuan berpikir kritis serta analitis, yang berguna untuk kehidupan sehari-hari.

Baca juga:Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Nasrullah Yusuf Lantik Lilik Ariyanto Ketua Program Studi Teknik Sipil

Kesimpulan

AKM sebagai pengganti UN menekankan kompetensi literasi dan numerasi yang relevan dengan kebutuhan belajar sepanjang hayat. Dengan memahami contoh soal AKM terbaru dan kisi-kisi, siswa dapat terbiasa dengan format soal, memahami level kompetensi yang diuji, dan mempersiapkan strategi pengerjaan yang efektif. Latihan rutin, analisis soal, dan pemahaman konsep menjadi kunci sukses menghadapi AKM. Artikel ini memberikan panduan lengkap bagi siswa, guru, dan orang tua agar persiapan menghadapi AKM lebih fokus, efektif, dan percaya diri.

Penulis: Maharani Noeralifa

Post Comment