20 Contoh Soal P3K Bidan Lengkap dengan Pembahasan Terbaru

Menjadi seorang Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) merupakan impian bagi banyak bidan di Indonesia. Selain memberikan kepastian status kerja, menjadi ASN P3K juga merupakan bentuk pengabdian yang lebih terstruktur bagi negara. Namun, untuk menembus seleksi ini, Anda harus melewati seleksi kompetensi teknis yang cukup ketat.

Kompetensi teknis bidan mencakup pemahaman mendalam tentang asuhan kebidanan pada ibu hamil, bersalin, nifas, bayi baru lahir, hingga pelayanan keluarga berencana (KB). Berikut adalah simulasi 20 contoh soal P3K Bidan yang disusun berdasarkan kisi-kisi terbaru, lengkap dengan pembahasannya.

Baca juga: 10 Contoh Soal Mesin Moore Lengkap dengan Pembahasan Mudah Dipahami

Soal 1: Asuhan Kehamilan (ANC)

Seorang perempuan, umur 25 tahun, G1P0A0, usia kehamilan 12 minggu, datang ke TPMB dengan keluhan mual muntah yang hebat setiap pagi. Hasil pemeriksaan: TD 110/70 mmHg, N 84 x/menit, P 20 x/menit, S 36,5°C. Apa diagnosis yang paling tepat untuk kasus tersebut? A. Emesis Gravidarum B. Hiperemesis Gravidarum Tingkat I C. Hiperemesis Gravidarum Tingkat II D. Morning Sickness E. Gastritis

Baca juga:
Panduan Lengkap dan Contoh Soal Psikotes PT PJB Terupdate

Pembahasan: Keluhan mual muntah di pagi hari pada trimester pertama yang tidak sampai mengganggu aktivitas sehari-hari dan tidak menyebabkan dehidrasi berat disebut Emesis Gravidarum atau sering dikenal dengan morning sickness. Jika kondisi memburuk hingga berat badan turun dan ada tanda dehidrasi, baru dikategorikan Hiperemesis. Jawaban: A

Soal 2: Persalinan Kala I

Seorang perempuan, umur 28 tahun, G2P1A0, usia kehamilan 39 minggu, datang ke Puskesmas pukul 08.00 WIB dengan keluhan kenceng-kenceng sejak subuh. Hasil pemeriksaan: Janin tunggal hidup, presentasi kepala, pembukaan 5 cm, ketuban utuh, kontraksi 3x/10 menit durasi 35 detik. Pukul berapakah bidan harus melakukan pemeriksaan dalam (VT) selanjutnya? A. 09.00 WIB B. 10.00 WIB C. 11.00 WIB D. 12.00 WIB E. 13.00 WIB

Pembahasan: Sesuai dengan standar Manajemen Persalinan Normal (APN) dan pengisian partograf, pemeriksaan dalam dilakukan setiap 4 jam sekali, kecuali jika ada indikasi ketuban pecah atau ibu merasa ingin meneran. Jawaban: D

Soal 3: Komplikasi Persalinan

Seorang perempuan baru saja melahirkan bayi laki-laki di RS. Plasenta lahir lengkap 5 menit yang lalu. Tiba-tiba terjadi perdarahan pervaginam yang masif. Hasil pemeriksaan: Uterus teraba lembek, TFU setinggi pusat. Apakah tindakan segera yang harus dilakukan bidan? A. Memberikan drip oksitosin B. Melakukan Kompresi Bimanual Interna (KBI) C. Melakukan Manual Plasenta D. Memberikan Ergometrin 0,2 mg IM E. Melakukan masase fundus uteri selama 15 detik

Pembahasan: Langkah pertama pada kasus atonia uteri (uterus lembek) setelah plasenta lahir adalah melakukan Masase Fundus Uteri selama maksimal 15 detik untuk merangsang kontraksi. Jika tidak berhasil, baru dilanjutkan ke langkah KBI. Jawaban: E

Soal 4: Asuhan Bayi Baru Lahir

Seorang bayi lahir spontan di klinik, menangis kuat, warna kulit kemerahan, dan gerak aktif. Berat badan 3200 gram, panjang badan 50 cm. Berapa derajat suhu ruangan ideal untuk melakukan perawatan bayi baru lahir agar tidak terjadi hipotermi? A. 18-20°C B. 20-22°C C. 25-28°C D. 30-32°C E. 34-36°C

Pembahasan: Suhu ruangan yang direkomendasikan untuk menolong persalinan dan merawat bayi baru lahir adalah antara 25-28°C untuk menjaga stabilitas suhu tubuh bayi (termoregulasi). Jawaban: C

Soal 5: Alat Kontrasepsi (KB)

Seorang perempuan, umur 24 tahun, P1A0, baru saja melahirkan 6 minggu yang lalu. Ia ingin menggunakan kontrasepsi tetapi masih menyusui bayinya secara eksklusif dan belum ingin hamil lagi dalam 3 tahun. Kontrasepsi apa yang paling tepat? A. Pil Kombinasi B. Suntik 1 Bulan C. AKDR (IUD) D. Metode Amenore Laktasi (MAL) E. Pantang Berkala

Pembahasan: Ibu ingin perlindungan jangka panjang (3 tahun) dan sedang menyusui. AKDR (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim) atau IUD adalah pilihan terbaik karena tidak mengandung hormon yang mengganggu produksi ASI dan efektif hingga 5-10 tahun. Jawaban: C

Soal 6: Imunisasi Bayi

Seorang ibu membawa bayinya yang berumur 2 bulan ke Posyandu. Bayi telah mendapatkan imunisasi HB0 dan BCG. Imunisasi apa yang seharusnya diberikan pada kunjungan kali ini? A. DPT-HB-Hib 1 dan Polio 2 B. DPT-HB-Hib 2 dan Polio 3 C. Campak dan Polio 4 D. DPT-HB-Hib 1 dan Polio 1 E. IPV dan DPT

Pembahasan: Jadwal imunisasi dasar:

  • Usia 0: HB0
  • Usia 1 bulan: BCG, Polio 1
  • Usia 2 bulan: DPT-HB-Hib 1, Polio 2 Jawaban: A

Soal 7: Menopause

Seorang perempuan, umur 50 tahun, datang ke klinik dengan keluhan sering merasa panas di wajah (hot flashes), sering berkeringat di malam hari, dan menstruasi yang tidak teratur dalam 6 bulan terakhir. Fase apakah yang sedang dialami perempuan tersebut? A. Senium B. Menopause C. Perimenopause D. Post Menopause E. Klimakterium

Pembahasan: Perimenopause adalah masa transisi sebelum menopause (biasanya dimulai beberapa tahun sebelum menopause) yang ditandai dengan perubahan siklus haid dan gejala vasomotor seperti hot flashes. Jawaban: C

Soal 8: Infeksi Nifas

Seorang perempuan, P2A0, nifas hari ke-10, datang ke Puskesmas dengan keluhan demam tinggi dan nyeri perut bawah. Hasil pemeriksaan: S 39°C, lochea berbau busuk (putrid), dan uterus teraba lembek. Apa diagnosis yang paling mungkin? A. Endometritis B. Mastitis C. Sistitis D. Peritonitis E. Vaginitis

Pembahasan: Demam pada masa nifas yang disertai lochea berbau busuk dan nyeri tekan uterus merupakan tanda khas dari Endometritis (infeksi pada lapisan endometrium uterus). Jawaban: A

Baca juga:
Latihan Soal Matematika Tentang Pangkat dan Akar Beserta Cara Cepat Menyelesaikannya

Soal 9: Penilaian APGAR

Seorang bayi lahir di RS dengan kondisi: tubuh kemerahan tapi ekstremitas biru, detak jantung 90x/menit, menangis lemah, gerakan sedikit/fleksi pada ekstremitas, dan bersin saat dilakukan rangsangan. Berapakah skor APGAR bayi tersebut? A. 4 B. 5 C. 6 D. 7 E. 8

Pembahasan:

  • Appearance (Warna kulit): 1 (tubuh merah, tangan kaki biru)
  • Pulse (Denyut jantung): 1 (<100 x/menit)
  • Grimace (Refleks): 2 (bersin/menangis kuat terhadap rangsangan)
  • Activity (Tonus otot): 1 (fleksi ekstremitas)
  • Respiration (Usaha napas): 1 (lemah/lambat) Total Skor: 1+1+2+1+1 = 6 Jawaban: C

Soal 10: Etika Profesi

Seorang bidan memberikan informasi yang jelas mengenai prosedur pemasangan implan kepada pasien, termasuk efek samping dan risikonya, sebelum pasien menandatangani persetujuan tindakan. Prinsip etik apa yang diterapkan oleh bidan tersebut? A. Beneficence B. Non-Maleficence C. Autonomy (Informed Consent) D. Justice E. Fidelity

Pembahasan: Memberikan informasi agar pasien dapat membuat keputusan sendiri atas tubuhnya adalah penerapan prinsip Autonomy melalui proses Informed Consent. Jawaban: C

Soal 11: Kegawatdaruratan Maternal

Seorang ibu hamil trimester III datang dengan keluhan keluar darah segar dari jalan lahir secara tiba-tiba tanpa rasa nyeri. Pada pemeriksaan palpasi, bagian terbawah janin belum masuk PAP. Diagnosis yang paling mungkin adalah… A. Solusio Plasenta B. Plasenta Previa C. Ruptur Uteri D. Vasa Previa E. Abortus Imminens

Pembahasan: Gejala khas Plasenta Previa adalah perdarahan tanpa nyeri (painless), darah berwarna merah segar, dan biasanya terjadi pada trimester ketiga saat segmen bawah rahim mulai terbentuk. Jawaban: B

Soal 12: Penanganan Pre-eklampsia

Ibu hamil usia 36 minggu datang dengan keluhan pusing hebat. TD 160/110 mmHg, protein urine (++). Bidan memberikan dosis awal MgSO4. Apa syarat utama pemberian MgSO4 yang harus diperiksa bidan? A. Pengeluaran urine minimal 0,5 ml/kgBB/jam B. Frekuensi nadi 80 x/menit C. Adanya bising usus D. Pembukaan jalan lahir E. Tekanan darah <140/90 mmHg

Pembahasan: Syarat pemberian MgSO4: Frekuensi pernapasan >16 x/menit, refleks patella (+) positif, dan produksi urine minimal 30 ml/jam dalam 4 jam sebelumnya. Jawaban: A

Soal 13: Gizi Ibu Hamil

Seorang perempuan hamil G1P0A0 usia 12 minggu mengeluh lemas. Hasil pemeriksaan Hb 10 gr/dl. Berapakah jumlah minimal tablet tambah darah (Fe) yang harus dikonsumsi ibu selama masa kehamilan? A. 30 tablet B. 60 tablet C. 90 tablet D. 120 tablet E. 180 tablet

Pembahasan: Sesuai standar pelayanan kesehatan ibu hamil, setiap ibu hamil wajib mendapatkan minimal 90 tablet Tambah Darah (Fe) selama masa kehamilan untuk mencegah anemia. Jawaban: C

Soal 14: Dokumentasi Kebidanan

Bidan menuliskan hasil pemeriksaan objektif (hasil TD, suhu, pemeriksaan fisik, dan laboratorium) ke dalam buku KIA. Dalam metode SOAP, data tersebut dimasukkan ke dalam bagian… A. S (Subjective) B. O (Objective) C. A (Assessment) D. P (Planning) E. E (Evaluation)

Pembahasan: O (Objective) adalah data yang diperoleh melalui hasil observasi, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang. Jawaban: B

Soal 15: Penanganan Asfiksia

Setelah bayi lahir, dilakukan langkah awal resusitasi (HAIKAP) namun bayi tetap tidak bernapas atau megap-megap. Langkah selanjutnya yang dilakukan bidan adalah… A. Melakukan kompresi dada B. Memberikan oksigen aliran tinggi C. Melakukan Ventilasi Tekanan Positif (VTP) D. Menyuntikkan Epinefrin E. Merujuk segera tanpa tindakan

Pembahasan: Jika langkah awal resusitasi gagal, tindakan berikutnya adalah Ventilasi Tekanan Positif (VTP) menggunakan balon dan sungkup selama 30 detik. Jawaban: C

Soal 16: Kesehatan Reproduksi Remaja

Seorang remaja putri, umur 13 tahun, datang ke TPMB mengeluh nyeri perut bawah saat hari pertama haid hingga sulit berkonsentrasi belajar. Apa anjuran non-farmakologis yang paling tepat? A. Kompres dingin pada perut B. Kompres hangat pada perut bawah C. Olahraga lari maraton D. Minum air es yang banyak E. Tirah baring total di tempat gelap

Baca juga:
Cara Jitu Dapat Slot PINTAR BI di Balikpapan Pas Jam Jam Sibuk

Pembahasan: Nyeri haid (Dismenore) primer dapat diredakan secara non-farmakologis dengan kompres hangat pada area perut bawah untuk merelaksasi otot rahim yang berkontraksi. Jawaban: B

Soal 17: Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS)

Seorang balita umur 3 tahun dibawa ke Puskesmas dengan keluhan diare 5x sehari. Anak tampak rewel, mata cekung, dan saat dicubit kulit perut kembali lambat. Berdasarkan kriteria MTBS, klasifikasi diare tersebut adalah… A. Diare Tanpa Dehidrasi B. Diare Dehidrasi Ringan/Sedang C. Diare Dehidrasi Berat D. Diare Persisten E. Disentri

Pembahasan: Tanda rewel/gelisah, mata cekung, dan turgor kulit kembali lambat merupakan ciri Diare Dehidrasi Ringan/Sedang. Jika kembali sangat lambat (>2 detik) dan anak tidak sadar, masuk kategori Dehidrasi Berat. Jawaban: B

Soal 18: Pertumbuhan Bayi

Seorang bayi laki-laki lahir dengan berat badan 3000 gram. Saat ini bayi berusia 5 bulan. Berapakah estimasi berat badan normal bayi tersebut menurut rumus pertumbuhan? A. 5000 gram B. 6000 gram C. 7500 gram D. 9000 gram E. 10.000 gram

Pembahasan: Secara umum, berat badan bayi akan menjadi dua kali lipat dari berat lahir pada usia 5-6 bulan. Jadi, 3000 gram x 2 = 6000 gram. Jawaban: B

Soal 19: Deteksi Dini Kanker Serviks

Seorang perempuan, umur 35 tahun, ingin melakukan deteksi dini kanker leher rahim dengan metode yang murah dan hasilnya cepat di Puskesmas. Pemeriksaan apa yang paling disarankan? A. Pap Smear B. IVA Test (Inspeksi Visual Asam Asetat) C. Biopsi D. USG Transvaginal E. Kolposkopi

Pembahasan: IVA Test adalah metode skrining kanker serviks yang paling efisien untuk tingkat Puskesmas karena murah, mudah, dan hasilnya bisa langsung terlihat setelah pengolesan asam asetat 3-5%. Jawaban: B

Soal 20: Manajemen Perdarahan Postpartum

Seorang ibu P3A0 setelah melahirkan plasenta mengalami perdarahan dan pada saat pemeriksaan terdapat robekan pada otot perineum hingga mengenai otot spingter ani. Robekan ini termasuk dalam derajat berapa? A. Derajat 1 B. Derajat 2 C. Derajat 3 D. Derajat 4 E. Derajat 5

Pembahasan:

  • Derajat 1: Mukosa vagina/kulit perineum.
  • Derajat 2: Mukosa vagina, kulit, dan otot perineum.
  • Derajat 3: Meluas hingga mengenai otot spingter ani.
  • Derajat 4: Hingga mukosa rektum/lumen anus. Jawaban: C

Baca juga: Universitas Teknokrat Indonesia Peringkat Pertama Kampus Swasta Terbaik di Lampung Versi Webometrics 2026

Tips Lolos Seleksi P3K Bidan

  1. Kuasai Asuhan Persalinan Normal (APN): Soal tentang 60 langkah APN seringkali muncul dalam berbagai variasi kasus.
  2. Hafalkan Nilai Normal: Pastikan Anda hafal tanda vital normal pada bayi dan ibu, nilai Hb, serta skor-skor penilaian seperti APGAR dan Ballard.
  3. Pahami Program Pemerintah: Pelajari update terbaru mengenai stunting, imunisasi PCV/Rotavirus, dan kebijakan transformasi kesehatan.
  4. Latihan Manajemen Waktu: Saat ujian sesungguhnya, Anda hanya punya waktu sekitar 1 menit untuk menjawab satu soal. Gunakan latihan di atas untuk mengukur kecepatan Anda.

Semoga 20 contoh soal dan pembahasan P3K Bidan ini bermanfaat bagi persiapan Anda. Tetap semangat, jaga kesehatan, dan semoga sukses meraih gelar ASN di tahun ini!

Penulis: Aripin

Post Comment