15 Contoh Soal Transitif dan Intransitif Beserta Jawaban untuk Pelajar

Memahami struktur kalimat merupakan fondasi utama dalam menguasai tata bahasa Indonesia. Bagi para pelajar, salah satu materi yang sering muncul dalam ujian maupun tugas harian adalah pembedaan antara kalimat transitif dan kalimat intransitif. Meski terlihat sederhana, banyak yang masih keliru dalam menentukan mana kalimat yang membutuhkan objek dan mana yang tidak.

Artikel ini akan mengupas tuntas pengertian, ciri-ciri, hingga memberikan 15 contoh soal beserta pembahasannya agar Anda semakin mahir dalam pelajaran Bahasa Indonesia.

Baca juga: Latihan Contoh Soal Gambar Vektor Fisika untuk Persiapan Ujian Sekolah

Apa Itu Kalimat Transitif?

Kalimat transitif adalah kalimat yang predikatnya memerlukan objek (O) agar makna kalimat tersebut menjadi utuh dan jelas. Tanpa adanya objek, kalimat transitif akan terasa menggantung atau menimbulkan pertanyaan.

Ciri-Ciri Kalimat Transitif:

  1. Memerlukan Objek: Unsur objek biasanya berada tepat di belakang predikat.
  2. Predikat Berimbuhan: Umumnya menggunakan kata kerja (verba) berawalan me- atau memper-.
  3. Dapat Diubah ke Bentuk Pasif: Kalimat transitif bisa dibalik polanya menjadi kalimat pasif (Objek menjadi Subjek).

Contoh Singkat:

🔖 Baca juga:
PBB: Kesepakatan Damai AS-Iran Momentum Akhiri Konflik Timur Tengah
  • “Ibu memasak nasi.” (Jika hanya “Ibu memasak”, pendengar akan bertanya, “Memasak apa?”)

Apa Itu Kalimat Intransitif?

Kalimat intransitif adalah kalimat yang predikatnya tidak memerlukan objek. Kalimat ini sudah memiliki makna yang lengkap meskipun hanya terdiri dari Subjek (S) dan Predikat (P), atau ditambah dengan Keterangan (K) dan Pelengkap (Pel).

Ciri-Ciri Kalimat Intransitif:

  1. Tidak Memerlukan Objek: Makna sudah jelas tanpa bantuan kata benda di belakang predikat.
  2. Predikat Berimbuhan: Umumnya menggunakan awalan ber-, ter-, ke-an, atau kata kerja dasar.
  3. Tidak Dapat Diubah ke Bentuk Pasif: Karena tidak memiliki objek, kalimat ini tidak bisa dibalik posisinya.

Contoh Singkat:

  • “Adik menangis.” (Kalimat ini sudah utuh dan jelas maknanya).

Perbedaan Utama Transitif vs Intransitif

Untuk mempermudah ingatan, perhatikan tabel perbandingan berikut ini:

AspekKalimat TransitifKalimat Intransitif
Kebutuhan ObjekWajib adaTidak perlu
Bentuk PasifBisa dipasifkanTidak bisa dipasifkan
Awalan VerbaBiasanya me-Biasanya ber- atau ter-
Kejelasan MaknaBergantung pada objekMandiri/Sudah jelas

Strategi Menjawab Soal Transitif dan Intransitif

Sebelum masuk ke contoh soal, berikut adalah tips bagi pelajar untuk menentukan jenis kalimat:

  1. Identifikasi Subjek dan Predikat: Temukan siapa yang melakukan aksi dan apa aksinya.
  2. Tanyakan “Apa?” atau “Siapa?” setelah Predikat: Jika pertanyaan itu memerlukan jawaban berupa benda/orang, maka itu adalah transitif.
  3. Coba Ubah ke Pasif: Jika kalimat bisa diubah (contoh: “Budi membaca buku” menjadi “Buku dibaca Budi”), maka itu pasti transitif.

15 Contoh Soal Transitif dan Intransitif

Berikut adalah latihan soal yang dirancang untuk menguji pemahaman Anda. Cobalah menjawab sendiri sebelum melihat kunci jawaban di bawahnya.

Instruksi: Tentukan apakah kalimat-kalimat di bawah ini termasuk kalimat Transitif atau Intransitif!

  1. Ayah sedang membaca koran di teras rumah.
  2. Matahari terbit dari sebelah timur.
  3. Polisi menangkap pencuri motor itu tadi malam.
  4. Kucing itu berlari sangat cepat.
  5. Siska menyanyikan lagu kebangsaan dengan khidmat.
  6. Adik menangis tersedu-sedu di kamar.
  7. Para petani menanam padi di sawah.
  8. Kami bermain bola di lapangan sekolah.
  9. Ibu guru memberikan penjelasan yang sangat jelas.
  10. Air laut itu mulai menyusut.
  11. Kakak mencuci motor di halaman depan.
  12. Burung-burung beterbangan di angkasa.
  13. Pak Andi mengecat pagar rumahnya dengan warna hijau.
  14. Mereka sedang berdiskusi di ruang tamu.
  15. Rina membuang sampah pada tempatnya.

Jawaban dan Pembahasan

Berikut adalah penjelasan mendalam untuk setiap soal di atas agar Anda memahami alasan di balik jawabannya.

1. Ayah sedang membaca koran di teras rumah.

Jawaban: Transitif

Pembahasan: Predikatnya adalah “membaca”. Jika kita bertanya “Membaca apa?”, jawabannya adalah “koran”. “Koran” berfungsi sebagai objek. Kalimat ini bisa dipasifkan menjadi: “Koran sedang dibaca Ayah”.

2. Matahari terbit dari sebelah timur.

Jawaban: Intransitif

Pembahasan: Predikat “terbit” tidak membutuhkan objek. “Dari sebelah timur” adalah keterangan tempat, bukan objek. Kita tidak bisa mengatakan “Timur diterbitkan oleh matahari”.

3. Polisi menangkap pencuri motor itu tadi malam.

Jawaban: Transitif

Pembahasan: “Menangkap” adalah kata kerja aktif yang memerlukan objek, yaitu “pencuri motor”. Kalimat ini memiliki pola S-P-O-K.

4. Kucing itu berlari sangat cepat.

Jawaban: Intransitif

Pembahasan: Kata “berlari” tidak memerlukan objek. “Sangat cepat” berfungsi sebagai keterangan cara (adverbia).

5. Siska menyanyikan lagu kebangsaan dengan khidmat.

Jawaban: Transitif

Pembahasan: “Menyanyikan” membutuhkan objek agar jelas apa yang dinyanyikan. Objeknya adalah “lagu kebangsaan”.

6. Adik menangis tersedu-sedu di kamar.

Jawaban: Intransitif

Pembahasan: “Menangis” adalah tindakan yang dilakukan subjek tanpa perlu ditujukan pada objek tertentu. “Tersedu-sedu” adalah keterangan cara.

7. Para petani menanam padi di sawah.

Jawaban: Transitif

Pembahasan: “Padi” adalah objek dari kata kerja “menanam”. Tanpa kata “padi”, kalimat menjadi tidak lengkap dalam konteks ini.

8. Kami bermain bola di lapangan sekolah.

Jawaban: Transitif (Bisa juga dianggap intransitif tergantung konteks, namun dalam pola ini “bola” adalah objek).

Pembahasan: Dalam kalimat ini, “bola” adalah objek yang dikenai tindakan bermain.

9. Ibu guru memberikan penjelasan yang sangat jelas.

Jawaban: Transitif

Pembahasan: Objeknya adalah “penjelasan”. Verba “memberikan” selalu membutuhkan objek (apa yang diberikan).

10. Air laut itu mulai menyusut.

Jawaban: Intransitif

Pembahasan: Kata “menyusut” menjelaskan kondisi subjek dan tidak memerlukan objek untuk melengkapi maknanya.

11. Kakak mencuci motor di halaman depan.

Jawaban: Transitif

Pembahasan: “Motor” adalah objek yang dicuci oleh kakak. Kalimat ini memenuhi syarat kalimat transitif.

12. Burung-burung beterbangan di angkasa.

Jawaban: Intransitif

Pembahasan: Verba berawalan be-an seperti “beterbangan” umumnya bersifat intransitif. “Di angkasa” adalah keterangan tempat.

13. Pak Andi mengecat pagar rumahnya dengan warna hijau.

Jawaban: Transitif

Pembahasan: “Pagar rumahnya” adalah objek. Aksi “mengecat” memerlukan benda yang dikenai cat tersebut.

14. Mereka sedang berdiskusi di ruang tamu.

Jawaban: Intransitif

Pembahasan: “Berdiskusi” adalah kata kerja yang melibatkan subjek secara kolektif dan tidak memerlukan objek langsung di belakangnya.

15. Rina membuang sampah pada tempatnya.

Jawaban: Transitif

Pembahasan: “Sampah” bertindak sebagai objek dari kata kerja “membuang”. Kalimat ini bisa dipasifkan menjadi “Sampah dibuang Rina”.

Pentingnya Memahami Jenis Kalimat bagi Pelajar

Mengapa Anda harus belajar hal ini? Dalam penulisan karya ilmiah, esai, atau bahkan saat berkomunikasi sehari-hari, ketepatan memilih struktur kalimat menentukan seberapa efektif pesan Anda tersampaikan.

  1. Efektivitas Penulisan: Mengetahui kapan harus menggunakan objek membantu Anda menghindari kalimat yang rumpang (ambigu).
  2. Keterampilan Analisis: Membantu dalam membedah teks-teks sastra maupun berita.
  3. Persiapan Ujian: Materi ini adalah standar dalam kurikulum sekolah dasar hingga menengah atas.

Baca juga: Universitas Teknokrat Indonesia dan PSSI Lampung Gelar Pelatihan Wasit Sepak Bola Lisensi C3

Kesimpulan

Kalimat transitif dan intransitif dibedakan oleh ada atau tidaknya objek yang mengikuti kata kerja. Kalimat transitif bersifat aktif dan dapat diubah menjadi pasif, sedangkan kalimat intransitif sudah memiliki makna mandiri tanpa objek. Dengan berlatih menggunakan 15 contoh soal di atas, diharapkan para pelajar dapat lebih percaya diri dalam mengidentifikasi struktur kalimat dalam Bahasa Indonesia.

Teruslah berlatih dengan membaca buku dan mencoba membedah setiap kalimat yang Anda temukan. Semakin sering Anda menganalisis, semakin tajam pula kemampuan tata bahasa Anda.

Penulis: Aripin

Post Comment