Dalam ilmu ekonomi, konsep penawaran inelastis menjadi salah satu materi penting yang harus dipahami oleh siswa SMA, mahasiswa, maupun praktisi ekonomi. Penawaran inelastis terjadi ketika perubahan harga suatu barang hanya menyebabkan perubahan jumlah yang ditawarkan secara relatif kecil. Artinya, produsen kurang responsif terhadap perubahan harga. Menguasai konsep ini penting agar dapat memahami dinamika pasar dan menganalisis perilaku produsen. Artikel ini menyajikan 100+ contoh soal penawaran inelastis yang mudah dipahami, lengkap dengan pembahasan dan jawaban sehingga memudahkan pembelajaran.
Pengertian Penawaran Inelastis
Penawaran inelastis adalah kondisi di mana persentase perubahan jumlah barang yang ditawarkan lebih kecil dibandingkan persentase perubahan harga. Secara matematis, elastisitas penawaran (Es) dihitung dengan rumus:
Es = (% ΔQs) / (% ΔP)
di mana:
ΔQs = perubahan jumlah yang ditawarkan
ΔP = perubahan harga
Jenis penawaran berdasarkan Es:
Es < 1 → penawaran inelastis
Es = 1 → penawaran unit elastis
Es > 1 → penawaran elastis
Ciri-ciri penawaran inelastis:
- Jumlah barang yang ditawarkan sulit ditambah dalam waktu singkat
- Terjadi pada barang dengan kapasitas produksi terbatas
- Harga dapat berubah drastis, tetapi jumlah yang ditawarkan tidak banyak berubah
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penawaran Inelastis
- Kapasitas Produksi Terbatas: Barang yang memerlukan waktu atau teknologi khusus cenderung inelastis.
- Keterbatasan Bahan Baku: Jika bahan baku sulit diperoleh, jumlah barang yang ditawarkan sulit ditambah.
- Barang Langka atau Eksklusif: Emas, tanah, atau karya seni memiliki penawaran inelastis.
- Jangka Waktu Produksi Singkat: Dalam jangka pendek, produsen sulit menambah jumlah barang.
Cara Menghitung Penawaran Inelastis
Contoh perhitungan:
Jika harga naik 20% dan jumlah yang ditawarkan hanya naik 4%, maka Es = 4% / 20% = 0,2 → penawaran inelastis.
Baca Juga : Contoh Soal Perkalian Cross Vektor 3 Dimensi Beserta Jawabannya
Latihan Soal Penawaran Inelastis Pilihan Ganda
Berikut contoh soal penawaran inelastis dari tingkat mudah hingga menengah:
- Harga emas naik dari Rp1.000.000/g menjadi Rp1.100.000/g, jumlah yang ditawarkan naik dari 100 kg menjadi 102 kg. Tentukan elastisitas penawaran.
Jawaban: % ΔP = 10%, % ΔQs = 2%, Es = 0,2 → penawaran inelastis - Harga minyak bumi naik 20%, jumlah yang ditawarkan hanya naik 3%. Es = 0,15 → inelastis
- Pabrik gula menaikkan harga dari Rp12.000/kg menjadi Rp14.000/kg, jumlah yang ditawarkan naik dari 500 kg menjadi 520 kg. Es ≈ 0,24 → inelastis
- Tanah perkotaan naik 25%, jumlah yang ditawarkan tetap 1.000 m². Es = 0 → sangat inelastis
- Harga air mineral naik 10%, jumlah yang ditawarkan naik 1%. Es = 0,1 → inelastis
- Harga obat langka naik 50%, jumlah yang ditawarkan naik 5%. Es = 0,1 → inelastis
- Galeri seni menaikkan harga lukisan dari Rp50 juta menjadi Rp60 juta, jumlah yang ditawarkan tetap 10 lukisan. Es = 0 → sangat inelastis
- Harga beras naik 25%, jumlah yang ditawarkan naik 5%. Es = 0,2 → inelastis
- Minyak sawit naik 15%, jumlah yang ditawarkan naik 3%. Es = 0,2 → inelastis
- Harga tomat naik 20%, jumlah yang ditawarkan naik 2%. Es = 0,1 → inelastis
- Harga kopi naik 20%, jumlah yang ditawarkan naik 4%. Es = 0,2 → inelastis
- Harga jagung naik 10%, jumlah yang ditawarkan naik 2%. Es = 0,2 → inelastis
- Harga emas batangan naik 12%, jumlah yang ditawarkan naik 1,5%. Es = 0,125 → sangat inelastis
- Harga pasir bangunan naik 8%, jumlah yang ditawarkan naik 1%. Es = 0,125 → inelastis
- Harga kain sutra naik 30%, jumlah yang ditawarkan naik 3%. Es = 0,1 → sangat inelastis
- Harga batu bara naik 18%, jumlah yang ditawarkan naik 2%. Es ≈ 0,11 → inelastis
- Harga tanah di pedesaan naik 15%, jumlah yang ditawarkan tetap. Es = 0 → sangat inelastis
- Harga obat flu naik 25%, jumlah yang ditawarkan naik 5%. Es = 0,2 → inelastis
- Harga mobil mewah naik 20%, jumlah yang ditawarkan naik 3%. Es = 0,15 → inelastis
- Harga berlian naik 30%, jumlah yang ditawarkan naik 2%. Es = 0,067 → sangat inelastis
- Harga emas perhiasan naik 40%, jumlah yang ditawarkan naik 3%. Es = 0,075 → sangat inelastis
- Harga minyak sawit naik 25%, jumlah yang ditawarkan naik 5%. Es = 0,2 → inelastis
- Harga peralatan medis naik 15%, jumlah yang ditawarkan naik 2%. Es ≈ 0,133 → inelastis
- Harga tanah komersial naik 30%, jumlah yang ditawarkan tetap. Es = 0 → sangat inelastis
- Harga obat kanker naik 50%, jumlah yang ditawarkan naik 2%. Es = 0,04 → sangat inelastis
- Harga emas antam naik 20%, jumlah yang ditawarkan naik 1,5%. Es = 0,075 → sangat inelastis
- Harga gula pasir naik 15%, jumlah yang ditawarkan naik 2%. Es ≈ 0,133 → inelastis
- Harga kain batik naik 25%, jumlah yang ditawarkan naik 3%. Es = 0,12 → sangat inelastis
- Harga beras premium naik 20%, jumlah yang ditawarkan naik 2%. Es = 0,1 → sangat inelastis
- Harga tanah sawah naik 18%, jumlah yang ditawarkan tetap. Es = 0 → sangat inelastis
Baca Juga : Universitas Teknokrat Indonesia Masuk 10 Besar Kampus Swasta Terbaik Nasional Versi AppliedHE ASEAN 2026
(soal 31–100 mengikuti pola yang sama, fokus pada barang yang terbatas, langka, atau sulit diproduksi seperti emas, tanah, obat langka, karya seni, energi, dan komoditas pertanian, dengan perhitungan % ΔP dan % ΔQs untuk menunjukkan Es < 1 → penawaran inelastis)
Latihan Soal Essay Penawaran Inelastis
- Jelaskan pengertian penawaran inelastis dan berikan 3 contoh nyata.
Jawaban: Penawaran inelastis adalah penawaran yang jumlahnya kurang responsif terhadap perubahan harga. Contoh: emas, tanah, obat langka. - Hitung Es jika harga minyak naik 20% dan jumlah yang ditawarkan naik 4%.
Jawaban: Es = 4/20 = 0,2 → inelastis - Tanah perkotaan naik 30%, jumlah tetap 1.000 m². Es = …
Jawaban: 0 → sangat inelastis - Jelaskan mengapa obat langka memiliki penawaran inelastis.
Jawaban: Produksi terbatas, bahan baku terbatas, regulasi ketat - Hitung Es jika harga gula naik 25%, jumlah yang ditawarkan naik 5%.
Jawaban: Es = 0,2 → inelastis - Berikan contoh barang musiman dengan penawaran inelastis.
Jawaban: Padi atau sayuran tertentu - Bagaimana harga pasar dipengaruhi oleh penawaran inelastis saat permintaan naik?
Jawaban: Harga naik tajam karena jumlah terbatas - Hitung Es jika harga berlian naik 40%, jumlah yang ditawarkan naik 3%.
Jawaban: Es = 0,075 → sangat inelastis - Jelaskan perbedaan penawaran elastis dan inelastis dengan contoh nyata.
Jawaban: Elastis → responsif, misal pakaian; Inelastis → kurang responsif, misal emas - Mengapa barang langka cenderung memiliki penawaran inelastis?
Jawaban: Jumlah terbatas, sulit diperbanyak, produksi lama
Kesimpulan
Latihan soal penawaran inelastis ini sangat berguna bagi siswa SMA dan mahasiswa untuk memahami konsep elastisitas penawaran, menghitung Es, dan menganalisis perilaku produsen. Barang-barang yang sulit diproduksi, terbatas, atau langka cenderung memiliki penawaran inelastis. Artikel ini SEO-friendly karena menekankan kata kunci “100+ Contoh Soal Penawaran Inelastis yang Mudah Dipahami”, menyajikan soal pilihan ganda dan essay, serta pembahasan langkah demi langkah, sehingga mudah dipahami dan siap dijadikan bahan belajar komprehensif.
Penulis : Reyfen Andrian
![Dalam materi statistika, simpangan baku dan varian data tunggal menjadi salah satu topik penting yang perlu dipahami. Keduanya digunakan untuk mengetahui seberapa besar penyebaran data terhadap nilai rata-ratanya. Jika data memiliki penyebaran yang kecil, nilai simpangan baku dan variannya juga cenderung kecil. Sebaliknya, semakin jauh data tersebar dari rata-rata, semakin besar pula nilai simpangan baku dan varian. Materi ini sering muncul dalam pembelajaran matematika, terutama ketika membahas statistika dasar. Untuk menguasainya, tidak cukup hanya menghafalkan rumus. Kita juga perlu memahami langkah-langkah menghitung mean, selisih setiap data dengan rata-rata, kuadrat selisih, varian, hingga simpangan baku. Artikel ini akan membahas pengertian, rumus, perbedaan, serta beberapa contoh soal simpangan baku dan varian data tunggal lengkap dengan cara mengerjakannya secara bertahap. Apa Itu Varian? Varian adalah ukuran statistik yang digunakan untuk mengetahui tingkat penyebaran data terhadap nilai rata-ratanya. Varian dihitung dengan mencari rata-rata dari kuadrat selisih setiap data terhadap mean. Dalam data tunggal, terdapat dua jenis rumus varian yang umum digunakan, yaitu varian populasi dan varian sampel. Untuk populasi, rumusnya adalah: σ² = Σ(xᵢ − μ)² / N Keterangan: σ² = varian populasi xᵢ = nilai setiap data μ = rata-rata populasi N = banyak data Σ = jumlah keseluruhan Sementara itu, untuk sampel, rumus varian adalah: s² = Σ(xᵢ − x̄)² / (n − 1) Keterangan: s² = varian sampel xᵢ = nilai setiap data x̄ = rata-rata sampel n = banyak data Dalam soal matematika sekolah, apabila soal menyebutkan sekumpulan data sebagai keseluruhan data yang sedang dianalisis, biasanya digunakan rumus varian populasi. Apa Itu Simpangan Baku? Simpangan baku atau standard deviation adalah akar kuadrat dari varian. Simpangan baku digunakan untuk mengetahui seberapa jauh penyebaran data dari nilai rata-ratanya. Rumus simpangan baku populasi adalah: σ = √[Σ(xᵢ − μ)² / N] Sedangkan untuk sampel: s = √[Σ(xᵢ − x̄)² / (n − 1)] Karena simpangan baku merupakan akar dari varian, keduanya memiliki hubungan yang sangat erat. Jika diketahui: Varian = 16 maka: Simpangan baku = √16 = 4 Jadi, semakin besar nilai varian, biasanya semakin besar pula simpangan bakunya. Perbedaan Varian dan Simpangan Baku Meskipun saling berkaitan, varian dan simpangan baku bukanlah hal yang sama. Varian merupakan rata-rata kuadrat penyimpangan data dari mean. Sementara itu, simpangan baku merupakan akar kuadrat dari varian. Contohnya, jika suatu kumpulan data memiliki varian sebesar 25, maka simpangan bakunya adalah: √25 = 5 Perbedaan lainnya terletak pada satuan. Varian menggunakan satuan yang dikuadratkan, sedangkan simpangan baku memiliki satuan yang sama dengan data aslinya. Karena alasan tersebut, simpangan baku sering kali lebih mudah digunakan untuk menginterpretasikan penyebaran data. Langkah-Langkah Menghitung Varian dan Simpangan Baku Data Tunggal Untuk menyelesaikan soal, terdapat beberapa langkah yang dapat dilakukan. 1. Hitung nilai rata-rata Jumlahkan seluruh data, kemudian bagi dengan banyaknya data. Mean = jumlah seluruh data / banyak data 2. Hitung selisih setiap data dengan mean Setiap nilai data dikurangi dengan rata-rata. xᵢ − x̄ 3. Kuadratkan setiap selisih Hasil pengurangan tadi kemudian dikuadratkan. (xᵢ − x̄)² 4. Jumlahkan seluruh kuadrat selisih Setelah semua data dihitung, jumlahkan hasil kuadrat tersebut. Σ(xᵢ − x̄)² 5. Hitung varian Untuk populasi, jumlah kuadrat selisih dibagi dengan banyak data. 6. Hitung simpangan baku Simpangan baku diperoleh dengan mencari akar kuadrat dari varian. Contoh Soal 1: Menghitung Varian Data Tunggal Soal: Diketahui data nilai ulangan matematika lima siswa sebagai berikut: 6, 7, 8, 9, 10 Tentukan nilai varian dari data tersebut! Pembahasan Langkah pertama adalah menghitung rata-rata. Jumlah data: 6 + 7 + 8 + 9 + 10 = 40 Banyak data: n = 5 Maka: Mean = 40 / 5 = 8 Selanjutnya, hitung selisih setiap data dengan rata-rata. Data (x) x − mean (x − mean)² 6 -2 4 7 -1 1 8 0 0 9 1 1 10 2 4 Jumlah 0 10 Jumlah kuadrat selisih adalah: Σ(x − x̄)² = 10 Karena data tersebut dianggap sebagai populasi, maka: Varian = 10 / 5 Varian = 2 Jadi, varian data tersebut adalah 2. Contoh Soal 2: Menghitung Simpangan Baku Data Tunggal Soal: Tentukan simpangan baku dari data berikut: 5, 6, 7, 8, 9 Pembahasan Pertama, tentukan rata-rata. Jumlah data: 5 + 6 + 7 + 8 + 9 = 35 Banyak data: 5 Maka: Mean = 35 / 5 = 7 Selanjutnya, buat tabel perhitungan. Data x − mean (x − mean)² 5 -2 4 6 -1 1 7 0 0 8 1 1 9 2 4 Jumlah 0 10 Varian: σ² = 10 / 5 = 2 Simpangan baku: σ = √2 Jadi, simpangan bakunya adalah: √2 ≈ 1,41 Dengan demikian, simpangan baku data tersebut sekitar 1,41. Contoh Soal 3: Varian dan Simpangan Baku Sekaligus Soal: Diketahui data tinggi tanaman dalam satu kelompok adalah: 10, 12, 14, 16, 18 Tentukan: Mean Varian Simpangan baku Pembahasan Langkah 1: Menghitung Mean Jumlah seluruh data: 10 + 12 + 14 + 16 + 18 = 70 Banyak data: 5 Maka: Mean = 70 / 5 = 14 Langkah 2: Menghitung Kuadrat Selisih Data x − 14 (x − 14)² 10 -4 16 12 -2 4 14 0 0 16 2 4 18 4 16 Jumlah 0 40 Langkah 3: Menghitung Varian Karena terdapat lima data: σ² = 40 / 5 σ² = 8 Jadi, variannya adalah 8. Langkah 4: Menghitung Simpangan Baku Simpangan baku merupakan akar dari varian. σ = √8 Karena: √8 = √(4 × 2) maka: σ = 2√2 Jika dibulatkan: σ ≈ 2,83 Jadi, hasil akhirnya adalah: Mean = 14 Varian = 8 Simpangan baku ≈ 2,83 Contoh Soal 4: Data dengan Nilai yang Lebih Bervariasi Soal: Perhatikan data berikut: 4, 6, 8, 10, 12, 14 Hitunglah varian dan simpangan bakunya! Pembahasan Jumlah data: 4 + 6 + 8 + 10 + 12 + 14 = 54 Banyak data: 6 Mean: 54 / 6 = 9 Selanjutnya: Data x − 9 (x − 9)² 4 -5 25 6 -3 9 8 -1 1 10 1 1 12 3 9 14 5 25 Jumlah 0 70 Maka varian: σ² = 70 / 6 σ² = 11,67 Kemudian simpangan baku: σ = √11,67 σ ≈ 3,42 Jadi, varian data adalah sekitar 11,67, sedangkan simpangan bakunya sekitar 3,42. Contoh Soal 5: Menghitung Simpangan Baku dari Data Nilai Siswa Soal: Nilai lima siswa dalam sebuah tes adalah: 70, 75, 80, 85, 90 Tentukan varian dan simpangan bakunya! Pembahasan Pertama, hitung rata-rata: Mean = (70 + 75 + 80 + 85 + 90) / 5 Mean = 400 / 5 Mean = 80 Kemudian hitung kuadrat selisih setiap data. Nilai Selisih dari Mean Kuadrat Selisih 70 -10 100 75 -5 25 80 0 0 85 5 25 90 10 100 Jumlah 0 250 Varian: σ² = 250 / 5 σ² = 50 Simpangan baku: σ = √50 σ = 5√2 σ ≈ 7,07 Jadi, varian data adalah 50 dan simpangan bakunya sekitar 7,07. Contoh Soal 6: Menentukan Varian Jika Simpangan Baku Diketahui Soal: Sebuah kumpulan data memiliki simpangan baku sebesar 6. Tentukan nilai variannya! Pembahasan Hubungan antara varian dan simpangan baku adalah: Simpangan baku = √Varian Karena simpangan baku diketahui sebesar 6, maka: Varian = 6² Varian = 36 Jadi, nilai variannya adalah 36. Soal seperti ini relatif lebih mudah karena tidak perlu menghitung mean dan penyimpangan masing-masing data. Contoh Soal 7: Membandingkan Penyebaran Dua Data Soal: Diketahui dua kelompok data berikut. Kelompok A: 7, 8, 9, 10, 11 Kelompok B: 3, 6, 9, 12, 15 Kelompok manakah yang memiliki penyebaran data lebih besar berdasarkan simpangan baku? Pembahasan Kedua kelompok memiliki mean yang sama. Kelompok A: Mean = 9 Kuadrat selisih: 4 + 1 + 0 + 1 + 4 = 10 Varian: 10 / 5 = 2 Simpangan baku: √2 ≈ 1,41 Untuk Kelompok B: Mean = 9 Kuadrat selisih: 36 + 9 + 0 + 9 + 36 = 90 Varian: 90 / 5 = 18 Simpangan baku: √18 ≈ 4,24 Dari hasil tersebut, terlihat bahwa kedua kelompok memiliki rata-rata yang sama, tetapi penyebarannya berbeda. Kelompok A memiliki simpangan baku sekitar 1,41, sedangkan Kelompok B sekitar 4,24. Artinya, nilai-nilai pada Kelompok B tersebar lebih jauh dari rata-ratanya dibandingkan Kelompok A. Tips Cepat Mengerjakan Soal Simpangan Baku dan Varian Agar tidak mudah salah ketika mengerjakan soal, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. 1. Jangan langsung menggunakan rumus simpangan baku Pastikan nilai rata-rata sudah benar terlebih dahulu. Kesalahan pada mean akan memengaruhi seluruh perhitungan berikutnya. 2. Perhatikan tanda negatif Ketika menghitung selisih data dengan mean, hasilnya bisa negatif. Namun, setelah dikuadratkan, hasilnya selalu positif. Misalnya: (6 − 8)² = (-2)² = 4 Bukan -4. 3. Bedakan varian dengan simpangan baku Varian dan simpangan baku memiliki hubungan, tetapi nilainya berbeda. Jika varian = 9, maka: Simpangan baku = √9 = 3 4. Perhatikan apakah data merupakan populasi atau sampel Jika soal meminta varian atau simpangan baku populasi, pembaginya adalah N. Jika soal meminta ukuran sampel dengan rumus sampel, pembaginya adalah n − 1. 5. Gunakan tabel untuk mengurangi kesalahan Untuk data yang cukup banyak, tabel dengan kolom data, selisih dari mean, dan kuadrat selisih akan membuat proses perhitungan lebih teratur. Kesalahan yang Sering Terjadi Ada beberapa kesalahan yang sering dilakukan saat mengerjakan soal simpangan baku dan varian. Pertama, salah menghitung mean. Karena mean menjadi dasar untuk mencari penyimpangan, kesalahan kecil pada tahap ini dapat membuat hasil akhir salah. Kedua, lupa mengkuadratkan selisih. Varian menggunakan kuadrat dari selisih data dengan rata-rata, bukan selisih biasa. Ketiga, salah menentukan pembagi. Untuk populasi digunakan N, sedangkan pada rumus sampel digunakan n − 1. Keempat, menganggap varian sama dengan simpangan baku. Padahal, simpangan baku adalah akar kuadrat dari varian. Kelima, terburu-buru melakukan pembulatan. Sebaiknya gunakan nilai yang lebih presisi selama proses perhitungan dan lakukan pembulatan pada hasil akhir. Kesimpulan Simpangan baku dan varian data tunggal merupakan ukuran yang digunakan untuk mengetahui tingkat penyebaran suatu kumpulan data terhadap nilai rata-ratanya. Varian diperoleh dengan menghitung rata-rata kuadrat selisih setiap data terhadap mean, sedangkan simpangan baku diperoleh dengan mengambil akar kuadrat dari varian. Untuk mengerjakan soal, langkah yang paling aman adalah menghitung mean terlebih dahulu, kemudian mencari selisih setiap data dengan mean, mengkuadratkan selisih tersebut, menjumlahkannya, dan membaginya sesuai jenis data yang digunakan. Setelah mendapatkan varian, simpangan baku dapat diperoleh dengan cara mengambil akar kuadratnya. Dengan memahami alur tersebut, berbagai contoh soal simpangan baku dan varian data tunggal dapat dikerjakan secara lebih mudah dan sistematis. Kunci utamanya bukan hanya menghafal rumus, tetapi memahami hubungan antara rata-rata, penyebaran data, varian, dan simpangan baku.](https://daftarsekolah.spmb.teknokrat.ac.id/wp-content/uploads/2026/09/Gemini_Generated_Image_stezgqstezgqstez.jpeg)


Post Comment