Halo, Sobat Biologi! Bagaimana kabarnya hari ini? Masih semangat membedah rahasia genetika yang ada di dalam tubuh kita? Kali ini, kita akan masuk ke salah satu topik yang sering bikin siswa garuk-garuk kepala tapi sebenarnya sangat seru kalau sudah ketemu polanya: Persilangan Backcross atau silang balik.
Baca juga:Kumpulan Contoh Soal Membuat Grafik Batang, Garis, dan Lingkaran
Mungkin kamu sering mendengar istilah Testcross (uji silang), tapi tahukah kamu kalau Backcross punya tujuan yang sedikit berbeda? Di tahun 2026 ini, materi genetika dasar tetap menjadi primadona di UTBK maupun ujian sekolah karena ini adalah fondasi dari bioteknologi modern. Yuk, kita kupas tuntas pengertiannya dan langsung asah kemampuanmu dengan 10 contoh soal yang sudah saya siapkan khusus untukmu!
Apa Itu Backcross?
Sesuai namanya, Backcross adalah persilangan antara individu $F_1$ (keturunan pertama) dengan salah satu induknya, baik itu induk yang dominan homozigot maupun induk yang resesif homozigot.
Tujuannya apa sih?
Biasanya, para pemulia tanaman atau peternak melakukan backcross untuk mendapatkan kembali sifat murni dari induknya atau untuk memperkuat karakter tertentu yang diinginkan pada keturunannya. Jadi, kita seolah-olah “mengembalikan” genetik anak ke jalur orang tuanya.
Kumpulan Soal Backcross dan Pembahasan Lengkap
Mari kita mulai simulasi soalnya. Siapkan kertas coretanmu, ya!
Soal 1
Tanaman kacang ercis batang tinggi (TT) disilangkan dengan batang pendek (tt) menghasilkan $F_1$ batang tinggi (Tt). Jika $F_1$ dilakukan backcross dengan induk dominan, maka rasio fenotipe yang dihasilkan adalah…
A. 100% Batang Tinggi
B. 75% Tinggi : 25% Pendek
C. 50% Tinggi : 50% Pendek
D. 25% Tinggi : 75% Pendek
E. 100% Batang Pendek
Jawaban: A
Pembahasan: Persilangan: $Tt \times TT$ (induk dominan).
Gamet: T, t dan T.
Keturunan: TT (Tinggi) dan Tt (Tinggi).
Jadi, semua keturunan (100%) memiliki fenotipe batang tinggi. Inilah keunikan backcross ke induk dominan; sifat resesif tidak akan muncul secara fisik.
Soal 2
Pada sapi, gen tanduk pendek (P) dominan terhadap tanduk panjang (p). Sapi $F_1$ bergenotipe Pp disilangkan kembali dengan induknya yang bertanduk panjang. Berapakah persentase keturunan yang bertanduk panjang?
A. 0%
B. 25%
C. 50%
D. 75%
E. 100%
Jawaban: C
Pembahasan: Persilangan: $Pp \times pp$ (induk resesif).
Gamet: P, p dan p.
Keturunan: Pp (Tanduk pendek) dan pp (Tanduk panjang).
Rasio: 1 : 1 atau 50% : 50%.
Catatan: Backcross ke induk resesif juga sering disebut sebagai Testcross.
Soal 3
Marmut rambut hitam (HH) disilangkan dengan rambut putih (hh) menghasilkan keturunan hitam (Hh). Jika $F_1$ disilangkan balik dengan induk dominan, rasio genotipe yang terbentuk adalah…
A. $HH : Hh = 1 : 1$
B. $HH : hh = 1 : 1$
C. $Hh : hh = 1 : 1$
D. $HH : Hh : hh = 1 : 2 : 1$
E. Semuanya Hh
Jawaban: A
Pembahasan: Persilangan: $Hh \times HH$.
Gamet $F_1$: H dan h. Gamet Induk: H.
Hasil: HH dan Hh.
Rasio genotipe: $1 : 1$.
Soal 4
Backcross berbeda dengan Testcross dalam hal…
A. Backcross selalu menggunakan induk resesif.
B. Testcross bertujuan mengetahui genotipe induk.
C. Backcross bertujuan mendapatkan kembali galur murni induk.
D. Testcross tidak menggunakan keturunan $F_1$.
E. Tidak ada perbedaan sama sekali.
Jawaban: C
Pembahasan: Meskipun teknisnya mirip, tujuannya berbeda. Testcross untuk menguji genotipe yang tidak diketahui, sedangkan backcross untuk mengembalikan sifat induk ke dalam populasi.
Soal 5
Bunga mawar merah (MM) disilangkan dengan putih (mm). $F_1$ merah (Mm) di-backcross dengan induk mawar merah. Dari 100 keturunan, berapa yang diperkirakan berwarna merah?
A. 25
B. 50
C. 75
D. 100
E. 0
Jawaban: D
Pembahasan: $Mm \times MM$ menghasilkan genotipe MM dan Mm. Keduanya mengekspresikan warna merah. Jadi, semua (100) tanaman adalah merah.
Soal 6
Jika individu bergenotipe $BbCc$ dilakukan backcross dengan induknya yang bergenotipe $BBCC$, maka jumlah macam fenotipe pada keturunannya adalah…
A. 1 macam
B. 2 macam
C. 3 macam
D. 4 macam
E. 8 macam
Jawaban: A
Pembahasan: Karena salah satu induk memiliki semua gen dominan homozigot ($BBCC$), maka semua keturunan akan memiliki setidaknya satu alel dominan untuk setiap sifat. Akibatnya, semua keturunan akan tampak sama secara fenotipe (1 macam).
Soal 7
Persilangan balik antara $F_1$ ($Aa$) dengan induk resesif ($aa$) akan menghasilkan keturunan dengan variasi fenotipe yang sama dengan…
A. Persilangan monohibrid dominan penuh $F_1 \times F_1$.
B. Persilangan dihibrid.
C. Testcross.
D. Persilangan intermediet.
E. Mutasi gen.
Jawaban: C
Pembahasan: Persilangan individu heterozigot dengan induk resesif secara definisi adalah Testcross.
Soal 8
Pada tanaman mangga, buah besar (B) dominan terhadap kecil (b). $F_1$ buah besar (Bb) disilangkan dengan induk buah kecil. Jika dihasilkan 400 bibit, berapa jumlah bibit buah besar?
A. 100
B. 200
C. 300
D. 400
E. 0
Jawaban: B
Pembahasan: $Bb \times bb$ menghasilkan $1/2$ Bb (Besar) dan $1/2$ bb (Kecil).
$1/2 \times 400 = 200$ bibit.
Soal 9
Seorang peneliti ingin memurnikan kembali sifat tinggi pada jagung. Ia menyilangkan jagung $F_1$ (Tt) dengan induk (TT). Keuntungan dari langkah ini adalah…
A. Munculnya variasi baru.
B. Menghilangkan sifat dominan.
C. Memastikan semua keturunan berikutnya membawa alel dominan T.
D. Meningkatkan peluang munculnya sifat resesif.
E. Mempercepat mutasi.
Jawaban: C
Pembahasan: Dengan menyilangkan kembali ke induk dominan, peneliti memastikan tidak ada keturunan yang berfenotipe resesif, sehingga karakter unggul (tinggi) tetap terjaga.
Soal 10
Genotipe yang dihasilkan dari backcross antara $F_1$ ($Pp$) dengan induk resesif ($pp$) adalah…
A. $PP$ dan $Pp$
B. $Pp$ dan $pp$
C. $PP$ dan $pp$
D. Semuanya $Pp$
E. $PP, Pp,$ dan $pp$
Jawaban: B
Pembahasan: Cukup gunakan papan catur Punnett: P dan p bertemu dengan p. Hasilnya Pp dan pp.
Tips Sukses Mengerjakan Soal Genetika
- Baca Instruksi dengan Teliti: Lihat apakah keturunan disilangkan dengan induk dominan atau resesif. Hasilnya akan sangat berbeda!
- Gunakan Simbol yang Jelas: Bedakan penulisan huruf besar dan huruf kecil agar tidak tertukar saat menghitung rasio.
- Pahami Definisi: Ingat, Backcross adalah payung besarnya, Testcross adalah salah satu jenisnya (ke induk resesif).
Baca juuga: Mahasiswi S1 Manajemen Universitas Teknokrat Indonesia Lulus dengan Karya Ilmiah Nasional Sinta 2
Kesimpulan
Gimana, Sobat? Ternyata backcross tidak sesulit yang dibayangkan, kan? Intinya adalah kita sedang “memutar balik” proses persilangan ke arah orang tuanya. Dengan memahami 10 soal di atas, kamu sudah punya modal kuat untuk menghadapi ujian biologi di sekolah.
Penulis: marfel
![Dalam materi statistika, simpangan baku dan varian data tunggal menjadi salah satu topik penting yang perlu dipahami. Keduanya digunakan untuk mengetahui seberapa besar penyebaran data terhadap nilai rata-ratanya. Jika data memiliki penyebaran yang kecil, nilai simpangan baku dan variannya juga cenderung kecil. Sebaliknya, semakin jauh data tersebar dari rata-rata, semakin besar pula nilai simpangan baku dan varian. Materi ini sering muncul dalam pembelajaran matematika, terutama ketika membahas statistika dasar. Untuk menguasainya, tidak cukup hanya menghafalkan rumus. Kita juga perlu memahami langkah-langkah menghitung mean, selisih setiap data dengan rata-rata, kuadrat selisih, varian, hingga simpangan baku. Artikel ini akan membahas pengertian, rumus, perbedaan, serta beberapa contoh soal simpangan baku dan varian data tunggal lengkap dengan cara mengerjakannya secara bertahap. Apa Itu Varian? Varian adalah ukuran statistik yang digunakan untuk mengetahui tingkat penyebaran data terhadap nilai rata-ratanya. Varian dihitung dengan mencari rata-rata dari kuadrat selisih setiap data terhadap mean. Dalam data tunggal, terdapat dua jenis rumus varian yang umum digunakan, yaitu varian populasi dan varian sampel. Untuk populasi, rumusnya adalah: ฯยฒ = ฮฃ(xแตข โ ฮผ)ยฒ / N Keterangan: ฯยฒ = varian populasi xแตข = nilai setiap data ฮผ = rata-rata populasi N = banyak data ฮฃ = jumlah keseluruhan Sementara itu, untuk sampel, rumus varian adalah: sยฒ = ฮฃ(xแตข โ xฬ)ยฒ / (n โ 1) Keterangan: sยฒ = varian sampel xแตข = nilai setiap data xฬ = rata-rata sampel n = banyak data Dalam soal matematika sekolah, apabila soal menyebutkan sekumpulan data sebagai keseluruhan data yang sedang dianalisis, biasanya digunakan rumus varian populasi. Apa Itu Simpangan Baku? Simpangan baku atau standard deviation adalah akar kuadrat dari varian. Simpangan baku digunakan untuk mengetahui seberapa jauh penyebaran data dari nilai rata-ratanya. Rumus simpangan baku populasi adalah: ฯ = โ[ฮฃ(xแตข โ ฮผ)ยฒ / N] Sedangkan untuk sampel: s = โ[ฮฃ(xแตข โ xฬ)ยฒ / (n โ 1)] Karena simpangan baku merupakan akar dari varian, keduanya memiliki hubungan yang sangat erat. Jika diketahui: Varian = 16 maka: Simpangan baku = โ16 = 4 Jadi, semakin besar nilai varian, biasanya semakin besar pula simpangan bakunya. Perbedaan Varian dan Simpangan Baku Meskipun saling berkaitan, varian dan simpangan baku bukanlah hal yang sama. Varian merupakan rata-rata kuadrat penyimpangan data dari mean. Sementara itu, simpangan baku merupakan akar kuadrat dari varian. Contohnya, jika suatu kumpulan data memiliki varian sebesar 25, maka simpangan bakunya adalah: โ25 = 5 Perbedaan lainnya terletak pada satuan. Varian menggunakan satuan yang dikuadratkan, sedangkan simpangan baku memiliki satuan yang sama dengan data aslinya. Karena alasan tersebut, simpangan baku sering kali lebih mudah digunakan untuk menginterpretasikan penyebaran data. Langkah-Langkah Menghitung Varian dan Simpangan Baku Data Tunggal Untuk menyelesaikan soal, terdapat beberapa langkah yang dapat dilakukan. 1. Hitung nilai rata-rata Jumlahkan seluruh data, kemudian bagi dengan banyaknya data. Mean = jumlah seluruh data / banyak data 2. Hitung selisih setiap data dengan mean Setiap nilai data dikurangi dengan rata-rata. xแตข โ xฬ 3. Kuadratkan setiap selisih Hasil pengurangan tadi kemudian dikuadratkan. (xแตข โ xฬ)ยฒ 4. Jumlahkan seluruh kuadrat selisih Setelah semua data dihitung, jumlahkan hasil kuadrat tersebut. ฮฃ(xแตข โ xฬ)ยฒ 5. Hitung varian Untuk populasi, jumlah kuadrat selisih dibagi dengan banyak data. 6. Hitung simpangan baku Simpangan baku diperoleh dengan mencari akar kuadrat dari varian. Contoh Soal 1: Menghitung Varian Data Tunggal Soal: Diketahui data nilai ulangan matematika lima siswa sebagai berikut: 6, 7, 8, 9, 10 Tentukan nilai varian dari data tersebut! Pembahasan Langkah pertama adalah menghitung rata-rata. Jumlah data: 6 + 7 + 8 + 9 + 10 = 40 Banyak data: n = 5 Maka: Mean = 40 / 5 = 8 Selanjutnya, hitung selisih setiap data dengan rata-rata. Data (x) x โ mean (x โ mean)ยฒ 6 -2 4 7 -1 1 8 0 0 9 1 1 10 2 4 Jumlah 0 10 Jumlah kuadrat selisih adalah: ฮฃ(x โ xฬ)ยฒ = 10 Karena data tersebut dianggap sebagai populasi, maka: Varian = 10 / 5 Varian = 2 Jadi, varian data tersebut adalah 2. Contoh Soal 2: Menghitung Simpangan Baku Data Tunggal Soal: Tentukan simpangan baku dari data berikut: 5, 6, 7, 8, 9 Pembahasan Pertama, tentukan rata-rata. Jumlah data: 5 + 6 + 7 + 8 + 9 = 35 Banyak data: 5 Maka: Mean = 35 / 5 = 7 Selanjutnya, buat tabel perhitungan. Data x โ mean (x โ mean)ยฒ 5 -2 4 6 -1 1 7 0 0 8 1 1 9 2 4 Jumlah 0 10 Varian: ฯยฒ = 10 / 5 = 2 Simpangan baku: ฯ = โ2 Jadi, simpangan bakunya adalah: โ2 โ 1,41 Dengan demikian, simpangan baku data tersebut sekitar 1,41. Contoh Soal 3: Varian dan Simpangan Baku Sekaligus Soal: Diketahui data tinggi tanaman dalam satu kelompok adalah: 10, 12, 14, 16, 18 Tentukan: Mean Varian Simpangan baku Pembahasan Langkah 1: Menghitung Mean Jumlah seluruh data: 10 + 12 + 14 + 16 + 18 = 70 Banyak data: 5 Maka: Mean = 70 / 5 = 14 Langkah 2: Menghitung Kuadrat Selisih Data x โ 14 (x โ 14)ยฒ 10 -4 16 12 -2 4 14 0 0 16 2 4 18 4 16 Jumlah 0 40 Langkah 3: Menghitung Varian Karena terdapat lima data: ฯยฒ = 40 / 5 ฯยฒ = 8 Jadi, variannya adalah 8. Langkah 4: Menghitung Simpangan Baku Simpangan baku merupakan akar dari varian. ฯ = โ8 Karena: โ8 = โ(4 ร 2) maka: ฯ = 2โ2 Jika dibulatkan: ฯ โ 2,83 Jadi, hasil akhirnya adalah: Mean = 14 Varian = 8 Simpangan baku โ 2,83 Contoh Soal 4: Data dengan Nilai yang Lebih Bervariasi Soal: Perhatikan data berikut: 4, 6, 8, 10, 12, 14 Hitunglah varian dan simpangan bakunya! Pembahasan Jumlah data: 4 + 6 + 8 + 10 + 12 + 14 = 54 Banyak data: 6 Mean: 54 / 6 = 9 Selanjutnya: Data x โ 9 (x โ 9)ยฒ 4 -5 25 6 -3 9 8 -1 1 10 1 1 12 3 9 14 5 25 Jumlah 0 70 Maka varian: ฯยฒ = 70 / 6 ฯยฒ = 11,67 Kemudian simpangan baku: ฯ = โ11,67 ฯ โ 3,42 Jadi, varian data adalah sekitar 11,67, sedangkan simpangan bakunya sekitar 3,42. Contoh Soal 5: Menghitung Simpangan Baku dari Data Nilai Siswa Soal: Nilai lima siswa dalam sebuah tes adalah: 70, 75, 80, 85, 90 Tentukan varian dan simpangan bakunya! Pembahasan Pertama, hitung rata-rata: Mean = (70 + 75 + 80 + 85 + 90) / 5 Mean = 400 / 5 Mean = 80 Kemudian hitung kuadrat selisih setiap data. Nilai Selisih dari Mean Kuadrat Selisih 70 -10 100 75 -5 25 80 0 0 85 5 25 90 10 100 Jumlah 0 250 Varian: ฯยฒ = 250 / 5 ฯยฒ = 50 Simpangan baku: ฯ = โ50 ฯ = 5โ2 ฯ โ 7,07 Jadi, varian data adalah 50 dan simpangan bakunya sekitar 7,07. Contoh Soal 6: Menentukan Varian Jika Simpangan Baku Diketahui Soal: Sebuah kumpulan data memiliki simpangan baku sebesar 6. Tentukan nilai variannya! Pembahasan Hubungan antara varian dan simpangan baku adalah: Simpangan baku = โVarian Karena simpangan baku diketahui sebesar 6, maka: Varian = 6ยฒ Varian = 36 Jadi, nilai variannya adalah 36. Soal seperti ini relatif lebih mudah karena tidak perlu menghitung mean dan penyimpangan masing-masing data. Contoh Soal 7: Membandingkan Penyebaran Dua Data Soal: Diketahui dua kelompok data berikut. Kelompok A: 7, 8, 9, 10, 11 Kelompok B: 3, 6, 9, 12, 15 Kelompok manakah yang memiliki penyebaran data lebih besar berdasarkan simpangan baku? Pembahasan Kedua kelompok memiliki mean yang sama. Kelompok A: Mean = 9 Kuadrat selisih: 4 + 1 + 0 + 1 + 4 = 10 Varian: 10 / 5 = 2 Simpangan baku: โ2 โ 1,41 Untuk Kelompok B: Mean = 9 Kuadrat selisih: 36 + 9 + 0 + 9 + 36 = 90 Varian: 90 / 5 = 18 Simpangan baku: โ18 โ 4,24 Dari hasil tersebut, terlihat bahwa kedua kelompok memiliki rata-rata yang sama, tetapi penyebarannya berbeda. Kelompok A memiliki simpangan baku sekitar 1,41, sedangkan Kelompok B sekitar 4,24. Artinya, nilai-nilai pada Kelompok B tersebar lebih jauh dari rata-ratanya dibandingkan Kelompok A. Tips Cepat Mengerjakan Soal Simpangan Baku dan Varian Agar tidak mudah salah ketika mengerjakan soal, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. 1. Jangan langsung menggunakan rumus simpangan baku Pastikan nilai rata-rata sudah benar terlebih dahulu. Kesalahan pada mean akan memengaruhi seluruh perhitungan berikutnya. 2. Perhatikan tanda negatif Ketika menghitung selisih data dengan mean, hasilnya bisa negatif. Namun, setelah dikuadratkan, hasilnya selalu positif. Misalnya: (6 โ 8)ยฒ = (-2)ยฒ = 4 Bukan -4. 3. Bedakan varian dengan simpangan baku Varian dan simpangan baku memiliki hubungan, tetapi nilainya berbeda. Jika varian = 9, maka: Simpangan baku = โ9 = 3 4. Perhatikan apakah data merupakan populasi atau sampel Jika soal meminta varian atau simpangan baku populasi, pembaginya adalah N. Jika soal meminta ukuran sampel dengan rumus sampel, pembaginya adalah n โ 1. 5. Gunakan tabel untuk mengurangi kesalahan Untuk data yang cukup banyak, tabel dengan kolom data, selisih dari mean, dan kuadrat selisih akan membuat proses perhitungan lebih teratur. Kesalahan yang Sering Terjadi Ada beberapa kesalahan yang sering dilakukan saat mengerjakan soal simpangan baku dan varian. Pertama, salah menghitung mean. Karena mean menjadi dasar untuk mencari penyimpangan, kesalahan kecil pada tahap ini dapat membuat hasil akhir salah. Kedua, lupa mengkuadratkan selisih. Varian menggunakan kuadrat dari selisih data dengan rata-rata, bukan selisih biasa. Ketiga, salah menentukan pembagi. Untuk populasi digunakan N, sedangkan pada rumus sampel digunakan n โ 1. Keempat, menganggap varian sama dengan simpangan baku. Padahal, simpangan baku adalah akar kuadrat dari varian. Kelima, terburu-buru melakukan pembulatan. Sebaiknya gunakan nilai yang lebih presisi selama proses perhitungan dan lakukan pembulatan pada hasil akhir. Kesimpulan Simpangan baku dan varian data tunggal merupakan ukuran yang digunakan untuk mengetahui tingkat penyebaran suatu kumpulan data terhadap nilai rata-ratanya. Varian diperoleh dengan menghitung rata-rata kuadrat selisih setiap data terhadap mean, sedangkan simpangan baku diperoleh dengan mengambil akar kuadrat dari varian. Untuk mengerjakan soal, langkah yang paling aman adalah menghitung mean terlebih dahulu, kemudian mencari selisih setiap data dengan mean, mengkuadratkan selisih tersebut, menjumlahkannya, dan membaginya sesuai jenis data yang digunakan. Setelah mendapatkan varian, simpangan baku dapat diperoleh dengan cara mengambil akar kuadratnya. Dengan memahami alur tersebut, berbagai contoh soal simpangan baku dan varian data tunggal dapat dikerjakan secara lebih mudah dan sistematis. Kunci utamanya bukan hanya menghafal rumus, tetapi memahami hubungan antara rata-rata, penyebaran data, varian, dan simpangan baku.](https://daftarsekolah.spmb.teknokrat.ac.id/wp-content/uploads/2026/09/Gemini_Generated_Image_stezgqstezgqstez.jpeg)


Post Comment