10 Contoh Soal Kesalahan Penggunaan Kata dalam Bahasa Indonesia dan Pembahasannya

Berbicara mengenai kemampuan berbahasa, masih banyak dari kita yang sering kali terjebak dalam penggunaan kata-kata yang dianggap “lazim” namun sebenarnya tidak baku atau salah secara semantik. Menguasai tata bahasa bukan sekadar urusan nilai di sekolah, melainkan kunci komunikasi profesional yang efektif.

Artikel ini akan mengupas tuntas 10 contoh soal kesalahan penggunaan kata dalam Bahasa Indonesia lengkap dengan pembahasannya agar Anda tidak lagi keliru dalam penulisan formal maupun percakapan sehari-hari.

Baca juga: Menguasai Argumen: Contoh Soal Essay Giving Opinion yang Sering Muncul di Ujian Sekolah

Pentingnya Menggunakan Kata yang Benar dan Baku

Bahasa Indonesia memiliki standar yang diatur dalam Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) dan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Menggunakan kata yang tepat membantu menghindari ambiguitas atau makna ganda yang bisa merugikan dalam komunikasi bisnis, akademis, maupun hukum.

Sering kali, kesalahan terjadi karena pengaruh bahasa daerah, bahasa gaul, atau sekadar mengikuti tren tanpa mengecek kebenarannya. Mari kita uji pemahaman Anda melalui contoh soal di bawah ini.

🔖 Baca juga:
Olahraga Malam Pas Puasa: Tips Aman dari Dokter Jantung Biar Ibadah Lancar, Jantung Tetap Strong!

10 Contoh Soal Kesalahan Penggunaan Kata dan Pembahasan

Soal 1: Penggunaan Kata “Daripada”

Pertanyaan: Manakah kalimat yang benar di bawah ini? A. Buku ini lebih bagus daripada buku yang kemarin saya beli. B. Hasil daripada rapat tadi pagi akan segera diumumkan. C. Keputusan daripada direktur tidak dapat diganggu gugat. D. Keinginan daripada orang tuanya adalah dia menjadi dokter.

Jawaban: A

Pembahasan: Kata daripada hanya boleh digunakan untuk menunjukkan perbandingan. Banyak orang salah menggunakannya untuk menunjukkan kepemilikan atau asal-usul (seperti kata of dalam bahasa Inggris).

  • Salah: Hasil daripada rapat… (Seharusnya: Hasil rapat…)
  • Benar: Buku A lebih besar daripada buku B.

Soal 2: Kata Kerja Berawalan Me- yang Bertemu K-T-S-P

Pertanyaan: Kalimat mana yang menggunakan kata kerja dengan imbuhan yang tepat? A. Pemerintah sedang memproduksi massal vaksin tersebut. B. Guru itu sedang menterjemahkan buku bahasa asing. C. Kita harus mensukseskan program vaksinasi nasional. D. Dia senang mempraktekkan ilmu yang baru didapatnya.

Jawaban: A

Pembahasan: Berdasarkan kaidah bahasa Indonesia, kata dasar yang diawali huruf K, T, S, P dan diikuti vokal akan luluh jika diberi awalan me-.

  • Menterjemahkan seharusnya menerjemahkan (T luluh).
  • Mensukseskan seharusnya menyukseskan (S luluh).
  • Mempraktekkan seharusnya praktik (kata baku adalah praktik) menjadi mempraktikkan (P tidak luluh karena diikuti konsonan ‘r’, namun dalam pilihan ini kata “memproduksi” adalah yang paling tepat karena P diikuti konsonan ‘r’ sehingga tidak luluh).

Soal 3: Penggunaan Kata “Dimana”

Pertanyaan: Identifikasi kalimat yang salah dalam penggunaan kata “dimana”: A. Di mana kamu meletakkan kunci motor itu? B. Rumah di mana saya tinggal sedang diperbaiki. C. Saya tidak tahu di mana dia berada sekarang. D. Di mana pun kamu berada, aku akan selalu mendukungmu.

Jawaban: B

Pembahasan: Kata di mana adalah kata tanya untuk menanyakan tempat, bukan kata penghubung (relatif) untuk menggantikan kata where dalam bahasa Inggris.

  • Salah: Rumah di mana saya tinggal… (Seharusnya: Rumah tempat saya tinggal…)
  • Benar: Di mana kamu sekolah?

Soal 4: Kata Baku “Apotik” vs “Apotek”

Pertanyaan: Kalimat yang menggunakan kata baku adalah… A. Ibu membeli obat di apotik dekat pasar. B. Jadwal praktek dokter spesialis itu sangat padat. C. Atlet itu memiliki teknik lari yang sangat efisien. D. Kualitas barang itu sangat bergantung pada sistim produksinya.

Jawaban: C

Pembahasan: Banyak kata serapan yang sering salah tulis:

  • Apotik salah, yang benar Apotek (orang yang bekerja di sana disebut Apoteker).
  • Praktek salah, yang benar Praktik.
  • Sistim salah, yang benar Sistem.
  • Atlet adalah bentuk baku (bukan atlit).

Soal 5: Pleonasme (Pemborosan Kata)

Pertanyaan: Pilihlah kalimat yang paling efektif dan tidak mubazir: A. Para hadirin sekalian dipersilakan berdiri. B. Daftar nama-nama peserta sudah tertempel di papan. C. Kita harus saling tolong-menolong dalam kesulitan. D. Mari kita bekerja sama demi kemajuan desa.

Jawaban: D

Pembahasan: Pleonasme adalah penggunaan kata yang berlebihan yang maknanya sama.

  • Para hadirin sekalian: “Para” sudah jamak, “hadirin” sudah jamak, “sekalian” juga bermakna banyak. Cukup: “Hadirin dipersilakan…”
  • Daftar nama-nama: “Daftar” sudah menunjukkan kumpulan nama. Cukup: “Daftar nama peserta…”
  • Saling tolong-menolong: “Tolong-menolong” sudah bermakna saling. Cukup: “Saling menolong” atau “Tolong-menolong”.

Soal 6: Kata Hubung “Dan Lain-lain” vs “Antara Lain”

Pertanyaan: Manakah penggunaan rincian yang benar? A. Ia menjual berbagai buah seperti apel, jeruk, dan lain-lain. B. Antara lain buah yang ia jual adalah apel, jeruk, dan mangga. C. Ia menjual antara lain seperti apel, jeruk, dan lain sebagainya. D. Macam-macam warna adalah merah, kuning, hijau dll.

Jawaban: B

Pembahasan: Jangan menggabungkan kata “seperti” atau “antara lain” dengan “dan lain-lain” dalam satu kalimat karena fungsinya sama-sama menunjukkan rincian yang belum lengkap.

  • Jika memakai “seperti”, jangan diakhiri “dll”.
  • Jika memakai “antara lain”, jangan diakhiri “dan lain sebagainya”.

Soal 7: Penggunaan “Ialah”, “Adalah”, dan “Merupakan”

Pertanyaan: Kalimat yang benar secara kaidah adalah… A. Ibu adalah merupakan orang yang paling berjasa. B. Pendidikan ialah kunci menuju kesuksesan bangsa. C. Kucing adalah merupakan hewan mamalia. D. Jakarta ialah ibukota negara Indonesia.

Jawaban: B

Pembahasan:

  • Adalah dan Merupakan tidak boleh digunakan bersamaan (redundansi).
  • Ialah digunakan untuk definisi yang bersifat identitas atau penjelasan sinonim.
  • Adalah digunakan untuk definisi yang lebih umum atau klasifikasi.

Soal 8: Konjungsi “Tetapi” di Awal Kalimat

Pertanyaan: Manakah penempatan kata hubung yang salah? A. Dia pintar, tetapi dia sangat malas. B. Namun, dia tetap berangkat meskipun hujan deras. C. Tetapi, keputusan itu harus tetap dijalankan. D. Walaupun lelah, dia tetap tersenyum.

Jawaban: C

Pembahasan: Kata tetapi dan sedangkan adalah konjungsi intrakalimat (di dalam kalimat), sehingga tidak boleh diletakkan di awal kalimat setelah tanda titik. Untuk awal kalimat, gunakan Namun.

Soal 9: Penulisan Kata Depan “Di”

Pertanyaan: Manakah penulisan kata depan yang benar? A. Buku itu diletakkan diatas meja. B. Dimana ada kemauan, disitu ada jalan. C. Surat itu dikirim ke alamat yang salah. D. Anak itu sedang bermain dilapangan.

Jawaban: C

Pembahasan: Kata depan di dan ke yang menunjukkan tempat harus dipisah dari kata yang mengikutinya. Jika merupakan imbuhan pasif (misal: dimakan, ditulis), maka harus digabung.

  • Di atas (bukan diatas).
  • Di mana (bukan dimana).
  • Di lapangan (bukan dilapangan).

Soal 10: Kata Serapan “Analisa” vs “Analisis”

Pertanyaan: Kalimat yang menggunakan kata serapan yang benar adalah… A. Hasil analisa laboratorium menunjukkan dia sehat. B. Kita perlu mengidentifikasi masalah ini lebih dalam. C. Resiko yang diambil sangat besar bagi perusahaan. D. Dia tidak punya ijasah asli untuk mendaftar.

Jawaban: B

Pembahasan:

  • Analisa (salah), yang benar Analisis.
  • Resiko (salah), yang benar Risiko.
  • Ijasah (salah), yang benar Ijazah.
  • Identifikasi adalah kata serapan yang sudah benar penulisannya.

Baca juga: Universitas Teknokrat Indonesia Peringati Isra Mi’raj Perdana di Masjid Agung Al Hijrah Kota Baru

Strategi Menghindari Kesalahan Berbahasa

Agar tulisan Anda selalu profesional dan sesuai kaidah, berikut adalah beberapa tips praktis:

  1. Gunakan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI): Sekarang sudah tersedia versi aplikasi dan daring yang sangat mudah diakses.
  2. Perhatikan PUEBI: Pahami aturan penulisan huruf kapital, tanda baca, dan kata depan.
  3. Hindari “Inggris-isme”: Jangan memaksakan struktur bahasa Inggris (seperti penggunaan di mana) ke dalam struktur bahasa Indonesia.
  4. Baca Ulang (Proofreading): Tulisan seringkali terlihat benar saat pertama kali diketik, namun kesalahan akan muncul saat dibaca kembali dengan teliti.

Bahasa Indonesia adalah identitas kita. Dengan menggunakan kata-kata yang benar, kita tidak hanya mempermudah orang lain memahami pesan kita, tetapi juga menjaga martabat bahasa nasional kita.

Semoga 10 contoh soal dan pembahasan di atas bermanfaat bagi Anda yang sedang mempersiapkan ujian, menulis karya ilmiah, atau sekadar ingin memperbaiki kualitas komunikasi sehari-hari. Teruslah berlatih dan jangan ragu untuk membuka kamus!

Penulis: Aripin

Post Comment