1. SQL yang Rapi dan Masuk Akal
HRD + user teknis pasti cek SQL kamu (langsung atau tidak).
Minimal kamu harus bisa:
SELECT,JOIN,WHEREGROUP BY+HAVING- Subquery dasar
INSERT,UPDATE,DELETE(dan tahu risikonya)
👉 Nilai plus kalau query kamu jelas dan efisien, bukan cuma jalan.
Baca juga :Cara Ampuh Biar Lolos Jadi Content dan Curriculum Developer
2. Paham Konsep Database, Bukan Hafalan
HRD suka kandidat yang paham alasan, bukan hafal istilah.
Contoh yang sering ditanya:
- Bedanya primary key vs foreign key
- Kenapa pakai index
- Kenapa database perlu backup
- Apa dampak salah desain tabel
Jawaban sederhana + logis = nilai tinggi.
3. Pernah Pegang Database Nyata (Walau Kecil)
Ini pembeda utama antar kandidat junior.
Nggak harus production:
- Project pribadi
- Tugas kampus
- Simulasi database
Yang penting:
- Kamu bisa ceritakan strukturnya
- Kamu tahu masalah yang pernah muncul
- Kamu tahu cara memperbaikinya
4. Backup & Restore (Wajib untuk Junior DBA)
Banyak pelamar lupa ini, padahal krusial.
Minimal kamu tahu:
- Backup manual (
mysqldump/pg_dump) - Restore dari file
.sql - Bedanya full backup vs incremental (konsep)
Kalau HRD dengar ini, langsung kasih poin plus.
5. Dasar Linux & Tool Pendukung
Nggak harus expert, tapi jangan blank.
Minimal:
- Navigasi folder
- Edit file config
- Jalankan command database
- Pakai tool:
- phpMyAdmin / pgAdmin
6. CV yang “Kebaca HRD”
HRD baca cepat. Jangan bikin mereka capek.
Tips:
- 1 halaman cukup
- Skill relevan saja
- Tulis apa yang bisa kamu lakukan, bukan cuma nama teknologi
Contoh:
❌ MySQL
✅ MySQL – backup, restore, query JOIN
7. Sikap & Cara Jawab Interview
HRD takut sama DBA ceroboh 😄
Yang mereka cari:
- Teliti
- Bertanggung jawab
- Berani bilang “saya cek dulu”
- Nggak asal eksekusi di production
Kalimat aman:
“Sebelum eksekusi, saya pastikan backup dan konfirmasi.”
Penulis :Loveytha


Post Comment