Contoh Soal Ujian Farmasetika: Panduan Lengkap untuk Calon Farmasis

Farmasetika adalah salah satu mata kuliah inti dalam program studi Farmasi. Ia berfokus pada ilmu dan teknologi pembuatan sediaan farmasi yang efektif, aman, dan stabil. Untuk berhasil dalam ujian Farmasetika, pemahaman mendalam tentang prinsip-prinsip formulasi, metode pembuatan, dan evaluasi kualitas sediaan sangatlah penting.

Artikel ini akan menyajikan berbagai contoh soal ujian Farmasetika, mencakup berbagai topik utama, beserta penjelasan singkat mengenai konsep yang diuji. Tujuannya adalah membantu Anda mengidentifikasi area yang perlu dipelajari lebih lanjut dan membiasakan diri dengan format soal yang mungkin dihadapi.

Baca juga: Contoh Soal Saran dan Kritik: Mengasah Keterampilan Berpikir Kritis

I. Dasar-Dasar Formulasi dan Perhitungan Farmasi

Bagian ini menguji pemahaman Anda tentang prinsip-prinsip dasar formulasi dan kemampuan melakukan perhitungan dosis serta konsentrasi.

Contoh Soal 1: Perhitungan Dosis

Soal: Seorang pasien anak berusia 5 tahun (berat badan 18 kg) diresepkan suspensi antibiotik dengan dosis 15 mg/kg berat badan, diminum 3 kali sehari. Sediaan suspensi yang tersedia memiliki konsentrasi 125 mg/5 mL. Berapa mililiter (mL) suspensi yang harus diminum pasien untuk sekali dosis?

🔖 Baca juga:
Menghidupkan Malam: Amalan Sunnah Rasulullah SAW di Penghujung Ramadhan
  • Pilihan Jawaban:
    • A. 3.6 mL
    • B. 4.32 mL
    • C. 5.4 mL
    • D. 6.48 mL
    • E. 7.2 mL
  • Konsep yang Diuji: Perhitungan dosis berdasarkan berat badan dan konversi dosis ke volume sediaan.

Contoh Soal 2: Perhitungan Pengenceran

Soal: Anda perlu membuat 500 mL larutan alkohol 70% dari alkohol murni (95%). Berapa volume alkohol 95% yang diperlukan?

  • Pilihan Jawaban:
    • A. 350 mL
    • B. 368.42 mL
    • C. 400 mL
    • D. 425 mL
    • E. 450 mL
  • Konsep yang Diuji: Prinsip pengenceran (rumus $C_1V_1 = C_2V_2$).

II. Sediaan Larutan dan Suspensi (Formulasi Cair)

Formulasi sediaan cair, seperti larutan, suspensi, dan emulsi, merupakan topik yang sering muncul dalam ujian.

Contoh Soal 3: Larutan Buffer

Soal: Dalam formulasi tetes mata, penting untuk menjaga pH agar sesuai dengan cairan mata (sekitar 7.4) untuk meminimalkan iritasi. Sistem dapar (buffer) apa yang paling umum digunakan dalam formulasi tetes mata?

  • Pilihan Jawaban:
    • A. Dapar Sitrat
    • B. Dapar Asetat
    • C. Dapar Fosfat
    • D. Dapar Borat
    • E. Dapar Sulfat
  • Konsep yang Diuji: Penggunaan sistem dapar dalam sediaan steril dan optalmik.

Contoh Soal 4: Stabilitas Suspensi

Soal: Salah satu masalah kestabilan pada sediaan suspensi adalah terjadinya caking. Upaya apa yang paling tepat dilakukan seorang farmasis untuk mencegah caking dalam suatu suspensi oral?

  • Pilihan Jawaban:
    • A. Menurunkan viskositas medium pendispersi.
    • B. Menambahkan surfaktan pengemulsi non-ionik.
    • C. Menggunakan zat pensuspensi (koloid hidrofil) dan membentuk flocculated suspension.
    • D. Meningkatkan ukuran partikel terdispersi.
    • E. Mengganti pelarut menjadi 100% air.
  • Konsep yang Diuji: Mekanisme stabilitas suspensi, flocculation vs. caking, dan peran agen pensuspensi.

III. Sediaan Semi Padat (Salep, Krim, Gel)

Pemahaman tentang basis sediaan semi padat dan sifat-sifatnya sangat penting.

Contoh Soal 5: Jenis Basis Salep

Soal: Basis salep yang memiliki sifat mampu menyerap air tetapi tidak larut dalam air dan memiliki efek emolien yang baik adalah…

  • Pilihan Jawaban:
    • A. Basis Hidrokarbon (Oleaginous)
    • B. Basis Serap (Absorption Base)
    • C. Basis Larut Air (Water-Soluble Base)
    • D. Basis Tercuci Air (Water-Removable Base)
    • E. Basis Emulsi M/A
  • Konsep yang Diuji: Klasifikasi dan karakteristik basis salep.

Contoh Soal 6: Formulasi Krim

Soal: Untuk membuat krim tipe emulsi Minyak dalam Air (M/A), zat tambahan apa yang paling penting untuk memastikan emulsi stabil?

  • Pilihan Jawaban:
    • A. Antioksidan
    • B. Surfaktan dengan nilai HLB rendah
    • C. Zat Peningkat Viskositas
    • D. Surfaktan dengan nilai HLB tinggi
    • E. Pemanis
  • Konsep yang Diuji: Prinsip emulsi, tipe emulsi (M/A vs. A/M), dan peran HLB (Hydrophilic-Lipophilic Balance) dalam pemilihan surfaktan.

IV. Sediaan Padat (Tablet dan Kapsul)

Sediaan padat, khususnya tablet, memiliki kompleksitas tinggi dalam formulasi dan proses pembuatannya.

Contoh Soal 7: Fungsi Eksipien Tablet

Soal: Dalam formulasi tablet, Amylum (pati) sering ditambahkan dengan tujuan ganda. Apa dua fungsi utama pati dalam formula tablet?

  • Pilihan Jawaban:
    • A. Pengisi dan Lubrikan
    • B. Penghancur dan Pewarna
    • C. Pengikat dan Pelicin
    • D. Penghancur dan Pengikat
    • E. Glidan dan Peningkat Keterbasahan
  • Konsep yang Diuji: Klasifikasi dan fungsi eksipien tablet (pengikat, penghancur, lubrikan, glidan, pengisi).

Contoh Soal 8: Evaluasi Kualitas Tablet

Soal: Uji yang dilakukan untuk mengetahui waktu yang dibutuhkan oleh suatu tablet untuk terdispersi menjadi partikel-partikel halus dalam medium cair adalah…

  • Pilihan Jawaban:
    • A. Uji Kekerasan
    • B. Uji Kerapuhan (Friability)
    • C. Uji Disolusi
    • D. Uji Waktu Hancur (Disintegration Time)
    • E. Uji Keseragaman Bobot
  • Konsep yang Diuji: Parameter evaluasi kualitas fisik tablet dan tujuan masing-masing uji.

V. Sediaan Steril (Injeksi, Tetes Mata)

Sediaan steril memerlukan perhatian khusus pada aspek sterilitas dan isotonisitas.

Contoh Soal 9: Metode Sterilisasi

Soal: Sediaan injeksi yang mengandung zat aktif termolabil (sensitif panas) paling tepat disterilisasi menggunakan metode…

  • Pilihan Jawaban:
    • A. Sterilisasi Panas Kering (Oven)
    • B. Sterilisasi Panas Lembab (Autoklaf)
    • C. Sterilisasi Gas Etilen Oksida
    • D. Sterilisasi Filtrasi Membran
    • E. Sterilisasi dengan Radiasi Gamma
  • Konsep yang Diuji: Pemilihan metode sterilisasi yang tepat berdasarkan sifat fisikokimia sediaan.

Baca juga: Nasrullah Yusuf Serahkan Cenderamata Khas Lampung Karya Mahasiswa Teknokrat kepada Menteri Koperasi RI di Silaknas ICMI 2025

Contoh Soal 10: Isotonisitas

Soal: Jika larutan injeksi dibuat tidak isotonis (hipotonis) terhadap darah, apa efek yang mungkin terjadi ketika diinjeksikan secara intravena?

  • Pilihan Jawaban:
    • A. Sel darah merah akan mengalami krenasi (menciut).
    • B. Sel darah merah akan mengalami hemolisis (pecah).
    • C. Hanya akan menyebabkan rasa sakit lokal.
    • D. Tidak akan ada efek samping yang signifikan.
    • E. Peningkatan tekanan darah.
  • Konsep yang Diuji: Prinsip tekanan osmotik, isotonisitas, dan dampaknya pada sel darah merah.

Penulis: Aripin

Post Comment