×

Contoh Soal AKM Literasi Fiksi: Pembahasan Lengkap dan Panduan Menguasai Soal Fiksi

Contoh Soal AKM Literasi Fiksi: Pembahasan Lengkap dan Panduan Menguasai Soal Fiksi

Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) merupakan bagian dari Asesmen Nasional yang mengukur kemampuan literasi membaca dan numerasi siswa. Pada literasi membaca, salah satu teks yang sering muncul adalah teks fiksi, seperti cerpen, novel, dongeng, dan drama. AKM literasi fiksi tidak menilai hafalan, tetapi menilai kemampuan menemukan informasi, memahami makna, menarik kesimpulan, hingga mengevaluasi isi teks. Artikel 1000 kata ini menyajikan contoh soal AKM literasi fiksi lengkap dengan pembahasan, strategi pengerjaan, serta gambaran pola soal yang umum muncul. Materi ini sangat penting bagi siswa SD, SMP, hingga SMA yang ingin meningkatkan kemampuan literasi.

Baca juga : Contoh Soal Menghitung Modal Saham: Pengertian, Rumus, dan Pembahasan Lengkap

Pengertian AKM Literasi Fiksi

AKM literasi fiksi adalah penilaian yang menggunakan teks cerita sebagai stimulus. Teks dapat berupa narasi panjang, dialog, atau percakapan dalam cerita. Soal yang muncul biasanya mencakup:

  • Menemukan informasi tersurat (siapa tokoh, apa masalah, apa peristiwa).
  • Menyimpulkan informasi tersirat (motif tokoh, pesan moral, alasan tindakan).
  • Memahami struktur teks fiksi (konflik, alur, sudut pandang, latar).
  • Mengevaluasi isi cerita (apakah tindakan tokoh logis, bagaimana penyelesaian konflik).
  • Menilai gaya bahasa dan pilihan kata.

Soal AKM tidak menanyakan nama pengarang, tahun terbit, atau unsur hafalan. Fokusnya selalu pada kemampuan memahami bacaan.

Contoh Teks Fiksi

Bacalah teks pendek berikut untuk menjawab soal-soal berikutnya:

🔖 Baca juga:
Kumpulan Contoh Soal Afiksasi dan Jawabannya Lengkap untuk Belajar Bahasa Indonesia

Judul: Sepotong Cahaya untuk Raka
Raka adalah anak yang gemar menggambar. Setiap hari ia membawa buku sketsa ke mana pun ia pergi. Namun, suatu hari, pensil kesayangannya tertinggal di sekolah. Ketika ia kembali untuk mencarinya, ia menemukan seorang petugas kebersihan bernama Pak Surya sedang duduk sambil memperhatikan gambar-gambar Raka.

“Aku tidak sengaja menemukannya di meja belakang,” kata Pak Surya sambil tersenyum. “Gambarmu bagus sekali. Kamu punya bakat yang jarang dimiliki anak seusiamu.”

Raka tersipu malu. Ia tak menyangka ada seseorang yang memperhatikan hasil gambarnya.

“Kamu harus terus menggambar, Nak,” lanjut Pak Surya. “Kalau kamu sungguh-sungguh, suatu hari bakatmu bisa membawa cahaya untuk hidupmu.”

Sejak saat itu, Raka semakin bersemangat menggambar. Setiap kali merasa ragu, ia selalu mengingat kata-kata Pak Surya.

Contoh Soal AKM Literasi Fiksi dan Pembahasan

Soal 1

Apa penyebab Raka kembali ke sekolah pada hari itu?

Pembahasan:
Jawaban ada pada informasi tersurat. Raka kembali ke sekolah karena pensil kesayangannya tertinggal di kelas.
Jawaban: Untuk mencari pensil kesayangannya.

Soal 2

Apa yang dilakukan Pak Surya ketika Raka datang?

Pembahasan:
Teks menjelaskan Pak Surya sedang duduk sambil melihat gambar-gambar Raka.
Jawaban: Pak Surya sedang memperhatikan gambar-gambar Raka.

Soal 3

Bagaimana perasaan Raka ketika mendengar pujian dari Pak Surya?

Pembahasan:
Kalimat “Raka tersipu malu” menunjukkan rasa malu sekaligus senang.
Jawaban: Raka merasa malu tetapi senang karena diapresiasi.

Soal 4

Apa pesan moral utama dari cerita tersebut?

Pembahasan:
Pesannya bahwa bakat harus terus diasah dan dukungan kecil dapat memberi semangat besar.
Jawaban: Kita harus terus mengembangkan bakat dan tidak mudah ragu.

Soal 5

Kalimat mana yang menunjukkan bahwa Pak Surya memberi motivasi kepada Raka?

Pembahasan:
Pernyataan “Kamu harus terus menggambar, Nak… bakatmu bisa membawa cahaya untuk hidupmu.”
Jawaban: Kalimat yang berisi motivasi dari Pak Surya.

Soal 6

Mengapa kata “cahaya” dalam percakapan Pak Surya digunakan secara kiasan?

Pembahasan:
Dalam konteks cerita, “cahaya” berarti masa depan yang cerah atau harapan.
Jawaban: Karena berarti harapan atau masa depan yang cerah, bukan cahaya sebenarnya.

Soal 7

Apa konflik utama dalam cerita?

Pembahasan:
Konflik sederhana dalam cerita fiksi pendek ini adalah Raka kehilangan pensil kesayangannya.
Jawaban: Raka kehilangan pensil yang sangat penting baginya.

Soal 8

Bagaimana perkembangan karakter Raka setelah peristiwa dengan Pak Surya?

Pembahasan:
Raka menjadi lebih semangat dan percaya diri untuk terus menggambar.
Jawaban: Ia berubah menjadi lebih bersemangat dan yakin dengan bakatnya.

Soal 9

Apa yang dapat disimpulkan mengenai tokoh Pak Surya?

Pembahasan:
Pak Surya digambarkan sebagai orang yang peduli, mengapresiasi bakat, dan penuh motivasi bagi anak-anak.
Jawaban: Pak Surya adalah sosok bijak dan penyemangat.

Soal 10

Jika cerita dilanjutkan, kemungkinan apa yang bisa terjadi pada masa depan Raka?

Pembahasan:
Berdasarkan motivasi yang diterima, Raka mungkin mencapai prestasi dalam bidang seni, mengikuti lomba, atau menjadi ilustrator.
Jawaban: Raka mungkin menjadi seniman berbakat atau memenangkan kompetisi menggambar.

Jenis-Jenis Pertanyaan AKM Literasi Fiksi

Untuk memahami pola AKM, berikut jenis soal yang sering muncul:

1. Menemukan Informasi Tersurat

Contoh: “Siapa yang berbicara kepada Raka?”
Jenis soal ini umumnya mudah karena jawabannya langsung terlihat dalam teks.

2. Menyimpulkan Informasi Tersirat

Contoh: “Mengapa Raka tersipu?”
Siswa perlu memahami konteks dan membaca antara baris (reading between the lines).

3. Struktur Cerita

Contoh: “Apa konflik utama dalam cerita ini?”
Siswa harus mengenali unsur tokoh, latar, konflik, dan penyelesaian.

4. Penilaian dan Evaluasi

Contoh: “Apakah tindakan Pak Surya sudah tepat?”
Siswa menilai tindakan tokoh berdasarkan logika dan nilai moral.

5. Penggunaan Bahasa

Contoh: “Apa makna kata ‘cahaya’ dalam cerita?”
Berkaitan dengan gaya bahasa dan makna kias.

Strategi Menguasai Soal AKM Literasi Fiksi

  1. Baca teks secara menyeluruh terlebih dahulu.
    Jangan langsung mencari jawaban. Pahami cerita secara utuh.
  2. Perhatikan kata kunci.
    Kata seperti “karena”, “setelah itu”, atau dialog penting sering menjadi penanda jawaban.
  3. Pahami karakter tokoh.
    AKM sering menguji pemahaman motif dan perkembangan karakter.
  4. Latih kemampuan menyimpulkan.
    Banyak soal memerlukan inferensi, bukan sekadar membaca.
  5. Biasakan membaca cerpen atau fiksi singkat.
    Semakin banyak membaca, semakin cepat memahami konteks cerita.
  6. Fokus pada makna kiasan.
    AKM sering menggunakan metafora atau ungkapan imajinatif.
  7. Gunakan logika ketika mengevaluasi tindakan tokoh.
    Jangan menjawab berdasarkan perasaan pribadi, tetapi berdasarkan isi teks.
  8. Jangan terburu-buru.
    Soal literasi membutuhkan pemahaman, bukan kecepatan.

Contoh Soal Tambahan AKM Literasi Fiksi

Berikut beberapa soal tambahan tanpa teks panjang:

Soal Tambahan 1

Tokoh utama dalam sebuah cerita disebut…

Jawaban: Protagonis.

Soal Tambahan 2

Bagian cerita yang berisi puncak konflik disebut…

Jawaban: Klimaks.

Soal Tambahan 3

Makna ungkapan “langkahnya ringan” dalam teks fiksi biasanya menggambarkan…

Jawaban: Tokoh sedang gembira atau bersemangat.

Soal Tambahan 4

Cerita yang mengandung unsur keajaiban disebut…

Jawaban: Fiksi fantasi.

Baca juga :Mahasiswa Teknokrat Berprestasi sebagai Juara KTI dan Best Expo di PIMPI 2025 IPB University, Memberikan Dampak Positif

Penutup

Contoh soal AKM literasi fiksi di atas memberikan gambaran lengkap mengenai bentuk pertanyaan yang biasanya muncul pada asesmen nasional. Dengan memahami jenis-jenis soal, melatih kemampuan membaca, serta membiasakan diri dengan teks fiksi, siswa akan lebih siap menghadapi AKM 2025 maupun latihan literasi lainnya. Jika kamu ingin dibuatkan latihan 20, 50, atau 100 soal fiksi lengkap dengan teks panjang seperti AKM asli, cukup beri perintah—aku akan membuatkannya sesuai kebutuhan belajarmu.

Penulis : Lina wati

Post Comment