Pendahuluan
Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) merupakan bagian penting dari kebijakan evaluasi pendidikan di Indonesia. AKM dirancang untuk mengukur kompetensi mendasar peserta didik, yaitu literasi membaca dan numerasi. Berbeda dengan ujian tradisional yang menekankan hafalan, AKM lebih fokus pada kemampuan berpikir kritis, pemahaman konsep, dan penerapan pengetahuan dalam konteks kehidupan sehari-hari.
Agar siswa dan guru dapat mempersiapkan diri dengan baik, pemahaman mengenai kisi-kisi soal AKM menjadi sangat penting. Kisi-kisi soal berfungsi sebagai panduan yang menunjukkan ruang lingkup materi, kompetensi yang diukur, serta bentuk soal yang akan dihadapi. Artikel ini akan membahas secara lengkap contoh kisi-kisi soal AKM, disertai penjelasan yang mudah dipahami.
Baca juga : Membaca Cepat dan Tepat: Memahami Teknik Skimming melalui Contoh Soal
Pengertian Kisi-Kisi Soal AKM
Kisi-kisi soal AKM adalah kerangka atau blueprint yang memuat informasi tentang kompetensi yang diukur, konten materi, konteks soal, serta level kognitif peserta didik. Kisi-kisi ini digunakan sebagai acuan dalam penyusunan soal agar soal yang dibuat sesuai dengan tujuan asesmen.
Dengan adanya kisi-kisi, soal AKM menjadi lebih terarah dan tidak keluar dari kompetensi inti yang ingin dicapai. Bagi guru, kisi-kisi membantu dalam menyusun latihan soal. Bagi siswa, kisi-kisi memudahkan dalam memahami jenis kemampuan yang perlu dipelajari dan dilatih.
Tujuan Penyusunan Kisi-Kisi AKM
Penyusunan kisi-kisi soal AKM memiliki beberapa tujuan utama, antara lain:
- Menjamin kesesuaian antara soal dan kompetensi yang diukur.
- Menjadi pedoman dalam pengembangan soal yang berkualitas.
- Membantu guru merancang pembelajaran yang relevan.
- Memberikan gambaran kepada siswa mengenai bentuk dan karakter soal AKM.
- Menghindari soal yang hanya menguji kemampuan menghafal.
Dengan kata lain, kisi-kisi AKM berperan penting dalam meningkatkan mutu proses penilaian pendidikan.
Komponen Utama dalam Kisi-Kisi Soal AKM
Secara umum, kisi-kisi soal AKM terdiri atas beberapa komponen utama, yaitu:
- Kompetensi: kemampuan yang ingin diukur, seperti memahami, menganalisis, atau mengevaluasi.
- Konten: materi yang menjadi dasar soal, misalnya teks informasi atau bilangan.
- Konteks: situasi yang digunakan dalam soal, seperti konteks personal, sosial, atau saintifik.
- Level Kognitif: tingkat berpikir yang diukur, mulai dari pemahaman hingga penalaran.
- Bentuk Soal: pilihan ganda, pilihan ganda kompleks, menjodohkan, isian singkat, atau uraian.
Komponen-komponen ini saling berkaitan dan membentuk satu kesatuan yang utuh.
Contoh Kisi-Kisi Soal AKM Literasi Membaca
AKM literasi membaca bertujuan mengukur kemampuan siswa dalam memahami, menggunakan, mengevaluasi, dan merefleksikan berbagai jenis teks.
Contoh kisi-kisi literasi membaca:
- Kompetensi: Menemukan informasi tersurat dalam teks.
- Konten:
Penulis : reyfen andrian
Post Comment