Daftar Isi
- Sektor 1: Literasi Membaca (Konten Informasi dan Fiksi)
- 1. Format Soal: Pilihan Ganda Kompleks (PGK)
- 2. Format Soal: Menjodohkan (Matching)
- Sektor 2: Literasi Numerasi (Aljabar, Geometri, dan Data)
- 3. Format Soal: Pilihan Ganda dan Isian Singkat
- Sektor 3: Contoh Soal Penalaran Interaktif (Integrasi)
- Contoh Soal 5 (Integrasi Teks dan Grafik)
- Tips Kunci Menghadapi AKM SMP 2025
- Kesimpulan: AKM, Mengukur Kesiapan Belajar
Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) adalah bagian integral dari Asesmen Nasional yang menggantikan Ujian Nasional (UN). AKM bukan sekadar tes pelajaran, melainkan evaluasi kemampuan dasar (kompetensi) siswa yang esensial untuk menjalani kehidupan dan belajar sepanjang hayat: Literasi Membaca dan Literasi Numerasi. Fokus AKM adalah pada konteks, penalaran, dan pemecahan masalah, bukan hanya hafalan materi.
Bagi siswa SMP yang akan menghadapi AKM pada tahun 2025, memahami format dan karakteristik soal adalah kunci. Artikel 1000 kata ini akan membedah berbagai contoh soal AKM, meliputi format pilihan ganda kompleks, isian singkat, dan menjodohkan, serta menekankan pentingnya penalaran dalam menjawab.
baca juga:Kuasai Pendapatan Nasional: Latihan Soal Terkini untuk Sukses Ujianmu!
Sektor 1: Literasi Membaca (Konten Informasi dan Fiksi)
Literasi membaca dalam AKM menguji kemampuan siswa untuk memahami, menggunakan, mengevaluasi, dan merefleksikan berbagai jenis teks. Soal seringkali disajikan dalam konteks personal, sosial-budaya, atau ilmiah.
1. Format Soal: Pilihan Ganda Kompleks (PGK)
Soal PGK meminta siswa memilih lebih dari satu jawaban yang benar, atau memilih pernyataan yang benar/salah.
Contoh Soal 1 (Konten Informasi: Mengidentifikasi Pernyataan yang Benar)
Teks Informasi (Adaptasi Jurnal Ilmiah Sederhana):
Mengapa Plastik Sulit Terurai?
Plastik, bahan polimer yang sering kita gunakan, memiliki rantai molekul yang sangat panjang dan kuat. Sebagian besar bakteri dan jamur yang ada di alam tidak memiliki enzim spesifik untuk memecah ikatan kimia yang stabil pada plastik tersebut. Akibatnya, plastik membutuhkan waktu ratusan tahun, bahkan ribuan tahun, untuk terurai sepenuhnya. Salah satu solusi inovatif adalah penggunaan bakteri rekayasa genetik atau pengomposan dengan suhu tinggi, meski solusi ini masih belum diterapkan secara massal.
Berdasarkan teks di atas, pilihlah dua pernyataan yang benar mengenai sulitnya plastik terurai!
$\square$ Plastik memiliki rantai molekul pendek yang mudah dipecah.
$\square$ Bakteri dan jamur tidak memiliki enzim yang sesuai untuk memutus ikatan plastik.
$\square$ Diperlukan waktu minimal ribuan tahun bagi plastik untuk hancur total secara alami.
$\square$ Pengomposan suhu tinggi telah menjadi solusi utama yang digunakan secara massal.
Jawaban yang Benar:
- $\square$ Bakteri dan jamur tidak memiliki enzim yang sesuai untuk memutus ikatan plastik. (Sesuai teks: tidak memiliki enzim spesifik).
- $\square$ Diperlukan waktu minimal ribuan tahun bagi plastik untuk hancur total secara alami. (Sesuai teks: membutuhkan waktu ratusan, bahkan ribuan tahun).
2. Format Soal: Menjodohkan (Matching)
Soal menjodohkan menguji pemahaman siswa dalam menghubungkan konsep atau detail spesifik yang ada dalam teks.
Contoh Soal 2 (Konten Fiksi: Menghubungkan Watak Tokoh)
Teks Narasi Singkat:
Risa selalu berusaha keras membantu temannya yang kesulitan memahami pelajaran, walau kadang ia harus mengorbankan waktu istirahatnya.
Adi selalu mengatakan ide-ide cemerlang, tetapi begitu ada tugas kelompok, ia selalu menghilang dengan alasan sakit atau sibuk.
Nina, meski sering diejek karena postur tubuhnya, ia tidak pernah membalas dan selalu tersenyum ramah kepada semua orang.
Jodohkanlah Tokoh dengan Watak yang paling sesuai!
| Tokoh | Watak |
| Risa | 1. Sombong |
| Adi | 2. Dermawan |
| Nina | 3. Hipokrit (Munafik) |
| 4. Pemaaf |
Jawaban yang Benar:
- Risa $\rightarrow$ Dermawan (rela berkorban waktu untuk membantu).
- Adi $\rightarrow$ Hipokrit/Munafik (bisa bicara tetapi tidak mau bertanggung jawab).
- Nina $\rightarrow$ Pemaaf (tidak membalas ejekan dan tetap ramah).
Sektor 2: Literasi Numerasi (Aljabar, Geometri, dan Data)
Literasi numerasi menguji kemampuan siswa untuk menganalisis informasi kuantitatif, menggunakan konsep matematika untuk memecahkan masalah praktis, dan menafsirkan hasil.
3. Format Soal: Pilihan Ganda dan Isian Singkat
Soal numerasi menekankan pada penalaran dalam konteks nyata.
Contoh Soal 3 (Konteks Finansial: Persentase)
Sebuah koperasi sekolah menjual alat tulis. Harga beli (modal) sebuah pensil adalah Rp2.000,00. Koperasi tersebut ingin mendapatkan keuntungan $\mathbf{25\%}$ dari harga beli. Jika pensil terjual, berapa rupiahkah total pendapatan yang akan diterima koperasi dari penjualan satu pensil?
A. Rp2.250,00
B. Rp2.400,00
C. Rp2.500,00
D. Rp2.800,00
Penyelesaian (Numerasi Kritis):
- Hitung keuntungan (25% dari modal):$$\text{Keuntungan} = 25\% \times \text{Rp}2.000 = \frac{25}{100} \times \text{Rp}2.000 = \text{Rp}500$$
- Hitung Total Pendapatan (Harga Jual):$$\text{Pendapatan} = \text{Modal} + \text{Keuntungan}$$$$\text{Pendapatan} = \text{Rp}2.000 + \text{Rp}500 = \text{Rp}2.500$$
Jawaban: Rp2.500,00. Pilihan C.
Contoh Soal 4 (Konteks Geometri dan Pengukuran)
Sebuah taman berbentuk persegi panjang dengan panjang $\mathbf{6 \text{ meter}}$ dan lebar $\mathbf{4 \text{ meter}}$. Di sekeliling taman tersebut akan dipasang lampu hias dengan jarak antar lampu $\mathbf{0,5 \text{ meter}}$. Berapakah total lampu hias yang dibutuhkan?
Jawaban (Isian Singkat):
Penyelesaian:
- Hitung Keliling Taman:$$\text{Keliling} = 2 \times (p + l)$$$$\text{Keliling} = 2 \times (6 \text{ m} + 4 \text{ m}) = 2 \times 10 \text{ m} = 20 \text{ meter}$$
- Hitung Jumlah Lampu:$$\text{Jumlah Lampu} = \frac{\text{Keliling}}{\text{Jarak Antar Lampu}}$$$$\text{Jumlah Lampu} = \frac{20 \text{ m}}{0,5 \text{ m}}$$$$\text{Jumlah Lampu} = 40$$
Jawaban: 40
Sektor 3: Contoh Soal Penalaran Interaktif (Integrasi)
Soal AKM tingkat lanjut sering menggabungkan data numerik dalam konteks informatif, menuntut siswa memproses data grafis dan teks secara bersamaan.
Contoh Soal 5 (Integrasi Teks dan Grafik)
Teks Singkat:
Grafik di samping menunjukkan data pengunjung rata-rata Museum Sejarah selama hari kerja dan hari libur pada Bulan April. Museum menerapkan target penerimaan harian sebesar Rp1.200.000,00. Harga tiket masuk untuk setiap pengunjung adalah Rp15.000,00.
Jika diasumsikan Bulan April memiliki 20 hari kerja (Senin-Jumat) dan 8 hari libur (Sabtu-Minggu). Apakah museum mencapai target penerimaan bulanannya? Jelaskan jawaban Anda!
Jawaban (Uraian Singkat):
Penyelesaian:
- Hitung Pendapatan Harian Rata-rata:$$\text{Rata-rata Pendapatan Hari Kerja} = 60 \times \text{Rp}15.000 = \text{Rp}900.000$$$$\text{Rata-rata Pendapatan Hari Libur} = 100 \times \text{Rp}15.000 = \text{Rp}1.500.000$$
- Hitung Total Pendapatan Bulanan (April):$$\text{Total Pendapatan} = (\text{Pendapatan Hari Kerja} \times 20) + (\text{Pendapatan Hari Libur} \times 8)$$$$\text{Total Pendapatan} = (\text{Rp}900.000 \times 20) + (\text{Rp}1.500.000 \times 8)$$$$\text{Total Pendapatan} = \text{Rp}18.000.000 + \text{Rp}12.000.000 = \text{Rp}30.000.000$$
- Hitung Target Bulanan:$$\text{Target Bulanan} = \text{Rp}1.200.000 \times 30 \text{ hari} = \text{Rp}36.000.000$$
Kesimpulan:
Museum TIDAK mencapai target penerimaan bulanannya. Total pendapatan yang diperoleh adalah Rp30.000.000, yang lebih kecil daripada target bulanan sebesar Rp36.000.000.
Tips Kunci Menghadapi AKM SMP 2025
Menghadapi AKM tidak sama dengan persiapan Ujian Nasional. Fokuskan strategi belajar pada hal-hal berikut:
- Baca Konteks dengan Cermat: Soal AKM selalu memiliki konteks (cerita, data, atau skenario). Pahami dulu skenario dan tujuan pertanyaannya sebelum mencari jawaban.
- Identifikasi Jenis Teks/Data: Dalam literasi, kenali apakah teks itu fiksi (narasi), informasi, atau argumentasi. Dalam numerasi, kenali data (grafik, tabel, rumus).
- Tingkatkan Penalaran: Latihan soal AKM harus fokus pada mengapa dan bagaimana suatu konsep matematika digunakan, bukan hanya hasil akhirnya. Pikirkan langkah-langkah logis sebelum menjumlahkan atau mengalikan.
- Latih Format Baru: Biasakan diri dengan format Pilihan Ganda Kompleks (memilih lebih dari satu) dan Uraian Singkat (menuliskan angka atau jawaban esai pendek dengan penalaran).
Kesimpulan: AKM, Mengukur Kesiapan Belajar
Contoh-contoh soal AKM 2025 untuk jenjang SMP ini memperjelas pergeseran paradigma evaluasi pendidikan di Indonesia. AKM menuntut siswa untuk menjadi pembaca yang analitis dan pengguna matematika yang fungsional dalam kehidupan sehari-hari. Dengan fokus pada Literasi Membaca untuk memahami informasi dan Literasi Numerasi untuk memecahkan masalah kuantitatif, siswa SMP dipersiapkan tidak hanya untuk ujian, tetapi untuk menjadi pembelajar yang kompeten di masa depan. Persiapan terbaik adalah meningkatkan kemampuan bernalar, bukan sekadar menghafal.
penulis: Wilda Juliansyah



Post Comment