×

Memahami Pergeseran Grafik Fungsi: Konsep, Rumus, dan Contoh Soal Lengkap”

Dalam pembelajaran matematika, khususnya pada topik fungsi dan grafik, siswa sering menemui soal tentang pergeseran grafik fungsi. Topik ini tampak sederhana, tetapi sebenarnya merupakan fondasi penting dalam memahami bentuk umum grafik dan transformasinya.

Pergeseran grafik fungsi membantu kita melihat bagaimana perubahan pada persamaan fungsi memengaruhi posisi grafiknya di bidang koordinat. Dengan memahami konsep ini, siswa dapat menggambar grafik tanpa harus selalu membuat tabel nilai satu per satu.

Artikel ini akan membahas secara lengkap:

  • Konsep dasar pergeseran grafik,
  • Rumus umum transformasi,
  • Langkah-langkah memahami arah pergeseran,
  • Hingga contoh soal dan pembahasannya secara terperinci.

baca juga: Dua Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Dikukuhkan oleh Gubernur Lampung sebagai Pengurus MPRD Lampung 2025–2030

1. Konsep Dasar Pergeseran Grafik Fungsi

Pergeseran grafik (translation) adalah perpindahan seluruh titik pada grafik fungsi ke arah tertentu tanpa mengubah bentuk grafik tersebut.

🔖 Baca juga:
Dokumen yang Harus Dibawa Saat Keberangkatan Mudik Gratis Kemenhub

Jika kita memiliki fungsi dasar f(x)f(x)f(x), maka pergeseran dapat dilakukan dengan menambahkan atau mengurangkan bilangan tertentu baik pada variabel xxx maupun pada fungsi itu sendiri.

Secara umum, pergeseran dibedakan menjadi dua jenis:

  1. Pergeseran horizontal (ke kanan atau ke kiri)
    Terjadi bila terdapat perubahan pada variabel xxx di dalam fungsi, misalnya f(x−a)f(x – a)f(x−a) atau f(x+a)f(x + a)f(x+a).
  2. Pergeseran vertikal (ke atas atau ke bawah)
    Terjadi bila terdapat perubahan di luar fungsi, misalnya f(x)+bf(x) + bf(x)+b atau f(x)−bf(x) – bf(x)−b.

2. Rumus Umum Pergeseran Grafik

Berikut tabel ringkas arah pergeseran:

Bentuk FungsiPergeseranArah
y=f(x−a)y = f(x – a)y=f(x−a)Horizontalke kanan sejauh aaa
y=f(x+a)y = f(x + a)y=f(x+a)Horizontalke kiri sejauh aaa
y=f(x)+by = f(x) + by=f(x)+bVertikalke atas sejauh bbb
y=f(x)−by = f(x) – by=f(x)−bVertikalke bawah sejauh bbb

👉 Catatan penting:

  • Tanda minus pada x berarti grafik bergeser ke kanan, bukan ke kiri.
  • Tanda plus pada x berarti grafik bergeser ke kiri.
    Hal ini sering kali menjadi jebakan bagi banyak siswa!

3. Ilustrasi Pergeseran pada Fungsi Dasar

Misalnya kita punya fungsi dasar: y=f(x)=x2y = f(x) = x^2y=f(x)=x2

Grafiknya adalah parabola yang membuka ke atas dan berpusat di titik (0, 0).

Berikut beberapa transformasi dan hasilnya:

  1. y=(x−3)2y = (x – 3)^2y=(x−3)2 → Bergeser ke kanan 3 satuan.
  2. y=(x+2)2y = (x + 2)^2y=(x+2)2 → Bergeser ke kiri 2 satuan.
  3. y=x2+4y = x^2 + 4y=x2+4 → Bergeser ke atas 4 satuan.
  4. y=x2−5y = x^2 – 5y=x2−5 → Bergeser ke bawah 5 satuan.

Jadi, bentuk umum dari grafik parabola yang sudah bergeser adalah: y=(x−a)2+by = (x – a)^2 + by=(x−a)2+b

dengan titik puncak di (a,b)(a, b)(a,b).

4. Contoh Soal Pergeseran Grafik Fungsi dan Pembahasannya

Contoh 1: Pergeseran Horizontal

Diketahui fungsi dasar: f(x)=x2f(x) = x^2f(x)=x2

Tentukan hasil pergeseran grafik jika fungsi menjadi: g(x)=(x−4)2g(x) = (x – 4)^2g(x)=(x−4)2

Pembahasan:
Bentuk fungsi g(x)=(x−4)2g(x) = (x – 4)^2g(x)=(x−4)2 menunjukkan bahwa terjadi pergeseran ke kanan sejauh 4 satuan.
Titik puncak baru yang semula di (0, 0) berpindah ke (4, 0).
Bentuk grafiknya tetap parabola membuka ke atas, hanya posisinya yang bergeser.

Contoh 2: Pergeseran Vertikal

Misalkan: f(x)=x2f(x) = x^2f(x)=x2

dan fungsi berubah menjadi: g(x)=x2−3g(x) = x^2 – 3g(x)=x2−3

Pembahasan:
Tanda “–3” di luar fungsi berarti grafik bergeser ke bawah 3 satuan.
Jadi titik puncak parabola berpindah dari (0, 0) ke (0, –3).

Contoh 3: Pergeseran Kombinasi (Horizontal dan Vertikal)

Diketahui: f(x)=x2f(x) = x^2f(x)=x2

Tentukan hasil pergeseran grafik dari fungsi berikut: g(x)=(x+2)2+5g(x) = (x + 2)^2 + 5g(x)=(x+2)2+5

Pembahasan:

  • Bagian (x+2)(x + 2)(x+2) → pergeseran ke kiri 2 satuan.
  • Bagian +5+5+5 → pergeseran ke atas 5 satuan.

Jadi, grafik parabola f(x)=x2f(x) = x^2f(x)=x2 bergeser ke kiri 2 satuan dan ke atas 5 satuan.
Titik puncak baru: (–2, 5).

Contoh 4: Pergeseran pada Fungsi Linier

Diketahui fungsi dasar: f(x)=x+1f(x) = x + 1f(x)=x+1

Jika diubah menjadi: g(x)=(x−3)+1g(x) = (x – 3) + 1g(x)=(x−3)+1

dan h(x)=x+1−4h(x) = x + 1 – 4h(x)=x+1−4

Pembahasan:

  • g(x)=(x−3)+1g(x) = (x – 3) + 1g(x)=(x−3)+1 → pergeseran ke kanan 3 satuan.
  • h(x)=x+1−4h(x) = x + 1 – 4h(x)=x+1−4 → pergeseran ke bawah 4 satuan.

Pergeseran berlaku sama seperti pada fungsi kuadrat atau fungsi lainnya, karena prinsip dasarnya adalah penambahan atau pengurangan pada variabel dan hasil fungsi.

Contoh 5: Pergeseran Fungsi Trigonometri

Fungsi dasar: f(x)=sin⁡xf(x) = \sin xf(x)=sinx

Tentukan hasil pergeseran grafik untuk: g(x)=sin⁡(x−π4)+2g(x) = \sin (x – \frac{\pi}{4}) + 2g(x)=sin(x−4π​)+2

Pembahasan:

  • Bagian (x−π4)(x – \frac{\pi}{4})(x−4π​) → pergeseran ke kanan sebesar π4\frac{\pi}{4}4π​.
  • Bagian +2+2+2 → pergeseran ke atas 2 satuan.

Jadi grafik y=sin⁡xy = \sin xy=sinx bergeser ke kanan sejauh π4\frac{\pi}{4}4π​ dan ke atas 2 satuan. Bentuk gelombangnya tetap sama.

baca juga: Dua Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indonesia Dikukuhkan oleh Gubernur Lampung sebagai Pengurus MPRD Lampung 2025–2030

5. Langkah-Langkah Menentukan Pergeseran Grafik Fungsi

Untuk memudahkan memahami arah dan jarak pergeseran, ikuti langkah berikut:

  1. Tulis bentuk umum fungsi yang diberikan.
    Misalnya y=f(x−a)+by = f(x – a) + by=f(x−a)+b.
  2. Identifikasi nilai aaa dan bbb.
    • aaa menentukan pergeseran horizontal.
    • bbb menentukan pergeseran vertikal.
  3. Tentukan arah pergeseran:
    • Jika bentuknya (x−a)(x – a)(x−a) → ke kanan.
    • Jika bentuknya (x+a)(x + a)(x+a) → ke kiri.
    • Jika bentuknya +b+b+b → ke atas.
    • Jika bentuknya −b-b−b → ke bawah.
  4. Gambarlah titik-titik penting seperti puncak parabola atau potongan sumbu untuk membantu visualisasi.
  5. Geser grafik sesuai arah dan jaraknya tanpa mengubah bentuk aslinya.

6. Tips Menghindari Kesalahan Umum

Beberapa kesalahan yang sering dilakukan siswa antara lain:

  • Tertukar arah pergeseran horizontal, karena tanda di dalam kurung dianggap sama seperti tanda aljabar biasa.
    Ingat: f(x−a)f(x – a)f(x−a) berarti ke kanan, bukan ke kiri!
  • Tidak memperhatikan tanda pada fungsi luar.
    Misalnya, f(x)−3f(x) – 3f(x)−3 sering disalahartikan ke kiri, padahal itu ke bawah.
  • Mengabaikan bentuk dasar fungsi.
    Sebelum menganalisis pergeseran, pastikan paham bentuk grafik dasar f(x)f(x)f(x)-nya terlebih dahulu (apakah parabola, garis, sinus, dan sebagainya).

Penulis: Tanjali Mulia Nafisa

Post Comment