×

Kupas Tuntas Contoh Soal Pertentangan Proposisi dan Pembahasannya Lengkap

Pertentangan proposisi merupakan salah satu materi penting dalam logika, terutama bagi mahasiswa filsafat, hukum, atau bahkan siswa SMA yang belajar logika dasar. Topik ini mengajarkan bagaimana dua proposisi dapat saling berlawanan atau bertentangan secara logis. Untuk memahami konsep ini, latihan soal adalah cara terbaik. Artikel ini akan membahas secara lengkap pengertian pertentangan proposisi, jenis-jenisnya, hingga contoh soal dan pembahasannya.

Baca juga: Menaklukkan Soal HOTS Biologi SMA: Panduan,

Apa Itu Pertentangan Proposisi?

Pertentangan proposisi adalah hubungan antara dua proposisi yang memiliki subjek dan predikat yang sama, tetapi berbeda dalam hal kualitas (afirmatif atau negatif) dan kuantitas (universal atau partikular). Dengan kata lain, dua proposisi dikatakan bertentangan apabila tidak mungkin keduanya benar dalam waktu yang sama, tetapi mungkin keduanya salah.

Contohnya:

  • “Semua manusia jujur.”
  • “Tidak ada manusia yang jujur.”

Kedua proposisi di atas memiliki subjek dan predikat yang sama, tetapi berlawanan secara total dalam isi pernyataannya.

🔖 Baca juga:
Panduan Lengkap dan Contoh Soal Pertidaksamaan Grafik: Cara Cepat Menentukan Daerah Penyelesaian

Jenis-Jenis Pertentangan Proposisi

Dalam logika klasik, dikenal empat jenis proposisi atau yang disebut dengan kuadran oposisi (square of opposition). Keempat jenis proposisi ini adalah:

  1. A (Universal Afirmatif) – Semua S adalah P
  2. E (Universal Negatif) – Tidak ada S yang P
  3. I (Partikular Afirmatif) – Sebagian S adalah P
  4. O (Partikular Negatif) – Sebagian S bukan P

Dari keempat jenis proposisi ini, muncul empat jenis hubungan pertentangan utama, yaitu:

  • Kontradiktoris: Tidak dapat sama-sama benar dan tidak dapat sama-sama salah (antara A dan O, serta E dan I).
  • Kontraris: Tidak dapat sama-sama benar, tetapi dapat sama-sama salah (antara A dan E).
  • Subkontraris: Tidak dapat sama-sama salah, tetapi dapat sama-sama benar (antara I dan O).
  • Subalternasi: Hubungan antara proposisi universal dan partikular yang sejenis (A ke I, dan E ke O).

Contoh Soal Pertentangan Proposisi

Agar lebih paham, berikut beberapa contoh soal dan pembahasannya:

Contoh Soal 1

Proposisi A: “Semua siswa rajin belajar.”
Proposisi B: “Sebagian siswa tidak rajin belajar.”
Pertanyaan: Apakah hubungan antara proposisi A dan B?

Jawaban:
Proposisi A berbentuk Universal Afirmatif (A), sedangkan proposisi B berbentuk Partikular Negatif (O).
Hubungan antara A dan O adalah kontradiktoris, karena keduanya tidak bisa benar atau salah secara bersamaan.

Contoh Soal 2

Proposisi A: “Tidak ada guru yang malas.”
Proposisi B: “Sebagian guru rajin.”
Pertanyaan: Hubungan antara kedua proposisi ini adalah?

Jawaban:
Proposisi A berbentuk Universal Negatif (E) dan proposisi B berbentuk Partikular Afirmatif (I).
Hubungan antara E dan I juga kontradiktoris, karena jika proposisi pertama benar, maka proposisi kedua harus salah, dan sebaliknya.

Contoh Soal 3

Proposisi A: “Semua dosen profesional.”
Proposisi B: “Tidak ada dosen profesional.”
Pertanyaan: Jenis pertentangan apakah yang terjadi?

Jawaban:
Proposisi A berbentuk Universal Afirmatif (A) dan proposisi B berbentuk Universal Negatif (E).
Hubungan antara keduanya adalah kontraris, artinya tidak mungkin keduanya benar, tetapi bisa jadi keduanya salah.

Contoh Soal 4

Proposisi A: “Sebagian mahasiswa rajin.”
Proposisi B: “Sebagian mahasiswa tidak rajin.”
Pertanyaan: Hubungan apakah antara A dan B?

Jawaban:
Proposisi A berbentuk Partikular Afirmatif (I) dan proposisi B berbentuk Partikular Negatif (O).
Hubungan antara I dan O adalah subkontraris, artinya keduanya tidak dapat sama-sama salah, tetapi bisa sama-sama benar.

Cara Menentukan Pertentangan Proposisi

Untuk menentukan jenis pertentangan proposisi, kamu bisa mengikuti langkah-langkah berikut:

  1. Tentukan bentuk setiap proposisi (A, E, I, O).
  2. Cocokkan subjek dan predikatnya, pastikan sama.
  3. Gunakan tabel hubungan berikut:
Bentuk PertentanganPasangan ProposisiKemungkinan Benar BersamaanKemungkinan Salah Bersamaan
KontradiktorisA – O, E – ITidakTidak
KontrarisA – ETidakYa
SubkontrarisI – OYaTidak
SubalternasiA – I, E – OYa (dengan syarat tertentu)Tidak

Pentingnya Memahami Pertentangan Proposisi

Pertentangan proposisi bukan sekadar teori logika. Dalam praktiknya, konsep ini membantu kita berpikir lebih kritis dan rasional, terutama ketika menganalisis argumen atau pernyataan yang saling berlawanan. Misalnya, dalam debat, hukum, dan penulisan ilmiah, kita harus tahu apakah dua pernyataan bisa sama-sama benar atau saling meniadakan.

Selain itu, pemahaman tentang pertentangan proposisi juga melatih kemampuan berpikir sistematis dan objektif. Dengan latihan soal yang cukup, kamu akan terbiasa mengenali pola hubungan antarproposisi dengan cepat dan tepat.

Baca juga: Mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia Raih Tiga Medali di Kajati Lampung Cup I Taekwondo Championship 2025

Tips Belajar Pertentangan Proposisi

  1. Gunakan diagram kuadran oposisi untuk memvisualisasikan hubungan antarproposisi.
  2. Latih dengan berbagai contoh nyata, misalnya pernyataan dalam berita atau debat.
  3. Pelajari bentuk logis dari setiap proposisi, agar tidak tertukar antara afirmatif dan negatif.
  4. Coba buat soal sendiri untuk menguji pemahamanmu.

Penulis: Dena Triana

Post Comment