×

Rahasia di Balik Tekanan Uap Elektrolit Pengertian, Rumus, dan Contoh Soal Lengkap!

Rahasia di Balik Tekanan Uap Elektrolit Pengertian, Rumus, dan Contoh Soal Lengkap!

Pendahuluan

Dalam dunia kimia, tekanan uap merupakan konsep penting yang sering muncul dalam pembahasan sifat koligatif larutan. Ketika kita melarutkan zat ke dalam pelarut, tekanan uap larutan akan berbeda dengan tekanan uap pelarut murni. Perubahan ini bisa semakin kompleks jika zat terlarutnya merupakan elektrolit, karena zat elektrolit dapat terionisasi dan menghasilkan lebih banyak partikel dalam larutan.

Nah, artikel ini akan membahas secara lengkap mulai dari pengertian tekanan uap elektrolit, rumus yang digunakan, hingga contoh soal dan pembahasannya. Dengan memahami materi ini, kamu akan lebih siap menghadapi ujian sekolah, SBMPTN, maupun olimpiade kimia.

Baca juga : Mudah Banget! Cara Cepat Pahami dan Kerjakan Contoh Soal Pembagian Kuadrat

1. Apa Itu Tekanan Uap?

Tekanan uap adalah tekanan yang ditimbulkan oleh uap suatu zat ketika berada dalam keadaan kesetimbangan dengan fase cairnya pada suhu tertentu.

Sederhananya, bayangkan kamu menutup rapat sebuah wadah berisi air. Sebagian molekul air akan menguap dan menekan tutup wadah dari dalam. Tekanan yang dihasilkan oleh molekul-molekul uap air inilah yang disebut tekanan uap.

🔖 Baca juga:
Latihan Contoh Soal Pertambahan Angka Penting dan Cara Menentukan Hasilnya

Jika ke dalam air tersebut kita tambahkan zat terlarut seperti garam atau gula, maka jumlah molekul pelarut yang bisa menguap akan berkurang — akibatnya tekanan uap juga menurun.

Fenomena ini disebut sebagai penurunan tekanan uap (ΔP), salah satu dari empat sifat koligatif larutan selain penurunan titik beku, kenaikan titik didih, dan tekanan osmotik.

2. Hubungan Antara Tekanan Uap dan Elektrolit

Pada larutan non-elektrolit, penurunan tekanan uap hanya bergantung pada jumlah molekul zat terlarut, bukan jenisnya. Namun pada larutan elektrolit, keadaan sedikit berbeda.

Zat elektrolit seperti NaCl, KNO₃, atau CaCl₂ akan terionisasi menjadi beberapa partikel ion. Karena sifat koligatif bergantung pada jumlah partikel, maka larutan elektrolit memiliki penurunan tekanan uap yang lebih besar dibandingkan larutan non-elektrolit dengan konsentrasi yang sama.

Untuk menghitungnya, kita perlu memasukkan faktor van’t Hoff (i) ke dalam rumus.

3. Rumus Tekanan Uap Elektrolit

Rumus dasar penurunan tekanan uap adalah: ΔP=i⋅Xs⋅P0\Delta P = i \cdot X_s \cdot P^0ΔP=i⋅Xs​⋅P0

Keterangan:

  • ΔP = penurunan tekanan uap
  • i = faktor van’t Hoff (jumlah partikel yang dihasilkan zat terlarut)
  • Xₛ = fraksi mol zat terlarut
  • P⁰ = tekanan uap pelarut murni

Faktor i (van’t Hoff factor) menunjukkan berapa kali jumlah partikel meningkat setelah zat terlarut terionisasi.
Contoh:

  • NaCl → Na⁺ + Cl⁻ → i = 2
  • CaCl₂ → Ca²⁺ + 2Cl⁻ → i = 3
  • Glukosa (C₆H₁₂O₆, non-elektrolit) → i = 1

Semakin besar nilai i, semakin besar pula penurunan tekanan uapnya.

4. Contoh Soal dan Pembahasan Tekanan Uap Elektrolit

Soal 1

Diketahui tekanan uap air murni pada suhu tertentu adalah 25 mmHg. Jika 0,5 mol NaCl dilarutkan ke dalam 1 kg air (massa molar air = 18 g/mol), hitunglah tekanan uap larutan yang terbentuk!
(Anggap NaCl terionisasi sempurna.)

Penyelesaian:

  1. Hitung jumlah mol air:

nH2O=100018=55,56 moln_{H2O} = \frac{1000}{18} = 55,56 \, molnH2O​=181000​=55,56mol

  1. Hitung fraksi mol zat terlarut:

Xs=nNaClnNaCl+nH2O=0,50,5+55,56=0,0089X_s = \frac{n_{NaCl}}{n_{NaCl} + n_{H2O}} = \frac{0,5}{0,5 + 55,56} = 0,0089Xs​=nNaCl​+nH2O​nNaCl​​=0,5+55,560,5​=0,0089

  1. NaCl terionisasi sempurna → i = 2
  2. Hitung penurunan tekanan uap:

ΔP=i⋅Xs⋅P0=2×0,0089×25=0,445 mmHg\Delta P = i \cdot X_s \cdot P^0 = 2 \times 0,0089 \times 25 = 0,445 \, mmHgΔP=i⋅Xs​⋅P0=2×0,0089×25=0,445mmHg

  1. Hitung tekanan uap larutan:

P=P0−ΔP=25−0,445=24,555 mmHgP = P^0 – \Delta P = 25 – 0,445 = 24,555 \, mmHgP=P0−ΔP=25−0,445=24,555mmHg

Jawaban: Tekanan uap larutan = 24,56 mmHg

Soal 2

Larutan dibuat dengan melarutkan 0,2 mol CaCl₂ ke dalam 500 g air. Jika tekanan uap air murni adalah 23,8 mmHg, tentukan tekanan uap larutan tersebut!
(Massa molar air = 18 g/mol, CaCl₂ terionisasi sempurna.)

Pembahasan:

  1. Hitung mol air:

nH2O=50018=27,78 moln_{H2O} = \frac{500}{18} = 27,78 \, molnH2O​=18500​=27,78mol

  1. Faktor van’t Hoff untuk CaCl₂ = 3
  2. Hitung fraksi mol zat terlarut:

Xs=nCaCl2nCaCl2+nH2O=0,20,2+27,78=0,0072X_s = \frac{n_{CaCl2}}{n_{CaCl2} + n_{H2O}} = \frac{0,2}{0,2 + 27,78} = 0,0072Xs​=nCaCl2​+nH2O​nCaCl2​​=0,2+27,780,2​=0,0072

  1. Hitung penurunan tekanan uap:

ΔP=i⋅Xs⋅P0=3×0,0072×23,8=0,514 mmHg\Delta P = i \cdot X_s \cdot P^0 = 3 \times 0,0072 \times 23,8 = 0,514 \, mmHgΔP=i⋅Xs​⋅P0=3×0,0072×23,8=0,514mmHg

  1. Tekanan uap larutan:

P=P0−ΔP=23,8−0,514=23,286 mmHgP = P^0 – \Delta P = 23,8 – 0,514 = 23,286 \, mmHgP=P0−ΔP=23,8−0,514=23,286mmHg

Jawaban: Tekanan uap larutan = 23,29 mmHg

Soal 3

Suatu larutan mengandung 1 mol glukosa dan 1 mol NaCl dalam 1 kg air. Jika tekanan uap air murni 25 mmHg, tentukan penurunan tekanan uap total larutan!

Penyelesaian:

  1. Mol air = 1000 / 18 = 55,56 mol
  2. Total mol zat terlarut = 1 (glukosa) + 1 (NaCl × 2 partikel) = 3 mol
  3. Fraksi mol zat terlarut:

Xs=33+55,56=0,051X_s = \frac{3}{3 + 55,56} = 0,051Xs​=3+55,563​=0,051

  1. Penurunan tekanan uap:

ΔP=Xs⋅P0=0,051×25=1,275 mmHg\Delta P = X_s \cdot P^0 = 0,051 \times 25 = 1,275 \, mmHgΔP=Xs​⋅P0=0,051×25=1,275mmHg

  1. Tekanan uap larutan:

P=25−1,275=23,725 mmHgP = 25 – 1,275 = 23,725 \, mmHgP=25−1,275=23,725mmHg

Jawaban: Penurunan tekanan uap total = 1,275 mmHg

5. Analisis Hasil

Dari ketiga soal di atas, terlihat bahwa:

  • Semakin banyak jumlah partikel terlarut (semakin besar nilai i), maka penurunan tekanan uap semakin besar.
  • Zat elektrolit menyebabkan tekanan uap menurun lebih tajam dibandingkan non-elektrolit dengan konsentrasi yang sama.
  • Faktor fraksi mol (Xₛ) juga sangat menentukan besarnya perubahan tekanan uap.

6. Aplikasi Tekanan Uap Elektrolit dalam Kehidupan Sehari-hari

Meskipun konsep ini tampak teoretis, ternyata fenomena tekanan uap elektrolit banyak ditemui di kehidupan nyata:

  1. Air laut tidak cepat menguap dibanding air tawar karena mengandung ion-ion garam yang menurunkan tekanan uap.
  2. Pengawetan makanan dengan garam atau gula juga memanfaatkan prinsip penurunan tekanan uap — mencegah mikroorganisme tumbuh karena lingkungan menjadi kurang lembap.
  3. Antibeku mobil (coolant) dibuat dengan menambahkan zat elektrolit untuk mengubah titik didih dan titik beku cairan pendingin.

Baca juga : Purnama Wulan Sari Mirza: Duta Teknokrat Wujud Investasi Bangsa untuk Generasi Muda

7. Kesimpulan

Tekanan uap elektrolit merupakan salah satu konsep penting dalam sifat koligatif larutan. Ketika zat elektrolit larut dalam pelarut, jumlah partikel meningkat karena proses ionisasi, sehingga tekanan uap larutan menurun lebih besar dibandingkan larutan non-elektrolit.

Dengan memahami konsep dasar, rumus, dan contoh soal di atas, kamu bisa dengan mudah memecahkan berbagai variasi soal yang sering muncul di ujian.

Intinya, semakin banyak partikel hasil ionisasi, semakin besar penurunan tekanan uap. Jadi, jangan lupa perhatikan nilai faktor van’t Hoff (i) dalam setiap perhitungan!

Penulis : adilah az-zahra

Post Comment