Daftar Isi
- Apa Saja Jenis Soal TPS Numerik yang Sering Keluar?
- Bagaimana Cara Menjawab Soal TPS Numerik dengan Cepat dan Tepat?
- Contoh Soal TPS Numerik dan Pembahasannya
- Apa Saja Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Mengerjakan TPS Numerik?
- Tips Jitu Latihan Soal TPS Numerik
- Penutup: TPS Numerik Bisa Dikuasai, Asal Tahu Caranya
Bagi calon mahasiswa, TPS (Tes Potensi Skolastik) sering jadi momok—terutama bagian numeriknya. Banyak yang mengira soal TPS numerik itu rumit, penuh rumus, atau butuh keahlian matematika tingkat tinggi. Padahal, sebenarnya tidak! Soal TPS numerik lebih menguji logika, pola pikir, dan kecepatan berhitung dasar daripada kemampuan matematika murni.
Artikel ini akan membantu kamu memahami seperti apa contoh soal TPS numerik yang sering muncul, bagaimana cara mengerjakannya dengan cepat, dan strategi jitu agar tidak kehabisan waktu saat ujian. Cocok buat kamu yang sedang persiapan UTBK, seleksi masuk kampus, atau tes beasiswa.
Apa Saja Jenis Soal TPS Numerik yang Sering Keluar?
TPS numerik tidak menguji materi kalkulus atau trigonometri. Fokusnya ada pada penalaran kuantitatif, artinya kamu diminta menganalisis angka, pola, atau hubungan logis antar data. Berikut beberapa jenis soal yang paling umum:
- Deret angka (pola bilangan)
Contoh: 2, 4, 8, 16, … → jawabannya 32 (pola dikali 2). - Perbandingan dan skala
Misalnya: Jika 3 pensil harganya Rp7.500, berapa harga 5 pensil? - Aritmetika dasar dengan twist logika
Contoh: “Jika A lebih tua dari B, dan C lebih muda dari A tapi lebih tua dari B, siapa yang paling muda?” - Soal cerita berbasis data sederhana
Biasanya melibatkan persentase, rata-rata, atau kecepatan. - Analisis grafik atau tabel sederhana
Kamu diberi data dalam bentuk diagram, lalu diminta menarik kesimpulan.
Yang perlu diingat: kecepatan dan ketelitian jauh lebih penting daripada rumus rumit. Bahkan, banyak soal bisa diselesaikan hanya dengan logika sehat dan sedikit perhitungan mental.
Bagaimana Cara Menjawab Soal TPS Numerik dengan Cepat dan Tepat?
Kunci utama mengerjakan TPS numerik bukan pada seberapa pintar kamu menghitung, tapi seberapa cepat kamu mengenali pola dan menghindari jebakan. Berikut strategi praktisnya:
1. Jangan terburu-buru menghitung
Banyak soal dirancang agar kamu tergoda menghitung panjang lebar—padahal jawabannya bisa ditebak dari logika. Contoh:
Jika 6 pekerja bisa menyelesaikan proyek dalam 10 hari, berapa hari yang dibutuhkan 12 pekerja?
Jawabannya bukan 20 hari, tapi 5 hari (kerja berbanding terbalik dengan jumlah pekerja).
2. Gunakan eliminasi
Jika bingung, coret pilihan jawaban yang jelas salah. Misalnya, soal meminta angka terbesar, tapi ada opsi negatif—langsung coret!
3. Latih mental math
Kurangi ketergantungan pada kalkulator. Latih penjumlahan, perkalian, dan pembagian cepat di kepala. Misalnya:
- 15% dari 200 = 30 (karena 10% = 20, 5% = 10 → total 30)
- 48 × 25 = 1.200 (karena 25 = 100/4 → 48 × 100 ÷ 4 = 4.800 ÷ 4)
4. Fokus pada informasi relevan
Soal cerita sering menyertakan data “pengalih perhatian”. Contoh:
“Di kelas A ada 30 siswa. Rata-rata nilai matematika 75. Di kelas B ada 25 siswa dengan rata-rata 80. Berapa rata-rata gabungan?”
Informasi penting: jumlah siswa dan rata-rata masing-masing. Abaikan nama kelas atau detail lain.
Contoh Soal TPS Numerik dan Pembahasannya
Berikut beberapa contoh soal yang sering muncul, lengkap dengan cara penyelesaiannya:
Soal 1: Deret Angka
Lanjutkan deret berikut:
3, 6, 10, 15, 21, …
Pembahasan:
Perhatikan selisih antar angka:
6–3 = 3
10–6 = 4
15–10 = 5
21–15 = 6
→ Selisih bertambah 1 tiap kali.
Jadi, angka berikutnya = 21 + 7 = 28
Soal 2: Perbandingan
Jika 4 liter bensin bisa menempuh jarak 80 km, berapa jarak yang bisa ditempuh dengan 7 liter?
Pembahasan:
1 liter = 80 ÷ 4 = 20 km
7 liter = 7 × 20 = 140 km
Soal 3: Logika Urutan
Andi lebih tinggi dari Budi. Cici lebih pendek dari Andi tapi lebih tinggi dari Budi. Siapa yang paling pendek?
Pembahasan:
Urutan tinggi: Andi > Cici > Budi
→ Budi paling pendek.
Soal 4: Persentase
Harga sebuah buku naik 20% menjadi Rp72.000. Berapa harga awalnya?
Pembahasan:
Harga akhir = 120% dari harga awal
→ Harga awal = (100/120) × 72.000 = Rp60.000
Apa Saja Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Mengerjakan TPS Numerik?
Meski terlihat mudah, banyak peserta justru kehilangan poin karena kesalahan kecil. Berikut yang paling umum:
- Tidak membaca soal sampai selesai
Akibatnya, salah paham maksud pertanyaan. - Terlalu lama di satu soal
TPS punya batas waktu ketat. Jika stuck lebih dari 1 menit, sebaiknya lanjut ke soal berikutnya. - Salah hitung karena terburu-buru
Misalnya, menulis 15% sebagai 0,15 tapi lupa dikali angka dasar. - Mengabaikan satuan
Soal minta jawaban dalam “ribu” atau “juta”, tapi kamu tulis angka mentah. - Tidak memanfaatkan opsi jawaban
Kadang, kamu bisa menebak jawaban benar hanya dengan memasukkan opsi ke dalam soal (metode back-solving).
baca juga: Mahasiswa Teknokrat Raih Juara 1 dan Best Presentation di Pesta Ilmiah Sriwijaya 2025
Tips Jitu Latihan Soal TPS Numerik
Agar makin percaya diri, ikuti tips berikut:
- Latihan harian 10–15 menit
Konsistensi lebih penting daripada durasi panjang. - Gunakan timer
Simulasikan kondisi ujian: 1 soal maksimal 60 detik. - Review kesalahan
Catat soal yang salah, lalu analisis: apakah karena kurang paham konsep atau ceroboh? - Pelajari pola soal tahun lalu
Meski tidak diulang persis, jenis soalnya cenderung mirip. - Tenangkan pikiran sebelum ujian
Stres bikin otak “blank”, padahal soalnya sebenarnya bisa kamu kerjakan.
Penutup: TPS Numerik Bisa Dikuasai, Asal Tahu Caranya
Jangan biarkan rasa takut pada angka menghalangi mimpimu masuk kampus idaman. Soal TPS numerik bukan tentang seberapa jago kamu di matematika, tapi seberapa tenang dan logis kamu menghadapi masalah.
Penulis: Tanjali Mulia Nafisa



Post Comment