×

Kupas Tuntas Contoh Soal Akuntansi Buku Besar dan Cara Mudah Menyusunnya untuk Pemula

Dalam dunia akuntansi, buku besar adalah salah satu elemen terpenting dalam proses pencatatan keuangan. Buku besar berfungsi untuk mengelompokkan transaksi yang telah dicatat di jurnal berdasarkan jenis akun, sehingga memudahkan perusahaan dalam menyusun laporan keuangan. Artikel ini akan membahas secara lengkap pengertian buku besar, langkah-langkah pembuatannya, hingga contoh soal dan pembahasannya agar kamu memahami konsep ini dengan mudah.

Baca juga: Gini Nih Caranya Jadi Jagoan Data Platform

Apa Itu Buku Besar dalam Akuntansi?

Buku besar atau ledger merupakan tempat untuk mencatat semua akun yang berisi data transaksi dari jurnal umum. Setiap akun dalam buku besar menunjukkan perubahan saldo yang terjadi karena transaksi tertentu, seperti kas, piutang, persediaan, pendapatan, dan beban.

Tujuan utama dari buku besar adalah untuk:

  1. Mengelompokkan transaksi berdasarkan akun.
  2. Mengetahui posisi saldo setiap akun.
  3. Menjadi dasar pembuatan neraca saldo dan laporan keuangan.

Dengan adanya buku besar, seorang akuntan dapat melihat pergerakan setiap akun dengan lebih jelas. Misalnya, berapa total pengeluaran kas atau berapa banyak piutang yang belum dibayar pelanggan.

🔖 Baca juga:
Kuasai Surat Resmi SMA: Contoh Soal Menginspirasi Suksesmu!

Bentuk-Bentuk Buku Besar

Buku besar memiliki beberapa bentuk atau format yang umum digunakan, yaitu:

  1. Bentuk T (T-Account)
    Bentuk ini paling sederhana dan mudah dipahami. Akun ditempatkan di tengah seperti huruf “T”. Sisi kiri disebut debit dan sisi kanan disebut kredit.
  2. Bentuk Skontro (Dua Kolom)
    Menyajikan dua kolom utama, yakni debit dan kredit, dengan tambahan kolom untuk tanggal, keterangan, dan saldo.
  3. Bentuk Staffle (Berjalan)
    Digunakan untuk mencatat saldo secara terus-menerus setelah setiap transaksi. Bentuk ini sering digunakan dalam sistem komputerisasi.

Langkah-Langkah Membuat Buku Besar

Menyusun buku besar sebenarnya tidak sulit jika memahami urutannya. Berikut langkah-langkah dasarnya:

  1. Catat transaksi ke dalam jurnal umum.
    Setiap transaksi keuangan dicatat terlebih dahulu di jurnal umum dengan sistem debit dan kredit.
  2. Posting ke buku besar.
    Setelah semua transaksi dicatat di jurnal, langkah berikutnya adalah memindahkan (posting) masing-masing ke akun terkait di buku besar.
  3. Hitung saldo setiap akun.
    Setelah posting selesai, jumlahkan sisi debit dan kredit untuk mengetahui saldo akhir akun.
  4. Susun neraca saldo.
    Data dari buku besar kemudian digunakan untuk membuat neraca saldo sebagai dasar laporan keuangan.

Contoh Soal Akuntansi Buku Besar

Soal:
Diketahui transaksi keuangan PT Jaya Sentosa selama bulan Januari 2025 sebagai berikut:

  1. 1 Januari: Disetor uang tunai ke perusahaan sebesar Rp10.000.000.
  2. 3 Januari: Membeli peralatan secara tunai sebesar Rp2.000.000.
  3. 5 Januari: Membeli perlengkapan secara kredit sebesar Rp1.500.000.
  4. 10 Januari: Menerima pendapatan tunai sebesar Rp3.000.000.
  5. 15 Januari: Membayar beban listrik sebesar Rp500.000 secara tunai.

Buatlah buku besar untuk akun Kas, Peralatan, Perlengkapan, Pendapatan, dan Beban Listrik.

Penyelesaian

1. Jurnal Umum

Langkah pertama adalah mencatat transaksi ke jurnal umum.

TanggalKeteranganDebitKredit
Jan 1Kas10.000.000
Modal10.000.000
Jan 3Peralatan2.000.000
Kas2.000.000
Jan 5Perlengkapan1.500.000
Utang Usaha1.500.000
Jan 10Kas3.000.000
Pendapatan3.000.000
Jan 15Beban Listrik500.000
Kas500.000

Setelah semua transaksi dicatat di jurnal umum, langkah berikutnya adalah memindahkan ke buku besar masing-masing akun.

2. Buku Besar Akun Kas

TanggalKeteranganDebitKreditSaldo
Jan 1Setoran Modal10.000.00010.000.000 D
Jan 3Pembelian Peralatan2.000.0008.000.000 D
Jan 10Pendapatan Tunai3.000.00011.000.000 D
Jan 15Beban Listrik500.00010.500.000 D

Saldo akhir Kas = Rp10.500.000 (Debit).

3. Buku Besar Akun Peralatan

TanggalKeteranganDebitKreditSaldo
Jan 3Pembelian Tunai2.000.0002.000.000 D

Saldo akhir Peralatan = Rp2.000.000 (Debit).

4. Buku Besar Akun Perlengkapan

TanggalKeteranganDebitKreditSaldo
Jan 5Pembelian Kredit1.500.0001.500.000 D

Saldo akhir Perlengkapan = Rp1.500.000 (Debit).

5. Buku Besar Akun Pendapatan

TanggalKeteranganDebitKreditSaldo
Jan 10Kas3.000.0003.000.000 K

Saldo akhir Pendapatan = Rp3.000.000 (Kredit).

6. Buku Besar Akun Beban Listrik

TanggalKeteranganDebitKreditSaldo
Jan 15Pembayaran Tunai500.000500.000 D

Saldo akhir Beban Listrik = Rp500.000 (Debit).

Analisis dari Buku Besar

Dari hasil di atas, kita dapat melihat posisi keuangan perusahaan pada akhir bulan Januari 2025:

  • Kas: Rp10.500.000 (D)
  • Peralatan: Rp2.000.000 (D)
  • Perlengkapan: Rp1.500.000 (D)
  • Pendapatan: Rp3.000.000 (K)
  • Beban Listrik: Rp500.000 (D)

Total saldo debit = Rp14.500.000
Total saldo kredit = Rp13.000.000

Selisihnya Rp1.500.000 mencerminkan saldo utang usaha yang masih belum dibayar.

Manfaat Buku Besar dalam Akuntansi

Buku besar tidak hanya digunakan untuk mencatat transaksi, tetapi juga memberikan manfaat besar bagi perusahaan, antara lain:

  1. Membantu analisis keuangan. Dengan melihat pergerakan saldo, akuntan bisa mengetahui tren keuangan.
  2. Memudahkan penyusunan laporan keuangan. Buku besar menjadi dasar untuk menyusun neraca dan laporan laba rugi.
  3. Menjaga akurasi pencatatan. Jika terjadi kesalahan, mudah dilacak melalui akun di buku besar.
  4. Sebagai alat kontrol internal. Manajemen dapat memantau arus kas dan beban perusahaan dengan jelas.

Baca juga: Purnama Wulan Sari Mirza: Duta Teknokrat Wujud Investasi Bangsa untuk Generasi Muda

Tips Mudah Belajar Buku Besar

Bagi pemula yang baru belajar akuntansi, berikut beberapa tips agar cepat memahami konsep buku besar:

  1. Pahami prinsip debit dan kredit. Ingat bahwa setiap transaksi memiliki sisi debit dan kredit yang harus seimbang.
  2. Gunakan contoh nyata. Coba catat transaksi sederhana seperti pembelian, penjualan, dan pembayaran tagihan.
  3. Rutin latihan soal. Semakin sering berlatih, semakin cepat memahami pola pencatatan.
  4. Gunakan tabel rapi. Penulisan yang terstruktur membantu menghindari kekeliruan saat menghitung saldo.
  5. Pelajari hubungan antar akun. Misalnya, kas berkurang saat membayar beban, dan bertambah saat menerima pendapatan.

Penulis: Dena Triana

Post Comment